Usai Upacara Penurunan Bendera, Bupati Serukan Kerja Bersama

 

 

TALIWANG-Tepat pukul 17.00 Wita, Kamis sore (17/08/2017), upacara penurunan bendera memperingati HUT RI Ke-72 di Lapangan Graha Fitrah digelar.

 

Upacara penurunan bendera sang saka merah putih ini kembali dipimpin oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M. Hadir pula istri Bupati, Ibu Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt. Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T beserta istri, Ibu Neni Apriati Fud Syaifuddin. Pimpinan DPRD KSB, angota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Bertindak sebagai komandan upacara pada penurunan bendera ini adalah Iptu. Meivito Bayu Wicaksono, S.I.K. Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 2013 yang lahir tahun 1992 ini saat ini menjabat sebagai Kapolsek Seteluk.

 

Sementara anggota Paskibraka yang bertugas pada upacara penurunan bendera ini adalah Dhea Marisa Rastafani. Siswi SMAN 2 Taliwang ini diamanatkan sebagai pembawa bendera merah putih. Sebagai pengerek bendera adalah Jaswandi siswa SMAN 1 Brang Rea, Khaerurrozikin siswa SMAN 2 Taliwang dan M. Adriyan siswa SMAN 1 Seteluk. 

 

 

Usai upacara penurunan bendera, sebelum meninggalkan podium kehormatan, Bupati memberikan semangat kepada peserta dan para undangan upacara penurunan bendera ini. Bupati dengan lantang menyerukan untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan dengan kerja bersama membangun daerah, bekerja gotong royong, bekerja dengan IJS (Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh). ‘’Merdeka, Merdeka, Merdeka,” tutup Bupati sambil mengepal dan mengangkat tangan kanannya.(Humas)

Masyarakat KSB Gelar Do’a Kebangsaan

 

 

TALIWANG-Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Do'a Kebangsaan.  Do'a Kebangsaan ini digelar dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72.

 

Doa kebangsaan ini digelar di Masjid Agung Darussalam Komplek KTC usai sholat ashar berjamaah,  Kamis sore (17/08/2017). Do'a Kebangsaan ini mengangkat tema "Melalaui Do'a Kebangsaan Kita Kuatkan Persatuan dan Kesatuan,  NKRI Harga Mati". Peserta Do'a Kebangsaan mulai dari Bupati,  Wakil Bupati, unsur Forkopimda KSB,  Pejabat Lingkup Pemda KSB,  ASN,  anggota TNI,  anggota Polri,  warga sampai pelajar mengikatkan pita merah putih di kopiah atau kepala mereka. 

 

Do'a Kebangsaan ini diawali dengan Khataman (menamatkan) Al Qur'an bersama. Surat pertama surat Al Fatihah membuka khataman yang dibacakan pelajar dan dipimpin Imam besar masjid Agung Darussalam ini.  Selanjutnya para penghatam melanjutkan ke surat ke 93 surat Ad-Duha sampai surat terakhir surat ke 114 surat An-Nas. Doa Kebangsaan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat,  KH. Syamsul Ismain,  LC. 

 

Sambutan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantiyo yang dibacakan oleh Dandim 1607/Sumbawa,  Letkol ARM. Sumanto, S.Sos mengatakan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan bangsa, yang telah meneteskan darah dan airmata. Mengorbankan jiwa, raga dan harta benda. Karenanya, sebagai generasi penerus perjuangan. Sudah sepatutnya, generasi bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam balutan persatuan dan kesatuan.

 

Kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat dari Allah SWT serta dorongan luhur bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dan termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi ‘’Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Dengan dorong keinginan luhur, maka bangsa Indonesi menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. ‘’Maka hari ini kita bersama memohon rahmat dari Allah dan dorongon luhur segenap bangsa Indonesia untuk menjaga negara Indonesia. Bangsa Indonesia, kiyai, pendeta, biksu, ulama, santri dan seluruh elemen bangsa mengharap ridho Allah untuk menjaga NKRI dari pihak yang ingin menghancurkannya. Menjaga empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, do’a kebangsaan ini baru pertama kali digelar dalam memperingati HUT RI. Do’a penting, karena bangsa Indonesia tengah dilanda krisis dan terkikisnya rasa cinta tanah air. Do’a ini untuk mengingatkan kembali konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk dihayati, dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Empat pilar kebangsaan dan bernegara itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggula Ika. ‘’Empat pilar ini harus kita jaga dan amalkan untuk menjaga persatuan dalam perbedaan yang tetap selalu ada,” kata Bupati.

 

Do’a bersama ini harus dijadikan sebagai moment untuk menyatukan, merajut perbedaan. Menghidupkan rasa toleransi, kebersamaan dan tolong menolong. Terlebih tema HUT RI ke-72 ini adalah Indonesia Kerja Bersama. Tema ini sejalan dengan semangat pembangunan kita di KSB yakni gotong royong. ‘’Mudah-mudahan kita terus menjaga perbedaan. Kita bersama, berperan aktif semua dalam membangun daerah dan negara. Mudah mudahan Allah selalu menyertai kita semua,” imbuh Bupati.(Humas)

 

 

 Upacara HUT RI Ke-72 di KSB Berlangsung Khidmat

 

 TALIWANG-Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia  ke-72 di Kabupaten Sumbawa Barat yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M di Lapangan Graha Fitrah, Taliwang, Kamis (17/08/2017) berlangsung khidmat.

 

Hadir dalam upacara tahunan ini, istri Bupati Sumbawa Barat, Ibu Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt. Wakil Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T beserta istri, Ibu Neni Apriati Fud Syaifuddin. Ketua DPRD KSB, M. Nasir, S.T., M.M beserta Istri, para Wakil Ketua DPRD KSB. Plh. Sekda KSB, Dr. Ir Amry Rakhman, M.Si Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.I.K beserta istri. Dandim 1607/Sumbawa, Letkol ARM Sumanto, S.Sos, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Camat, Lurah dan tamu undangan lainnya.

 

Upacara yang dimulai pukul 10.00 Wita ini diawali dengan mendengar suara sirine selama 60 detik. Upacara dilanjutkan dengan pembancaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD KSB, M. Nasir, S.T., M.M dan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara, Bupati Sumbawa Barat.

 

Komandan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke -72 di KSB tahun 2017 ini adalah Kapten Inf. Nawari. Kapten Nawari saat ini menjabat Komandan Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Sekongkang. 

 

Pembawa bendera merah putih pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 di KSB tahun 2017 ini adalah Septian, siswi SMAN 1 Seteluk. Sedangkan M, Zulfikar, siswa SM 1 Taliwang dipercaya sebagai pembentang bendera. Sementara Gunawan Sugiharto, siswa SMA 1 Sekongkang dan Septia Yopansyah, Siswa SMK Brang Ene bertugas mengerek bendera merah putih. Para petugas ini merupakan anggota Paskibraka KSB 2017 yang dilatih sejak 4 Agustus lalu. Mereka dikukuhkan oleh Bupati Sumbawa Barat, Rabu malam 16 Agustus.

 

Upacara peringatan detik-detik proklamasi pun di tutup dengan pembacaan do’a. Pembacaan do’a dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. H. Syarifuddin, M.M.

 

Sebelum upacara peringatan detik-detik proklamsi ini, ditampilkan aksi teatrikal kolosal dari ratusan siswa siswa SLTP dan SMA sederajat di Kecamatan Taliwang. Peserta aksi teatrikal ini dibina oleh anggota TNI Koramil 1607-05 Taliwang. Dalam aksinya, pelajar mengenakan berbagai macam kostum, seperti kostum TNI, Polri dan lainnya ini mempertunjukkan teatrikal berjudul Janur Kuning yang menceritakan aksi heroik bangsa Indonesia melawan penjajah.(Humas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Kukuhkan Paskibraka KSB

  

TALIWANG-Bertempat di Lobi Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengukuhkan 34 pasukan pengibar bendera pusaka ( Paskibraka) Kabupaten Sumbawa Barat 2017, Rabu malam (16/08/2017).

