Kasad Akan Resmikan Makodim dan Tutup TMMD di KSB

TALIWANG—Kepala Staf TNI Angkatan Darat/Kasad, Jenderal TNI Mulyono akan menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa/TMMD ke-101 Tahun 2018. Kasad juga akan meresmikan markas komando distrik militer/Makodim 1628 Sumbawa Barat.

Untuk mensukseskan kunjungan kerja Kasad di KSB pada 3 Mei mendatang, Bupati pun memimpin rapat persiapan di Ruang Rapat Utama Gedung Graha Fitrah, Kamis siang (19/04/2018). Rapat ini dihadiri Sekda Sumbawa Barat, H. Abdul Azis, S.H., M.H. Komandan Kodim 1607 Letkol. ARM. Sumanto, S.Sos, para Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB, Camat Taliwang, Danramil Taliwang, Lurah Bugis dan Lurah Telaga Bertong.

Bupati dalam arahannya meminta kepala OPD melaksanakan tugas yang telah dibagi. Bukan hanya Kepala OPD, dua lurah, yakni Lurah Bugis dan Telaga Bertong pun diminta untuk menggerakkan Agen PDPGR dan masyarakatnya bergotong royong di sekitar Makodim di Lingkungan Serangin Kelurahan Bugis. ‘’Ini yang pertama di NTB, Kasad tidak pernah sebelumnya datang di NTB. Surat beliau tersebar ke seluruh Indonesia akan menutup TMMD ke-101 di KSB, tentu KSB akan menjadi terkenal,” kata Bupati.

Bupati menekankan, persiapan harus dimulai dari sekarang agar pelaksanaannya nanti berjalan sukses. Selain itu juga untuk memberikan kesan kepada Kasad. Diharapkan, pada moment ini Kasad akan mendukung dan menetapkan KSB untuk didirikan Batalyon. Karenanya, gotong royong semua pihak harus berjalan. Semua harus dikerahkan.

Dalam rapat ini, Sekda KSB, H. Abdul Azis, S.H., M.H membagi tugas kepada OPD untuk mempersiapkan sarana di Makodim 1662 Sumbawa Barat. Kemudian membagi tugas teknis untuk persiapan kedatangan Kasad, seperti menata halaman, persiapan arena, penampilan kesedian lintas daerah, pengamanan dan pengawalan jalur yang akan dilalui Kasad hingga masalah konsumsi.(Bagian Humas & Protokol)

Aparatur Diajak Jaga Sholat Lima Waktu  

 

TALIWANG—Dalam peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seluruh aparatur Pemerintah KSB diajak untuk menjaga sholat lima waktu.

Mengangkat tema ‘’Dengan peringatan Isra' Mi'raj kita tingkatkan kualitas sholat berjama'ah, tauhid dan keimanan kita kepada Allah SWT’’, peringatan  Isra’ dan Mi’raj di Masjid Agung Darussalam, Rabu pagi (18/04/2018) dihadiri ratusan aparatur Pemerintah KSB di lingkungan KTC. Hadir juga mantan Wakil Gubernur NTB Ir. H. Badrul Munir, M.M, Mantan Wakil Bupati Sumbawa Barat Mala Rahman. Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua DWP KSB, Ketua Majelis Ulama KSB, KH. Syamsul Ismain, LC, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa, S.I.K, Sekda H. Abdul Azis, S.H., M.H, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB dan tokoh masyarakat.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, hikmah terbesar dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah perintah sholat lima waktu dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW. Pemda telah mewajibkan bagi ASN di komplek KTC melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam. Dua waktu sholat tersebut juga menjadi bagian dari jam kerja aparatur. Pemerintah Daerah memandang ini sangat penting, karena baiknya sholat akan berpengaruh baik perilaku aparatur. ‘’Sholat juga media untuk meminta pertolongan Allah SWT yang diiringi dengan sabar seperti yang dijelaskan Allah SWT di Qur'an Surat Al Baqaroh Ayat 43,” kata Bupati.

Amalan yang paling pertama kali dihisab oleh Allah SWT pada hari perhitungan adalah ibadah Sholat. Jika ibadah seseorang baik, maka akan baik pula amalan lainnya. Namun jika sholatnya buruk, maka buruk pula amalan lainnya. Sholat juga satu dari tiga perniagaan yang tidak akan merugi bila ditunaikan selain membaca Al Qur'an dan menginfakkan sebagian rizki baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Hal tersebut jelaskan Allah SWT dalam Qur'an Surat Fatir Ayat 29.

