Kinerja Aparatur Dievaluasi, Saat Puasa Jangan Malas

EVALUASI: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M akan mengevaluasi kinerja aparatur lima bulan terakhir. Bupati juga meminta aparatur tetap disiplin dan semangat bekerja di bulan ramadhan dalam apel syukur ke-5 yang dirangkaikan dengan hari kebangkitan nasional ke-109, Senin pagi (22/05/2017). 

 

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat lima bulan terakhir akan dievaluasi. Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M pun telah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melakukan evaluasi. ‘’Saya sudah perintahkan BKD untuk sebulan ke depan mengevaluasi kinerja ASN kita lima bulan terakhir,” kata Bupati saat upacara Syukur ke-5 Kabupaten Sumbawa Barat dirangkai dengan peringatan Hari kebangkitan Nasional ke-109, Senin (22/05/2017).

Bupati meminta seluruh aparatur, mulai dari pejabat yakni kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi, camat hingga staf untuk bersiap-siap. Evaluasi akan menentukan posisi selanjutnya dari setiap aparatur. ‘’Saya beritahu dulu, saya informasikan dulu biar tidak kaget,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati, ASN yang kondisinya sakit atau merasa tidak mampu memberikan kinerja yang maksimal untuk bersurat. Memberitahukan jika dirinya tidak bisa bekerja sesuai sasaran atau target kerja. Jika ada yang mau mengundurkan diri dari jabatannya juga silahkan untuk mengundurkan diri sebelum hasil evaluasi dikeluarkan. ‘’Evaluasi ini penilaian riil, yang nilai kinerja kita bukan kita sendiri tetapi orang lain dan bersiap-siaplah. Insyaallah hasil evaluasi nantinya dapat kita pertanggungjawabkan bukan saja di dunia tapi kepada Allah,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga meminta kepada seluruh aparatur untuk tetap menjunjung tinggi kedisiplinan dan semangat kerja di bulan ramadhan. Meski tengah menjalani ibadah puasa, aparatur dan karyawan tidak boleh malas-malasan. Justru harus lebih semangat karena akan bernilai ibadah yang pahalanya dilipat gandakan oleh Allah SWT. Aparatur juga harus menjai contoh dan panutan di lingkungan kerja, lingkungan tempat tinggal. “Semoga dengan kedisiplinan dan semangat kerja yang tinggi di bulan ramadhan, Allah SWT semakin meridhoi dan memberkahi hidup kita,” imbuhnya.(tim)

Untuk diketahui, jam kerja aparatur pada Bulan Ramadhan di Kabupaten Sumbawa Barat sesuai dengan surat Bupati Sumbawa Barat Nomor: 060/187/BKD/2017 tanggal 22 Mei 2017 adalah sebagai berikut:

1.  Hari Senin s/d hari Kamis Pukul 08.00 Wita – 15.00 Wita.

Waktu Istirahat Pukul 12.30 Wita – 13.00 Wita.

2.  Hari Jumat Pukul 08.00 Wita – 15.30 Wita.

Waktu Istirahat Pukul 12.00 Wita – 13.00 Wita.

3.  Upacara Bendaera hari Senin dan Senam Pagi setiap hari Jumát ditiadakan.

 4.  Apel Pagi dan Apel Pulang dilaksanakan di Satuan Kerja Perangat Daerah (SKPD) masing-masing.

Bupati: Presiden Ajak Kita Bangun Persatuan dan Kebersamaan

AMANAT: Bupati Sumbawa Barat, Dr, Ir. H. W. Musyafirin, M.M saat memberikan amanat menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo agar semua pihak menjaga kondusifitas lingkungan, daerah dan negara serta membangun persatuan dan kesatuan dalam upacara syukur KSB ke-5 dan hari kebangkitan nasional ke-109 tahun 2017, Senin pagi (22/05/2017).

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr, Ir. H. W. Musyafirin, M.M menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo agar semua pihak menjaga persatuan dan kebersamaan.

Pesan presiden ini disampaikan Bupati Sumbawa Barat dalam upacara syukur Kabupaten Sumbawa Barat ke-5 yang dirangkaikan dengan hari kebangkitan nasional (harkitnas) ke-109 tahun 2017. ‘’Saya dipanggil ke istana empat hari yang lalu dengan beberapa kepala desa, bapak Presiden menitip pesan untuk kita semua agar kita menghentikan gesekan, salah menyalahkan dan mari kita membantun persatuan dan kebersamaan,” ucap Bupati, Senin pagi (22/05/2017).

Dikatakan Bupati, seluruh pihak tidak bisa mengabaikan perubahan, mau tidak mau perubahan harus dihadapi dan perubahan itu sangat cepat, baik di lingkungan, di daerah, di negara bahkan di udara. Presiden juga berpesan siapapun dia untuk menghormati profesi dan jabatannya masing-masing. Yang sebagai kepala dinas, camat, kepala desa, staf hormati profesi dan jabatannya. Tidak ada yang menghormati jabatan selain diri sendiri. Dengan menghormati jabatan sama juga untuk menjadi panutan di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat. ‘’Semoga pada momentum Harkitnas yang ke-109 tahun 2017 ini, kebangkitan nasional terus dipupuk, dipelihara dan guna menghadapi tantangan yang lebih komplek  pada masa yang akan datang,” imbuh Bupati.

Usai apel syukur, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang diikuti seluruh kepala dinas, camat hingga kepala desa di gedung Graha Fitrah, bupati menyampaikan, hanya ada 16 bupati dan 26 kepala desa yang diundang ke istana negara empat hari yang lalu oleh presiden.  Selain pesan Presiden Indonesia yang disampaikan di apel syukur, Bupati dalam rapat ini juga menyampaikan pesan presiden yang lainnya yakni tentang  pengelolaan dana. Agar seluruh desa berhati-hati dalam mengelola dana desa yang begitu besar. “Di Sumbawa sudah ada kepala desa yang ditahan. Maka kepala desa di KSB harus hati-hati,” jelas Bupati yang didampingi Kajari Sumbawa, Kepala Pengadilan Negeri Sumbawa, Wakil Ketua DPRD KSB unsur TNI dan Polri. 

Selain itu Bupati menekankan agar seluruh jajaran fokus bekerja, tidak sibuk mencari kesalahan yang lain dan mencari kambing hitam. Jangan adalagi ego sektoral, jangan ada klaim ini milik desa ini ini miliki desa ini. ‘’Kita punya masalah yang banyak, jangan hal kecil diperbesar, kita tengah hadapi masalah ketenagakerjaan, dimana PT. Amman Mineral Nusa Tenggara berencana melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya, masalah tenaga kerja asing, beberapa penyelenggaraan pemerintahan yang keliru dan lainnya, ini kita harus sikapa dengan komunikasi yang baik dan kerja yang fokus,” kata Bupati.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Pariyono, S.H., M.H mengatakan, desa harus mengelola anggaran desanya dengan baik. Dinas terkait dengan desa untuk membina desa agar pengelolaan dana desa tetap dalam rel yang ada. ‘’Desa juga jangan jalan sendiri koordinasi dengan kecamatan, dengan dinas.  Desa jangan main main kelola anggaran.  Aturan sudah jelas dari kementerian dalam negeri dan kementrian desa tertinggal.  Kalau tidak mau maka tanggung jawab masing masing dan saya hanya menjalankan undang-undang jika ada kasus yang kami tangani,” tegasnya.(tim) 

 

 

Bupati Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Majukan Pendidikan di KSB

 FOTO BERSAMA: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M didampingi istri yang juga Ketua TP PKK KSB, ibu Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt (tengah) foto bersama Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.IK, Asisten I, Drs. Mukhlis, M.Si para kepala dinas, kepala badan usai menggelar resepsi Hardiknas dan Harkitnas tahun 2017 di lapangan Graha Fitrah, Senin malam (22/05/2017).

 

 

TALIWANG-Kemajuan pendidikan bukanlah tugas tenaga pendidikan semata. Namun sinergitas seluruh pihak merupakan kunci sukses memajukan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Hal ini disampaikan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya pada acara resepsi hari pendidikan nasional (hardiknas) dan hari kebangkitan nasional (hardiknas) tahun 2017 di lapangan Graha Fitrah, Senin malam (22/05/2017). ‘’Semua pihak harus bersinergi supaya  pendidikan di KSB paripurna adanya,” ajak Bupati.

 Hadir dalam resepsi Hardiknas dan Harkitnas ini Kapolres Sumbawa Barat, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, para staf ahli, kepala dinas, pemerhati pendidikan, guru dan siswa yang menyalakan obor sebagai simbol kebangkitan pendidikan di Sumbawa Barat. Dalam kegiatan ini, Dikpora KSB juga membangun stand pameran yang diikuti Unit Pengelola Teknis Daerah Pendidikan setiap delapan kecamatan se Kabupaten Sumabawa Barat.

Bupati mengutarakan, pidato pendidikan yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KSB membuat dirinya terkesan dan mendorong perhatiannya kepada sektor pendidikan semakin meningkat. Upaya yang akan dilakukan kedepan dengan meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dasar hingga 100 persen. Peningkatan tata kelola pendidikan, peningkatan akses pendidikan agar seluruh lapisan masyarakat di KSB tersentuh akses pendidikan dan tidak ada lagi anak-anak di KSB yang tidak mengenyam penddikan apalagi wajib belajar 12 tahun.