Upacara pengukuhan Paskibraka yang akan bertugas pada upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 RI di Lapangan Graha Fitrah pada 17 Agustus 2017 ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mengheningkan cipta dan pengucapan pengantar pengukuhan oleh para anggota Paskibraka serta ditutup dengan lagu Padamu Negeri.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Paskibraka oleh Bupati Sumbawa Barat. "Dengan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan taufiknya,  maka pada hari ini,  Rabu tanggal 16 Agustus 2017 saya Bupati Sumbawa Barat, dengan reami mengukuhkan saudara-saudara sebagai pasukan pengibar dan penurun bendera merah putih dalam rangka Hari Ulang Tahun Proklamsai Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72 tanggal 17 Agustus 2017 di Kabupaten Sumbawa Barat. Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT bersama kita," kata Bupati membaca naskah pengukuhan.

Usai pengukuhan, Bupati menyematkan lencana dan kendit Paskibraka secara simbolis. Para anggota Paskibraka pun kemudian mendapat ucapan selamat dari Bupati beserta istri, Wakil Bupati beserta istri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, anggota Paskibraka KSB ini adalah putra putri, pemuda pilihan di KSB. Anggota Paskibraka telah menjalani proses latihan pada pemusatan pelatihan calon anggota Paskibraka KSB 2017. Namun malam ini, bukan lagi menjadi calon, melainkan anggota Paskibraka.

Latihan yang dijalani merupakan proses membentuk dan menempa karakter. Bukan sekedar baris berbaris, mengibar dan menurunkan bendera. Namun lebih dari itu latihan tersebut merupakan upaya untuk mengobarkan jiwa cinta tanah air, jiwa patriotisme, jiwa yang saat ini terkikir apalagi di kalangan generasi muda. ‘’Latihan yang kalian jalani adalah proses agar kalian menjadi manusia yang baru seperti yang diungkapkan proklamator Bung Karno tahun 1957 silam, yakni menjadi manusia berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala,” ungkap Bupati.

Kepada anggota Paskibaraka, Bupati menasehati untuk tidak mengabaikan kebaikan. Harus terus melakukan kebaikan dalam kehidupan, meski kebaikan yang kecil. Melakukan kebaikan ke sesama, ke kanan dan ke kiri, ke seisi alam ini. Jika berbuat baik terus dilakukan, maka Allah akan terus memberikan rahmatnya. ‘’Kalian juga harus menjaga diri, katakan tidak pada narkoba, tidak berbuat yang tidak baik. Sekali kalian terjerumus pada hal itu, maka tamat masa depan kalian,” imbuhnya.

Bupati juga mengajak hadirin upacara pengukuhan, untuk terus saling tolong menolong, bantu membantu selalu melakukan kontrol sosial di dalam kemajemukan. Kemudian  menghayati dan bertanggung jawab mengamalkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, empat pilar konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika empat pilar ini dilaksanakan, maka persatuan dan kesatuan, kebersamaan akan terbina selama-lamanya.

Hadir dalam upacara pengukuhan ini, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dan istri Nyonya Neni Apriati Fud Syaifuddin, Ketua TPPKK Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt. Wakil Ketua DPRD KSB, Amir Ma’ruf Husein, S.Pd.I., M.M. Plh. Sekda Sumbawa Barat, Dr. Ir. Amry Rakhman, M.Si, Kapolres Sumbawa BaratAKBP Andy Hermwan, S.I.K, Para asisten, kepala SKPD. Danramil 1607-05/Taliwang Kapten Agus, S.H yang mewakil Dandim 1607/Sumbawa. dan orang tua/wali anggota Paskibaraka.(Humas)

 

 

 

 

 

 

Bupati Serahkan Sampan PDPGR Bariri Nelayan

 

 

TALIWANG-Nelayan Kecamatan Poto Tano tersenyum lebar, Rabu siang (16/08/2017). Pasalnya, mereka menerima sampan dari Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M.

Sampan yang diterima para nelayan Poto Tano ini adalah sampan jenis fiberglass. Selain sampan, para nelayan juga menerima mesin pengangkut rumput laut. Peralatan untuk para nelayan ini merupakan bantuan Bariri Nelayan Program Pembedayaan Gotong Royong (PDPGR).

Hadir dalam penyerahan sampan dan mesin pengangkut rumput laut ini Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T. Para asisten, kepala SKPD, Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Barat, para Camat dan Kepala Desa, agen PDPGR dan masyarakat Poto Tano.

Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya mengatakan, pendataan penerima dan pengawasan bantuan ini dilakukan secara gotong royong. Adalah Agen PDPGR, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan TP4D yang melaksanakannya. Nelayan pun diimbau untuk tidak menjual perahu dan mesin pengangkut rumpu laut yang diberikan.

Bupati meminta para nelayan menggunakan peralatan yang diberikan. Hasil yang didapatkan di tabung dan diniatkan untuk pergi haji. ‘’Bapak-bapak kalau Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh bekerja pasti yang yang diinginkan akan tercapai,” kata Bupati.

Namun, lanjut Bupati, konsekwensi dari penerimaan bantuan ini adalah, penerima bantuan harus menabung. Nilai tabungan dari rekening yang dibuka adalah 10 persen dari nilai bantuan. Uang yang ditabung itu pun bukan untuk daerah, melainkan untuk nelayan sendiri. ‘’Itu sudah MoU pemda sama Bank. Jangan di tawar-tawar. Sisihkan saja rizki dari hasil melautnya, dan itu jadi uang bapak-bapak sendiri,” imbuh Bupati.

Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan KSB, Zainal Arifin, SP dalam laporannya mengatakan, anggaran program unggulan PDPGR Bariri Nelayan yang ditangani Dinas Kelautan dan Perikanan sebsar Rp. 24 miliar. Dari nilai tersebut, Rp. 14,799 miliar dialokasikan untuk membeli sampan untuk nelayan Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 943 unit. Kemudian mesin pengangkut rumput laut 128 unit. ‘’ Jadi 60,85 persen bantuan Bariri Nelayan tercurah untuk daerah pesisir,” katanya.

Perhatian juga diberikan kepada masyarakat non pesisir, yakni pembudidaya rumput laut, kerang mutiara dan pembudidaya ikan air tawar. Sementara sisanya, diperuntukkan bagi pengolah dan pemasar hasil dan produk perikanan.(Humas)

 

 

Bupati Wanti Kontraktor Tidak Minta Proyek

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat  Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M memperingati para kontraktor untuk tidak main minta proyek. 

 

Hal ini ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi Bagi Kontraktor Lokal se Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan Bagian Ekonomi Pembangunan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemda KSB ini dilaksanakan  di Ruang Sidang II Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat,  Senin pagi (14/08/2017).

 

Hadir dalam kegiatan ini Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si. Asisten II Setda KSB, Dr. H. Amri Rakhman, M.Si. Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan dan ULP Barang/Jasa Kabupaten Sumbawa Barat. Pengurus Ikatan Perusahaan Jasa Konstruksi serta puluhan kontraktor se Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Bupati Dalam arahannya mengatakan, agar para kontraktor tidak asal main minta proyek. Perbuatan sangat menjerumuskan penyelenggara negara. ‘’Kami tolong dibantu, caranya jangan minta yang macam-macam,  minta proyek ini dan itu, karena dengan mengangguk saja, apalagi mengatakan ya dan ngomong panjang, hampir 80% itu bisa masuk penjara,” kata Bupati. 

 

Bupati meminta kontraktor profesional, mengikuti tahap dan syarat pengadaan sesuai aturan yang berlaku. Kemudian dalam pelaksanaannya memenuhi Rencana Anggaran Biaya yang sudah ditentukan. Tidak mengurangi volume dan spesifikasi serta ketentuan lainnya. ‘’Jika ada yang kurang minta bantuan Kadis, saya dan wabup. Bisa saja kami bantu,  tetapi sama saja menjerumuskan kami ke penjara. Saya berharap kita lakukan sesuai prosedur yang ada,” imbuh Bupati.