Bupati mengajak hadirin peringatan Isra’dan Mi’raj untuk mendengarkan hikmat Isra’dan Mi’raj. Kemudian menyampaikan kepada ahli keluarga, sahabat dan tetangga dan tentu untuk diamalkan. Diharapkan, ASN menjadi agen pemerintah untuk mengajak masyarakat memakmurkan masjid dan ibadah yang mendekatkan kepada ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, insyaallah, Allah SWT akan merahmati masyarakat dan daerah KSB.

Sekretaris Majelis Ulama NTB, Dr. TGH. Fahrurrozi yang memberikan tausiah mengaku bangga dengan Pemerintah KSB. Sebab, hanya di KSB yang mewajibkan aparaturnya melaksanakan sholat dzuhur dan ashar berjamaah, bahkan dituangkan dalam Peraturan Bupati. Bupati telah mengajak aparaturnya kepada ketaatan kepada Allah SWT. Sementara kebijakan absensi sidik jari usai dua sholat tersebut tentu mengajak aparaturnya untuk meningkatkan kedisiplinan demi pengabdian kepada agama, bangsa dan negara. ‘’ini menjadi contoh bagi pemimpin di daerah lain di Indonesia,” katanya.

Dr. TGH. Fahrurrozi yang juga akademisi IAIN Mataram menyampaikan hikmah terpenting dari peristiwa isra’ dan mi’raj, yakni menerima perintah sholat lima waktu. Moment peringatan isra’ dan mi’raj merupakan moment meneguhkan hati untuk senantiasa menjaga perintah Allah SWT yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW ini. Maka muslim tidak hanya ditinggikan derajatnya, mendapat keberkahan dan nikmat lainnya di dunia. Namun, yang paling penting, jika menjaga sholat lima waktu adalah mengatarkan kepada kehidupan abadi yang penuh nikmat yakni kehidupan di surga Allah SWT.(Bagian Humas & Protokol)

 

 

Komisi VII DPR RI : Pembangunan Smelter di KSB Bukan PHP

Townsite-Bupati Sumbawa Barat beserta rombongan mendampingi Komisi VII DPR RI dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT. AMNT (Selasa, 17 April 2018).

Kegiatan diawali dengan meninjau beberapa lokasi kegiatan pertambangan dan lokasi pembangunan smelter dan dilanjutkan dengan diskusi bersama di aula pertemuan Town site.

Ketua komisi VII Bapak H. Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak,MM,Ca menyampaikan bahwa maksud kunjungan spesifik kali ini adalah untuk memastikan bahwa pembangunan Smelter yang dilakukan PT. AMNT terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun  2017 tentang perubahan keempat atas peraturan pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambanganmineral dan batubara. komisi VII sangat optimis pembangunan smelter di KSB oleh AMNT akan segera terwujud, jika dibandingkan dengan hasil kunjungan lapangan mereka ke PT. Freeport, Pembangunan Smelter disana hanya memberikan harapan palsu (PHP), sedangkan kalau di KSB insya Allah pembangunan Smelter bukan PHP lagi.

Dalam sambutannya Bupati Sumbawa Barat menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi kunjungan komisi tujuh DPR RI. Kunjungan kerja ini menandakan bahwa DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Sumbawa Barat. “Alhamdulillah ada yangmembantu kami mengawasi dan mengawal jalannya industri tambang yang dilakukan PT. AMNT”. Ungkap bupati.

Lebih lanjut bupati menyampaikan bahwa stabilitas dan keamanan di Kabupaten Sumbawa Barat  terjaga dengan baik. Sampai saat ini Kabupaten Sumbawa Barat tercatat sebagai kabupaten dengan Zero Horizontal Conflict sehingga para pelaku usaha bisa melaksanakan kegiatannya dengan rasa aman dan nyaman. Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat  sangat mendukung pengembangan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT. AMNT terutama dalam membangun Smelter. Pemerintah Daerah sudah menyelesaikan AMDAL dan beberapa kelengkapan administrasi lainnya dalam waktu dekat akan rampung, beliau juga menegaskan bahwa berapapun luas lahan yang dibutuhkan Pemerintah Daerah siap menyediakannya agar proses pembangunan smelter ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dan bisa selesai pada tahun 2022 mendatang. “Saya hanya ingin menekankan kepada PT. AMNT agar masterplan pembangunan smelter diperjelas sehingga Pemerintah Daerah bisa mengetahui kawasan mana saja yang akan terdampak nantinya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan tantangan yang akan muncul.” Kata bupati.