 

Bupati juga sependapat dengan orasi pendidikan yang disampaikan pemerhati pendidikan yang juga mantan Bupati Sumbawa Barat, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.H yang memberi pencerahan. Pengajaran yang terbaik adalah yang memberikan fungsi pendiikan dan pemberdayaan sehingga menghasilkan generasi yang berkarakter. Hal ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang mengobarkan revolusi mental dan ini juga sejalan dengan take line KSB yakni IJS (Ikhlas, Jujur dan Sunguh-sungguh).

“Tiga bentuk revolusi mental sebut Bupati adalah, pertama adalah berintegritas dalam take line KSB IJS) adalah unsur jujur. Kedua, memiliki etos kerja atau dalam tak lin kita IJS adalah sungguh-sungguh. Ketiga adalah gotong royong di dalam IJS adalah Ikhlas. Gotong royong tanpa ikhlas percuma,” jelasnya.

 

Bupati dalam resepsi Hardiknas dan Harkitnas 2017 yang mengangkat tema Pendidikan adalah Kebangkitan Bangsa ini juga menjanjikan akan menaikkan penghasilan guru dengan menaikkan tunjangan transportasi. “Untuk ASN yang lain nanti dulu. Kalo ASN lain mau dinaikkan 50 persen tapi untuk guru kita naikkan 100 persen,” sebutnya.

 

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat,  Drs. Tajuddin,  M.Si dalam sambutannya mengatakan, hajatan ini merupakan untuk memperingati Hardiknas yang jatuh setiap tanggal 2 Mei.  Hajatan ini sebagai wadah cerminnan untuk menata diri menuju pendidikan berkualitas yang diinginkan bersama. ‘’Tak terasa satu dekade perjalanan pendidikan di KSB, tantangan dan hambatan memberikan warna dalam upaya peningkatan kualita spendidikan,” katanya.

 

Disebutkannya, tantangan fundamental adalah pemenuhan SPM pendidikan dasar, tata kelola pendidikan, pemerataan fasilitas penddikan dan persoalan lainnya. Mesi adanya tantangan tersebut dan secara bersama tengah dilawan, tetapi banyak hal yang bisa membanggakan, pertama, KSB merupakan kabupaten yang mengalokasikan anggaran pendidikan tertingi di NTB. Kedua, KSB merupakan kabupaten dengan hasil uji kompetensi guru yang terbaik kedua di NTB. Kemudian nilai rata-rata kelulusan Ujian Nasional SMA sederajat KSB di atas nilai rata-rata Provinsi NTB. ‘’Guru di KSB juga 47 persen diantaranya sudah bersertifikasi. Dan 83 persen lebih sudah berpendidikan S1 atau Diploma 4. Kita saat ini juga memperjuangkan memajukan pendidikan usia dini dengan membangun taman kanak-kanak (TK) di setiap kecamatan,” jelasnya.

 

Dr.  KH. Zulkifli Muhadli,  S.H., M.H pada orasi pendidikannya dalam video berdurasi tujuh menit menyampaikan,  banyak guru yang berkualitas tapi belum tentu menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan ke benak peserta didik. Namun yang terpenting adalah bagaimana membawa anak-anak untuk mau belajar, menumbuhkan rasa ingin tahu. Termasuk guru itu sendiri bisa menjadi teladan bagi peserta didik, itulah pengajaran yang pertama. 

 

Tugas kedua yang penting bagi dalam mendidik anak-anak adalah tugas pemberdayaan. Tugas pemberdayaan ini sebenarnya bukan hanya tanggungjawab guru atau sekolah.  Namun tugas ini adalah tugas semua pihak, mulai dari  pemerintah, komunitas sosial hingga masyarakat merupakan tugas semua untuk menciptakan manusia yang berkarakter dan bisa diandalkan. “Negara kita merdeka bukan karena orang yang pintar, tetapi karena orang yang memiliki karakter,  jati diri, semangat tinggi, jiwa yang besar untuk berkorban yang didukung dengan ilmu pengetahuan,” jelas mantan Bupati Sumbawa Barat dua periode ini.

 

‘’Manusia yang sempurna atau insan kamil bukan yang siap dalam kehidupan tapi siap bersanding atau bekerjasama untuk hidup lebih baik yang menjadi kepentingan bersama dan tujuan bersama. Kebangkitan bangsa atau  umat,  apabila kita berhasil memberdayakan generasi, menghasilkan generasi yang berkarakter,” tambahnya.(tim) 

 

 

Forum Peduli TWA Danau Rawa Taliwang Dibentuk

RAKOR: Rapat Koordinasi Pembentukan Forum Peduli TWA Danau Rawa Taliwang yang dipimpin Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M bersama P3E Bali-Nusra Kementrian LH dan Kehutanan, BWS Nusra I, BKSD NTB, FKPD, Kepala Dinas dan unsur lainnya dalam upaya pemulihan ekosistem TWA Danau Rawa Taliwang di ruang rapat utama Bupati Gedung Graha Fitrah, Senin siang (22/05/2017).

 

Bupati Tekankan Stakeholders Bersinergi Memulihkan TWA

TALIWANG-Forum Peduli Taman Wisata Alam (TWA) Danau dan Rawa Taliwang dibentuk. Forum ini merupakan forum dari berbagai pihak mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, Balwai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat hingga masyarakat.

Forum Peduli TWA Danau Rawa Taliwang dibentuk dalam rapat koordinasi yang diinisiasi  Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (P3E Bali-Nusra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M di ruang rapat utama kantor Bupati gedung Graha Fitrah, Senin siang (22/05/2017). Hadir dalam ralam rapat koordinasi ini, perwakilan (P3E Bali-Nusra), Kepala BKSDA NTB, BWS Nusa Tenggara I, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumbawa Barat dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat Seteluk dan kepala desa.

Bupati dalam arahannya para rapat koordinasi ini mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama kementerian lingkungan hidup dan pekerjaan umum tahun 2016 lalu, maka danau rawa Taliwang ini sudah baran tentu harus di pulihkan. Melalaui rapat koordinasi pembentukan Forum Peduli TWA Danau Rawa Taliwang ini diharapkan akan ada lompatan besar dalam upaya pemuliah ekosistem di TWA Danau Rawa Taliwang ini. ‘’TWA ini awalnya luasnya 1.400 ha lebih, tetapi menyusut menjadi sekitar 800 ha, karena ada warga yang mengklaim dan pendangkalan, BWS pun menunda kegiatannya karena ada klaim warga, masalah ini yang kita juga harus selesaikan dengan baik,” kata Bupati.

Bupati menekankan, seluruh dinas terkait dan stakeholders untuk bersinergi menguatkan persatuan memulihkan ekosistem TWA Danau Rawa Taliwang. Pengerjaan harus segera bisa dilakukan karena sejak zaman kemerdekaan tidak pernah dipulihkan. Pembuatan tanggul dan jalan lingkar TWA dimulai. Namun yang terpenting menuntaskan masalah klaim lahan. Polri dan TNI pun diharapkan membantu pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah klaim lahan negara yang merupakan kawasan konservasi ini.

Kepala BKSDA NTB, Dr. Ir. Widada dalam presentasinya mengatakan, rencana pemulihan TWA Danau Rawa Taliwang yang luasnya 800 lebih ha ini akan dilakukan 50 persen saja atau sekitar 400 ha. Sedimen dan gulma yang tumbuh dan membentuk pulau akan diangkat. Namun untuk lingkar TWA akan dibangun tanggul dan jalan lingkar sepanjang sekitar 18 km. Penanaman pohon sepanjang lingkar TWA Kemudian pembuatan demplot dua unit masing-masing seluas 25 ha.

Pemulihan TWA ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem air, habitat folora dan fauna. Selain itu juga untuk menyediakan fasilitas pariwisata yang tentu akan memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar dan daerah umumnya. ‘’Insyaallah untuk pembangunan dermaga kita mulai dari Desa Meraran kemudian diikuti update pal atau batas yang ada, dilanjutkan pembuatan jalan dan seterusnya,” katanya.

 

Perwakilan P3E Bali-Nusra Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, I Made Dwi A. STP., M.Si mengatakan, forum ini berfungsi menguatkan stakeholders untuk pemulihan TWA Danau Rawa Taliwang. Selain itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga TWA dan dampak baik jika TWA telah dipulihkan. ‘’Kami mendapat informasi TWA mengalami pencemaran dari mercury dan sianita, kami berharap Pemerintah Daerah untuk pro aktif mengarahkan masyarakat tidak mencemarkan TWA,” katanya.(tim)

Bupati Lepas Road Show Donor Darah IDI

FOTO BERSAMA: Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M (tengah) foto bersama dengan tim dokter, Direktur RSUD Asy-Syifa' Sumbawa Barat dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah foto bersama usai pelepasan balon udara sebagai simbol pelepasan tim dokter yang menggelar road show donor darah, Senin pagi (22/05/2017).

 

Dalam rangka hari kesehatan nasional ke-53 dan hari Bakti Dokter Indonesia ke-109 tahun 2017, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M melepas dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sumbawa Barat dalam kegiatan  Road  Show Donor Darah. Pelepasan ini dilaksanakan dalam upacara syukur ke-5 Kabupaten Sumbawa Barat yang dirangkaikan dengan hari Kebangkitan Nasional ke-109 tahun 2017.