 

Untuk memberikan rasa keadilan, karena bisa jadi kontroktor yang memiliki koneksi dengan Kepala Dinas saja yang selalu mendapat proyek. Maka pemerintah daerah telah membentuk tim yang dipusatkan di kantor Bappeda dan Litbang. Tim ini secara tersistem membagikan proyek-proyek kepada seluruh kontraktor. Sehingga dengan mekanisme ini, tidak ada kontraktor yang dominan dan tidak ada yang tidak mendapat bagian dalam berpartisipasi membangun Sumbawa Barat.(Humas)

 

 

 

Bupati: Pramuka Wadah Pendidikan Karakter Generasi Muda

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) praja muda karana (Pramuka) Ke-56 di lapangan depan Masjid Agung Komplek KTC, Senin pagi (14/08/2017).

 

Dalam pidotanya, Bupati mengatakan Pramuka telah menjadi lembaga non formal yang membentuk karakter generasi muda. Pramuka kini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan berbagai kegiatan yang positif. Pendidikan kepramukaan telah dimasukkan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang diberlakukan pada bulan Juli 2014 lalu. Gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah. 

 

Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan gerakan pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang terjadi tersebut. Kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal dan pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting dan menjadi keharusan. ‘’Kemajuan bangsa dan negara kita akan datang, terletak di tangan kaum muda. Untuk mempersiapkan pewaris negara yang unggul, maka kewajiban kita saat ini sebagai orang tua, pemimpin, pembina, pelatih, penggeraklah mempersiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter IJS, berjiwa cinta tanah air dan berakhlak mulia,” katanya.

 

Betapa pentingnya pendidikan karakter bagi kaum muda kita. Karena bila 20 atau 30  tahun mendatang masih ada pemimpin di KSB khususnya dan negara indonesia umumnya yang tidak amanah dan masih terjadi ketidak adilan, berarti kita telah gagal mendidik kaum muda. ‘’Itulah menjadi pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai wadah pendidikan membentuk karakter kaum muda Indonesia,” jelas Bupati.

 

Melalui tema hari pramuka ke-56 tahun 2017 "bekerja untuk kaum muda mewariskan yang terbaik bagi bangsa", Bupati berharap seluruh jajaran Pramuka Sumbawa Barat, mulai dari tingkat majelis sampai instruktur untuk merapatkan barisan, bersinergi mempercepat mewujudkan kaum muda Kabupaten Sumbawa Barat khususnya dan Indonesia umunya sebagai pelaku perubahan membangun bangsa yang bermartabat, berkarakter IJS, berfikir dan bertindak handal, memiliki jiwa cinta tanah air dan bela negara serta barakhlak mulia.

 

‘’Adik-adik pramuka generasi Kabupaten Sumbawa Barat calon pemimpin daerah dan negara, untuk Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh menuntut ilmu. Katakan tidak pada narkoba, hindari seks bebas dan prostitusi, perjudian, minuman keras karena semua itu adalah penyakit yang akan merusak masa depan kalian. jagalah diri kalian sendiri, nama baik orang tua, nama baik sekolah, pemerintah dan rakyat Sumbawa Barat,” imbuhnya.

 

Dalam upacara ini, Bupati juga membuka secara resmi Kemah Bhakti Pramuka Sumbawa Barat 2017 yang dilaksanakan mulai tanggal 14 sampai dengan 17 Agustus mendatang. Pembukaan ini ditandai dengan pengguntingan pita di gerbang masuk area perkemahan. Kemah Bhakti kali ini mengangkat tema ‘’Kemah Bhakti Bebas Sampah”. Bupati juga menginstruksikan kepada Pembina Pramuka dan para Pramuka untuk melaksanakan sholat berjamaan di Masjid Agung Darussalam selama menjalankan Kemah Bhakti.

Kemah Bhakti ini laksanakan di lapangan samping kantor Dinas Lingkungan Hidup di dalam kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Kemutar Telu Center. Usai upacara peringatan HUT Pramuka, Bupati didampingi Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, Kepala SKPD dan pengurus Pramuka Sumbawa Barat meninjau lokasi perkemahan.(Humas)

             

 

       

 

Bupati Sebut Peran MUI Bagi Pemerintah dan Umat Sangat Penting

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin menyebut peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat penting dalam membantu pemerintah dan melayani umat.

 

Hal ini diungkapkan Bupati saat membuka secara resmi musyawarah daerah (Musda) II MUI Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017. Musda ini dilaksanakan di Ruang Sidang II Gedung Graha Praja Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu pagi (12/08/2017). Hadir dalam agenda lima tahunan ini Ketua MUI Provinsi NTB, Prof. Syaiful Muslim, MA, Kepala Kantor Kementerian Agama KSB, Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si, sejumlah kepala SKPD.

 

Dikatakan Bupati, ada tiga tantangan penting dimana MUI harus menjembatani masalah ini. Pertama, sebut Bupati, adanya pihak yang membenturkan masalah agama dengan masalah bernegara. Kedua, banyak orang terutama mahasiswa yang cerdas. Namun sedikit keluar dari ajaran agama Islam. Bahkan ajaran agama banyak yang dirasionalkan. ‘’Pak Gubernur saat kunjungan ke KSB pernah cerita, ketika ceramah di UGM, ITB dan universitas lainnya, banyak sekali pemuda/mahasiswa yang cerdas tetapi mereka lebih mengedepankan rasionalitas,” kata Bupati.

 

Tantangan ketiga adalah adanya perbedaan agama, perbedaan aliran. Tentu ketiga masalah ini dibutuhkan orang yang memiliki latar belakang ilmu yang baik dalam menjawabnya. ‘’MUI harus hadir, menjembatani dan membantu pemerintah menghadapi pertanyaan dan permasalahan ini, karena ilmu kami terbatas masalah agama. Tentu MUI sangat penting dan banyak berperan membantu pemerintah dan umat,” jelasnya.

 

Bupati juga menyinggung, Musda MUI bukan untuk sekedar cari pemimpin MUI. Namun untuk mengevaluasi kinerja tahunan. Sejauh ini, bersama KH. Syamsul Ismain, LC MUI berjalan baik dengan pemerintah daerah. Sudah seirama dan sangat banyak membantu. Jika pun yang sudah baik dilanjutkan maka akan lebih baik lagi.

 

 

Ketua MUI KSB, KH. Syamsul Ismain,  LC dalam laporannya mengatakan, Musda II MUI KSB ini semestinya dilaksanakan bulan April. Karena kepemimpinannya dilaksanakan sejak April 2012 lalu. Namun, karena banyak agenda yang bertabrakan, seperti MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten, akhirnya Musda di undur sampai Agustus ini. ‘’Siapapun yang terpilih mengurus MUI KSB periode berikutnya, semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik dibanding pengurus sebelumnya. Dalam kesempatan ini saya juga mengundurkan diri sebagai Ketua MUI KSB,” katanya.

 

KH. Syamsul juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang membantu MUI KSB moril maupun materil. Membangun daerah baik fisik dan mental spiritual.  Kinerja Bupati pun akan disuport MUI dalam membangun KSB kedepan.  ‘’Tegaknya suatu daerah karena empat hal, yakni ilmunya ulama, keadilan pemimpin,  dermawannya orang-orang kaya dan doanya fakir miskin.  Saya lihat di KSB sudah bersinergi mari kita rawat dan jaga.  Mari dukung program Pemda KSB dengan program PDPGR-nya dengan semangat IJS.  Kita harus sami’na wa ato’na,  kita dengar dan laksanakan,” imbuhnya.

 

Ketua MUI Provonsi NTB Prof. Syaiful Muslim, MA,  menyatakan bahwa musda merupakan wadah tertinggi dalam organisasi dalam memilih pemimpin. Bukan mencongkel tapi mengevaluasi kerja lima tahunan. Jika kepengurusannya bagus, maka dilanjutkan.  Sementar jika  kurang baik, maka disuruh mundur. ‘’Di Musda ini, bisa saja Ketua MUI KSB menyatakan mundur, tetapi jika pak Bupati dan teman semua di sini melihat kinerja Ketua MUI bagus, bukan tidak mungkin dilanjutkan,” katanya.