 

Pihak AMNTmenjelaskan bahwa mereka sangat serius untuk membangun smelter di KSB dan sampai saat ini prosesnya sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan bahkan berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten sumbawa Barat beberapa tahapan terlaksana lebih cepat dari rencana, seperti pengurusan AMDAL misalnya yang saat ini sudah rampung. Oleh karena itu melalui pertemuan ini pihak AMNT memohon dukungan dari Pusat dalam hal ini adalah Komisi VII DPR RI yang memang menangani bidang pertambangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari dirjen ESDM Bapak Bambang Susigit, kedua belas anggota DPR RI yang tergabung dalam komisi VII, Asisten pemerintahan dan kesra, Presiden Direktur PT. AMNT Bapak Rachmat Makassau beserta jajaran Manajemen PT. AMNT dan pimpinan proyek pembangunan smelter Bapak Lukman Mahfoedz. (bagian humas dan Protokol)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Bupati KSB Terima Penghargaan di Musrenbang Provinsi NTB 2018

 

MATARAM—Pada Musrenbang Provinsi NTB 2018 di Hotel Lombok Raya, Senin pagi (16/04/2018) dalam pemberian penghargaan pembangunan daerah di NTB, Pemerintah Provinsi memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sumbawa Barat.

Penghargaan yang diberikan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah 2018 tersebut, KSB mendapat penghargaan dalam kategori Kabupaten Paling Progresif Dalam Pengentasan Buang Air Besar Sembarangan. Plakat penghargaan yang diserahkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A. ini pun langsung diterima oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M yang hadir di Musrenbang Provinsi NTB 2018 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah/RKPD 2019 tersebut. Musrenbang Provinsi NTB 2018 ini sendiri mengangkat tema ''Pertumbuhan dan Pemantapan Ekonomi Untuk Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan''.

 Selain Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten/Kota lainnya juga mendapatkan penghargaan dari gubernur NTB. Di antaranya Kabupaten Dompu yang menjadi kabupaten paling progresif menurunkan angka kemiskinan, yakni dari 15,70 persen menjadi 14,11 persen. Kabupaten Loteng, sebagai Kabupaten paling progresif dalam membangun Desa Wisata. Kabupaten Lombok Timur sebagai Kabupaten paling progresif mendorong penggunaan APBDes untuk rehab rumah tidak layak huni yakni minimal 20 rumah perdesanya.

Dari KSB, hadir dalam Musrenbang Provinsi NTB 2018 ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda KSB yang juga Kepala Bappeda & Litbang KSB, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si. Kepala Bappeda & Litbang didampingi Sekretaris dan sejumlah Kepala Bidangnya. Kemudian hadir sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah seperti Kepala BPM PTSP, Drs. Hajamuddin, M.M. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Burhanuddin, M.M dan Kepala OPD lainnya, termasuk Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KSB, Ir. Abdul Muis, M.M.(Bagian Humas dan Protol)

Wabup: Lakukan Pembinaan Moral Sejak dini

TALIWANG—Pada Pembukaan Kegiatan pengayaan GTK Paud dan Dikmas tahun 2018 di Paud Mulia Taliwang, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T mengharapkan adanya pembinaan moral kepada anak didik yang dimulai dari usia dini. ‘’Para guru harus bisa memberikan pendidikan yang benar kepada para siswanya,” kata Wakil Bupati, Fud Syaifuddin dalam sambutannya di Halaman Paud/TK Mulia Taliwang, Selasa (13/03/2018).

Lebih lanjut Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sangat serius dalam membangun dunia pendidikan. Kami sangat ingin membangun kekuatan moral generasi muda, karena saat ini nilai-nilai moral sudah sangat tergerus arus modernisasi. Ini adalah fakta yang terjadi, oleh karena itu peran guru sangat penting untuk tetap bisa mempertahankan moral dan nilai-nilai agama yang ada” tegas beliau.

 

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa beban guru-guru semakin hari semakin berat. Diera digital saat ini semua informasi bisa diakses dengan mudah termasuk informasi yang seharusnya belum waktunya dikonsumsi oleh anak-anak. Oleh karena itu moralitas ini yang harus diperkuat. Bukan hanya kemampuan eksak dan pengatahuan umum, tapi pengetahuan tentang agama dan moral  jangan sampai terbengkalai. Jangan tunggu mereka (anak didik) besar baru diajar, tapi mulailah ajarkan moral sejak dini”, kata beliau 

 

Wakil Bupati kemudian menginstruksikan kepada Kepala DIKPORA berkoodinasi dengan Asisten Pemerintahan dan Kesra agar menyiapkan telaahan untuk  membuat aturan agar anak-anak sekolah SMP kebawah dikontrol dalam hal penggunaan sepeda motor, Handphone, dan uang jajan mereka. “Secara garis besar saya ingin agar anak-anak usia SMP kebawah tidak boleh membawa sepeda motor dan handphone ke sekolah, Kemudian batasi uang jajan mereka maksimal Rp. 10.000,- saja per hari, tidak usah terlalu banyak karena justru akan menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak”. Pungkas beliau.  

