Tanamkan Nilai Agama dan Budaya Sejak Dini

 

 

TALIWANG—Penanaman nilai agama dan budaya harus ditekankan pada anak usia dini. ‘’Ini penting agar sejak dini, anak-anak memiliki dasar iman yang kuat serta mengetahui budaya, adat istiadat daerah kita yang ada,” kata Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T di kantor Kearsipan dan Perpustakaan, Kamis pagi (19/10/2017).

 

Dikatakan Wakil Bupati  pada pembukaan kegiatan mendongeng dalam rangka meningkatkan minat dan kegemaran membaca bagi anak usia dini (PAUD/TK) KSB tersebut, penanaman nilai agama oleh tenaga pendidik kepada peserta didik terlebih anak usia dini sangat penting. Melahirkan generasi KSB yang pintar dan cerdas memang penting. Namun yang lebih penting lagi adalah mencetak generasi masa depan KSB yang memiliki iman dan akhlak yang mulia.

 

Sementara, penanaman nilai budaya dimaksudkan agar sejak dini generasi Sumbawa Barat mengetahui tradisi, adat istiadat di Tanah Pariri Lema Bariri. Anak-anak mengetahui dan mempraktikkan bahasa daerah yang halus, baik dan benar. ‘’Ini merupakan tugas pendidik dan orang tua di tengah arus teknologi informasi yang sangat pesat saat ini,’’ imbuh Wakil Bupati.

 

Wakil Bupati juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah. Kegiatan mendongeng ini memberikan wadah penyaluran minat, bakat dan kreativitas anak PAUD/TK. Selain itu juga akan mengasah mental anak-anak. Diharapkan dengan kegiatan ini minat baca akan semakin tinggi pada generasi muda. Kepala Dinas Arpusda dan jajaran juga harus terus berinovasi merangsang minat baca masyarakat KSB terutama terhadap siswa siswi.

 

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Hirawansyah, S.H., M.H dalam laporannya menyampaikan, kegiatan mendongeng ini salah satu upaya Dinas Arpusda meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke Arpusda untuk membaca. Selain itu, Arpusda telah mengimbau sekolah-sekolah untuk mengajak siswanya mengunjungi Kantor Arpusda untuk membaca. ‘’Upaya ini penting karena kebiasaan membaca di perpustakaan semakin menurun karena mudahnya mendapat akses informasi melalui gadget,’’ katanya.

 

 

Hadir pada kegiatan ini Ketua TP-PKK KSB yang juga Kepala Sekolah PAUD BKM HI Pariri, Ibu Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs. Tajuddin, M.Si. Pendidik PAUD/TK dan ratusan anak PAUD/TK di Kabupaten Sumbawa Barat.(Humas)

 

    

Pariwisata KSB Harus Dikelola Serius

 

 

TALIWANG—Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat tidak kalah dengan yang ada di Pulau Lombok. Potensi ini pun harus dikelola dengan baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

 

Demikian yang ditekankan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan pemandu wisata (tour guide) yang dilaksanakan Disbudpar KSB di Labuhan Lalar, Taliwang, Senin pagi (16/10/2017). Pembukaan pelatihan yang dilaksanakan tanggal 16 sampai 18 Oktober 2017 ini ditandai dengan penyematan pin nama kepada perwakilan peserta dan penyerahan plakat dari Dewan Pengurs Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) NTB kepada Wakil Bupati.

 

Dikatakan Wakil Bupati, Disbudpar KSB harus serius mengelola pariwisata KSB. Penyelenggaraan pelatihan pemandu wisata adalah bagian kecil dari upaya memajukan pariwisata. Namun yang terpenting adalah pengelolaan objek pariwisata dan promosi yang gencar untuk menarik minta wisatawan agar datang mengunjungi KSB. ‘’Dengan acara ini saya berharap kepada Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara, bukan hanya membahas bagaimana menjadi guide yang baik, tetapi inti pokok dari pariwisata itu sendiri,” kata Wakil Bupati.

 

Kepada perwakilan DPD HPI NTB dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Wakil Bupati mengatakan,  pemerintah Provinsi sangat dibutuhkan dalam memajukan pariwisata KSB. Jangan sampai dukungan provinsi hanya berkutat di Pulau Lombok, tetapi juga ke Pulau Sumbawa terlebih di KSB. Apalagi pontensi pariwisata KSB tidak kalah dengan yang ada di Pulau Lombok. Hal ini fakta, karena  kesenjangan pariwisata antara Lombok dan Sumbawa  sangat terasa.

 

Pemerintah KSB sudah pasti akan mengembangkan sektor pariwisata. Untuk mendukungnya, infrastruktur jalan  ke destinasi wisata terus dibangun. Dinas Pariwisata pun disarankan untuk memasang Wi-fi gratis di beberapa objek pariwisata. Ini penting untuk mempercepat promosi. ‘’Kepada peserta pelatihan tour guide agar mengikuti pelatihan ini dengan baik, mendengarkan masukan dan pengalaman dari narasumber dan jangan malu bertanya,” imbuh Wakil Bupati.

 

Kepala Disbudpar KSB, Ir. I. G. B. Sumbawanto, M.Si dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke KSB. Hal ini dilaksanakan dengan berkaca pada kabupaten/kota yang ada di Pulau Lombok yang kunjungan wisatawannya tinggi. Salah satu faktornya adalah dukungan dari tour guide. Jika mencontoh Kabupaten Lombok Utara, kunjungan wisatawannya dalam sebulan lebih tinggi dibandingkan di KSB dalam satu tahun. ‘’Untuk itu, KSB butuh pemandu wisata yang terampil,” katanya.

 

Dengan pelatihan ini, diharapkan KSB memiliki tambahan tour guide yang handal. Mampu manarik minat wisatawan ke KSB dan tertarik lagi mengunjungi KSB bagi mereka yang terkesan dengan alam dan pelayanan tour guide. Jika tahun ini target kunjungan wisatawan sebanyak 5.000 wisatawan. Maka diharapkan tahun 2018 mendatang, dengan pengembangan destinasi wisata dan dukungan tour guide, jumlah wisatawan ditargetkan mencapai angkat 8.000 orang. (Humas)

 

 

Kejuaraan Bola Voli Kapolda Cup 2017 di KSB Bergulir

 

 

TALIWANG—Kejuaraan Terbuka Bola Voli Kapolda Cup 2017 se-NTB yang digelar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dibuka.

 

Kejuaraan bola voli Kapolda Cup 2017 bergulir setelah dibuka langsung oleh Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. M. Firli, M.Si yang ditandai pukulan servis Kapolda, Sabtu sore (14/10/2017). Sebelum, Kapolda didampingi Pejabat Utama Polda NTB, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Wakil Bupati, Sekda KSB menggunting pita tanda diresmikannya lapangan bola voli KTC sebagai tempat kejuaran bola voli Kapolda CUP 2017 se-NTB yang juga ditetapkan sebagai lapangan voli KSB. Kapolda selanjutnya disambut dengan tarian meni kuning atau beras kuning sebagai tanda selamat datang bagi tamu daerah KSB.

 

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga KSB dalam laporannya menyampaikan, peserta kejuaraan ini dari kabupaten/kota se provinsi NTB. Tim dari kabupaten/kota terdiri dari tim putra dan putri. Namun hanya peserta dari Kabupaten Lombok Utara yang hanya mengirimkan tim putra.