 

Pelepasan Road Show donor darah ini ditandai dengan pelepasan balon  udara yang dilakukan oleh Bupati Sumbawa Barat,  Direktur RSUD Asy-Syifa' Sumbawa Barat dan para dokter. Selain road show donor darah, kegiatan para dokter ini juga melaksanakan khitanan (sunatan) masal di Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea dan masih banyak kegiatan kesehatan lainnya.(tim

Bupati Musnahkan 552 Botol Minuman Beralkohol

PECAHKAN: Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M didampingi anggota FKPD Sumbawa Barat memecahkan botol minuman beralkohol yang diamankan Satpol PP KSB tahun 2016 sampai 2017 usai melaksanakn apel syukur ke-5 dan hari Kebangkitan Nasional ke-109, Senin pagi (22/05/2017).

 

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir.  H. W. Musyafirin, M.M bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) memusnahkan 552 botol minuman beralkohol (minol). Pemusnahan ini dilaksanakan di lahan samping lapangan Graha Fitrah usai melaksanakan upacara syukur Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017, Senin (22/05/5017).

Minol yang dimusnahkan ini merupakan minol yang berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)  Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2016 sampai 2017.  Pemusnahan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati dengan memecahkan satu bot minol jenis bir bintang ke batu di lubang pemusnahan.  Selanjutnya pemecahan botol minol dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa,  Pariyono,  S.H., M.H selaku eksekutor.

Pemusnahan kemudian diikuti anggota FKPD Sumbawa Barat lainnya. Minol, kardus, cirigen dan ember yang telah dilempar pun kemudian dibakar oleh Bupati bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Pariyono, S.H., M.H, Wakil Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma'ruf Husein, S.Pd.I. M.M, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Kabag Ops Polres Sumbawa,  Kompol Edi Susanto, Danramil 1607-05 Taliwang, Kapten Agus, S.H  dan  lainnya "Alhamdulilah hari ini kita bisa memusnahkan minuman keras tangkapan Sat Pol PP, " kata Bupati.

Plt. Kasat Pol PP KSB Agus Hadnan,  S.Pd minerangkan 552 bitol miras baik pabrik maupun tradisional yang dimusnahkan ini adalah miras yang diamankan Sat Pol PP sejak tahun 2016 sampai 2017. Sebanyak 163 botol jenis brem,  arak dan bir bintang merupakan miras yang diamankan dari tiga kasus yang telah disiadang dan telah incrah (berkekuatan hukum tetap). Dalam penanganan tiga kasus minol ini, para terpidana dijerat dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Sementara sisanya merupakan minol hasil temuan dan sitaan yang dilakukan jajarannya.

Agus Hadnan,  S.Pd menegaskan,  pihaknya akan terus berupaya menekan peredaran minol tidak beriman di Kabupaten Sumbawa Barat.  Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman karena beberapa perkelahian atau keributan remaja dirimu karena akibat konsumsi minol. "Kami mengimbau,  jangan membuat,  mengeluarkan mengkonsumsi minal tanpa izin karena kami akan tindak.  Mari kita jaga kondusifitas daerah kita demi terciptanya ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat guna mendukung pembangunan dan mdnsejahterakan rakyat," imbuhnya.(tim)

Dua Nelayan Terima Klaim Asuransi Dari Bupati

SERAHKAN: Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M didampingi Wakil Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma'ruf Husein, S.Pd.I, M.M dan pejabat lainnya menyerahkan klaim asuransi nelayan PT. Jasindo kepada dua ahli waris dari dua nelayan yang meninggal dunia masing-masing senilai Rp. 160 juta saat apel Syukur ke-5 dan hari Kebangkitan Nasional ke-109 di lapangan graha fitrah, Senin pagi (22/05/2017).

 

Dua ahli waris nelayan yang meninggal menerima klaim asuransi dari Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M. Klaim asuransi nelayan ini diserahkan Bupati kepada ahli waris nelayan dalam upacara Syukur ke-5 Kabupaten Sumbawa Barat yang dirangkaikan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017 di lapangan Graha Fitrah Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (22/05/2017).

 

Dua nelayan yang meninggal tersebut adalah,  Ahmad R.  Yang merupakan nelayan adalah Lingkungan Perjuk Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang.  Ahli waris Ahmad R. yang menerima klaim asuransinya adalah Yuni.  Kedua, nelayan asal Dusun Waras B Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang bernama Manggi. Klaim asuransi almarhum Manggi diterima ahli warisnya bernama Nuraini. Ahli waris dari kedua nelayan yang meninggal dunia ini menerima klaim asuransi dari perusahaan asuransi nelayan PT.  Jasindo masing-masing sebesar Rp.  160 juta.(tim)

Wabup: GOW Refleksi Diri dan Perkuat Sinergitas

BAGIKAN: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dan Ketua GOW KSB, Ny. Neni Apriati Fud Syaifuddin (tengah, pakaian biru muda) foto bersama dengan sejumlah warga kurang mampu yang menrima Sembako dari GOW KSB dalam rangka HUT GOW ke-13 Tahun 2017 di Sekretariat GOW  KSB yang juga Pendopo Wakil Bupati, Kamis pagi (18/5/2017).

Bertepatan di usia yang ke-13, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Barat diminta merefleksi diri. Selain itu GOW KSB ke depan harus semakin memperkuat sinergitas dengan organisasi wanita lainnya demi membangun KSB yang lebih baik dan masyarakat yang sejahtera. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST pada perayaan hari ulang tahun GOW di Pendopo Wakil Bupati yang juga Sekretariat GOW KSB, Kamis pagi (18/5/2017).

Hadir dalam HUT GOW ke-13 Tahun 2017 ini, Ketua DPRD KSB, M. Natsir, ST., MM. Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Inf. Sumanto, Pemimpin Bank NTB Cabang Taliwang. Pejabat dan kepala OPD lingkup Pemerintah KSB, Ketua TP PKK KSB, Ibu Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit Chandra Kirana dan pimpinan organisasi wanita di KSB.

Dikatakan Wakil Bupati, Ketua Umum GOW KSB bersama pengurusnya memanfaatkan moment ulang tahun ini untuk merefleksi diri. Menyatukan sikap mengabdikan diri dalam bekerja. Di dalam GOW banyak orang tentu juga banyak pendapat. Selain itu, Ketua Umum GOW dan pengurusnya harus terus membangun silaturrahmi untuk memperkuat sinergitas dengan organisasi wanita lainnya. ‘’Tidak mungkin kita kerja sendi, kita butuh orang lain, organisasi lain, maka perkuatlah persatuan dan kesatuan demi membangun daerah. Tidak boleh ada persaingan, kalau berkompetisi silahkan,” imbuhnya.

Wakil Bupati mengatakan, tahun 2017 ini usia GOW KSB sudah 13 tahun. Di masa pemerintahannya bersama Bupati, Dr. Ir. H. W. Musyfirin, MM yang menginjak 1 Tahun 3 Bulan pun GOW membantu dan mengirinya pengabdian Pemerintah Daerah. ‘’Setahun lebih GOW bersama kami dan alhamdulillah sudah banyak yang dilakukan untuk daerah ini,” kata Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST.

Ketua Umum GOW KSB, Ny. Neni Apriati Fud Syaifuddin dalam sambutannya mengatakan, moment ulang tahun ini GOW KSB memang harus berbenah berbenah. Ke depan tentunya GOW sebagai mitra pemerintah akan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Selain itu, kerjasama dengan organisasi wanita lainnya di KSB tentu akan terus dijaga. ‘’Di sini kami juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi organisasi wanita dalam mensukseskan kegiatan GOW KSB selama ini,” katanya.

Neni Apriati Fud Syaifuddin berharap, semoga sinergisitas dengan organisasi wanita terus terjaga dan menjadi kekuatan besar untuk membangun KSB. Sebagai mitra pemerintah GOW komit berbuat yang lebih besar untuk masyarakat dan daerah dengan semangat kerja Ikhlas, Jujur dan Sungguh-sungguh (IJS) demi mewujudkan KSB yang sejahtera.

Panitia ulang tahun GOW KSB dalam laporannya menyampaikan, kegiatan yang digelar dalam memeriahkan hari ulang tahun GOW yang ke 13 seperti pengajian umum, khitanan masal, gotong royong, donor darah, lomba baca puisi, mengolah barang bekas menjadi barang kreatifitas dan bernilai ekonomis, pembagian sembako dan lainnya. Selurh kegiatan ini terselenggaran berkat kerjasama dengan seluruh organisasi wanita di KSB dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.(tim)

 

 

Wakil Bupati Semangati Murid SD di Hari Terakhir Ujian

PANTAU: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST didampingi Kabid Dikdas Dispora KSB, Agus, Kepala Sekolah, guru dan pengawas ujian tengah memberikan semangat kepada murid SDN 13 yang menghadapi UAS dan UBN terakhir, Kamis pagi (18/05/2017).

 

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST menutup kunjungannya memantau murid Sekolah Dasar yang menjalani Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Berstandar Nasional di hari terakhir, Kamis pagi (18/05/2017). Wakil Bupati yang didampingi Kepala Bidang pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KSB, Agus, S.Pd mengunjungi dua SD di Kecamatan Taliwang, yakni SDN 12 dan SDN 13 Taliwang.