 

Dijelaskan Prof, Syaiful Muslim, umat islam akhir-akhir ini dihadapkan dan dibenturkan dengan umat islam sendiri. Masalah yang diharapkan adalah masalah politik dan organisasi. Seakan akan umat islam ingin macam-macam di negara ini. Padahal umat muslim adalah umat yang konsisten menjaga NKRI. Apalagi negara terlahir dari konsensus pendiri negara, mereka salah satunya adalah ulama yang kemudian merumuskan sila pertama dalam pancasila. Kita tidak perlu diajak mengatakan Saya Indonesia saya Pancasila, karena umat islam yang membuat itu dan kita tetap menjaga Pancasila dan NKRI,” jelasnya.

 

Dikatakannya, sebagai wadah para alim, MUI juga ambil bagian membantu tugas pemerintah yang tidak bisa ditangani pemerintah sendiri.  Ada masyarakat bertanya,  MUI menjawab. MUI di tengah  tidak ekstrim kiri atau kanan. MUI rumah bersama umat islam dan organisasi. Organisasi islam pun tidak bisa jalan sendiri tapi di bawah koordinasi MUI. ‘’Kita juga jalan bersama instansi lain melawan musuh bangsa terutama yang mulai menggerogoti generasi muda yakni narkoba, jadi peran MUI sangat penting di tengah umat,” imbuhnya.(Humas)

 

 

BERTAMBAH SATU LAGI HASIL PROGRAM PDPGR

Pada hari Jum'at 11 Agustut 2017, Bupati Sumbawa Barat H. W. Musyafirin menghadiri undangan ntek bale (masuk rumah untuk pertama kali) salah satu masyarakat KSB di Kelurahan Sampir, Lingkungan Pakirum RT. 19 yang mendapat bantuan bedah rumah melalui program PDPGR. 

Adalah pak Gani, seorang pekerja serabutan yang selama ini tinggal di rumah semipermanen dengan atap dan dinding dari terpal, lantainya dari bambu. Berkat Program PDPGR dan peran serta masyarakat sekitar, pembangunan rumah layak huni untuk Pak Gani bisa diselesaikan dan bisa langsung ditempati. 

Bupati Sumbawa Barat dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para agen PDPGR, Babinsa, Babinkamtibmas beserta seluruh elemen masyarakat lingkungan Pakirum yang telah bekerja Ikhlas, Jujur dan Sungguh-sunggu dengan berlandaskan gotong royong menyelesaikan rumah layak huni tersebut.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten Pemerintahan dan Aparatur, Para Kepala SKPD, Lurah Sampir, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat setempat.(humas)

Bupati Lepas Peserta Raimuna Nasional 2017

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M melepas kontingen  Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sumbawa Barat yang mengikuti Raimuna Nasional ke-11 Tahun 2017.

 

Pelepasan 23 pramuka tingkat penegak ini didampingi pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sumbawa Barat ini dilaksanakan di depan Gedung Graha Fitrah usai melaksanakan senam pagi, Jumat pagi (11/8/2017). Mereka terdiri dari 12 penegak laki-laki dan 11 lagi perempuan yang akan bergabung dengan kontingen Raimuna Pramuka dari seluruh kabupaten se-Indonesia. Raimuna Nasional ini dilaksanakan tanggal 13 sampai dengan 21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

 

Hadir dalam pelepasan ini Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H. Para Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Aparatur Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sumbawa Barat dan orang tua peserta. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, tujuan berorganisasi adalah ingin memperbaiki mental dan spiritual. Penyakit bangsa saat ini adalah buruknya mental. Sehinngga perilaku pun menjadi menyimpang.

 

Melalui gerakan revolusi mental yang diusung Presiden Indonesia, yaitu menanamkan integritas, jujur, disiplin dan etos kerja yang tinggi, maka semua pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh yang dilakukan dengan gotong royong saling membantu. ‘’Inilah yang bisa dikembangkan di organisasi Pramuka ini. Hal ini sesuai juga dengan tagline Kabupaten Sumbawa Barat, yakni IJS (Ikhlas, Jujur, Sungguh-sungguh),” kata Bupati.

 

 

Bupati pun berpesan kepada kontingen Raimuna Nasional untuk menjaga diri dan selalu berdoa kepada Allah. Dengan menjaga diri, maka sudah barang tentu menjaga nama baik orang tua bahkan pemerintah daerah dan rakyat Sumbawa Barat. ‘’Jadilah panutan generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat,” imbuhnya.(Humas)

Pangdam IX Udayana Berikan Ceramah Kebangsaan di KSB

 

 

TALIWANG Panglima daerah militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc memberikan ceramah kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Ceramah kebangsaan Pangdam IX Udayana ini digelar di depan Kantor Bupati Sumbawa Barat, Gedung Graha Fitrah, Rabu siang (9/8/2017). Hadir dalam kegiatan silaturrahim dan kunjungan kerja Pangdam ini, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, Danrem 162/WB, Kol. Inf. Farid Ma’ruf, M.A, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Ketua DPRD KSB M. Nasir, S.T., M.M, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Neni Apriati Fud Syaifuddin, Ketua Dharma Wanita KSB, aparatur pemerintah Sumbawa Barat, akademisi, guru, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, agen PDPGR, dan mahasiswa.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya sebelum ceramah Pangdam IX Udayana mengungkapkan, Pemerintah dan seluruh rakyat KSB berterimakasih atas silaturrahmi dan kunjungan kerja Pangdam IX Udayana ke KSB. Silaturrahmi dan kunjungan kerja yang diisi juga dengan ceramah kebangsaan ini sangat penting, untuk memupuk rasa dan jiwa kebangsaan rakyat Sumbawa Barat untuk cinta terhadap Negara Indonesia, karena jangan sampai ada institusi, kelompok masyarakat yang memiliki ideologi selain pancasila.

 

Menurutnya, ceramah kebangsaan ini untuk menangkal dan mencegah pemikiran anti Pancasila. Upaya ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang merupakan harga mati bagi rakyat. ‘’Saya mengajak kita semua, ceramah kebangasaan yang kita dengar ini kita amalkan dan sebarluaskan di tengah masyarakat kita,” kata Bupati.

 

Bupati juga mengungkapkan kebersamaan TNI, Polri dan rakyat KSB. Dimana, baju loreng (TNI) dan baju cokelat (Polri), pemerintah daerah dan rakyat bersatu padu di bawah naungan program PDPGR (Perogram Pemberdayaan Gotong Royong). Bupati mencontohkan, 100 hari pertama masa kepemimpinannya, bersama TNI, Polri, Agen PDPGR, Pemerintah KSB telah berhasil menuntaskan jambanisasi rakyat KSB. ‘’Di sini kami bersatu, baju loreng, cokelat dan rakyat boncengan motor, tidak seperti di daerah lain. Kami telah menancapkan gerakan gotong royong di KSB ini,” jelasnya.

 

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc mengatakan tersanjung atas penyambutan Pemerintah Daerah dan rakyat KSB. Terlebih lagi, TNI, Polri dan rakyat bersatu di KSB dalam menjaga keamanan dan menjalankan program pemerintah daerah. ‘’Gotong royong di KSB luar biasa, saya bangga TNI, Polri, rakyat di sini boncengan, semoga gerakan ini tertular ke seluruh Indonesia, Saya perintahkan jajaran dan anggota saya di KSB bahkan di tiga provinsi (Bali, NTB, NTT) untuk mendukung program pemerintah daerah karena panglima tertinggi saya di tiga provinsi ini adalah gubernur, begitu pula di kabupaten, panglima tertinggi adalah Bupati/Walikota,” katanya.