 

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin dalam sambutannya mengatakan, kejuaran ini memberikan  spirit bagi Pemda dan rakyat Sumbawa Barat untuk berlatih dan berpacu dalam berprestasi. Selain itu, kejuaraan ini merupakan wadah memupuk kebersamaan. Terlebih kebersamaan dengan Polisi adalah sebuah keniscayaan. ‘’Terimakasih Kapolda yang menginisiasi kejuaraan ini di KSB, terima kasih kepada panitia dan para peserta semoga merasa nyaman selama berada di KSB," kata Bupati.

 

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. M. Firli, M.Si dalam sambutannya mengatakan, kejuaraan ini adalah wadah memupuk semangat persatuan dan kesatuan anak bangsa.  Semangat itu adalah semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air yakni Indonesia. Rasa persaudaraan harus dipersatukan, menyatukan visi, misi dan tujuan yakni menjadi berprestasi. ‘’Mari berprestasi tanpa narkoba dan tanpa konflik. Tidak ada prestasi yang diraih dengan narkoba dan konflik. Saya berterimakasih kepada Pak Bupati yang mempelopori kejuaraan ini, Bupati yang memiliki ide membuat kejuaraan ini dan mampu menghadirkan peserta dari kabupaten/kota se-NTB. Apalagi hadiah kejuaraan ini totalnya Rp. 100 juta. Juara pertama masing-masing Rp. 20 juta dan ini rekor hadiah tertinggi dalam kejuaraan bola voli di NTB,” ujar Kapolda. 

 

Usai pembukaan, undangan dan warga KSB yang hadir di lapangan bola vola KSB di komplek KTC dihibur dengan pertandingan antara tim Kapolda dan Tim bola voli putri KSB. Tim Kapolda diperkuat oleh Kapolda NTB, Bupati KSB, Wakil Bupati, Kapolres Sumbawa Barat dan dua pemain nasional yakni tim putri Jakarta PLN dan Pertamina yang menjadi tamu pembukaan kejuaraan ini. Sementara tim putri KSB diperkuat pemain andalannya, Rizki. Dalam pertandingan hiburan ini, tim Kapolda NTB harus mengakui kekuatan tim putri KSB.(Humas)

 

 

 

 

 

Dzikir Bersama Kapolda, Bupati Ingin Zero Horizontal Conflict Dipertahankan

 

 

TALIWANG—Kapolda NTB dzikir bersama berbagi dengan yatim piatu dan tausiyah kebangsaan bersama tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat Sumbawa Barat digelar di Pendopo Sumbawa Barat, Sabtu siang (14/10/2017).

 

Acara ini diawali dengan pemasangan sapu tobo kepada Kapolda oleh Bupati Sumbawa Barat. Acara dilanjutkan dzikir bersama Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. M. Firli, M.Si dan pejabat utama Polda NTB,  Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Wakil Bupati, Sekda Sumbawa Barat, Kepala OPD, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat Sumbawa Barat. Kapolda Kemudian menyerahkan bantuan jam sholat digital untuk Masjid Baiturrahman, masjid yang berada di belakang Pendopo Sumbawa Barat. Kapolda didampingi Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya menyerahkan 28 paket peralatan sekolah dan uang santunan untuk anak yatim piatu.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya paa acara Dzikir bersama, berbagi dengan yatim piatu dan tausiah bersama Kapolda NTB, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat Sumbawa Barat di Pendopo Sumbawa Barat, Sabtu siang (14/10/2017). ‘’Prestasi KSB harus tetap dipertahankan sebagai Kabupatem zero horizontal konflict,” kata Bupati.

 

Dijelaskan Bupati, kedatangan Kapolda NTB  ini merupakan kunjungan resmi keduanya di KSB. Diharapkan Bapak Kapolda NTB memberikan arahan kepada Pemerintah KSB dan rakyat Sumbawa Barat dalam upaya menjaga kondusifitas KSB. Kemudian menekan agar menangkal gerakan radikal dan terorisme, menanamkan empat pilar kehidupan berkebangsaan yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

 

Lanjut Bupati, banyak teladan dari Kapolda yang patut dicontohi. Kapoda sangat dekat dengan masyarakat NTB.  Acara ini  pun digagas beliau (Kapolda), bukan Bupati atau Wakil Bupati. Kegiatan ini juga mengimpelementasikan rapat koordinasi deradikalisasi dan kontra terorisme (Tanggal 11 Oktober di Kantor Gubernur NTB, Red) padahal beliau (Kapolda, Red)  tidak hadir waktu itu.

 

Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. M. Firli, M.Si dalam tausiah kebangsaan menyampaikan sejarah kekuatan dua orang Pemuda yang cerdas mempersatuan bangsa Indonesia, yakni Ir. Soekarno dan M. Hatta. Keduanya mampu menyatukan 17 ribu pulau dan 1.340 suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari selatan sampai utara.

 

Kapolda menyampaikan sejarah perjalanan terbentuknya lima dasar negara atau Pancasila. Negara ini pun disebut berdiri bukan karena usaha satu golongan, satu agama tetapi seluruh individu, organisasi kemasyarakatan, organisasi agama, organisasi politik dan elemen lainnya. Untuk menjaga Indonesia, masyarakat pun harus menjaga persatuan dan kesatuan. Tidak membuat konflik, menggunakan teknologi informasi dengan bijak dengan tidak membuat provokasi, ujaran kebencian dan kegiatan negatif lainnya.

 

Kapolda juga kagum dengan tradisi baik yang dibangun Bupati, yakni rembuk bersama pemerintah daerah dengan masyarakat (Forum Yasinan Pemda KSB, Red) yang dilaksanakan malam Jum’at. Tradisi ini ada di dua kabupaten yakni KSB dan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. Wadah ini sangat baik untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat dan mencari solusinya. ‘’Saya juga menitip kepada Bupati siapkan generasi KSB, kelola dengan baik pariwisata yang bisa di jual karena NTB adalah gerbang pariwisata nasional,” imbuh Kapolda.

 

Diungkapkan Kapolda, sejak dahulu hingga Tahun 2016, Provinsi NTB berpredikat sebagai daerah konflik. Namun tahun 2017 ini, predikat itu telah dilepas. Upaya yang dilakukan dirinya menghapus predikat daerah konflik bagi Provinsi NTB yakni  dengan selalu dekat bersama masyarakat. Jika ada warga yang terkena musibah maka Bhabinkamtibmas harus mengunjungi. Pada musim kemarau, Polres memetakan daerah yang kesulitan air bersih. Memberikan bantuan kepada orang yang susah. Upaya terakhir adalah penegakan hukum. ‘’Alhamdulillah tahun 2017 ini NTB sudah tidak lagi menjadi daerah konflik. Mari kita wujudkan cinta kasih antara kita. Bukan kerja Kapolda bukan Kapolres tetapi kerja masyarakat,” akunya.(Humas & Protokol)

 

        

 

KAHMI Apresiasi Pola Komunikasi Bupati

 

TALIWANGKorps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Sumbawa Barat mengapresiasi pola komunikasi yang dibangun Bupati Sumbawa Barat.

 

Apresiasi ini diungkapkan Ketua dan Anggota KAHMI Kabupaten Sumbawa Barat dalam silaturrahmi bersama Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, Jumat siang (13/10/2017). Ketua KAHMI, Mustakim Patawari dan anggotanya diterima langsung Bupati dan Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, H. Abdul Azis, S.H., M.H. di ruang rapat Gedung Graha Fitrah.