Dalam pantauan di hari terakhir UAS dan UBN tingkat SD tahun 2017 ini, Wakil Bupati menyemangati murid kelas enam yang sudah empat hari berhadapan dengan soal ujian. Wakil Bupat mengatakan, anak-anak telah menjalani ujian dari hari pertama hingga hari keempat. ‘’Insyaallah dengan do’a kalian, orang tua kalian Bupati, saya Wakil Bupati dan selurh masyarakat Sumbawa Barat semoga kalian bisa lulus dengan nilai yang memuaskan,” kata Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST.

Kini, lanjut Wakil Bupati, setelah menjalani UAS dan UBN selama empat hari, tugas yang dilakukan anak-anak adalah dengan berdo’a kepada Allah. Anak-anak dalam sholat atau selesai sholat berdo’a agar diluluskan oleh Allah dengan nilai yang baik. Kemudian terus mengaji. ‘’Kalian juga harus taat kepada orang tua, orang tua kalian sudah bekerja untuk kalian biar kalian bisa sekolah dan memberikan apa yang kalian inginkan, insyaallah dengan kalian berbakti Allah juga akan membantu meluluskan kalian dan mendapat hasil yang memuaskan,” imbuhnya.(tim)

 

 

 

 

Bupati: Pemuda Harus ‘’Berkuku Tajam’’

SEKOLAH POLITIK PEMUDA: Dari kiri Ketua DPRD KSB, M. Nasir, ST, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Anggota DPR RI, Dr. Zulkiflimansyah, M.Sc dan Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H saat akan membuka sekolah politik pemuda yang digelar KNPI KSB di Ball Room Hotel Grand Royal, Rabu pagi (17/05/2017)

 

Pemuda diharapkan tidak hanya memiliki jiwa yang enerjik atau tenaga yang kuat. Namun yang tepenting, pemuda harus memiliki wawasan yang luas dengan didukung menguasai data dan fakta. ‘’Ada falosofi penting yang harus dipegang, yakni jangan mencakar sebelum berkuku,” kata Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya membuka sekolah politik pemuda yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa Barat di Ball Room Hotel Grand Royal, Rabu pagi (17/05/2017).

 

Sebagai pemateri dalam sekolah politik pemuda ini adalah politisi senior yang juga menjadi kepala daerah, yakni Walikota Mataram, H. Akhyar Abduh. Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaeli FT dan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan. Kemudian mantan Bupati KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, M.M. Termasuk anggota DPR RI yang merupakan putra Sumbawa, NTB, Dr. Zulkiflimansyah, M.Sc. Hadir pula dalam pembukaan sekolah politik ini sejumlah kepala organisasi perangkat daerah KSB, pimpinan partai di KSB dan pemuda partai, organisasi kepemudaan dan organisasi mahasiswa di KSB.

 

Bupati menyampaikan, politik merupakan seni untuk mencapai kekuasaan yang semata-mata untuk kepentingan umum. Politik bukanlah sarana untuk mencapai kepentingan pribadi atau kelompok. Bukan pula untuk mencapai tujuan tertentu dengan mengatasnamakan kepentingan umum seperti yang dilakukan sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). ‘’Kalau kata filsuf Arab, Ibnu Aqil, politik itu bagaimana memperjuangkan kemaslahatan ummat,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, perpolitikan adalah wahana yang dibuat berbeda. Ada partai politik yang berbeda, pemilihan yang berbeda, mulai dari pemilihan kades, kepala daerah sampai pemilu ditingkat nasional. Namun tujuan yang ingin dicapai dari itu adalah untuk kepentingan umum. Ia juga menyinggung, menjelang pemilukada atau pemilihan umum ada kader yang loncat pagar, dari partai satu ke partai yang lain, dari yang merah ke yang putih dan dari putih ke merah, ia adalah hal yang biasa dalam politik dan itulah seni dari berpolitik. ‘’Yang penting kalau permainan politik sudah selesai maka kita menjembatani untuk bersatu perbedaan itu sehingga perbedaan yang sebelumnya kuat akan menjadi tawar demi kepentingan umum,” imbuhnya.

 

Bupati juga menyampaikan akan menyiapkan lahan untuk pembangunan youth center (pusat kepemudaan) KSB. Lahan itu berada di bundaran jalan baru yang akan dibangun menghubungkan simpang empat bundaran Hotel Grand Royal sampai ke Telaga Bertong. ‘’Nanti di jalan baru itu ada bundara di tengahnya, di salah satu pojok bundaran nanti kita siapkan lahan untuk pusat kepemudaan dan olahraga KSBm,” beber Bupati.

 

Ketua KNPI KSB, Trisman, S.T.M dalam sambutannya menyampaikan, sekolah politik pemuda ini digelar KNPI ini murni melihat keaktifan pemuda, terutama pemuda partai. Dimana, beberapa pemuda partai sering berkumpul dan berdiskusi di beberapa tempat di Kota Taliwang. KNPI melihat keaktifan pemuda partai ini pun sebagai modal regenerasi kader partai ke depan di KSB.

 

Trisman mengungkapkan, temuan KNPI tahun 2015 sampai 2016, jika dari 124.274 penduduk KSB, 22,9 persen diantaranya adalah pemuda. Dari angka itu, 17,2 persen diantaranya adalah pemuda angkatan kerja mulai 15-40 tahun dan memiliki pekerjaan. Sektor terbesar tempat pemuda bekerja adalah sosial dan jasa kemasyarakatan. Sementara 5,7 persen lainnya menganggur. ‘’Ini bukan hanya pekerjaan bagi pemerintah tetapi juga KNPI dan mudah-mudahan kedepan bisa diturunkan sampai di bawah 3 persen,” katanya.

 

Trisman juga mengungkapkan ada tiga kekurangan yang terdapat di KSB. Ia menyebutkan, pertama, pembangunan karakter yang belum merata. Kedua, kurang mandiri dan ketiga, kurangnya aksi atau kerjasama denan semua pihak atau stakeholders. Ia juga menambahkan, kekurangan di KSB untuk kepemudaan dan diharapkan dukungan pemerintah adalah sarana kepemudaan dan keolahragaan. Ia mencontohkan, Kota Mataram yang telah memiliki sarana kepemudaan terintegrasi dengan sarana olahraga. ‘’Kami juga ingin katakan, jika selama ini banyak pihak kegitan yang digelar KNPI terlaksana karena dukungan APBD KSB, tetapi kedepan KNPI akan mandiri. Dan ketua KNPI kedepan siap-siap harus mandiri agar tidak terpaku dengan anggaran dari APBD,” jelasnya.

 

 

Dalam sekolah politik pemuda yang bertema pemuda partai, kaderisasi dan pengabdian ini, sebagai pemateri pertama adalah anggota DPR RI asal Sumbawa, NTB, Dr. Zulkiflimansyah, SE., M.Sc. Kemudian dilanjutkan oleh mantan Bupati Sumbawa Barat, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, M.M. Serta tiga kepala daerah dari Pulau Lombok, yakni Walikota Mataram, H. Akhyar Abduh. Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaeli FT dan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan.(tim)

Wabup Apresiasi Kelurahan Dalam Wakili KSB Lomba Desa/Kelurahan

SAMBUTAN: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST memberikan sambutan ketika menerima tim penilai Lomba Desa/Kelurahan Terpadu Posyandu dan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 di kantor Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Sabtu (13/05/2017).

 

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST mengapresiasi Kelurahan Dalam mewakili kelurahan di Kabupaten Sumbawa Barat mengikuti lomba desa/kelurahan terpadu Posyandu dan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017. Apresiasi ini diberikan lantaran beberapa indikator penilaian lomba ini berjalan baik. Selain itu, Kelurahan Dalam memiliki program unggulan dibanding kelurahan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati saat memberikan sambutan menerima tim juri lomba desa/kelurahan terpadu Posyandu dan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi NTB, di kantor Kelurahan Dalam, Sabtu (13/05/2017). Acara ini dihadiri Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H. Ketua Tim Penggerak PKK KSB, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KSB, Neni Apriati Fud Syaifuddin, kepala Organisasi Perangkat Daerah dan tim juri lomba desa yang diketuai  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD & Dukcapil) NTB, H. Rusman, S.H., M.H.

Wakil Bupati mengungkapkan, Kelurahan Dalam sangat berbeda dengan enam kelurahan lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat bahkan dengan desa sekalipun. Perbedaan itu terlihat pada hari Kartini yang lalu. Dimana, hanya Kelurahan Dalam yang menggelar upacara peringatan hari Kartini. Kelurahan lain dan desa yang ada di KSB tidak melakukannya. ‘’Upacara itu inisiatif Kelurahan Dalam, kami tidak menggerakkan, kelurahan  lain dan desa-desa tidak melakukan. Apakah karena mau ikut lomba desa/kelurahan kami tidak tahu,” kata Wakli Bupati, Fud Syaifuddin, ST.

Wakil Bupati juga mengapresiasi Kelurahan Dalam karena perkembangannya. Dengan anggaran yang minim Kelurahan Dalam mampu menunukkan kinerja yang baik. Kelurahan ini juga mampu menjadi wakil KSB dalam lomba desa ini. Jikapun ada kelurahan di Kota Mataram yang menjadi juara, maka itu hal yang biasa, karena memang mereka sudah maju. Tetapi kelurahan di KSB yang juara, itu baru luar biasa. ‘’Anggaran kelurahan kami hanya Rp. 100 miliar. Jauh berbeda dengan desa yang paling sedikit Rp. 1 miliar. Namun kami melihat kelurahan lebih maju dibanding desa. Kalau ada desa yang kalah dalam lomba desa/kelurahan maka kepala desanya bodoh,” tegasnya.