 

Dalam ceramah kebangsaannya, Pangdam mengungkapkan kondisi dan situasi negara Indonesia saat ini. Dimana, saat ini Indonesia terlihat aman-aman saja. Namun jika dianalogikan dengan lampu lalu lintas, ada yang merah, kuning dan hijau, maka kondisi Indonesia saat ini ada pada lampu kuning. ‘’Ini soal data, ada beberapa hal yang menyebabkannya dan ini kita harus lawan bersama, yakni masalah ISIS (Iraq Syiria Islam State), terorisme, intoleransi atau anti pancasila, Komunis dan narkoba,” ungkap jebolan AKABRI tahun 1985 ini.

 

Lebih jauh dijelaskan Pangdam, anggota ISIS sudah ada di Indonesia. Bahkan di salah satu daerah di Indonesia jumlahnya ribuah orang. ISIS yang ada di timur tengah mendoktrin anggotanya di luar timur tengah termasuk di Indonesia untuk menunjukkan eksistensi. Cara mereka menunjukkan eksistensi di Indonesia adalah dengan gerakan bom bunuh diri, melawan aparat dan merebut senjatanya. Gerakan seperti itu sudah banyak terjadi. Terbaru adalah anggota Brimob yang dianiaya dan diambil senjatanya saat bertugas di salah satu hotel berbintang di Bali. ‘’ISIS targetnya orang islam, yang non ISIS di suruh masuk yang menolak disebut kafir. Sementara teroris, dampaknya pada non muslim,” jelasnya.

 

Soal anti pancasila atau intoleransi adalah gerakan untuk melemahkan pancasila yang mempersatukan bangsa Indonesia. Lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia adalah karya Founding Fathers (tokoh kemerdekaan Indonesia) yang hingga 72 tahun telah teruji bertahan menyatukan bangsa Indonesia.  Namun oleh bangsa asing, mencoba mengoyak dengan gerakan intoleransi mengadu domba atas nama agama, suku, ras dan lainnya. Karenanya Pancasila harus tetap dipegang teguh karena Pancasila kepribadian bangsa yang luhur.

 

Komunis, lanjut Pangdam, dulu pola orang komunis di Indonesia dengan melakukan pembunuhan yang keji. Sehingga orang yang takut mengikuti aliran komunis yang sampai saat ini Indonesia menyatakan organisasi ini organisasi terlarang. Saat ini metode yang dilakukan generasi komunis atau komunis gaya baru dengan menggelar rapat raya, kegiatan berkumpul, masuk ke organisasi-organisasi, membuat media buku dan lainnya untuk menyebarluaskan bahkan menjadi anak PKI itu adalah bangga.

 

Terkait Narkoba, Kodam IX Udayan menyatakan perang besar terhadap narkoba. Panglima TNI menegaskan dua sikap TNI terhadap anggota dan keluarga TNI yang terlibat narkoba yakni pecat dan binasakan. Narkoba sangat berbahaya dan merugiakan generasi bangsa. Bahkan saat ini narkoba menyerang anak anak di tingkat Sekolah Dasar. Karenanya, masalah narkoba jangan dianggap masalah kecil. 

 

Kesemua masalah bangsa dan negara ini kata Pangdam harus dilawan, diperangi dengan kemasan empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara atau empat pilar negara Indonesia, yakni,  pancasila, UUD 1945,  NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Teropong dan lihat Indonesia dengan empat konsensus negara ini bukan dengan kehendak dan pemikiran sendiri.  Jika tidak dengan empat  konsensus itu maka persatuan dan kesatuan bangsa sangat mudah hancur. Empat pilar negara itu adalah pupuk kebersaan kita sebagai bangsa dan rakyat Indonesia,” jelasnya.

 

‘’Kesimpulan dari apa yang saya sampaikan adalah, Indonesia kelihatan aman tapi sebenarnya dalam kondisi "lampu kuning". ISIS dan teroris ada di sekitar kita, di Indonesia. Para orang tua harus memperhatikan dan menjaga anak.  Pandang Indonesia dengan empat konsensus negara atau empat pilar kebangsaan untuk menjaga harmonisasi bangsa, lawan narkoba,” tandasnya. (humas)

 

 

 

Pangdam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Makodim KSB

 

TALIWANG—Panglima daerah militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc meletakkan batu pertama pembangunan markas komando distrik militer (Makodim) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu siang (9/8/2017).

Kedatangan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc dan rombongan bukan hanya untuk mengisi ceramah kebangsaan dan silaturrahmi dengan pemerintah daerah dan rakyat Kabupaten Sumbawa Barat. Kedatangan jenderal bintang dua di pundaknya ini juga membawa kado untuk Kabupaten Sumbawa Barat, yakni dengan meletakkan batu pertama Makodim KSB yang 13 tahun telah dinanti pemerintah dan rakyat Kabupaten Sumbawa Barat.

Batu pertama yang diletakkan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc diikuti Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T ini adalah batu pondasi tiang bendera Kodim KSB. Untuk mendapat ridho Allah SWT, peletakan batu pertama ini diiringi doa yang dipimpin Ketua Majelis Ulama (MUI) KSB, KH. Syamsul Ismain, Lc.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengharapkan, Kodim Kabupaten Sumbawa Barat telah lama di nanti rakyat Sumbawa Barat. Keberadaan Kodim tentu sangat membantu keamanan dan tidaklah lengkap daerah otonom jika belum memiliki kodim. ‘’Kita runing, kita kejar, mudah-mudahan Kodim KSB menjadi kado di Hari Ulang Tahun KSB ke-14 tanggal 20 November 2017 dan diresmikan Pangdam atau Kasad (Kepala Staf TNI Angkatan Darat),” katanya.

Bupati juga menyinggung masih kurangnya anggota Babinsa sesuai jumlah desa/kelurahan di KSB. Dimana, jumlah desa dan kelurahan di KSB sebanyak 64. Bupati pun meminta tambahan anggota Babinsa memenuhi jumlah desa/kelurahan di KSB untuk mendukung program pemerintah daerah dan semakin menguatkan keamanan demi pembangunan KSB.

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc mengatakan, pembangunan Kodim KSB karena kebutuhan Pemerintah Daerah dan Rakyat Sumbawa Barat. Karenanya, tidak ada alasan pihaknya menunda pembangunan ini. Pangdam pun berjanji, pada peresmian Kodim KSB ini akan mengusahakan mendatangkan Kasad bahkan Panglim TNI untuk meresmikannya. ‘’Saya akan coba hadirkan Kasad atau Panglima TNI hadir meresmikan Kodim KSB,” katanya.

Terkait masih kurangnya anggota Babinsa di KSB, Pangdam menegaskan, jika telah disinggung dan diminta oleh Bupati, maka pihaknya akan memenuhinya demi mendukung program pemerintah daerah. ‘’Ini udah di singgung ya saya akan perintahkan asisten untuk menambah Babinsa di KSB,” tegasnya.

 

Pembangunan Kodim KSB ini berlokasi di lahan seluas 7,28 hektar di Lingkungan Serangin, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyediakan lahan untuk pembangunan Makodim KSB di atas tanah seluas 4,28 hektar yang telah dibebaskan tahun ini dan sisanya dilaksanakan tahun depan.(Humas)

Wabup: Olahraga Adalah Alat Pemersatu

 

 

 Pasangan Wabup dan Ketua PBSI Tekuk Pasangan Kapolres dan Kepala BRI

 

 

TALIWANG-Olahraga adalah bagian dari permainan. Namun olahraga juga merupakan alat pemersatu bangsa. ‘’Dalam olahraga ada kompetesi, ada musuh atau kompetitor, tapi bukan musuh untuk berkelahi, melainkan musuh merebut prestasi dan olahraga adalah alat pemersatu,” kata Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T saat membuka PBSI Kapolres Cup II Tahun 2017 di Gelanggang Bulu Tangkis Virgo, Taliwang, Selasa malam (8/8/2017).