Mustakim mengatakan, Bupati telah membangun komunikasi yang sangat baik dengan masyarakat. Seluruh elemen bahkan rakyat pun bisa bertemu dengan Bupati, yakni di Forum Yasinan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Pertemuan dengan nuansa religius cultural itu pun sebagai wadah curhatnya masyarakat dengan Bupati dan Wakil Bupati. Bupati dan jajaran pun langsung memberikan solusinya. ‘’Bukan itu saja, Bupati juga dalam pola lain yakni safari sholat subuh, Bupati lah yang menemui rakyat,’’ kata Mustakim.

KAHMI sangat mendukung dan mengapresiasi pola komunikasi yang dibangun ini. Dengan pola komunikasi ini, termasuk kemudahan menerima tamu di kantor seperti yang dirasakan KAHMI ini, tentu akan berdampak kepada semakin banyaknya masukan untuk kemudian mencari jalan keluar persolan masyarakat. Terbukti dengan sejumlah program yang sangat berpihak pada rakyat. Semangat Bupati inilah yang kemudian harus ditangkap dan dilaksanakan dengan cepat oleh kepala OPD hingga agen PDPR.

Dalam kesempatan ini, sejumlah anggota KAHMI memberikan masukan dan permasalahn yang ada di tengah masyarakat. Diantaranya, adanya agen PDPGR di Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang yang kurang memberikan informasi kepada masyarakat terkait mendapatkan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong Pariri Nelayan. Kemudian meminta Satpol PP untuk aktif menjaring siswa yang berada di luar sekolah saat jam kerja atau membolos. Upaya ini untuk mengurangi kegiatan negatif yang dilakukan pelajar saat jam sekolah.

Masukan lain adalah, adanya perbedaan data angka kemiskinan di KSB. Data di Agen PDPGR berbeda, Dinas Sosial berbeda termasuk versi BPS. Selanjutnya meminta agar Pemda membuat Perda tentang asal usul desa skala desa. Payung hukum ini penting sebagai dasar desa mengelola desanya sendiri, seperti sektor pariwisata dan lainnya. ‘’Bupati sangat cepat, semangatnya berada di dalam rakyat dan menyelesaikan masalah tanpa masalah, tetapi tetap harus lebih disempurnakan lagi.” kata anggota KAHMI.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengapresiasi dukungan dan berterimkasih atas masukan dan saran anggota KAHMI. Sejumlah permasalah seperti Agen PDPGR tentu akan dicek kembali seperti apa yang  terjadi di lapangan. Masalah siswa membolos tentu akan disampaikan oleh Sekda ke Satpol PP. Masalah remaja sangat penting karena angka kasus yang melibatkan remaja sangat tinggi. ‘’Kalau masalah Pariwisata dikelola desa itu berat, atau air bersih atau lainnya, pokoknya yang dari nol sangat berat, jangankan desa Pemda pun merasa berat. Desa hanya memanfaatkan yang dibangun Pemda, silahkan. Kalau dari awal susah, bahkan masalah gorong-gorong pun masih minta Pemda yang tangani,” jelas Bupati.(Humas & Protokol)

Bersama Warga, Bupati Bergotong Royong Mengangkat Rumah

 

 

TALIWANG—Bersama warga Lingkungan Beleong, Lurah Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin,M.M bergotong royong mengangkat satu unit rumah warga.

Tradisi yang disebut gotong royong ‘’Angkat Bale’’ ini dilaksanakan Bupati bersama warga, Jumat pagi (13/10/2017) usai senam pagi di lapangan Graha Fitrah. Tradisi gotong royong Angkat Bale ini memindahkan posisi rumah milik warga yang merupakan panggung terbuat dari kayu. Bupati pun mengapresiasi semangat warga yang kompak saling bahu membahu atau bergotong royong dalam Angkat Bale ini.(Humas & Protokol)

 

   

Bupati Sarankan Ahli Agama Ketuk Hati Kelompok Radikal

RAKOR: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menghadiri dan memberikan masukan dalam Rakor pembentukan Satgas Deradikalisasi dan Kontra Terorisme di Provinsi NTB dan Sulawesi Tengah yang digelar di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Mataram, Rabu pagi (11/10/2017).

 

MATARAMBertempat di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menghadiri rapat koordinasi pembentukan satuan tugas (Satgas) deradikalisasi dan kontra terorisme di Provinsi NTB dan Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu pagi (11/10/2017).

 

Rapat koordinasi ini dibuka Wakil Gubernur NTB, Drs. Moh. Amin, S.H., M.Si. Rakor ini dipimpin Deputi V Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) Carlo B. Tewu dan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara . Dari pemerintah pusat, hadir perwakilan Menko Bidang Perekonomian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan BNPT. Dari NTB, hadir pejabat Polda NTB, Kepala BIN Daerah NTB, Bupati Sumbawa Barat, Dandim 1608/Bima, Ketua MUI NTB dan sejumla pejabat lainnya. Sementara dari Provinsi Sulteng, hadir Kapolda Sulteng, Brigjen Rudi, Kapolres Poso dan Dandim Poso. 

 

Deputi V Kemenkopolhukam, Carlo B. Tewu mengatakan, rapat ini untuk menjaring masukan metode yang tepat dalam upaya deradikalisasi dan kontra terorisme dari pimpinan daerah, aparat keamanan dan unsur lainnya di Provinsi NTB dan Sulteng. Tujuannya, untuk membuat kegiatan strategis dan terintegritas dalam upaya menekan gerakan radikalisme dan terorisme dengan pendekatan keagamaan, pendidikan, sosial dan agama, karena penegakan hukum kerap dilakukan. 

 

Namun masih saja belum berhasil menekan gerakan radikalisme dan terorisme. Upaya ini dilaksanakan dengan pembentukan Satgas deradikalisasi dan kontra terorisme di NTB dan Sulteng. Untuk pertama kalinya, Kemenkopolhukam dan BNPT memilih Provinsi NTB dan Sulteng . Jika berhasil, maka akan diterapkan di Provinsi lainnya yang memiliki jaringan radikal dan terorisme. ''Teroris sudah ditangani, tetapi mereka meninggalkan istri, anak, kemudian mereka menjadi mantan narapidana bergerak lagi dengan jaringannya. Nah jaringan radikal yang ada ini yang kita ingin tekan agar tidak berkembang lagi," katanya.

 

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin M.M dalam kesempatan ini menyarankan, solusi terbaik upaya deradikalisasi adalah dengan menyentuh pemahaman dan kesadaran kelompok ini. Karena pemahaman mereka telah tertanam dan susah sekali dilawan. Pemahaman ini pun kemudian menjadi energi kuat bagi mereka untuk melakukan kegiatan radikalisme dan terorisme. Bentuknya, sebut Bupati, yakni seperti yang dilakukannya beberapa waktu lalu pasca Idul Fitri, yakni mengundang Gubernur NTB yang merupakan ahli tafsir Al Qur’an untuk datang ke salah satu pondok pesantren di Sumbawa Barat. Tujuannya untuk meluruskan pemahaman mereka. ''Alhamdulillah dari situ, ada warganya yang sadar dan keluar dari kelompok itu," ungkap Bupati.