 

Diakhir sambutan, Wakil Bupati mengucapkan terima kasih kepada dua orang pengawas yang berprestasi di tingkat nasional atas nama Sofia Marni asal Sumatera Barat dan Iin Suparti asal DKI Jakarta yang berkenan datang untuk membagi dan bertukar pikiran dengan para pengawas yang ada di kabupaten sumbawa barat. Semoga interaksi ini bisa merubah dan meningkatkan kapasitas para guru dan pengawas yang ada di kabupaten sumbawa barat. “Hidup satu kali dengan penuh manfaat”, ungkap beliau menutup sambutannya.

 

Dalam laporannya, ketua panitia kegiatan yang juga merupakan pendiri Paud/TK Mulia Ibu Hj. Mulyani menyampaikan bahwa tema kegiatan ini adalah “mari meningkatkan kompetensi pendidik melalui pembinaan dan pengawasan yang Ikhlas, Jujur, dan Sungguh-sungguh”. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 15 s.d. 19 April 2018 dan para guru TK siap untuk menerima materi dengan target agar di hari lahir Kabupaten sumbawa barat yang ke – 15 nanti akan terbit karya tulis yang berkualitas oleh para guru dan pengawas.

 

Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Direktorat PGTK PAUD dan DIKNAS Bapak Arief Munawar, S.H., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Para Kepala PAUD/TK se KSB, Para Pengawas Sekolah Se-KSB dan para guru.(Bagian Humas dan Protokol)

 

Koleksi Foto: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Bupati KSB jadi narasumber di musrenbang Provinsi 2018

 

 

MATARAM—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menjadi narasumber di musyawarah perencanaan pembangunan/Musrenbang Provinsi NTB memaparkan ikhtiar penurunan kemiskinan di KSB dengan pola gotong royong di Hotel Lombok Raya, Senin (16/04/2018).

Bupati memaparkan, kemiskinan di Indonesia bukan hanya miskin struktural, namun juga miskin kultural atau miskin mental. Karenanya, pendekatan yang tepat untuk menanggulanginya adalah dengan pendekatan kultural juga, yakni menggerakkan gotong royong. Secara nasional, gotong royong dipandang sebagai cara hidup bangsa namun hanya pada tataran nilai. Seharusnya, gotong royong dijadikan instrumen. ‘’Kami bersama legislatif menggodok gotong royong menjadi instrumen yang dituangkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong/PDPGR untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” kata Bupati.

 

Perda tersebut, lanjut Bupati, menjadi payung hukum gotong royong di KSB. Termasuk juga ditungkakan dalam Visi Daerah yakni ‘’Terwujudnya Pemenuhan Hak-Hak Dasar Masyarakat Yang Berkeadilan Menuju Kabupaten Sumbawa Barat Sejahtera Berlandaskan Gotong-Royong”,  Sementara selama ini, Indonesia hanya memiliki nilai gotong royong yang tidak didukung dengan payung hukum. Sejalan dengan menggalakkan gotong royong yang digerakkan oleh Agen PDPGR di setiap peliuk, desa/kelurahan dan kecamatan, Pemerintah KSB membangun mental/karakter masyarakat, yakni IJS atau Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. Revolusi mental di KSB tiga bulan  lebih dulu dari gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, yakni integritas, gotong royong dan sungguh-sungguh. Gotong royong dalam revolusi mental pemerintah pusat hanya sebatas nilai, bukan instrumen.

 

Implementasi kegiatan PDPGR tahun 2016-2017 adalah, pembangunan jambanisasi sebanyak 6.106 unit yang membawa KSB menjadi satu-satunya kabupaten diluar pulau Jawa yang berhasil Open Defecation Free (ODF). Rehab rumah tidak layak huni dan pembangunan rumah layak huni. Pemberian bantuan sosial dan kesehatan, yakni Pariri Disabilitas dan Pariri Lansia dengan pemberian tunjangan bulanan Rp. 250 ribu. Pariri BPJS Kesehatan dengan menanggung iuran BPJS kesehatan bagi warga tidak mampu. Pemberian dana stimulan usaha, mulai dari Bariri Tani, Bariri Nelayan, Bariri Ternak dan Bariri UMKM.