 

Hadir dalam pembukaan PBSI Kapolres Cup II 2017 ini, Asisten I Setda KSB Drs.  Mukhlis, M.Si,  Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga  Drs. Tajuddin, MSi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Agus, S.Pd. Wakapolres Sumbawa Barat dan jajaran, Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) KSB yang juga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) KSB, Trisman, SH.

 

Dijelaskan Wabup, dalam kejuaraan, juara bukanlah yang utama. Namun usaha dan kebersamaan dalam kejuaraan yang lebih penting. Ajang PBSI Kapolres Cup II 2017 yang digelar Trisman, S.H Ketua PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) yang juga Ketua KNPI ini bukan saja untuk merajut persatuan dan kebersamaan, tetapi juga bisa menjaring atlet bulu tangkis. ‘’Bukan tidak mungkin, seperti Suwandi pelari andalan kita, berawal dari sering lari malam hari, terus ikut kejuaraan tingkat kabupaten, terus ke provinsi, akhirnya ke nasional, lalu juara di Asean bahkan sekarang keliling dunia,” jelasnya.

 

Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Taliwang Diki Satria dalam sambutannya mengatakan, sebagai sponsor, BRI sangat mensuport kejuaraan olahraga bulu tangkis yang menjadi alat pemersatu ini. Olahraga melepas jabatan, profesi, tetapi mengandalkan kemampuan. ‘’BRI akan memberikan hadiah berupa tabungan kepada pemenang nantinya,” katanya.

 

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.I.K mengatakan, ajang ini bukan hanya sebagai olahraga dan perajut kebersamaan. Namun juga bisa sebagai ajang pencarian bakat bidang olahraga khususnya bulu tangkis. Sehingga bisa lahir atlet bulu tangkis dari KSB yang bisa ke tingkat provinsi hingga nasional. ‘’Juara bukan tujuan utama tetapi usaha mencapai tujuan dengan menaati norma yakni menjunjung tinggi sportivitas itu yang penting, menaati norma juga harus diaplikasikan di kehidupan sehari sehari dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

 

 

PBSI Kapolres Cup II Tahun 2017 ini mengangkat tema ‘’Rajut Kebersamaan dengan Sportivitas dan Prestasi,”. Pertandingan eksebisi atau pembuka kejuaraan ini pun menghadapkan pasangan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, S.T dan Ketua PBSI/KNPI KSB, Trisman, S.H dengan pasangan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.I.K dan  Kepala BRI Taliwang, Diki Satria. Pertandingan berjalan alot dengan adu smash tajam dan rally panjang serta tipuan bola pendek dari kedua pasangan. Pertandingan eksebisi ini pun akirnya dimenangkan oleh pasangan Wakil Bupati dan Ketua PBSI/KNPI KSB dua set langsung.(Humas)

 

 

 

 

 

Wabup Minta Desa Segera Laporkan Realisasi Dana Desa  

 

 

TALIWANG-Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta kepala desa untuk segera melaporkan realisasi dana desa tahap I tahun 2017.

 

Permintaan ini disampaikan Wakil Bupati dalam rapat evaluasi realisasi dana desa tahap pertama tahun 2017 bersama seluruh kepala desa se-KSB. Rapat dilaksanakan di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, Selasa pagi (8/8/2017). ‘’Deadline sampai tanggal 22 Agustus atau hanya 18 hari. Segera buat laporannya,” kata Wakil Bupati.

 

Dikatakannya, hingga saat ini ada 15 desa yang belum melaporkan realisasi dana desa. Jika ini dibiarkan, maka akibatnya pada tahap kedua, seluruh desa akan menjadi korban karena dana desanya tidak bisa dicairkan. ‘’Ini bukan masalah Pemerintah KSB, bukan masalah bupati dan wakil bupati, tapi masalah desa karena desa sudah otonomi. Kami mengadakan rapat ini karena kami peduli, karena ini menyangkut rakyat kita, pembangunan akan berkurang kalau dana tahap dua tidak cair,” jelas Wakil Bupati.

 

Wakil Bupati juga meminta FK2D (Forum Komunikasi Kepala Desa) KSB untuk turun tangan membantu 15 desa yang belum menyusun laporan realiasi dana desa tahap pertama tahun 2017 ini. Bila perlu, desa yang sudah melaporkan pun membantu desa yang belum, termasuk juga bantuan dari Kecamatan, DPMD atau Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. ‘’Kasihan desa yang rajin, jadi korban, yang lebih utama kasihan masyarakat, gara-gara ada desa yang lamban,” imbuhnya.

 

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa Barat  Syahril S.Pd dalam laporannya menyampaikan, dana desa se-KSB tahun 2017 ini senilai Rp. 47,7 miliar. Pada tahap pertama, dana telah dicairkan senilai Rp. 28 miliar lebih. Jika ada satu desa yang sampai 22 Agustus belum melaporkan realisasi dana desa tahap  pertama, maka tahap kedua, pemerintah pusat tidak akan mencairkan dana desa untuk seluruh desa di Kabupaten Sumbawa Barat.(Humas)

 

 

 

Bupati Berharap Kompetensi Guru Semakin Meningkat

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat,  Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengharapkan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat terus meningkat.

 

Hal ini diungkapkan Bupati saat membuka pendidikan dan latihan (Diklat) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)  bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan,  nilai uji kompetensi guru KSB tahun 2016 di atas angka nasional, yakni rata-rata 56. Sementara angka standar nasional adalah rata-rata 55 dan nilai rata-rata provinsi NTB adalah 49. ‘’Satu point di atas nasional belum cukup, dengan diklat ini semoga semakin meningkatkan kompetensi guru di KSB,” kata Bupati di SDN Telaga Bertong, Senin pagi (7/8/2017).

 

Guru SD peserta Diklat ini harus  mengikuti Diklat dengan IJS (Ikhlas Jujur dan Sungguh-Sungguh). Melalui diklat ini, yang belum berkompetensi untuk menjadi berkomptensi dan yang sudah semakin berkomptensi. ‘’Anggaran pendidikan KSB paling besar bahkan terbesar di NTB, ini keniscayaan, usaha kita untuk memajukan pembangunan di sektor pendidikan. Diklat ini juga jangan hanya berdampak pada peningkatan komptensi guru-guru tapi juga pada anak didik terutama perbaikan peningkatan karakter,”

 

Bupati mengharapkan, media Diklat ini semakin memuktahirkan kompetensi guru. Kemudian ada transfer pengetahuan dan pengalaman dari mentor dan narasumber kepada guru peserta Diklat  guna peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KSB, Aku Nurrahmadin, S.Pd  menyamapaikan, kompetensi guru masih rendah, tapi KSB patut berbangga karena hasil UKG (Uji Kompetensi Guru), nilai guru KSB di atas angka rata-rata provinsi NTB bahkan nasional. Jika nilai rata-rata UKG Provinsi NTB 49, kemudian rata-rata nasional 55, maka nilai rata-rata KSB adalah 56. Namun, tahun ini nilai UKG ditingkatkan hingga 70. Karenanya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KSB berupaya meningkatkan kompetensi guru di KSB, salah satunya melaui Diklat PKB bagi guru SD se KSB ini.

 

Diklat ini jelas, Aku Nurrahmadin, akan dilaksanakan selama empat bulan ke depan. Pola yang dilakukan adalah in class, on, in  dan on class. Para guru SD yang dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas guru bawah, yaitu guru kelas satu sampai kelas tiga. Sementara kelas atas, yakni guru kelas empat sampai kelas enam akan menerima materi selama 60 jam. ‘’Lokasi clasnya adalah di SDN 1 Taliwang dan SDN Telaga Bertong. Para peserta akan bertatap muka penuh, tatap muka dan via online serta via online penuh dengan narasumber dan mentor yang juga adalah guru di KSB yang berkompetensi dengan raihan nilai terbaik secara nasional,” jelasnya.(Humas)

 

 

 

 

Bupati Buka Pemusatan Latihan Calon Anggota Paskibraka KSB

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka Pemusatan Latihan Calon Anggota Paskibraka Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat pagi (4/8/2017).

