TALIWANG—Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara melakukan pertemuan teknis membahas kerjasama percepatan pengembangan pariwisata KSB.

Dialog dua pemerintah ini dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Gedung Graha Fitrah, Kamis pagi (12/04/2018). Dalam pertemuan ini, Pemerintah KSB dipimpin oleh Wakil Bupati  Fud Syaifuddin, S.T, didampingi Sekda H. Abdul Azis, S.H., M.H dan sejumlah Kepala OPD dan Kepala Bagian Setda KSB. sementara dari pihak Pemerintah KLU dihadiri langsung Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H, Sekda dan sejumlah Kepala OPD.

Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutan penerimaannya mengatakan, pertemuan ini adalah peristiwa besar bagi KSB. kegiatan ini merupakan lompatan besar untuk sektor pariwisata KSB. Meskipun secara pemerintahan KLU lebih muda dari KSB, tetapi dari sektor pariwisata, karena kemajuan pariwisatanya, KLU adalah senior bagi KSB. ‘’Kita bagian dari NKRl, bagaimana agar kita dua kabupaten ini saling mensuport untuk kemajuan pariwisata yang tentu kontribusinya untuk Indonesia,” kata Wabup.

Secara topografi, KLU dan KSB tidak jauh berbeda. Pegunungan dan pantai sangat mendominasi. Bedanya, KSB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Namun dari sektor pariwisata, KLU sudah mendunia. Bahkan pendapatan terbesarnya datang dari sektor pariwisata. Pendapatan KLU itu pun langsung masuk ke kas KLU. Berbeda dengan KSB. Pendapatannya masuk terlebih dahulu ke kas negara dan sangat fluktuatif. Saking serius mengurus pariwisata, jalan-jalan di KLU pun sudah di hotmix. Tentu KSB harus belajar dari KLU. Kemudian di sektor pertanian, sayuran dan buah-buahan seperti duren dan manggis banyak dihasilkan KLU.

Dalam kesempatan ini Wabup juga mengungkapkan program unggulan Pemerintah KSB kepada Bupati Lombok Utara. Program yang diungkapkan seperti dijaminnya iuran BPJS kesehatan bagi warga tidak mampu. Tersedianya layanan cuci darah di rumah sakit daerah dan merupakan satu-satunya di Pulau Sumbawa. Pembangunan jamban, membawa KSB satu-satunya kabupaten di luar Pulau Jawa di Indonesia sebagai kabupaten ODF. Mengucurkan bantuan usaha, Bariri Tani, UMKM, Ternak dan Nelayan. Kegiatan bedah rumah dengan sistem gotong royong yang digerakkan Agen PDPGR. Penurunan angka kemiskinan 3,32 persen dari jumlah warga KSB. Warga miskin akan mendapatkan santunan tunai setiap bulannya.

Bupati Lombok Utara Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H mengatakan, sebenarnya kekayaan alam KLU tidak ada apa-apanya dibanding KSB yang luar biasa. Sadar dengan kurangnya potensi alam dan tingginya potensi pariwisata, Pemerintah KLU pun serius mengembangkan sektor pariwisata. dengan capaian awal Rp. 6 Miliar, kini Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata saja lebih dari Rp. 200 Miliar. ‘’KLU pun menjadi kabupaten yang memanfaatkan sektor pariwisata tertinggi di NTB. Tapi kami belum puas, karena kami belum mengelola potensi secara maksimal,” katanya.

Dalam sehari, lanjut Bupati Lombok Utara, wisatawan yang mengunjungi KLU mencapai 2.600 hingga 3.000 wisatawan. Fast boat dari Pulau Bali yang membawa turis bisa 20 sampatai 50 fast boat setiap harinya. Karenanya, nantinya KSB bisa membuat trik untuk mendatangkan turis dari KLU ke KSB lebih banyak, seperti menggratiskan ongkos fast boat dari KLU ke KSB. kemudian menggratiskan beberapa hari kamar hotel wisatawan dan trik promo lainnya. ‘’Tapi yang paling penting kami lakukan, pembenahan sarana prasarana dan pelayanan prima, baik kepada rakyat dan wisatawan, seperti layanan kesehatan, karena itu akan menjadi cerita wisatawan di negara asalnya,” ungkap TGH. Najmul Akhyar.

Untuk pengembangan pertanian, pemerintah mendorong petani tidak fokus di tanaman padi. Namun petani didukung ke tanaman hortikultura (sayur dan buah-buahan). KLU bekerjasama dengan Universitas New Zeland, 100 petani mendapat pelatihan. Alhamdulillah petani kini fokus menanam tanaman hortikultura. Hasilnya pun baik dan telah bekerjasama dengan hotel dan restoran di KLU untuk membeli sayur dan buah petani. Untuk peternakan, kami mendorong pengembangan ayam petelur, telur peternak dijual ke hotel dan restoran dengan transaksi 23 ribu butir setiap hari dan kini tidak perlu mendatangkan dari Bali atau Banyuwangi. ‘’KLU juga memberikan izin retail modern seperti alfamart dan indomaret. Yang diperbanyak adalah BUMDesa, usaha masyarakat dipasarkan di BUMDes yang kemudian hasilnya dirasakan masyarakat itu sendiri,” jelas Bupati.

Pertemuan ini kemudian ditutup dengan penandatangan kerjasama Bidang Kepariwisataan, Pertanian dan Bidang lainnya sesuai kebutuhan bersama. Penandatangan kerjasama yang dilakukan Kepala OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Kesepakatan Bersama/Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan MoU dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Bupati Lombok Utara pada 21 Februari 2018 lalu. Pertemuan teknis dilakukan usai Sholat Dzuhur berjamaah di masjid Agung Darussalam KTC. Dalam pertemuan ini, OPD terkait KSB dan Pemda KLU membahas kegiatan teknis dalam kerjasama pengembangan pariwisata di, termasuk kerjasama pertanian dan bidang lainnya.(Bagian Humas dan Protokol)