 

 

Dengan ikhtiar PDPGR tersebut, alhamdulillah angka kemiskinan di KSB tahun 2016 ada pada angka 15,96 persen atau turun 0,54 persen dari angka sebelunmnya 16,50 persen tahun 2015. Namun hasil verifikasi dan validasi rill yang dilakukan Pemerintah KSB bersama stakeholders serta Agen PDPGR yang dideklarasikan pada 13 November 2017, bahwa warga miskin di KSB hanya 3,32 persen dari jumlah penduduk, yakni sebanyak 1.586 KK atau 4.483 jiwa. ‘’Insya Allah, angka tersebut akan semakin turun karena perjalanan PDPGR tahun 2017 belum masuk dalam survei BPS untuk publish angka kemiskinan tahun 2017,” jelas Bupati.

 

Untuk evaluasi, evaluasi dari PDPGR ini dilaksanakan cepat yakni secara mingguan. Evaluasi dilaksanakan dalam Forum Yasinan Pemerintah KSB. Dalam forum tersebut, Pemerintah KSB dan stakeholders mendengar masukan, saran, aspirasi atau keluh kesah masyarakat termasuk laporan dan masukan dari Agen PDPGR. Dengan demikian, Pemerintah Daerah cepat merespon untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan menekan angka kemiskinan di KSB.

 

Selain Bupati Sumbawa Barat, dalam diskusi panel yang di moderatori Dr. Prayitno Basuki di Musrenbang 2018 Provinsi NTB ini, narasumber lainnya adalah Anggota Komisi XI DPR RI, Wilgo Zainar, S.E., M.BA yang memaparkan Strategi Pendanaan Pembangunan di NTB. Kemudian Prof. Ahmad Erani Yustika, Dirjen Pembangunan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Prof Ahmad memaparkan upaya Memaksimalkan Dana Desa untuk Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan di NTB. Terakhir Asisten Deputi Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata, Dr. Wisnu Bawa Taruna Jaya.(Bagian Humas dan Protokol)

Pemerintah KSB dan KLU Bahas Perecepatan Pengembangan Pariwisata KSB

 

TALIWANG—Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara berdialog membahas kerjasama percepatan pengembangan pariwisatan KSB.

Dialog dua pemerintah ini dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Gedung Graha Fitrah, Kamis pagi (12/04/2018). Dalam pertemuan ini, Pemerintah KSB dipimpin oleh Wakil Bupati  Fud Syaifuddin, S.T, didampingi Sekda H. Abdul Azis, S.H., M.H dan sejumlah Kepala OPD dan Kepala Bagian Setda KSB. sementara dari pihak Pemerintah KLU dihadiri langsung Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H, Sekda dan sejumlah Kepala OPD.

Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutan penerimaannya mengatakan, pertemuan ini adalah peristiwa besar bagi KSB. kegiatan ini merupakan lompatan besar untuk sektor pariwisata KSB. Meskipun secara pemerintahan KLU lebih muda dari KSB, tetapi dari sektor pariwisata, karena kemajuan pariwisatanya, KLU adalah senior bagi KSB. ‘’Kita bagian dari NKRl, bagaimana agar kita dua kabupaten ini saling mensuport untuk kemajuan pariwisata yang tentu kontribusinya untuk Indonesia,” kata Wabup.

Secara topografi, KLU dan KSB tidak jauh berbeda. Pegunungan dan pantai sangat mendominasi. Bedanya, KSB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Namun dari sektor pariwisata, KLU sudah mendunia. Bahkan pendapatan terbesarnya datang dari sektor pariwisata. Pendapatan KLU itu pun langsung masuk ke kas KLU. Berbeda dengan KSB. Pendapatannya masuk terlebih dahulu ke kas negara dan sangat fluktuatif. Saking serius mengurus pariwisata, jalan-jalan di KLU pun sudah di hotmix. Tentu KSB harus belajar dari KLU. Kemudian di sektor pertanian, sayuran dan buah-buahan seperti duren dan manggis banyak dihasilkan KLU.