 

Pembukaan Pemusatan Latihan Anggota Paskibraka KSB ini dilaksanakan di Central Forum Yasinan Pemerintah KSB atau kediaman Bupati Sumbawa Barat. Hadir dalam acara ini, Asisten I Setda KSB, Dr. Mukhlis, M.Si, Kabag Humas dan Protokol Setda KSB, Ir. Abdul Muis Syafií, M.M, Pimpinan Bank NTB Taliwang, jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KSB, para kepala sekolah  dan orang tua calon anggota Paskibraka KSB tahun 2017.

 

Kadis Dikpora KSB, Drs. Tajuddin, M.Si dalam laporannya yang dibacakan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Dikpora KSB, Syamsul Hadi, S.Pd menyampaikan, calon anggota Paskibraka ini sebanyak 34 orang. Tujuan pemusatan latihan ini untuk meningkatkan peran serta pemuda dalam mensukseskan program pemerintah dan pembangunan bangsa. Menumbuhkembangkan sikap disiplin, kejujuran dan rasa percaya diri dalam diri generasi muda. Menanamkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda dan mensukseskan kegiatan peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia tingkat KSB tahun 2017.

 

Kegiatan pemusatan latihan calon Paskibraka ini  jelasnya akan berlangsung dari tanggal 4 sampai 18 Agustus bertempat di Hotel Andi Graha Taliwang. Gladi Kotor Upacara Bendera HUT RI ke-72 pada tanggal 15 Agustus di Lapangan Graha Fitrah. Gladi Bersih tanggal 16 Agustus bertempat di Lapangan Graha Fitrah dan malam pengukuhan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus di aula lantai III Gedung Setda Sumbawa Barat. ‘’Panitia yang terlibat dalam pelatihan ini unsur TNI, Polri, PPI, Dikpora, Dinas Kesehatan dan Satol PP,” katanya.

 

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, masa depan KSB, negara ada pada anak-anak. ‘’Kami sebagai pimpinan daerah,  apa yang diberikan daerah kepada anak-anak belum ada apa-apanya. Saya merasa bangga dan terharu melihat anak-anak seperti ini,” kata Bupati sambil meneteskan air mata.

 

Sekarang ini lanjut Bupati, rasa kebangsaan dan bertanah air semakin  menipis. Kelompok radikal bermunculan berusaha mengikis NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Anak-anak yang terpilih menjadi calon anggota Paskibraka KSB adalah anak pilihan. Menjadi anggota Paskibraka juga bukan untuk sekadar menaik, menurunkan bendera atau baris berbaris. Namun sebagai wadah menggodok mental yang akan melahirkan sikap, sikap yang menghormati bendera, bangsa, kebersamaan, tidak membedakan etnis, agama dan lainnya.

‘’Persiapkan diri, makin bagus persiapan,  hasilnya semakin baik.  Tidak ada hasil yang mengkhianati proses.  Jangan pacaran apalagi narkoba,  kalau kena maka masa depan kalian habis,  orang tua juga malu. Kalian harus jadi suri tauladan, panutan duta anak di KSB,” imbuhnya. 

 

Bupati juga meminta pelatih calon angota Paskibraka KSB 2017 ini untuk serius dan sungguh-sungguh melatih sesuai prosedur. Jangan sampai ada korban dalam bentuk apapun selama latihan. ‘’Hari ini kalian jadi calon, mudah-mudahan tanggal 16 Agustus kalian sudah matang untuk menjadi anggota Paskibraka KSB tahun 2017,” tandas Bupati.

 

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyerahkan secara simbolis seragam kepada calon anggota Paskibraka KSB Tahun 2017. Selain itu diserahkan  pula buku rekening dukungan Bank NTB senilai Rp. 1 juta kepada masing-masing calon anggota Paskibraka dalam bentuk tabungan.(Humas)

 

 

 

 

 

 

191 Guru dan Kepsek Dimutasi  

 

TALIWANG-Sebanyak 191 guru TK Negeri, SDN dan SMPN serta kepala sekolah di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dimutasi. Mutasi ini dilakukan untuk menyegarkan atmosfer kerja tenaga pendidik guna peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Pengambilan sumpah dan pelantikan mutasi ini dilaksanakan di lobi Gedung Graha Praja Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis siang (3/8/2017). Hadir dalam mutasi guru dan kepala sekolah ini Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H. Para asisten, Staf Ahli dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Mutasi ini tertuang dalam tiga Surat Keputusan yang ditandatangani Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M tertanggal 1 Agustus 2017. SK pertama bernomor 132.1/824/BKD/2017 tentang Pemindahan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pada Sekolah Dasar Negeri Dan Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

 

SK kedua bernomor 132.2/824/BKD/2017 tentang Pemindahan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pada Taman Kanak-Kanak Negeri Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat serta SK ketiga bernomor 132.3/824/BKD/2017 tentang Pengangkatan, Pemindahan, Dan Pemberhentian Guru Yang diberi Tugas Tambahan Sebagai Kepala Sekolah Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Daftar nama-nama Kepala Sekolah dan Guru-Guru yang dimutasi, klik:

1.      - Guru SDN dan SMPN;

 1.      - Guru TKN dan

ak  - Kepala Sekolah.

-1.      

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya mengatakan, Kepala Sekolah dan Guru untuk menjadikan moment ini sebagai bahan introspeksi. Introspeksi sangat penting guna perbaikan ke depan yang lebih baik. Sebelumnya yang merasa tempat kerjanya jauh maka kini sudah didekatkan. Dengan  begitu, kinerja kepala sekolah dan guru harus lebih maksimal guna peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

 

Diharapkan kepala sekolah dan guru sebagai ujung tombak peningkatan pendidikan, ujung tombak Pemerintah Daerah di tengah masyarakat harus menjadi corong yang baik. Kemudian menjadi aparatur atau abdi negara yang benar-benar melayani masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Baik buruknya pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat ada di tangan kepala sekolah dan guru. ‘’Jadikan profesi kita, pekerjaan kita sebagai kesenangan atau hobi, dan ingat sumpah jabatan, maka dengan begitu dalam menjalankan tugas, kita akan merasa senang dan amanah,” imbuh Wakil Bupati.(humas)

Wabup Minta Penyuluh Maksimalkan Penyuluhan

 

 

TALIWANG-Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta penyuluh Kabupaten Sumbawa Barat untuk memaksimalkan penyuluhan.

 

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati dalam acara Temu Koordinasi Penyuluh dan Komisi Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dirangkaikan dengan halal bihalal 1438 H di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis pagi (3/8/2017).

 

Dikatakan, Wakil Bupati, penyuluh baik penyuluh pertanian, perikanan dan penyuluh lainnya untuk menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dengan semangat IJS (Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sunggh). Sehingga bidang pertanian, perikanan umumnya masalah pangan di Kabupaten Sumbawa Barat ke depannya semakin baik. ‘’Jadikan pekerjaan sebagai hobi  dan senang menajalaninya, kalau kita senang dengan pekerjaan kita, maka kita akan senang bekerja dan bersemangat,” katanya. 

 

Untuk memaksimalkan pekerjaan para penyuluh, koordinasi, evaluasi dan monitoring pun mutlak. Koordinasi, evaluasi dan monitoring tidak hanya dilakukan oleh dinas. Namun yang paling penting adalah di setiap KCD di kecamatan. ‘’Bukan hanya koordinasi dengan para penyuluh, tetapi bagaimana memonitoring dan mengoordinasi antara penyuluh dengan petani dan penyuluh dengan kelompok tani,’’ imbuhnya.

 

 Wakil Bupati juga mengapresiasi kinerja para penyuluh yang telah bekerja maksimal, karena tahun ini hasil panen padi dan jagung Kabupaten Sumbawa Barat melebihi target yang ditetapkan. Diharapkan, kinerja penyuluh untuk mendorong petani lebih baik lagi dalam mengelola tanahnya membuahkan hasil yang lebih maksimal lagi ke depannya.  Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada penyuluh berprestasi, kepada petani berprestasi dan kelompok tani berprestasi.