 

Lanjut Bupati, cara seperti itulah yang sebaiknya dilakukan. Pondok pesantren atau kelompok keagamaan yang termasuk dalam gerakan radikalisme dipukul ulu hatinya oleh pemahaman yang benar dari ahli agama. Sebab, jika dinasehati yang tidak ahli agama, mereka lebih paham agama untuk mendoktrin dan merubah pemahaman mereka. Di KSB ada ponpes yang kurikulumnya amburadul sesuka mereka. Bahkan mereka juga menolak untuk menerima bantuan dari pemerintah daerah. Padahal Pemerintah KSB menyiapkan dana bantuan sosial untuk setiap pondok pesantren masing-masing senilai Rp. 1 Miliar. ''Kabupaten Sumbawa Barat juga kantong organisasi yang pemimpin wilayah timur Indonesia ada di Sumbawa Barat. Kami bersama Kominda, agen PDPGR, Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus melakukan deteksi dini dan kami evaluasi setiap minggu di forum malam yasinan," terang Bupati.

 

Bupati juga mengusulkan, kata Satgas dalam pembentukan kelompok kerja menekan radikalisme dan terorisme ini diubah agar tidak terkesan keras. Kata Satgas tidak ubahnya seperti Densus. Saat ditanya Carlo B. Tewu, apakah pemerintah daerah bisa menyiapkan anggaran untuk deradikalisme dan kontra terorisme ini, tetapi tetap berpegang dalam peraturan dalam hal penyusunan anggaran. Bupati menjawab kenapa tidak. Dijelaskan Bupati, selama hal itu penting dan berpengaruh terhadap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara tentu sangat bisa, tinggal komitmen kepala daerah yang menentukan.

 

Selaku koordinator dalam penanganan terorisme di Indonesia Sestama BNPT, Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara mengatakan, masukan dari pimpinan daerah, aparat kemanan dan pihak terkait lainnya ini sangat penting. Nantinya, rapat lanjutan akan dilaksanakan di BNPT. Namun dirinya meluruskan, jika nama Satgas dalam Satgas Deradikalisasi dan Kontra Terorisme di Provinsi NTB dan Sulteng ini hanya berada pada tataran tinggi. Implementasi di lapangan, nama kelompok kerjanya sesuai nama bidang yang ada dalam struktur keanggotaan Satgas. ''Rapat ini sangat penting, kita lanjutkan nanti di BNPT sebelum masukan dan saran serta struktur yang tepat dari Satgas ini kita serahkan ke Menkopolhukam," jelasnya.(Humas & Protokol)

 

 

 

Bupati Minta Kades Laksanakan 10 Program Pokok PKK

 

 

TALIWANG—Dalam roadshow Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)  Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M meminta Kepala Desa melaksanakan 10 program pokok PKK.

 

Dalam kesempatan ini, Bupati pun menyebutkan satu persatu 10 program pokok PKK, mulai dari penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidp dan perencanaan. Bupati juga mencoba menguji kader PPK menjelaskan makna program kesehatan. Kader PKK KSB pun mendapat hadian dari Bupati. ‘’Itu harus tau 10 program PKK, dari sekian Kepala Desa tidak ada yang hafal ini,” Kata Bupati di Central, Kediaman Bupati, Selasa pagi (10/10/2017)

 

Bupati juga menantang kepala desa untuk melaksanakan penanaman pangan di pekarangan rumah warga. Bupati akan mencarikan dana untuk masing-masing desa Rp. 10 juta. ‘’Siap melaksanakan program pangan?, saya siapkan Rp. 10 juta perdesa, yang jelas bukan dari APBD, nanti kita cari pihak ketiga,” jelas Bupati.

 

Bupati mengharapkan, kedatangan Ibu Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi bisa memberikan motivasi bagi Ketua TP PKK KSB dan kader PKK se-KSB. Sehingga dalam menjalankan program terus bersemangat dan mendapat hasil yang baik. ‘’Kebaikan yang kita laksanakanhari menentukan keberhasilan yang akan datang. Untuk orang tua, agar memperhatikan anaknya, kita sekarang punya PAUD HI (holistik integratif) atau terpadu, baik sosial, pendidikan, budaya danlainnya, siapkan anak kita sebaik mungkin,” imbuh Bupati.

 

Ketua TP PKK KSB, Ibu Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt dalam kata penerimaannya menyampaikan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan  TP PKK KSB. Hj. Hanifah menyebutkan seperti, Tuntas Buta Baca Al Qurán yang berhasil membuat 1.400-an warga bisa membaca Al Qurán. Membangun PAUD HI/BKM HI Pariri, melaksanakan IVA tes untuk deteksi dini kanker mulut rahim. Termasuk mempersiapkan Desa Seloto mengikuti lomba PKK tingkat nasional tahun 2018 mewakil Provinsi NTB. ‘’Semua bidang kepengurusan berkomitmen tinggi bekerja mendukung kinerja pemerintah daerah dalam mensejahterakan keluarga,” ungkapnya. 

 

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi sangat mengapresiasi Bupati Sumbawa Barat yang menghafal 10 program pokok PKK. Bahkan proram yang ditetapkan sejak dahulu ini belum tentu dihafal oleh kader PKK. Hj. Erica pun mengatakan, Bupati Sumbawa Barat juga merupakan kepala daerah di NTB paling mensuport program PKK dan bisa saja akan mendelegasikan NTB untuk mengikuti lomba PKK tingkat nasional.

 

Pada kesempatan ini Hj. Erica meminta Kepala Desa untuk melibatkan Tim PKK Desa dalam menyusun perencanaan anggaran. Sehingga dengan dukungan anggaran, program PKK dapat berjalan baik. Kepada kader PKK KSB, Hj. Erica meminta agar terus mensosialisasikan tiga hal penting kepada keluarga di KSB, pertama, agar orang tua memperhatikan gizi anaknya. Kedua, menjaga anak dari predator anak atau pelaku kekerasan seksual.

 

Ketiga mengawasi anak dari gadgets terutama ponsel dan televisi. Menjaga anak agar tidak menonton adegan orang dewasa, pornografi, porno aksi atau aurat orang dewasa, jika tidak, bagian otak anak yakni korteks, akan rusak. Jika korteks rusak, maka sangat sulit disembuhkan yang kemudian menyebabkan anak menjadi kurang kreatiftas, pingin sendiri, kurang imajinasi dan hal positif lainnya. ‘’Jika tiga hal ini dilaksanakan dan disosialisasikan insyaallah kita melakukan yang terbaik menjaga anak kita, berkontribusi menjaga agama dan negara kita,’’ jelasnya. 

 

Dalam Roadshows PKK NTB ini, Ketua TP PKK juga menyerahkan  bantuan hibah dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB kepada kelompok usaha di KSB. Kelompok yang mendapatkan bantuan adalah KWT Melati Desa Senayan Kecamatan Poto Tano yakni berupa mesin penepung, mesin beras analog, plastik kemasan berdiri dan mesin peniris minyak. Kemudian KWT. Kamboja Desa Tebo Kecamatan Poto Tano mendapat mesin Penepung, mesin beras analog, mesin pengering, mesin pengemas otomatis dan plastik kemasan bediri.