Dalam kesempatan ini Wabup juga mengungkapkan program unggulan Pemerintah KSB kepada Bupati Lombok Utara. Program yang diungkapkan seperti dijaminnya iuran BPJS kesehatan bagi warga tidak mampu. Tersedianya layanan cuci darah di rumah sakit daerah dan merupakan satu-satunya di Pulau Sumbawa. Pembangunan jamban, membawa KSB satu-satunya kabupaten di luar Pulau Jawa di Indonesia sebagai kabupaten ODF. Mengucurkan bantuan usaha, Bariri Tani, UMKM, Ternak dan Nelayan. Kegiatan bedah rumah dengan sistem gotong royong yang digerakkan Agen PDPGR. Penurunan angka kemiskinan 3,32 persen dari jumlah warga KSB. Warga miskin akan mendapatkan santunan tunai setiap bulannya.

Bupati Lombok Utara Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H mengatakan, sebenarnya kekayaan alam KLU tidak ada apa-apanya dibanding KSB yang luar biasa. Sadar dengan kurangnya potensi alam dan tingginya potensi pariwisata, Pemerintah KLU pun serius mengembangkan sektor pariwisata. dengan capaian awal Rp. 6 Miliar, kini Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata saja lebih dari Rp. 200 Miliar. ‘’KLU pun menjadi kabupaten yang memanfaatkan sektor pariwisata tertinggi di NTB. Tapi kami belum puas, karena kami belum mengelola potensi secara maksimal,” katanya.

Dalam sehari, lanjut Bupati Lombok Utara, wisatawan yang mengunjungi KLU mencapai 2.600 hingga 3.000 wisatawan. Fast boat dari Pulau Bali yang membawa turis bisa 20 sampatai 50 fast boat setiap harinya. Karenanya, nantinya KSB bisa membuat trik untuk mendatangkan turis dari KLU ke KSB lebih banyak, seperti menggratiskan ongkos fast boat dari KLU ke KSB. kemudian menggratiskan beberapa hari kamar hotel wisatawan dan trik promo lainnya. ‘’Tapi yang paling penting kami lakukan, pembenahan sarana prasarana dan pelayanan prima, baik kepada rakyat dan wisatawan, seperti layanan kesehatan, karena itu akan menjadi cerita wisatawan di negara asalnya,” ungkap TGH. Najmul Akhyar.

Untuk pengembangan pertanian, pemerintah mendorong petani tidak fokus di tanaman padi. Namun petani didukung ke tanaman hortikultura (sayur dan buah-buahan). KLU bekerjasama dengan Universitas New Zeland, 100 petani mendapat pelatihan. Alhamdulillah petani kini fokus menanam tanaman hortikultura. Hasilnya pun baik dan telah bekerjasama dengan hotel dan restoran di KLU untuk membeli sayur dan buah petani. Untuk peternakan, kami mendorong pengembangan ayam petelur, telur peternak dijual ke hotel dan restoran dengan transaksi 23 ribu butir setiap hari dan kini tidak perlu mendatangkan dari Bali atau Banyuwangi. ‘’KLU juga memberikan izin retail modern seperti alfamart dan indomaret. Yang diperbanyak adalah BUMDesa, usaha masyarakat dipasarkan di BUMDes yang kemudian hasilnya dirasakan masyarakat itu sendiri,” jelas Bupati.

Pertemuan ini kemudian ditutup dengan penandatangan kerjasama Bidang Kepariwisataan, Pertanian dan Bidang lainnya sesuai kebutuhan bersama. Penandatangan kerjasama yang dilakukan Kepala OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Kesepakatan Bersama/Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan MoU dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Bupati Lombok Utara pada 21 Februari 2018 lalu. Pertemuan teknis dilakukan usai Sholat Dzuhur berjamaah di masjid Agung Darussalam KTC. Dalam pertemuan ini, OPD terkait KSB dan Pemda KLU membahas kegiatan teknis dalam kerjasama pengembangan pariwisata di, termasuk kerjasama pertanian dan bidang lainnya.(Bagian Humas dan Protokol)

 

 

Koleksi Foto Klik: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Wabup Hadiri Khatam Al-Quran SDN Telaga Baru

 

TALIWANG—Menjelang Ujian Nasional Sekolah Dasar, murid kelas enam SDN Telaga Baru melaksanakan khatam Al-Qur’an, Istighosah dan do’a bersama dengan Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, Kamis pagi (12/04/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di teras dan halaman musholla SDN Telaga Baru ini dihadiri Asisten Pemerintah dan Aparatur, Drs. Mukhlis, M.Si, Kadispora Drs. Tajuddin, M.Si, Kabag. Humas & Protokol, Ir. Abdul Muis, M.M, Kabid. Dikdas Disdikpora, Agus, S.Pd, Ketua Dewan Pendidikan KSB dan jajaran, para pengawas pendidikan dan orang tua murid kelas enam.