Wakil Bupati menambahkan, Pemerintah Daerah memiliki program unggulan yakni Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Setiap peliuk, desa/kelurahan hingga kecamatan memiliki agen. Pemerintah Daerah pun melihat lurah hingga lingkungan sangat loyal dengan program ini dengan bersatu bersama agen dan masyarakat memberdayakan program gotong royong dalam setiap kegiatan.

Lurah Kelurahan Dalam, Hasdar Jafar, S.E dalam laporannya menyampaikan kondisi administrasi dari Kelurahan Dalam. Selain itu, Hasdar juga menyampaikanprogram unggulan Kelurahan Dalam yang dinamainya My Darling atau masyarakat sadar lingkungan. Program ini ingin mewujudkan masyarkaat yang beriman,, bertakwa, mandiri, berwawasan gotong rongyong. ‘’Program My Darling tidak konsen di masalah lingkungan, tapi jug sosial, ekonomi, budaya dan aspek kehidupan lainnya. Program ini juga terintegrasi dengan progrogram unggulan Bupati dan Wakil Bupati yakni PDPGR. Kami mengajak masyarakat karena masyarakat adalah ujung tombak pembangunan,” jelasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini, ungkap Hasdar, seperti jumat bersih, ronda malam, pengajian, yasinan, majelis ta’lim dan olahraga. Pemerintah kelurahan juga melaksanakan silaturrahmi sekali dalam tiga bulan ke masyarakat bertempat di rumah kepala lingkungan. Silaturrahmi ini untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. ‘’Tujuan dari program kami ini untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, bertakwa, bertanggung jawab akan lingkungan, sehat jasmani dan rohoni dengan terhindar dari pengaruh negatif dan berujung pada kesejahteraan,” tandasnya.

Sementara itu, ketua Tim Penilaian Lomba Desa terpadu Posyandu dan (P2WKSS) tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD & Dukcapil) NTB, H. Rusman, S.H., M.H, sependapat dengan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST. Dimana, kelurahan memang sepatutnya iri dengan desa yang anggaranya sangat besar. Namun desa juga harus iri karena dengan anggaran yang minim, kelurahan malah lebih maju. ‘’Saya melihat di kelurahan dalam ini semangatnya luar biasa. Mudah-mudahan kedepan pemerintah mengadopsi dana desa untuk kelurahan,” katanya.

H. Rusman juga mengapresiasi program My Darling yang membangun kerjasama yang baik antara pemerintahan kelurahan dengan masyarakat. Ia dan timnya pun akan mencari implementasi dari program ini. Apakah program ini diteluurkan karena mengikuti lomba atau sudah menjadi budaya dalam masyarakat. ‘’Saya juga mengapresiasi kegiatan pertemuan rutin antara pemerintah kelurahan dan jajarannya bersama masyarakat. Kegiatan semacam ini harus terus dilakukan guna membangun komunikasi dan kebersamaan,” imbuhnya.

 

Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H memberikan sambutan dalam rangka penilaian lomba Desa/Kelurahan Terpadu Posyandu dan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 di Desa Seran, Kecamatan Seteluk, Sabtu (13/05/2017).

Selain Kelurahna Dalam, untuk mewakili desa di Kabupaten Sumbawa Barat, Desa Seran juga mengikuti Lomba Desa/Kelurahan Terpadu Posyandu dan (P2WKSS). Di Desa Seran, Kecamatan Seteluk, tim penilai lomba ini disambut Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, Ketua Tim Penggerak PKK KSB, Ketua GOW KSB dan Kepala OPD lingkup Pemerintah KSB. Dalam lomba ini, yang menjadi indikator penilainnya adalah bidang pendidikan, bidang kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.(tim)

Wakil Bupati Motivasi Murid SD Hadapi UAS dan UBN

MOTIVASI: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST didampingi Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si, Kabid Dikdas Dispora KSB, Agus, S.Pd dan Kepala Sekolah SDN Telaga Baru (paling kiri) saat memotivasi murid SDN Telaga Baru menghadapi soal UAS dan UBN, Senin pagi (15/05/2017).

 

 

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST berkunjung ke sejumlah Sekolah Dasar di Kecamatan Taliwang. Kunjungan ini untuk memantau sekaligus memotivasi murid Sekolah Dasar yang tengah menghadapi Ujian Akhir Sekolah (US) dan Ujian Berstandar Nasional (UBN) Tahun 2017, Senin pagi (15/05/2017).

Berangkat dari kediaman dinasnya di Pendopo Buputi Sumbawa Barat, Wakil Bupati yang didampingi Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si, Kabid Dikdas Dispora KSB, Agus, S.Pd mengawali kunjungannya ke SDN Telaga Baru. Kepada murid SDN Telaga Baru yang berjibaku dengan soal ujian di dua ruang kelas, Wakil Bupati mengatakan, hari ini adalah hari penentuan untuk murid kelas enam. Apakah dengan keberhasilan menjawab soal ujian hari ini dan tiga hari kedepan anak-anak akan lulus dan bisa masuk ke SMP atau tidak.

Agar mendapat hasil yang diinginkan, yakni lulus, maka anak-anak harus serius menghadapi UAS dan UBN ini. Selain belajar, yang terpenting menghadapi ini adalah harus rajin sholat, berdoa dan dilanjutkan dengan mengaji. ‘’Tidak ada yang bisa bantu kalian, termasuk saya Wakil Bupati, yang bisa bantu kalian adalah Allah dan diri kalian. Caranya, kalian harus rajin sholat, berdoa dan mengaji serta fokus belajar,” kata Wakil Bupati.

Empat hari ke depan, lanjut Wakil Bupati kepada para murid agar tidak membuang waktu untuk bermain-main. Empat hari ke depan harus dimanfaatkan untuk belajar sungguh-sungguh dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. ‘’Jangan ada yang sok pinter, sok ganteng, sok cantik dan merasa diri akan lulus. Itu semua tidak menjamin. Temasuk yang merasa diri bodoh, jangan merasa diri begitu. Allah yang tentukan semua, nyawa kita dicabut Allah, saking kuasanya, apalagi sekedar membolak-balikkan soal dan pikiran kita, maka rajinlah sholat dan berdoa sama Allah,” imbuhnya.

Anak-anak kata Wakil Bupati agar sungguh-sungguh dalam menghadapi UAS dan UBN ini. Tunjukkan kepada orang tua yang telah banyak berkorban. Orang tua telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya agar anak-anak bisa bersekolah. ‘’Kalian minta tas, sepatu apa saja dikasi. Orang tua kalian tidak minta uang atau barang untuk membalas jasanya, tapi hanya dengan kalian taat, sungguh-sungguh belajar dan bisa lulus, maka orang tua kalian akan sangat bahagia,” jelasnya.

Hal senda juga disampaikan Wakil Bupati ketika memotivasi murid SD lainnya yang ia kunjungi. Seperti SDN 2 Taliwang yang merupakan tempan Wakil Bupati dahulu mengenyam pendidikan SD. Di sini, Wakil Bupati juga bertemu dua ibu guru semasa ia bersekolah di SDN 2 Taliwang, yakni ibu Ramlah dan ibu Maulia. Setelah memotivasi murid SDN 2 Taliwang, Wakil Bupati dan rombongan mengunjungi murid SDN 4 Taliwang. SD berikutnya yang dikunjungi Wakil Bupati dan rombongan adalah SDN 10 Taliwang, SDN 9 Taliwang dan SDN 7 Taliwang. Kunjungan di hari pertama pelaksanaan UAS dan UBN SD 2017 ini pun diakhiri di SDN 1 Taliwang.(tim)

 

 

 

Wakil Bupati Harapkan Basket Sumbang Prestasi untuk KSB

 

POSE BERSAMA: Wakl Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST (tengah berpeci, Red)  berpose bersama Ketua Koni KSB, Zaidul Bahri, SH (kanan), Kadispora KSB, Drs. Tajuddin, M.Si (baju biru), Ketua Umum Perbasi KSB, Masadi (kiri), dan pemain Mj Jereweh, tim bola basket Kecamatan Jereweh setelah membuka Gipsy Basket Ball Tournament 2017 se-Nusat Tenggara Barat di lapangan bola basket Perbasi KSB, Alun-Alun KSB, Sabtu malam (13/05/2017).

 

TALIWANG-Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST mengharapkan olahraga basket bisa menyumbang prestasi untuk Kabupaten Sumbawa Barat. ‘’Kalau sepak bola bisa (berprestasi) kenapa basket tidak bisa,” kata Wakil Bupati saat  membuka Gipsy Basket Ball Tournament 2017 se-Nusat Tenggara Barat di lapangan bola basket Perbasi KSB, Alun-Alun KSB, Sabtu malam (13/05/2017).

Lanjut Wakil Bupati, tahun 2018 mendatang Porprov (pekan olahraga provinsi) akan dilaksanakan. Diharapkan tim basket Kabupaten Sumbawa Barat dapat unjuk gigi dan mendulang prestasi untuk Kabupaten Sumbawa Barat.