 

Sebelum melaksanakan roadshow pembinaan pelaksanaan 10 program pokok PKK di sentral, Ketua TP PKK Provinsi NTB meninjau PAUD HI/BKM HI Pariri pimpinan Ibu Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt. PAUD yang berlokasi di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu KSB ini, Hj. Erica yang didampingi wakil Ketua I TP PKK NTB, Ibu Hj. Syamsiah M. Amin dan rombongan bercengkrama dan memberikan bingkisan kepada anak-anak PAUD.(Humas & Protokol)

 

 

 

 

Bahas Bandara, Bupati Terima Presiden Direktur Bali Air

 BAHAS KERJASAMA: Bupati Sumbawa Barat didampingi Wakil Bupati, Kadishub, Kepala DPMPTSP dan Anggota DPRD KSB, Mashadi, S.E membahas kerjasama dengan Presdir PT. SGI didampingi Diktur dan Komersial Manager untuk mengoperasionalkan Bandara Sekongkang di ruang kerja Bupati, Senin pagi (9/10/2017). 

 

 

 

TALIWANGBupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menerima kunjungan Presiden Direktur PT. Sayap Garuda Indah (PT. GSI), perusahaan pengelolala helicopter charteran dan pesawat berbadan kecil, Senin pagi (9/10/2017).

 

Pertemuan dilanjutkan di ruang kerja Bupati. mendampingi Bupati, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Drs. Hajamuddin, Kepala Dinas Perhubungan, Ir. H. Muslimin, M.Si dan Anggota DPRD KSB, Mashadi, S.E. Sementara Presiden Dirktur PT. SGI yang datang menggunakan helicopter dan mendarat di lapangan Graha Fitrah, Thony Mulyadi didampingi Direktur PT. SGI, Kania Mulyadi dan Krisna Dewi, Komersial Manger PT. SGI.

 

Bupati mengatakan, Pemerintah KSB menyambut baik kedatangan Presdir PT. SGI dan manajemen operator Bali Air ini. Terlebih, kedatangan ini untuk membahas kerjasama pengoperasionalan bandara Sekongkang. ‘’Perizinan bandara sudah ada, saat ini juga sudah mencapai 70 persen pembuatan disability study.  Kami juga membuka peluang kerjasama dengan PT. AMNT terkait bendara ini, apakah mereka yang kelola atau modelnya pengelolaan aset daerah, dimana Pemda hanya menerima royalti, ini juga terbuka untuk perusahaan lain,” kata Bupati.

 

Jika bandara yang memiliki panjang runway 800 meter ini beroprasi, maka operasional sea plane di Teluk Benete milik PT. AMNT akan dialihkan ke Bandara Sekongkang. Dengan demikian, beroperasionalnya bandara ini akan menambah pendapatan bagi KSB. ‘’Kami siap kerjasama, kami juga siap mensubsidi, saya yakin dan pastikan seat pesawat akan penuh, karena banyak pihak yang selama ini menanti operasional pesawat ke KSB, bisa melayani Lombok atau ke Bali karena KSB juga memiliki destinasi wisata yang bagus,” jelas Bupati.

 

Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T mengatakan, kerjasama diharapkan lahir dari pertemuan ini. Pemda KSB pun siap membantu PT. SGI dalam memfasilitasi atau menyiapkan Bandar Sekongkang sampai benar-benar bisa dioperpasionalkan. ‘’Pokoknya yang penting Bandara Sekongkang bisa beroperasi,” katanya.

 

Presdir PT. SGI, Thony Mulyadi mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan tawaran kerjasama dengan Pemda KSB. Thony mengaku harus mempelajari lebih jauh lagi Bandara ini, mulai dari runway terlebih pasarnya.

 

Komersial Manger PT. SGI, Krisna Dewi mengatakan, dari segi pasar, bandara ini sangat berpotensi karena banyak pegawai PT. AMNT, wisatawan termasuk yang membutuhkannya. ‘’Kami tahu karena helicopter PT. AMNT di sewa dari kami,” katanya.

 

Secara teknis lanjut Krisna, Bandara Sekongkang sangat pendek. Idealnya, bandara harus memiliki runway 1.200 meter. Kemudian posisinya berada di lembah dan pesawat yang landing atau take off hanya dari atau mengarah ke laut. Sementara angin kerap menekan dari arah bukit yang mengelilingi. ‘’Kalau terbang mengarah ke bukit (timur) maka sangat beresiko menambrak bukit,” jelas Krisna.

 

Krisna pun mengimbau Pemda KSB agar memperpanjang runway  mengarah ke laut. Kemudian memindahkan jalan yang ada sehingga mencapi panjang ideal. Termasuk memangkas bukit. Dengan demikian, bukan saja Bali Air yang tertarik, tetapi banyak operator pesawat lainnya yang tertarik bahkan menunggu hal itu. ‘’Kalau sudah begitu tidak perlu menunggu atau mencari investor, maskapai yang menawarkan diri dan Pemda tinggal menendernya saja,” terangnya.

 

Namun Krisna menawarkan Pemda, untuk sementara PT. SGI  akan mengoperasionalkan helicopter yang sistemnya sewa harian. Sebab untuk pesawat jika dua persyaratan tersebut, memangkas bukit dan menambah panjang runway maka PT. SGI akan siap. ‘’Sementara kami ingin operasionalkan helicopter dengan bayaran harian,” ungkap Krisna.(Humas & Protokol)

 

 

PSSI KSB Harus Kompak

 HARUS KOMPAK: Bupati Sumbawa Barat yang juga ketum PSSI KSB, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M (kiri) didampingi Ketua Harian PSSI KSB, Mashadi S.E (kanan) mengajak pengurus PSSI KSB untuk kompak mengurus PSSI KSB saat rapat di ruang rapat gedung Graha Fitrah, Senin pagi (9/10/2017).

 

 

TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M yang juga ketua umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Kabupaten Sumbawa Barat meminta pengurus PSSI KSB menjaga kekompakan.

 

 ‘’Kita semua dalam sistem, kita harus kompak, tidak ada yang superior atau imperior, tidak ada yang penting atau tidak penting, dan tidak ada yang paling dibutuhkan atau tidak dibutuhkan, semua sama,” kata Bupati di hadapan pengurus yang baru PSSI KSB di ruang rapat utama Gedung Graha Fitrah, Senin pagi (9/10/2017).

 

Dikatakan Bupati, menjadi pengurus organisasi cabang olahraga di Indonesia bersifat sukarela. Karena semua pengurus sukarela, maka komunikasi harus tetap dijaga, agar tidak ada saling ketersinggungan hingga akhirnya ada yang keluar. ‘’Mesti tanpa gaji atau bayaran, kunci kita kompak saling komunikasi dan silaturrahmi. Dana dari pemerintah daerah dan sponsor itu sifatnya untuk mendukung pelaksanaan event semata,” jelas Bupati.

 

Bupati yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum asosiasi kabupaten PSSI KSB, 28 September lalu mengungkapkan, PSSI sebelunnya dikelola compang camping. Namun PSKT (Persatuan Sepak Bola Kemutar Telu) mampu menjadi juara di Pulau Sumbawa bahkan kejuaraan tingkat Provinsi NTB. ‘’Yang dikelola tidak serius aja bisa juara, apalagi kalau kita kompak dan serius. Kita harus antar PSKT ke Liga 3 Indonesia dan PSKT langsung berada di bawah PSSI KSB, di manajemen oleh PSSI KSB dan pemainnya di bina Askab PSSI KSB,” ungkap Bupati.