 

Penyuluh juga diharapkan bisa menjadi corong pemerintah untuk menyampaikan program-program pemerintah daerah. Kemudian bersama agen PDPGR untuk memantau dan mendata warga miskin yang sesuai kondisi di tengah masayrakat. Sehingga program pemerintah daerah untuk pengentasan kemskinan melalui program Kartu Pariri dan Bariri dan program lainnya sesuai sasaran. Dengan demikian, pengetasan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat dapat tercapai. ‘’Orang miskin kita tercatat 4.000, mudah-mudahan dengan kerja kita lima tahun ke depan tidak ada orang miskin lagi di KSB,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat,  Ir. H. M. Alimin dalam sambutannya menyampaikan, koordinasi dengan penyuluh dan komisi penyuluh selama ini dilakukan secara tertutup. Namun masih dalam momen idul fitri, maka di rangkai dengan kegiatan halal bihalal.

 

Diungkapkan Ir. H. M. Alimin, saat ini ada pengurangan tenaga penyuluh di KSB, yakni 14 orang. Mereka sekarang beralih status dari penyuluh KSB menjadi penyuluh kementerian. Sehingga anggaran untuk Dinas Ketahanan Pangan pun berkurang Rp. 500 juta. Ir. Aimin pun berharap Wabup menyimpan anggaran ini untuk Dinas Ketahanan Pangan untuk program tahun 2018 membentuk Desa Model Ketersediaan Pangan.

Desa Model Ketersediaan Pangan ini, jelas Ir.  Alimin, akan dikelola bekerjasama dengan TP PKK KSB. Bentuknya, mengajak warga untuk memanfaatkan pekarangannya untuk menanam tanaman pangan. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pangan masyarakat KSB yang sejauh ini masih diimpor atau didatangkan dari luar daerah.(Humas)

 

 

 

 

Wabup Berikan Ceramah Pendidikan Karakter Generasi KSB Yang IJS

 

 

TALIWANG—Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T memberikan pendidikan karakter menuju generasi  Kabupaten Sumbawa Barat yang Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh (IJS) dalam ceramah umumnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Taliwang.

 

Kedatangan Wakil Bupati dan rombongan  untuk memberikan ceramah umum ini disambut dengan musik drum band dan rebana para siswa MTsN 1 Taliwang. Hadir dalam ceramah umum Wakil Bupati ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat. Drs. Syarifuddin, M.M. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs. Tajuddin, M.Si dan jajaran pejabat Dinas Dikpora KSB, puluhan guru MTsN 1 Taliwang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Taliwang dan ratusan siswa-siswi MTsN 1 Taliwang dan MIN 2 Taliwang.

 

Kepala MTS 1 Taliwang, Abdul Azis, S.Ag dalam laporannya menyampaikan, 

Program terbaru di MTsN 1 Taliwang adalah program menghafal. Para siswa digenjot menghafal Al Qurán minimal satu jus, yakni jus ke 30. Dari program ini, 66 persen lulusan MTsN tahun 2017 telah menghafal satu jus Al Qurán. ‘’Alhamdulillah kami juga mempunyai siswa yang menjadi Qori’, yakni Halqi Zarkasih, dia bulan ini akan berjuang di Kalimantan dan Aksioma tingkat nasional di Yogyakarta. Kami juga mengirim kontingen lomba pidato,” kata Abdul Azis.

 

Selain itu, adalah program boarding scholl atau semi pondok pesantren. Dimana siswa mendapatkan pendidikan pondok pesantren dari guru pondok pesantren pula. Untuk saat ini porsi boarding scholl yang niatannya untuk meningkatkan iman dan takwa siswa yang sebelumnya tidak siap di pondok pesantren, diporsikan waktu 24 jam dalam seminggu. Kemudian MTsN 1 Taliwang saat ini memiliki 19 bidang ekstrakulikuler sebagai wadah aktualisasi minat keahlian para siswa, termasuk sebagai wadah membentuk karakter siswa.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama KSB, Drs. Syarifuddin, M.M dalam sambutannya menyampaikan, insyallah tahun ini Surat Keputusan Kementerian Agama akan diterima pihaknya terkait akan dijadikannya MTsN 1 dan MIN 2 Taliwang sebagai sekolah terpadu. Jika menjadi sekolah terpadu, guru MTsN  bisa mengajar di MIN dan sebaliknya. Untuk Program boarding school tengah diperjuangkan di pusat, sehingga kedepan gedung khususnya akan dibangun. ‘’Untuk keseluruhan, gedung MTsN akan di jadikan lantai dua, itu adalah perencanaan kami,”ungkapnya.

 

Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T dalam ceramahnya menyampaikan sejarah dirinya yang mengenyam pendidikan di MTsN 1 Taliwang. Dahulu, MTsN 1 Taliwang masih sangat sederhana, bangunan sederhana dan halaman masih becek karana  bekas tanah sawah. "Saya dulu sekolah hanya pramuka saja ekstrakulikulernya tapi alhamdulillah saya bisa jadi Wakil Bupati,  sekarang kalian 19 ekstrakulikuler maka kalian harus bisa lebih baik lagi,  apalagi ekstrakulikuler MTsN paling baik di KSB," kata Wakil Bupati.

 

Dijelaskannya, dahulu orang berfikir anak yang masuk MTsN adalah anak yang kurang menonjol akademiknya atau tidak pintar. Namun sekarang anak-anak dan orang tuanya ngantri masuk dan memasukkan anaknya ke MTsN. Ini karena ada kelebihan MTsN di banding SMP. Sebab, siswa MTsN tidak hanya mendapat pelajaran ilmu dunia, tetapi juga mendapat pelajaran akhirat dan ini lah yang membentuk karakter siswa, menguatkan iman dan ketakwaan siswa.

 

Alhamdulillah anak-anak MTsN 1 Taliwang diajar mengaji dan menjalani program menghafal. Buahnya pun ada, dengan lahirnya Qori’ Kabupaten Sumbawa Barat dari MTsN 1 Taliwang, Halqi Zarkasih. Ini tentu menjadi kebanggaan MTsN 1 Taliwang dan menjadi semangat untuk semakin baik. Selain itu di MTsN juga lebih ditanamkan  ilmu sholat. ‘’Anak-anakku, jangan tinggalkan sholat, dirikan dan laksanakan dengan berjamaah karena rahmat Allah akan turun membantu kita, ingat kata Allah, ‘’Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,’’ jelas Wabup yang mengutip Qurán Surat Al Baqarah ayat 45.

 

Wabup juga mengajak siswa untuk bersedekah. Siswa yang saat ini orang tuanya berada, diimbau untuk tidak sombong. Namun mensyukurinya dan memanfaatkannya dengan bersedekah, berbagi rizki kepada yang kekurangan. Karena sedekah pada prinsipnya tidak mengurangi harta melainkan akan menambah harta.

 

Untuk mendapatkan ilmu dunia dan akhirat, maka siswa harus menanamkan sikap IJS dalam mencari ilmu. Ikhlas untuk sekolah dan belajar dengan baik. Jujur, tidak nyontek dan perbuatan curang lainnya serta Sungguh-Sungguh agar tujuan bersekolah mendapat ilmu, menjadi orang yang beriman dan bertakwa bisa tercapai.

‘’Dengan landasan iman dan takwa di padu ilmu pengetahuan maka anak-anakku bisa menjadi generasi penerus daerah dan negara.  Jika saya dulu sekolah halamannya becek tapi bisa jadi Wakil Bupati,  insyaallah kalian dengan kondisi sekolah yang lebih baik bisa menjadi pemimpin daerah bahkan presiden,” ujar Wabup menyemangati para siswa.

 

Usai memberikan ceramah umum pendidikan berkarakter menuju generasi Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh, Wakil Bupati yang juga alumni MTsN 1 Taliwang mmberikan uang tunai Rp. 10 juta. Bantuan ini untuk peningkatan kualitas dan kuantaitas ekstrakulikuler MTsN 1 Taliwang.(Humas)