Wakil Bupati mengaku dirinya sangat mensuport setiap tournament olahraga termasuk kejuaraan bola basket, karena kejuaraan-kejuaraan bidang olahraga menguatkan persatuan dan menghilangkan perbedaan. Tentunya, persatuan sangat diharapkan untuk pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat. ‘’Kita ingin dengan olahraga bisa menghadirkan kedamaian, sehingga dengan kedamaian kita bisa melakukan hal-hal yang besar untuk daerah kita,” imbuh Wakil Bupati dihadapan tim basket yang akan berlaka dan para penonton.

Pemerintah Daerah ingin mencoba mengembangkan olahraga yang sudah bermasayarakat. Olahraga itu sebut Wakil Bupati, seperti sepak bola, bola voli, bola takrau dan bola basket. Beberapa olahraga ini sangat diminati masyarakat dan tidak jarang mendulang prestasi bagi Kabupaten Sumbawa Barat. ‘’Kita ingin kembangkan olahraga itu, dan kita rencanakan akan membangun lapangannya masing-masing di komplek KTC (kemutar telu center/perkantoran lingkup pemerintah KSB, Red),” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati juga menyumbangkan hadiah tambahan untuk pemenang pertama hingga ketiga nantinya. Wakil Bupati akan menambahkan uang hadiah masing-masing Rp. 1 juta untuk juara 1, 2 dan juara. 3.

Ketua Umum Perbasi Kabupaten Sumbawa Barat, Masadi, S.E mengatakan, sebagai Ketua Umum Perbasi KSB yang baru, dirinya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin membawa olahraga basket sebagai olah raga yang mampu berbicara. Pembinaan akan dilakukan agar dapat mengukirkan prestasi untuk nama Sumbawa Barat.

Masadi, S.E yang juga anggota DPRD KSB ini mengharapkan kerjasama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KSB. Ia meminta agar Dikpora menginstruksikan setiap sekolah terutama SMP atau MTs agar memiliki tim bola basket. Ini penting agar generasi muda mengembangkan hobi dan bakatnya khususnya olahraga basket. Sehingga dari hobi tersebut bisa mengukir prestasi.

’Kami juga mengharapkan Pemerintah Daerah agar setiap arena bermain atau taman dibuatkan satu ring bola basket, agar anak-anak bisa menyalurkan minat dan bakatnya bermain basket, dan tentu untuk mengasah kemampuan anak-anak kita,” imbuh Masadi yang dilantik sebagai Ketua Umum Perbasi KSB sebelum kejuaraan bola basket se-NTB ini dibuka Wakil Bupati.

Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, Gipsi Basket Ball Tournament 2017 se-Nusat Tenggara Barat diikuti oleh 21 tim. Sebanyak 11 tim adalah tim bola basket dari Kabupaten Sumbawa Barat. Enam tim dari Kabupaten Sumbawa, satu tim dari Kabupaten Dompu. Kemudian yang mewakili Pulau Lombok adalah satu tim dari Kabupaten Lombok Timur dan dua tim dari Kota Mataram. ‘’Sebagai pembuka, yang akan bertanding adalah tim tuan rumah KSB yakni tim dari Kecamatan Jereweh melawan tim dari Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Gipsy Basket Ball Tournament 2017 ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Mei hingga 22 Mei mendatang. Panitia juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang mensuport penuh tournament Basket Ball tahun 2017 ini.(tim)

 

 

Bupati Ikut Donorkan Darah

DONOR: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M saat mendonorkan darahnya di stand donor darah Komisariat PPNI KSB dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional di samping kantor Bupati Gedung Graha Fitrah, Jumat (12/05/2017).

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengikuti donor darah yang digelar Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumbawa Barat pada Komisariat RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat pagi (12/05/2017).

 

Kegiatan Donor darah yang dilaksanakan Komisariat PPNI KSB ini dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional yang jatuh setia tanggal 12 di bulan Mei. Stand donor daerah yang berada di samping kantor Bupati Gedung Graha Fitrah ini menggerakkan Bupati untuk ikut mendonorkan darahnya. Bupati pun menjadi pendonor urutan ke-25 dari kegiatan donor darah ini. Selain Bupati, sejumlah Aparatur Sipil Negara, Anggota Satpol PP KSB hingga wartawan pun ikut menyumbangkan darahnya.

 

Saat berbincang dengan pengurus Komisariat PPNI KSB dan perawat yang melayani donor darah, Bupati menceritakan pengalamannya memulai mendonorkan darahnya. Ia menceritakan, dahulu dirinya saat tidur sering merasakan seperti orang yang ditindih, tidak bisa bergerak hanya bisa bernafas. Karena penasaran, Bupati saat itu pun menkonsultasikan kejadian yang dialaminya beberapa kali saat tidur itu ke dokter. Dokter pun menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena pengaruh kontak daerah. ‘’Saat itu dokter bilang, solusinya sering-sering donorkan daerah agar darah menjadi lancar,” kata Bupati.

 

Momen kedatangan Bupati untuk mendonorkan darahnya pun dimanfaatkan oleh para perawat. Para perawat yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat ini pun berfoto bersama dengan Bupati.(tim)

 

 

 

 

Bupati Resmikan PAUD HI/BKB HI Pariri

RESMIKAN: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, (kanan)  dan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD & Dikmas) Provinsi NTB, Drs. Eko Sumardi, M.Pd (kiri) menggunting pita tanda peresmian PAUD HI/BKB HI Pariri, Jumat pagi (12/05/2017).

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, perwakilan Dirjen Kementerian Pendidikan Nasional dan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD & Dikmas) Provinsi NTB, Drs. Eko Sumardi, M.Pd meresmikan PAUD HI/BKB HI Pariri, Jumat pagi (12/05/2017).

 

Usai melaksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017, Bupati Sumbawa Barat, perwakilan Dirjen Kementerian Pendidikan Nasional dan Kepala BP PAUD Provinsi NTB meresmikan PAUD HI/BKM HI Pariri. Istri Bupati yang juga Ketua Penggerak PKK KSB, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, Isteri Wakil Bupati yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KSB, Neni Apriati Fud. Syaifuddin, ST turut mengikuti peresmian. Hadir pula Wakil Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma’ruf, S.Pd.I., M.M, Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H, para asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah.

 

PAUD HI/BKB HI Pariri berada di depan Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Lokasi PAUD ini dahulunya adalah rumah dinas dokter RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat. Karena tidak digunakan oleh para dokter, rumah dinas ini pun dimanfaatkan menjadi PAUD HI/BKB HI Pariri. Pembangunan PAUD HI/BKB HI Pariri ini sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk membangun PAUD di Kabupaten Sumbawa Barat baik secara kuantitas maupun kualitas.(tim)

 

 

 

 

Bupati: Hardiknas Moment Perbaikan Citra dan Kinerja Pendidikan

PERBAIKI: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M sebagai inspektur upacara Hardiknas 2017 memberikan sambutan mengajak tenaga pendidik di KSB memperbaiki citra dan kinerja pendidikan untuk pendidikan berkualitas di KSB pada moment hardiknas 2017 di lapangan Graha Fitrah, Jumat (12/05/2017).

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menekankan hari pendidikan nasional (Hardiknas) Tahun 2017 sebagai moment perbaikan citra dan kinerja pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Hardiknas Tahun  2017 adalah moment terbaik untuk para insan pendidikan terutama tenaga pendidik. Tema Hardiknas tahun ini adalah Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas menjadi titik awal dalam perbaikan kinerja semua pihak memberbaiki pendidikan khususnya di Sumbawa Barat. ‘’Pembangunan karakter adalah pondasi utama membangun pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat, mulai dari pendidikan formal yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkatan selanjutnya,” kata Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M saat memberikan sambutan dalam upacara Hardiknas Tahun  2017 di lapangan Graha Fitrah, Jumat (12/05/ 2017).

 

Upacara menyambut Hardiknas Tahun  2017 di Kabupaten Sumbawa Barat dihadiri perwakilan dari Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarkaat Provinsi NTB, Drs. Eko Sumardi, M.Pd, Wakil Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma’ruf, S.Pd.I., M.M, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP. Andy Hermawan, S.IK, Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H dan jajaran Kepala organisasi Kepala Daerah hingga camat se-Kabupaten Sumbawa Barat

 

Bupati mengatakan, kegiatan sebelum acara (penandatangan komitmen penuntasan wajib belajar PAUD usia 4-6 tahun. Pelepasan peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP dan Olimpiade Olahraga Seni Nasional. Penandatangan peresmian PAUD, pemberian beasiswa kepada siswa, penghargaan kepada guru SD dan PAUD) merupakan bentuk pendidikan. Para pendidik pun diharapkan untuk semakin semangat meningkatkan kualitas pendidikan KSB sesuai karakter bangsa agar generasi muda KSB menjadi manusia yang berkualitas.

 

Untuk peningkatan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat, di moment ini seluruh Camat se-Kabupaten Sumbawa Barat menandatangani komitmen bersama menuntaskan wajib belajar PAUD usia 4-6 tahun di Kabupaten Sumbawa Barat.  Peningkatan kualitas pendidikan dari PAUD ini bukan hanya tugas pemerintah pusat dan daerah, tetapi hingga pemerintah desa.