 

Ketua Harian Askab PSSI KSB yang juga anggota DPRD KSB, Mashadi, S.E mengatakan, pertemuan ini merupakan silaturrahmi paska pemilihan pengurus PSSI KSB. Selain itu, juga untuk membahas program kerja guna membawa PSSI KSB ke depan lebih baik dalam memajukan persepakbolaan di KSB.(Humas & Protokol)

 

 

 

 

 

Anak-Anak Jangan Hanya Pintar, Yang Terpenting Bertakwa

 

 

TALIWANG—Membuka workshop Standar Pelayanan Minimal Internal (SPMI), Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta tenaga pendidikan tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar. Namun yang terpenting beriman dan bertakwa.

Dikatakan Wakil Bupati, tenaga pendidik jangan menekan anak-anak untuk menekuni satu bidang mata pelajaran tertentu. Sebab anak-anak akan menjadi takut dan kreatifitasnya akan terganggu. Yang harus dilakukan para guru adalah hanya membimbing, menyemangati dan memfasilitasi siswanya. Dengan demikian, anak-anak akan menemukan jati dirinya menyukai mata pelajaran, sehingga anak tersebut akan menjadi pintar dan cerdas serta mampu bersaing dengan anak-anak lainnya.

Namun yang terpenting bagi tenaga pendidik adalah, bukan hanya menjadikan siswanya menjadi pintar atau cerdas, melainkan mampu menjadikan anak-anak memiliki iman dan takwa yang mantap. ‘’Saya nonton di You To Be, ada anak umur empat tahun bisa menghafal Al Qurán. Hasilnya dia melebihi anak-anak yang sekolah di kelas formal, bahkan karena menghafal, dia bisa keliling dunia,” kata Wakil Bupati dalam sambutannya di workshop yang dilaksanakan di SDN 3 Maluk, Kecamatan Maluk ini.

Wakil Bupati juga meminta peserta workshop untuk ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. Dengan demikian, pemahaman untuk meningkatkan mutu pendidikan pun diterima dengan baik dan mampu dilaksanakan disetiap sekolahnya dengan efektif dan hasil yang baik pula. ‘’Bisa saja bapak ibu guru baca buku, tapi berbeda, karena kegiatan ini ada diskusi dan dialog dua arah yang tentunya semakin banyak peluang bisa mengupas masalah dan cara atau peluang menyelesaikannya,’’ imbuh Wakil Bupati.

 

Kepala SDN 3 Maluk, Jamaluddin, S.Pd dalam laporannya mengatakan, workshop internal ini sebagai kegiatan lanjutan dari workshop yang dilaksanakan tingkat kabupaten. Hal ini penting karena SDN 3 Maluk telah ditetapkan menjadi sekolah model. Sekolah di Kecamatan Maluk sebagai sekolah imbas juga mengikuti kegiatan untuk memenuhi kualitas pendidikan ini. Tenaga pendidik dari sekolah imbas yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, SDN 1 Maluk, SDN 2, SDN 4 dan SD Al Azhar. ‘’Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober sampai Desember mendatang dengan jumlah pertemuan sebanyak enam kali,” kata Jamaluddin.(Humas & Protokol)

 

Wakil Bupati Gotong Royong Bersihkan Sampah di Maluk

 

 

TALIWANG—Sebagai bagian dari kegiatan Parade Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T bergotong royong membersihkan sampah di Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk, Sabtu pagi (7/10/2017).

Gotong royong membersihkan sampah ini dilakukan Wakil Bupati setibanya di Bukit Damai depan Palasa Telkom Desa Bukit Damai sekitar pukul 07.00 Wita. Bersama ratusan orang terdiri dari anggota Satpol PP KSB, anggota BPBD, aparatur Kecamatan Maluk, guru, siswa-siswi, warga, anggota PDPGR Kecamatan Maluk, anggota TNI dan Polri, Wakil Bupati memungut sampah yang berada di pinggir jalan.

Dari bukit ini, gotong royong yang diprakarsai Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini berlanjut ke sepanjang jalan Desa Bukit Damai dan masuk ke pemukiman warga. Kegiatan bersih-berih pun diakhiri di gedung serbaguna Desa Bukit Damai. Kegiatan pun dilanjutkan dengan senam bersama dan pembagian door prize.

Ketua DPD KNPI KSB, Trisman, S.T., M.T tidak menyampaikan laporan yang panjang dalam acara ini. Ia hanya meminta agar Wakil Bupati membuka atau melaunching Parade Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017 . ‘’Saya tidak berpanjang kata, kami meminta pak Wakil Bupati untuk membuka parade Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017 yang dipusatkan di Maluk dari tanggal 7 sampai tanggal 28 Okotber 2017 ini,” kata Trisman.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan DPD KNPI ini harus diapresiasi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan, memperkuat kesadaran masyarakat Kecamatan Maluk khususnya dan KSB umumnya agar membuang sampah pada tempatnya. Tentunya, generasi yang tua harus memberikan contoh yang baik kepada generasi muda untuk menjaga lingkungan.

 

Wakil Bupati juga memotivasi siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini. Ia memberikan contoh perjuangan dirinya yang dahulu sekolah tidak menggunakan sepatu dan hanya berjalan kaki. Namun karena semangat yang tinggi dan dengan pertolongan Allah SWT serta rajin beribadah tentu cita-cita akan mampu diraih. ‘’Alhamdulillah saya bisa menjadi Wakil Bupati. Kalian fasilitasnya lengkap, Insya Allah bisa menjadi seperti saya bahkan jadi presiden. Yang penting jauhi narkoba, minuman keras dan perbuatan negatif yang merusak masa depan kalian,” imbuh Wakil Bupati.(Humas & Protokol)

 

                                                                    
         

Bupati Rotasi 28 Pejabat

 

 

TALIWANG--Sebanyak 28 pejabat jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terdiri dari pimpinan tinggi pratama dan pengawas dirotasi Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M.

 

Penyegaran mesin birokrasi dalam mensukseskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati ini dilaksanakan di Gedung Graha Fitrah, Jumat siang (6/10/2017). Mutasi ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Ketua DPRD KSB, M. Nasir, S.T., M.T, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, staf ahli dan kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Ketua TP PKK KSB, Ibu Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Ibu Neni Apriati dan Ketua Dharma Wanita KSB.

 

Pelantikan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Kemudian pembacaan Surat Keputusan Bupati Nomor: 207/821.2/BKD/2017 tertanggal 6 Oktober 2017 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan KSB.  Dilanjutkan pembacaan naskah pelantikan 28 pejabat yang dilantik diikuti pengambilan sumbah jabatan yang dilaksanakan oleh Bupati.

 

Penandatanganan serah terima jabatan dilakukan secara simbolis oleh dr. Syaifuddin sebagai Kepala Dinas Sosial yang baru dan meninggalkan jabatan Kepala Bappeda & Litbang menggantikan Manawari, S.Sos yang menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan. Secara simbolis juga, dr. Syaifuddin juga menandatangani pakta integritas yang disaksikan Bupati dan Wakil Bupati. Pakta integritas ini berisi antara lain, untuk tidak melakukan  praktek KKN dan Pungli, bekerja sungguh-sungguh, bekeja profesional, akuntabel dan inovatif.

 

KLIK> DAFTAR 28 PEJABAT YANG DIROTASI

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, rotasi ini tidak lain adalah upaya penyegaran roda birokrasi dan pengisian jabatan yang kosong. Selain itu, alasan kesehatan beberapa pejabat juga menjadi indikatornya. Dimana ada beberapa pejabat yang secara kesehatan tidak memungkinan untuk tetap diposisi yang banyak bersentuhan dengan pelayanan dan masyarakat. ‘’Akan tetapi pejabat yang dirotasi ini memiliki kesempatan untuk mengikuti lelang jabatan, karena masih banyak jabatan-jabatan yang masih lowong,” kata Bupati.