Kepala SDN Telaga Baru, Muhammad M. S.Pd dalam laporannya menyampaikan, latar belakang kegiatan khatam Al Qur'an ini merupakan puncak dari kegiatan mengaji murid kelas enam. Kegiatan ngaji harian selepas sholat dzuhur berjamaah bersama guru di mushalla sekolah telah dilaksanakan sejak 2017 lalu. Sekolah pun akan memberikan sertifikat khatam Al-Qur’an untuk murid yang khatam.

Muhammad M juga mengungkapkan, banyak prestasi yang diraih SDN Telaga Bertong baru-baru ini, diantaranya pada November 2017 SDN Telaga Baru telah terakreditasi, yakni akreditasi A dengan nilai yang memuaskan. Mewakili KSB pada O2SN tingkat provinsi bidang studi IPA. Di Lomba yang digelar Dinas Arpusda beberapa waktu lalu, murid SDN Telaga baru mendapat juara satu lomba sakeco dan menjadi juara dua dan tiga lomba bercerita. ‘’Pendidikan karakter berjalan lancar dan berkesinambungan khususnya kegiatan pembinaan rohani siswa setiap pagi jumat termasuk gerakan infak dan sodaqoh. Hasil infaq dan sodaqoh sebagian diserahkan ke Baznas KSB. Sementara sebagian lagi untuk sekolah yang dialokasikan untuk sejumlah kegiatan seperti perbaikan musholla dan lainnya,” ungkap Kepala Sekolah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan khatam Al-Qur'an. Sebanyak 33 murid kelas enam bersama guru bersama-sama membaca Qur'an Surat Adduha hingga Surat Annas. Usai khatam Al-Qur’an, kegiatan diisi dengan istighosah dan ditutup dengan do'a bersama. Do’a bersama yang dipimpin Ustadz H. Said, M.Pd yang dihajatkan bagi murid kelas enam menghadapi Ujian Nasional.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya mengatakan, anak-anak SDN Telaga Bertong harus selalu bersyukur kepada Allah SWT. Kemudian  selalu beristigfar. Selanjutnya selalu berbakti kepada orang tua. Khusus anak-anak kelas enam, minta do'a orang tua agar dimudahkan menjawab soal ujian dan bisa lulus. Kemudian taat kepada bapak ibu guru yang telah mendidik. Yang utama lagi adalah taat kepada Allah SWT. Caranya dengan melaksanakan sholat dan perintah Allah SWT lainnya serta menghindari larangan-NYA. ‘’Selaku pimpinan daerah saya mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu guru yang telah mendidik anak-anak, terpenting lagi memberikan pendidikan Agama yang baik,” kata Wabup.

Kepada Kepala SMPN 7 Taliwang yang hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati meminta untuk meningkatkan kualitas SMPN 7. Sebab banyak anak-anak Telaga Bertong yang enggan masuk ke SMPN 7 Taliwang. Padahal, sekolah itu dibangun dihajatkan untuk mengakomodir anak-anak Telaga Bertong dan sekitarnya. Anak-Anak SDN Telaga Baru juga diharapkan bisa masuk ke SMPN 7 Taliwang. "Kalau Kepala Sekolah tidak mampu merubah SMPN 7. Orang tua juga agar memasukkan anaknya ke SMP tersebut," imbuh Wabup.(Bagian Humas dan Protokol)

 ====================

Koleksi Foto:  https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Wabup: Pengentasan Kemiskinan Bukan Hanya Fisik Tapi Juga Moral

 

 

TALIWANG—Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T meminta Tim Khusus Perlindungan dan Pemberdayaan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu KSB, bukan hanya membenahi fisik dalam mengentaskan kemiskinan, namun juga moral.

 

Demikian dikatakan Wabup dalam rapat koordinasi pengetasan kemiskinan di ruang rapat utama Gedung Graha Fitrah, Rabu pagi (11/04/2018). Rapat ini dihadiri Asisten Ekbang yang juga Kepala Bappeda & Litban, Dr. H. Amry Rakhman. Kepala Dinas Sosial dan Kepala dan perwakilan OPD lainnya.

 

Dikatakan Wabup, negara ini punya konsep bagus mengentaskan kemiskinan. Banyak kegiatan dengan anggaran besar yang juga digelontorkan. Tetapi masalah ini tidak pernah tuntas. Berbeda dengan zaman kepemimpinan Umar Bin Khattab yang bahkan tidak ada orang miskin dan tidak mau menerima bantuan. Sementara sekarang orang kaya pun mau menerima sedekah. Banyak orang mengaku miskin karena mentalnya tidak mau bersyukur. ‘’Miskin bukan soal tidak punya harta, tetapi bagaimana kita membuat orang bersukur, karena banyak masyarakat kita memiliki harta yang ada tetapi tidak bersukur,” kata Bupati.