 

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga juga tahun ini harus menuntaskan Standar Pelayanan Minimal (SPM) mulai dari tingkat pendidikan  dasar hingga pendidikan menengah pertama. Selain itu, untuk tahun 2018 mendatang

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat harus bisa melengkapi sarana dan prasarana PAUD hingga tuntas 100 persen. ‘’Kami juga mengharapkan dukungan DPRD KSB dalam mensuport anggaran agar SPM bisa tercapai dan kelengkapan PAUD tahun depan bisa tuntas,” ujar Bupati.(tim)

 

 

 

Kepala BKKBN Ajak Masyarakat Revolusi Mental

KULIAH UMUM: Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.d saat memberikan kuliah umum Revolusi Mental Sebagai Dasar Memperkuat Karakter Bangsa Melalui Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Membangun Keluarga Guna Mewujudkan Generasi Muda yang Cerdas dan Berkualitas di Ponpes Himmatul Ummah, Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kamis (11/05/2017).

 

TALIWANG-Kepala BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana) Republik Indonesia, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D, mengajak revolusi mental. Ajakan ini dilontarkan Dr. Surya Chandra Surapaty saat mengisi kuliah umum yang mengangkat judul Revolusi Mental Sebagai Dasar Memperkuat Karakter Bangsa Melalui Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Membangun Keluarga Guna Mewujudkan Generasi Muda yang Cerda dan Berkualitas. Kuliah umum ini dilaksanakan di Ponpes Himmatul Ummah, Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kamis (11/05/2017).

Dalam kuliah umumnya, Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty menjelaskan, program revolusi mental yang sesungguhnya lahir dari Bung Karno dan saat ini kembali dihidupkan Presiden Republik Indones, Joko Widodo adalah untuk menjawab persoalan kependudukan Indonesia yang kuantitasnya tinggi namun kualitasnya rendah. Dengan gerakan revolusi mental ini, presiden ingin mendongkrak dua aspek peningkatan kualitas manusia Indonesia, yakni kompetitif dan karakter. ‘’Usia pendidikan kita hanya 7,8 tahun masih kalah dengan tetangga sebelah, maka tentu manusia kita kurang kompetitif. Sifat manusioa kita lemah, kurang kerjasama, munafi, tidak bertanggung jawab, masal, boros, feodal, etos kerja rendah, ini karakter yang tidak baik,” jelasnya.

Karenanya, untuk melahirkan manusia yang berkualitas di Indonesia, maka yang pertama merencanakan dengan baik. Pertama, menikah di usia matang minimal berusia 21 tahun bagi wanita dan usia 25 tahun bagi pria. Kemudian setelah menikah melanjutkan merencanakan jumlah keluarga, yakni dua anak cukup. Pembentukan karakter atau pendidikan anak mulai dari dalam rahim. Ibu membentuk karakter anak dalam 1.000 hari masa kehidupan anak. Pada saat hamil selama 270 hari dengan memberikan sentukan psikologi, memperdengarkan bacaan al-quran atau kitab lainya, musik klasik dan lainnya.

Dilanjutkan masa menyusui selama 730 hari. Memberikan asi eksklusif enam bulan atau tanpa makanan pendamping dan memberikan hak anak menyusui selama dua tahun. ‘’Nikah dini banyak resiko, kangker serviks, kualitas anak nanti kurang. Tapi kalu sudah ideal dan memprogramkan dua anak cukup dan memberikan perhatian lebih dalam 1.000 hari untuk anak mulai dalam rahim sampai menyususi itu, di situlah pembentukan karakter dan otak anak anak dibentuk sehingga menjadi anak yang berkualitas,” bebernya.

Dr. Surya mengajak keluarga di Sumbawa Barat mengatur jarak kelahiran mulai tiga sampai 5 tahun. Jangan sampai anak yang baru lahir tiga atau empat bulan kemudian hamil lagi. Maka ibu yang mempraktikkan hal tersebut produksi air susunya terhenti dan ia telah mengehentikan hak anaknya untuk mendapatkan asi selama dua tahun. Maka dari itu, komunikasi segitiga sangat dibutuhkan. Komunikasi dengan tuhan, komunikasi dengan keluarga dan komunikasi dengan lingkungan. Dengan perencanaan yang baik seperti itu maka akan terlahir generasi yang terpenuhi agamanya, kasih sayangnya, cinta kasihnya, ekonominya karena diasih, diasuh dan diasah dengan baik oleh orang tuanya. ‘’Kami juga mengajak untuk mengkampanyekan Genre (generasi berencana) yakni tiga gerakan, pertama katakan tidak pada sex sebelum menikah. Kedua katakan tidak menikah pada usia anak. Ketiga katakan tidak pada narkoba,” imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Himmatul Ummah, KH. Syamsul Ismain, Lc dalam sambutanya sebagai tuan rumah kuliah umum Kepala BKKBN RI mengatakan, keluarga sejahtera bukan saja idaman manusia tetapi idaman Allah. Hal ini tercantumm dalam Surat An-Nisa ayat 9 yang artinya Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. ‘’Dari program KB dilahirkan sampai sekarang, manusia hanya berencana dan hanya Allah yang menentukan,” jelasnya.

KH. Syamsul sangat mendukung program BKKBN untuk peningkatan kualitas manusia Indonesia dengan melawan penjajah. Penjajah yang kini harus dilawan bukanlah manusia atau secara fisik. Namun penjajah yang bahaya untuk dilawan bersama-sama untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berkualitas adalah narkoba, prostitusi, judi togel dan penyakit masyarakat lainnya. ‘’Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah. KSB dengan semangat Ikhlas Jujur Sungguh-sungguh bergotong royong untuk mensukseskan program kependudukan agar tampil beda dan luar biasa,” katanya.(tim)

 

 

BKKBN Canangkan Lingkungan Temempang, Bugis Jadi Kampung KB

CANANGKAN: Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.d didampingi Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, L. Makripuddin, Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, Neni Apriati Fud Syifuddin dan pejabat lainnya saat memukul gong pencanangan Lingkungan Temempang Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang sebagai Kampung KB, Kamis (11/05/2017).

 

TALIWANG-Lingkungan Temempang, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang dicanangkan sebagai Kampung KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten Sumbawa Barat. Pencanangan Lingkungan Temempang sebagai Kampung KB ke-93 di NTB dan pertama di KSB ini langsung dicanangkan oleh Kepala BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana) Republik Indonesia, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D, dengan pemukulan gong di Mts NW Temempang, Kelurahan Bugis, Kamis (11/05/2017).

Dicanangkannya Lingkungan Temempang sebagai Kampung KB karena lingkungan ini memiliki kriteria sebagai Kampung KB, yakni lingkungan padat penduduk. Dan secara umum Kelurahan Bugis adalah Kelurahan dengan populasi penduduk paling  pada di Kecamatan Taliwang.

Kepala BKKBN pusat, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D dalam sambutannya mengatakan, tujuan pencanangan Kampung KB tidak hanya untuk mensukseskan program KB, seperti 2 anak cukup, dan pemakaian kontrasepsi, namun lebih dari itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang menjadi sasaran pembentukan kampung KB. ‘’Indonesia punya bonus demografi dengan meledaknya jumlah penduduk, yakni jumlah angkatan kerja yang berumur 15 tahun sampai 64 tahun yang banyak,” kata Dr. Surya.

Tingginya angkatan kerja ini jelas mantan anggota DPR RI ini bisa menjadi anugerah dan bisa juga menjadi musibah. Bisa menjadi anugerah ketika manusianya berkualitas. Sementara bisa menjadi musibah ketika terjadi bencana kependudukan dengan jumlah yang sangat tinggi dan diikuti masalah sosial, seperti kemiskinan, penanggguran, kriminalitas dan masalah sosial dan ekonomi yang tinggi lainnya.

Karenanya, Dr. Surya mengajak masyarakat untuk berubah. Yang sudah bekelurga untuk memprogramkan dua anak cukup. Sementara generasi emas untuk melakukan rencana yang matang dengan menikah minimal umur 21 tahun bagi wanita dan umur 25 tahun bagi pria. Dengan program dua anak, maka perhatian kepada keduanya lebih baik, baik perhatian cinta kasihnya, perhatian agamanya, pendidikannya dan lainnya. ‘’Kalau semua kebutuhan terpenuhi maka keluarga akan menjadi berkualitas. Dari pada banyak anak maka banyak kebutuhan yang mungkin tidak bisa dipenuhi sehingga kuantitas saja yang tinggi namun kualitas keluarga rendah,”

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Syaifuddin, M.M yang membuka pencanganan Kampung KB di Lingkungan Temempang Kelurahan Bugis dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah KSB sangat mendukung program kependudukan demi peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat. Pemerintah KSB pun telah menjalankan program pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang didalamnya terhdap berbagai program pula. Bupati menyebutkan mulai dari program jambanisasi, program bedah rumah dan lainnya. ‘’Semuanya terangkum dalam PDPGR (Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong) dan dilaksanakan dengan semangat IJS (Ikhlas Jujur Sungung-sungguh,” ungkap Bupati.

 

Bupati juga menyampaikan PDPGR dibantu oleh agen PDPGR yang ada mulai dari peliuk, desa/kelurahan hingga di ke atas. Tentunya diharapkan agen PDPGR juga bisa membantu BKKBN dalam mengawal program utamanya yakni mengajak setiap keluarga di masing-masing peliuk melaksanakn program KB. Mengajak mengatur jarak kelahiran dan meningkatkan kualitas keluarga dengan memenuhi berbagai kebutuhan, mulai ekonomi,  pendidikan dan lainnya.(tim)

Wabup Terima dan Bareti Bintara Baru Polres Sumbawa Barat

BARETI: Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST didampingi Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.IK memasang baret kepada enam Bintara baru warga Polres Sumbawa Barat sekaligus warga baru Kabupaten Sumbawa Barat di lapangan Graha Fitrah, Rabu sore (10/05/2017).