 

Bupati juga meminta kepada seluruh pejabat jajaran Pemda KSB untuk mendirikan sholat dzuhur dan ashar berjamaah. Dua waktu sholat ini merupakan bagian dari jam kerja di Pemda KSB. Selain itu, juga mengajak jajarannya untuk bersama-sama melaksanakan dua waktu sholat tersebut (dzuhur dan ashar). ‘’Mulai hari Senin minggu depan, absen siang dilaksanakan secara manual setelah sholat dzuhur di Masjid Agung, termasasuk absen pulang dilaksanakan manual setelah sholat ashar. Ini semata-mata untuk meningkatkan kedisiplinan memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat sebagai ikhtiar membangun KSB dan mensejahterakan rakyat KSB,” Jelas Bupati.(Humas & Protokol)

 

 

 

     

 

 

KSB Serahkan Roadmap SPM Dikdas ke Kementerian

 

 

TALIWANG—Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyerahkan hasil analisis roadmap Standar Playanan Minimal (SPM) pendidikan dasar (Dikdas) KSB ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu sore (4/10/2017).

 

Penyerahaan ini dilaksanakan dalam sosialisasi hasil analisis roadmap Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dasar (Dikdas) KSB. Sosialisasi ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Plt. Kadispora KSB, Drs. Tajuddin, M.Si dan jajarannya. Kemudian Kepala Sub Bagian hukum, tata laksana dan kerjasama direktorat jenderal pendidikan dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dra. Nurma Dewi Saleh, M.Ed dan tim, Kepala UPTD Dikpora KSB serta kepala SD dan SMP sederajat se KSB.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T mengatakan, Pemda memberi porsi anggaran terbesar untuk Dikpora. Anggaran ini untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan belajar mengajar, tunjangan guru dan elemen lainnya. Termasuk mengambil resiko dengan mengambil alih tenaga PTT yang seharusnya diambil oleh provinsi sebanyak 288 orang. ‘’Daerah lain belum ada karena belum siap anggaran. Namun, karena masalah kemanusiaan, KSB mengambil alih, terlebih mereka berjasa dalam pendidikan sehingga kami SK-kan kembali. Ini juga tentu menambah personil tenaga pendidik di KSB,” kata Wakil Bupati.

 

Dikatakan Wakil Bupati, Pemerintah Daerah terus berupaya memenuhi indikator dari SPM, mulai dari sarana prasarana. Kemudian peningkatan kualitas tenaga pendidik, tata kelola pendidikan hingga proses belajar mengajar. Upaya pemerataan penempatan guru agar sekolah-sekolah mendapatkan tenaga pendidikan yang handal pun dilakukan guna pemerataan proses belajar mengajar. ‘’Beberapa sarana dan prasaran yang tahun ini belum disentuh, Insya Allah akan dianggarkan tahun depan. Kita terus berbenah untuk kesejahteraan masyarakat termasuk di sektor pendidikan,” imbuhnya.

 

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Drs. Tajuddin, M.Si menyampaikan, penyerahan hasil analisis ini bisa saja dilaksanakan dengan sederhana. Namun dorongan internal temasuk eksternal seperti kegiatan siang ini dibutuhkan guna berkontribusi memajukan dunia pendidikan. Selain secara subtansial proses belajar mengajar di dalam ruang kelas dan tempat lainnya terus dilaksanakan. 

 

Program ini meningkatkan kualitas pendidikan yang sebelumnya di angka 57 persen pada 2014  menjadi 78, 21persen pada 2016. Program Seperti ini sangat penting dan dibutuhkan, terlebih lagi program-program seperti ini (Program DKP SPM) sangat berarti di KSB dalam membangun pendidikan, dimana jumlah SD/MI di KSB sebanyak 105 unit dan SMP/MTs  sebanyak 55 unit. "Jika semua pihak berada di garis yang sama satu semangat dalam upaya membangun pendidikan di KSB yakni semnagat ikhlas, jujur dan sungguh sungguh saya rasa tidak sulit membangun pendidikan di KSB termasuk untuk bersaing dengan siswa siswi lainnya di belahan lainnya di Indonesia," ungkapnya. 

 

Kepala Sub Bagian Hukum, Tata Laksana dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian pendidikan dan KEBUDAYAAN, Dra. Nurma Dewi Saleh, M.Ed mengatakan, di NTB hanya ada dua sekolah internasional yakni di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat. SPM bukanlah akhir dan terhenti di situ. Namun jika telah terpenuhi pada 2018 mendatang, maka harus dipacu untuk mencapai hasil ideal yakni standar nasional. "Saya sangat mengapresiasi capaian ini, keberhasilan  ini adalah keberhasilan semua pihak di Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendukung pemenuhan SPM Dikdas di Kabupaten Sumbawa Barat," katanya.(Humas & Protokol)

 

 

Wabup: Lingkungan Hidup Jangan Digampangkan

 

 

TALIWANG—Dinas Lingkungan Hidup KSB melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) penyusunan laporan dokumen lingkungan hidup. Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta perusahaan, instansi atau lembaga jangan menggampangkan masalah lingkungan hidup.

 

Dikatakan Wakil Bupati perusahaan, lembaga, instansi atau unit usaha yang kegiatan berdampak pada lingkungan hidup wajib menaati peraturan perundang undangan tentang lingkungan. Memenuhi kelengkapan administrasi, memenuhi pelaksanaannya dan melaporkan setiap pelaksanaannya. "Ikuti secara seksama Bimtek ini, jika ada hal-hal yang sulit untuk ditanyakan. Berbicara lingkungan hidup ini gampang gampang susah, tetapi jangan digampangkan," kata Wakil Bupati saat membuka bimtek di Hotel Ifa, Rabu pagi (4/10/2017). 

 

Wakil Bupati mengharapkan, output dari bimtek ini agar ada rekomendasi dari forum ini. Minimal alur atau Standar Operasional Prosedur dari proses perizinan terutama yang terkait dengan lingkungan hidup agar prosesnya tidak panjang. Terlebih dalam proses pembuatan perizinan tersebut ada praktik pungutan liar. 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Hamzah mengatakan, perusahaan, lembaga, instansi atau unit kerja yang kegiatannya berdampak pada lingkungan hidup harus memperhatikan kewajiban dalam melaksanakan kegiatan sesuai izin yang dikeluarkan.  Sehingga tidak ada lagi pihak pihak yang melaksanakan kegiatan tidak memenuhi kewajibannya seperti menyusun laporan dokumen lingkungan hidup. "Kami akan memfasilitasi sebaik-baiknya agar perusahaan atau instansi bisa menyusun laporan dokumen lingkungan hidup sesuai perizinan yang dikeluarkan pemerintah," katanya. 

 

Kegiatan ini juga tidak lain untuk mengajak perusahaan, instansi atau pelaksana kegiatan yang berdampak pada lingkungan hidup dapat bersama-sama menjaga lingkungan di Kabupaten Sumbawa Barat. Terlebih masih banyak perusahaan yang belum menyusun laporan dokumen lingkungan hidup. Sebab dampaknya bukan hanya pada lingkungan hidup, tetapi juga tatanan kehidupan masyarakat di sekitar kegiatan usaha khususnya dan di Kabupaten Sumbawa Barat umumnya. Karenanya perusahaan harus memiliki kesadaran dalam menyusun laporan dokumen lingkungan hidup. 

