TALIWANG—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P menyerahkan tunjangan khusus gempa bagi guru di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Tunjangan khusus dari Mendikbud ini diterima secara simbolis oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M di Central Kediaman Bupati, Jum’at siang (12/10/2018). setelah itu, Bupati pun langsung menyerahkan rekening bank  yang berisi tunjangan khusus secara simbolis kepada empat perwakilan guru di KSB. Selain tunjangan khusus bagi para guru dan tenaga kependidikan dengan total Rp. 4,7 miliar, Mendikbud juga menyerahkan sarana pembelajaran darurat untuk 45 sekolah di KSB senilai Rp. 121 juta. Bantuan untuk PAUD berupa 21 white board, APG dan goody bag.

Mendikbud mengatakan, tunjangan khusus untuk guru diberikan untuk guru tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Nilainya tidak terlalu besar. Namun tunjangan ini merupakan penghargaan pemerintah bagi para guru dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, traumanya bisa hilang dan lebih semangat memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak.

Prof. Muhadjir mengharapkan kedatangannya ke Sumbawa dan KSB bisa mengobati kekecewaan Pemerintah Daerah dan masyarakat karena dibatalkannya kunjungan kerja Bapak Presiden ke Sumbawa dan KSB. Kedatangan Mendikbud adalah bukti bahwa Pemerintah pusat terus memberikan perhatian bagi korban gempa, termasuk masyarakat di Sulawesi Tengah. ‘’Terimakasih Bupati, para guru dan masyarakat telah bahu membahu menghadapi bencana dan tentu kita sendirilah yang harus siap menghadapi ini semua,” imbuh Mendikbud.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, Gempa di KSB yang besar terjadi tanggal 19 Agustus, pertama sekitar pukul 12.00 Wita dengan kekuatan 6,4 SR. Kemudian kedua pada pukul 23.00 Wita berkekuatan 6,9 SR. Namun ada hikmah di setiap musibah. Termasuk banyaknya pejabat Pemerintah Pusat mengunjungi KSB, termasuk hari ini adalah Deputi dari Kemenko PMK dan disusul Mendikbud. Daerah pelosok pun tetap menjadi perhatian pemerintah.

Disampaikan Bupati sebenarnya SPM Dikdas di KSB sebelum gempa sudah hampir mencapai angka 100 persen. Pendidikan untuk masyarakat yang ada di kota dan yang di atas gunung sama merata karena baiknya kualitas pendidikan. Termasuk juga pengaruh adanya guru daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3 T. Bahkan banyak yang mau menjadi guru 3 T, ini tentu karena perhatian untuk penghasilan mereka juga besar dengan beban tugas yang sama dibanding guru di tempat biasa.

Pemerintah Daerah berterimakasih kepada Kemendikbud yang memberikan dana Rp. 11 miliar untuk perbaikan sekolah dengan rusak sedang dan ringan akibat gempa. Pemda pun telah menganggarkan di APBD senilai Rp. 6 miliar. ‘’Karenanya, para guru mari terus bergotong royong. Dana yang diberikan Kemendikbud kita dioptimalkan untuk sarana prasarana guna menghasilkan output pendidikan yang maksimal di KSB, ” imbuh Bupati.

Dalam kunjungan kerja Mendikbud yang didampingi pejabat utama Kemendikbud ini, Mendikbud melaksanakan peninjauan sarana prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan. Sekolah yang ditinjau Mendikbud dan rombongan adalah sekolah yang ada di Kecamatan Seteluk.(Humas & Protokol)