 

TALIWANG-Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST menerima dan membareti bintara remaja warga baru Polres Sumbawa Barat.

Penerimaan warga baru Polres Sumbawa Barat yang dirangkaikan dengan pembaretan Bintara remaja Penddiikan dan Pembentukan (Diktup) Polri Thun 2017 ini dilaksanakan di lapangan Graha Fitrah Rabu sore (10/05/2017).  Wakil Bupati selakuk inspektur upacara terlebih dahulu menyiramkan air kembang kepada enam Bintara baru yang akan bertugas di wilayah Polres Sumbawa Barat dan dilanjutkan pemasangan baret. Hadir dalam upacara ini, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, Plt. Kasatpol PP Sumbawa Barat, Agus Hadnan, S.Pd beserta Kepala Bidang dan Kepala Seksi, Danramil 1607/05 Taliwang, Kapten Agus, SH.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST selaku inspektur upacara penerimaan Bintara mengawali sambutannya menyampaikan salam Kapolda NTB kepada Kapolres dan seluruh anggota Polri di KSB, jika Kapolda menitipkan Bintara baru yang diharapkan bisa menjadi keluarga yang baik di Kabupaten Sumbawa Barat. Bisa mengayomi dengan baik masyarakat Sumbawa Barat khususnya dan warga Indonesia umumnya.

Sebagai pimpinan daerah, lanjut Wakil Bupati, frofesi bisa saja berbeda-beda, ada yang menjadi Aparatur Sipil Negara, TNI, anggota Polri dan lainnya. Tugas sebagai abdi negara harus sama di tanah ini untuk menjaga kemanan dan mengayomi masyarakat demi mewujudkan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat. ‘’Kami rakyat KSB welcome (selamat datang), terbuka dan mari kita menjadi sahabat, keluarga dan bermasyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat,” imbuhnya.

Wakil Bupati juga meminta, Polri tidak boleh bekerja dan tidak mungkin bekerja sendiri. Sinergi harus tetap dibangun untuk bersama menjaga keamanan dan kenyamanan. Kedua, bersama pemerintah daerah dan unsur TNI dan lainnya bersama mendukung pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat. Serta yang ketiga, Pemerintah Sumbawa Barat membutuhkan kontribusi dari Polri untuk memberi pendidikan atau mensosialisasikan kepada masyarakat apa yang menjadi hak dan kewajibannya.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.IK dalam sambutannya mengatakan, bintara yang mengikuti upacara ini adalah bintara angkatan 2016 sebanyak 30 orang. Sementara Bintara remaja angkatan 2017 yang hari ini akan menjadi warga baru Kabupaten Sumbawa Barat adalah enam orang. ‘’Upacara penerimaan ini filosofinya, bintara memiliki tekad yang bersih ditunjang fisik yang prima menempuh jalan karir yang panjang sebagai abdi negara dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, sebagai penjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dan sebagai penegak hukum,” sebutnya.

 

Dalam upacara penerimaan Bintara baru ini, unsur lain seperti TNI dan Satpol PP juga hadir, ini menandakan Polri tidak bisa bekerja sendiri. Namun bekerja bersama-sama rekan lainnya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Penerimaan sebagai warga Kabupaten Sumbawa Barat oleh Wakil Bupati ini menjadi cambuk agar para Bintara menjadi warga yang memberi tauladan. Dan sebagai anggota Polri harus memberi contoh yang lebih baik lagi. ‘’Semoga ini juga meningkatkan minat warga KSB menjadi anggota Polri dan ke depan aggota Polri di KSB terus bertambah untuk bersama masyarakat menjaga Kamtibmas guna mendukung pembangunan di KSB,” ucapnya.(tim)

Wakil Bupati Minta Desa Membuka Penuh Kran Informasi

TERBUKA: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST meminta Pemerintahan Desa membuka penuh kran informasi kepada publik saat membuka Workshop Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik bagi Pejabat Pegelola Informasi Daerah (PPID) Desa se-KSB yang digelar Komisi Informasi Publik Provinsi NTB bertempat  di Ruang Sidang II Sekretariat Daerah KSB, Rabu pagi (10/05/2017).

 

 

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST meminta seluruh desa se-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuka penuh keran informasi kepada publik. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan sekaligus membuka Workshop Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik bagi Pejabat Pegelola Informasi Daerah (PPID) Desa se-KSB yang digelar Komisi Informasi Publik Provinsi Nusa Tenggara Barat bertempat  di Ruang Sidang II Sekretariat Daerah KSB, Rabu pagi (10/05/2017).

 

Wakil Bupati mengatakan, desa kini menjadi daerah otonom yang sesungguhnya pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam aturan itu, desa diberi kewenangan sendiri mengelola wilayahnya. Kewenangan itu pun didukung juga dengan anggaran yang besar, baik dari dana desa yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) yang disediakan Pemerintah Daerah.

 

Anggaran yang begitu besar bagi setiap desa yang angkanya di atas Rp. 1 miliar ini pun harus dikelola dengan profesional oleh Kepala Desa dan perangkatnya. Bukan sekedar itu, pemerintah desa juga harus transparan atau membuka informasi seluas-luasnya dalam menjalankan kewenangan dan pengelolaan anggaran yang ada.; ‘’Hati-hati, uang untuk desa itu uang rakyat, harus dikelola dengan baik dan terbuka. Sampaikan kepada publik atau masyarakat,” kata Wakil Bupati.

 

Fud Syaifuddin, ST menerangkan, Sekretaris Desa selaku Ketua PPID di desa adalah pengelola administrasi sekaligus informasi di Pemerintahan Desa. Sekretaris Desa pun harus berkerja dengan menguasai administrasi, mengelola dengan efisien, kemudian transparan dan bertanggung jawab. ‘’Kita sama, Bupati dan Wakil Bupati sama Kepala Desa sama-sama mengelola anggaran, hanya besarannya yang berbeda. Namun kita akan diperiksa pemeriksa yang sama yakni (BPK) Badan Pemeriksa Keuangan. Kami saja kelimpungan mengelola, apalagi desa yang memiliki tenaga yang kurang dan pengetahuan yang terbatas, maka harus hati-hati, dan juga harus terbuka. Ada yang lewat baliho atau media massa mengumumkan penggunaan anggarannya itu sudah bagus, itu bentuk keterbukaan informasi,” imbuhnya.

 

Wakil Bupati juga mengungkapkan, Bupati dan Wakil Bupati sangat care dengan keterbukaan informasi. Selain inovasi membuka keran informasi melalui kegiatan forum yasinan sebagai wadah mendengar keluhan masyarakat. Bupati juga berkesempatan berkeliling Kabupaten Sumbawa Barat untuk melaksanakan sholat subuh secara berjamaah. ‘’Kalau forum yasinan, masyarakar yang datang dan kita dengar informasinya. Sementara safari sholat subuh pak Bupati menemui masyarakat untuk mendengar keluhan, saran dan lainnya sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat,” bebernya.

 

Wakil Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi NTB, Najamudin, S.Sos., M.M mengatakan, KSB adalah satu-satunya daerah di NTB yang progresif dalam keterbukaan informasi publik dan inovasi dalam pembangunan daerah. Bukti progresif dan inovasi yang dilakukan Pemerintah KSB adalah dengan membuka keran informasi yang luas bagi masyarakat. Termasuk inovasi membuat forum yasinan yang memberi ruang untuk masyarakat menyuarakan aspirasi, keluhan dan masukannya kepada Pemerintah Daerah. ‘’Inovasi ini yang kemudian KIP NTB memberikan penghargaan kepada Pemerintah KSB sehingga menjadi juara kedua dalam keterbukaan informasi di NTB tahun 2016 lalu,” katanya.

 

KIP NTB lanjutnya, dalam menilai keterbukaan informasi tidak text book atau sesuai indikator yang telah ditentukan. Namun yang juga dinilai adalah inovasi yang dilakukan kepala daerah. Karenanya, Pemerintah Desa ke depan diharapkan bisa menerapkan seperti apa yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat. Informasi harus disampaikan kepada masyarakat dan juga bisa berinovasi dalam memberikan informasi.

 

Kewajiban Pemerintah Desa membuka informasi apalagi setelah desa diberikan kewenangan yang luas dan anggaran begitu besar yang diatur Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa semakin menguatkan Pemerintah Desa untuk semakin membuka keran inforasi dalam menjalankan kewenangan dan pengelolaan keuangan desa. Keterbukaan informasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 adalah kewajiban bagi pemerintah dan badan publik untk membuka inforasi. ‘’Di atur juga dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2017 bahwa Pengelolaan dan Pelayanan Informasi sampai ke tingkat desa,” terangnya.

 

 

Dalam Workshop ini, seluruh Sekretaris Desa se- KSB nyang menjadi peserta dibekali materi pengelolaan dan pelayanan informasi, kelembagaan dan penyelesaian sengketa informasi. Materi kelembagaan di sajikan oleh Komisioner KIP NTB, Drs. M. Zaini. Sementara materi penyelesaian sengketa informasi disampaikan Komisioner KIP NTB Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, L. Ahmad Busairi.(tim)