 

Peserta Bimtek penyusunan laporan dokumen ligkungan hidup ini adalah perusahaan, instansi atau unit pelaksana teknis yang melaksanakan kegiatan berdampak pada lingkungan hidup seperti perusahaan tambang, tambak, hotel, rumah sakit, puskesmas, PLN, dealer dan lainnya di KSB. Sementara pemateri Bimtek ini adalah Kepala Bidang Amdal dan PPKL DLHK Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Nyoman Sudarma, M.M dan Kepala Seksi Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup KSB, Trisman, S.T., M.Comdev.(Humas & Protokol) 

 

 

Tim Kelurahan Dalam dan Tebet Juara, Wabup Berikan Bonus

 

 

TALIWANG—Tim Putra bola voli Kelurahan Dalam dan tim putri Kelurahan Telaga Bertong keluar sebagai juara pada turnamen Voliball Camat Cup 2017.

 

Kemenangan dua tim berbeda ini diraih dalam laga final sekaligus penutupan turnamen yang digelar Pemerintah Kecamatan Taliwang, Senin malam (2/10/2017). Tim putra Kelurahan Dalam menjadi campion setelah menekuk lutut tim putra Kelurahan Sampir. Sementara gelar juara tim putri Kelurahan Telaga Bertong diraih berkat permainan apik tim yang dikomandoi pemain terbaik Kabupaten Sumbawa Barat, Rizky, tim voli putri Kelurahan Dalam pun kwalahan dan akhirnya gigit jari.

 

Pelaksana harian Camat Taliwang, Ibu Jiswati, S.H., M.H dalam laporannya menyampaikan, pertandingan ini berjalan lancar dan sukses. Ia berterimakasih kepada seluruh panitia dan pihak yang membantu mensukseskan pertandingan ini. ‘’Mudah-mudahan ini juga  menjadi  momentum kebangkitan bola voli di Taliwang, melahirkan bibit-bibit pemain volly yang profesional, mampu berkompetisi di ajang yang lebih tinggi yang mengharumkan Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.

 

Jiswati juga mengumumkan lokasi Vollyball Camat Cup tahun 2018. Dimana, Kelurahan Telaga Bertong lah yang akan menjadi tuan rumah pertandingan ini. ‘’Untuk pelaksanaan Camat Cup ke 7 tahun 2018, akan dilaksanakan di  Kelurahan Telaga Bertong,” tutup Jaswati.

 

Wakil bupati Sumbawa Barat, Fud syaifuddin S.T yang hadir untuk menutup turnament ini mengapresiasi turnamen ini. Pertandingan ini telah memberikan wadah bagi pemuda Sumbawa Barat khususnya di Kecamatan Taliwang dalam menyalurkan bakatnya di bidang bola voli. Diharapkan, dari turnaman ini juga mampu melairkan bibit-bibit pemain voli terbaik untuk dapat berlaga di turnamen yang lebih tinggi. ‘’Kalah menang biasa, kalah adalah kemenangan yang tertunda. Inshaallah dalam waktu dekat ini akan di selengarakan lomba voli polda cup tingkat Kabupaten Sumbawa Barat,” imbuh Wakil Bupati.

 

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati juga memberikan bonus kepada tim voli yang berhasil meraih juara pertama hingga juara ke empat. Wakil Bupati memberikan bonus kepada masing-masing tim senilai Rp. 1 juta.(Humas & Protokol)

 

 

 

Bupati: Hindari Pungli, Gratifikasi dan Korupsi

 

 

TALIWANG—Bertempat di Ruang Sidang II Gedung Graha Praja Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengimbau aparatur Sumbawa Barat hingga pemerintah Desa menjauhi pungutan liar, gratifikasi dan korupsi.

 

Imbauan ini diberikan Bupati dalam kegiatan sosialisasi satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) tingkat Kabupaten Sumbawa Barat. Sosialisasi ini mengangkat tema "optimalisasi pemberantasan pungli di Kabupaten Sumbawa Barat". Sosialisasi yang dimoderatori Plh. Sekda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD Pemda KSB, Kepala Bagian Setda KSB, pejabat eselon tiga lingkup Pemda KSB, Camat, Lurah dan Kepala Desa. 

 

Dikatakan Bupati, praktek pungli, gratifikasi terlebih korupsi adalah praktek yang menghambat pelayanan bagi masyarakat. Jika tidak ada pungli, maka pelayanan akan berjalan baik. Keberadaan tim Saber Pungli pun diniatkan untuk memperbaiki kinerja aparatur pemerintah agar dalam pelayanan tidak ada lagi embel-embel pungli dan lainnya. ‘’Kita harus hindari unsur pungli, gratifikasi dan korupsi dalam melayani masyarakat,” kata Bupati.

 

Terlebih dalam pengadaan barang dan jasa, agar pihak unit pengadaan barang/jasa, Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen untuk bekeja dengan baik. Jangan sampai mengarahkan masyarakat atau kontraktur untuk meminta bantuan bupati atau wakil bupati untuk mendapatkan proyek. Jangan menjual nama Bupati dan Wakil Bupati. ‘’Kalau mau bantu kami, maka kerjakan pekerjaan sesuai atauran yang ada. Kerjakan  sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), penuhi kuantitas dan kualitas. Jangan bermain di tiga itu, kalau ada yang kurang dari tiga itu maka akan jadi masalah,” imbuh Bupati. 

 

Ketua Saber Pungli KSB yang juga Wakapolres Sumbawa Barat Kompol Martawan, S.Sos mengatakan, satgas saber pungli secara nasional dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016. Kemudian di Kabupaten Sumbawa Barat melalui Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor 2749 Tahun 2016 tanggal 2 Desember 2016 dan merupakan kabupaten pertama yang membentuk Satgas Saber Pungli. ‘’Pungli harus dilawan karena berdampak pada biaya tinggi, rusaknya tatanan masyarakat, melahirkan masalah sosial, merusak keprcayaan masyarakat terhadap penerintah,” jelasnya.

 

Laporan Wakil Ketua I Saber Pungli KSB yang juga Inspektu Inspektorat KSBr, Ir. H. Ady Mauluddin, M.Si menyampaikan, kegiatan ini tahapan terkahir di tingkat kabupaten. Sebelumnya sosialisasi dilaksanakan di tingkat kecamatan. ‘’Fungsi Saber Pungli ada empat yakni, intelejen, pengawasan, pencegahan dan yustisi. Sejauh ini Saber Pungli KSB sudah menangni tiga kasus. Dua bersifat adminiatrasi dan satu kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan. Jadikan pelajaran dan jangan diikuti sehingga tidak berhadapan dengan aparat penegak hukum,” katanya.

 
Sebenarnya, lanjut Inspektur, di KSB sudah ada tuntutan bagai aparatur dalam memberikan pelayanan, yakni tageline IJS (Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh). Semangat kerja ini memproteksi aparatur agar tidak melakukam praktek pungli. ‘’Kata jujur saja jika diimplementasikan dalam melayani publik maka KSB akan zero pungli. Namun prtanyaannya seberapa besar komitmen kita melakykannya,” jelasnya.(Humas & Protokol)