TALIWANG—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mendorong percepatan pembangunan rumah korban gempa. ‘’Saya diinstruksikan ibu Menteri untuk datang ke Lombok dan Sumbawa, mengidentifikasi masalah karena belum ada satu pun rumah yang selesai sampai saat ini,” kata Plt. Deputi Bidang Konflik Sosial dan Dampak Bencana Kementerian PMK, Sonny Harry Budiutomo Harmadi di Ruang Rapat Utama Gedung Graha Fitrah, Jum’at pagi (12/10/2018).

Fokus yang harus ditangani secepatnya adalah warga korban gempa yang rumahnya rusak berat atau tidak memiliki rumah. Karenanya pertemuan ini, termasuk sebelumnya di Provinsi dan Kabupaten Sumbawa ada beberapa masalah yang harus diselesaikan, yakni rumitnya administrasi pencairan dana stimulan.
Sonny pun berjanji akan mencari solusi terbaik menyederhanakan administrasi lainnya ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mataram. Sehingga pencairan dana stimulan bisa cepat dan pembangunan juga cepat berjalan. ‘’Senin atau paling lambat Selasa bila perlu saya live dari Facebook untuk Bupati, saya minta nomor kontaknya, kami akan cari jalan keluar dan kami apresiasi langkah Sumbawa Barat yang membuat penyederhanaan alur pencairan dan bisa dicontoh daerah lain. Yang terpenting pengelolaan dana ini adalah transparansi dan akuntabilitas,” tegas Sonny.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M sebelumnya melaporkan, dana tahap pertama untuk korban bencana sudah masuk ke rekening penerima, yakni 346 untuk korban rusak berat bahkan untuk rumah rusak ringan 1.084 unit. Namun anggaran belum bisa dicairkan karena rumitnya administrasi yang harus dilewati, dimana ada 17 form yang harus diisi. Namun Pemda telah melakukan penyederhanaan dan diharapkan bisa diterima agar pembangunan dan perbaikan rumah warga bisa dapat segera dilaksanakan.

Sementara itu Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Gempa Bumi NTB, Laksamana Pertama TNI Nur Singgih pertemuan ini sangat penting dan telah menemukan kendala lapangan. TNI komit tetap siap membantu. Jika pun nanti fasilitator di rasa kurang dalam untuk membuat gambar dan RAB TNI akan mecari anggota Zeni Tempur yang memiliki keahlian teknis untuk membantu fasilitator Kementerian PUPR. Termasuk jika ada kendala distribusi material, TNI siap membantu transportasi untuk distribusi material bangunan guna menjaga stok material agar perbaikan dan pembangunan rumah warga cepat terlaksana.

Rapat dihadiri pula oleh Dansektor IV Sumbawa Kolonel Inf. Anggit Exton Yusrawan, Dandim Letkol Czi. Eddy Oswaronto,  Kapolres AKBP Mustofa, Sekda KSB, Para Asisten, Kepala OPD Kabupaten Sumbawa, TRC Kementerian PUPR Samsi, fasilitator dan pihak BRI.(Humas & Protokol)