 

Wabup pun menginstruksikan merubah mental dan perilaku masyarakat. Kepada Bagian Kesra Setda KSB, Bupati meminta agar mengkampanyekan terkait moral kemiskinan melalui khutbah jumat satu kali setiap bulannya. Materi disiapkan kemudian disebar ke masjid di seluruh KSB. Dinas Dikpora diminta membuat rambu agar anak sekolah dibatasi uang jajanya di sekolah. Sebab, ketika ada anak yang membawa banyak uang jajan, maka akan menimbulkan kesenjangan dengan yang uang belanjanya kurang. Hal itu juga menimbulkan kecemburuan sosial.

 

Wabup mencontohkan, kasus seorang anak orang kaya di KSB ini yang masih SMP. Duduk di kelas 1 SMP sudah diberi motor trail oleh orang tuanya. Baru-baru ini ia mengambil uang ibunya di ATM senilai Rp. 15 juta dan ternyata uang itu digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu. ‘’Dari kasus ini diatur juga agar anak-anak SMP jangan bawa motor, selain belum saatnya, juga dikhawatirkan banyak yang bertingkah seperti orang dewasa. Jadi menuntaskan orang miskn bukan saja fisiknya, tetapi juga moralnya termasuk berangkat dari menata moral generasi muda,” jelas Wabup.(Bagian Humas dan Protokol)

 

 

 

 

 

Pemuda Tidak Boleh Apatis Terhadap Politik

 

 

TALIWANG—Pemuda diminta tidak apatis terhadap politik. ‘’Banyak orang apatis dengan politik dan partai politik, termasuk pemuda. Hal itu jangan dilakukan, terlebih pemuda, pemuda harus aktif,” kata Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, di acara Rembug Politisi Muda Sumbawa Barat, Rabu pagi  (11/04/2018).

 

Acara Rembug Politisi Muda Sumbawa Barat di ruang pertemuan Kedai Sawah KTC ini digelar KNPI KSB. Mengangkat tema ‘’Rekam Jejak Dan Potensi Politisi Muda Yang Cerdas, Amanah Dan Berkualitas’’ hadir Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustafa, S.I.K, Ketua Bawaslu KSB dan Komisioner KPU KSB sebagai narasumber. Hadir juga Ketua DPC Demokrat KSB yang juga anggota DPRD KSB, Mustakim Patawari, S.I.P dan pengurus partai di KSB lainnya.

 

Dijelaskan Wabup, banyak ruang, banyak partai politik tempat pemuda sebagai pemuda berpolitik. Jika masyarakat atau pemuda tidak berpolitik maka akan tidak baik. Seperti yang dikatakan Akademisi Universitas Nasional Jakarta, Almarhum Dahlan Ranuwihardjo : “orang yang buta politik akan dimakan oleh politik.”  Terlebih partai politik juga merupakan alat untuk merebut kekuasaan. Karenanya manfaatkan alat tersebut. ‘’Saya juga mengajak mari memilih, memberikan suara apalagi kita mayoritas muslim, maka pilihlah saudara kita yang muslim, jika tidak maka kekuasaan dimabil orang, dan kekuasaan bisa mengatur semua lini kehidupan. Bantu juga kepolisian untuk menjaga kemanan dan kenyamanan,” imbuh Wabup.

 

Untuk pencitraan, banyak media yang bisa digunakan, mulai dari media masa sampai media sosial. Sebab, dalam berpolitik, pencitraan sangat dibutuhkan. ‘’Saya selain di back up media masa juga saya aktif di media sosial untuk mewartakan kegiatan saya, itu penting,” jelas Bupati.

 

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia/KNPI KSB, Trisman, S.T., M.P dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini digelar karena melihat keaktifan pemuda termasuk politisi muda yang berdiskusi terkait politik di media sosial. Namun dalam diskusi muncul pandangan bahkan komentar yang tidak positif. Untuk memberikan ruang diskusi, kegiatan ini pun digagas agar diskusi dan gagasan lebih terarah, lebih positif dan konstruktif serta berkontribusi untuk KSB. ‘’Kami harap arahan Pak Wabup, saran dan strategi untuk pemuda menghadapi kompetisi agar bisa duduk di kursi legislatif,” kata Trisman.(Bagian Humas & Protokol

 

 Koleksi Foto Klik: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

 

 

Kukuhkan Tim Pora, Wabup: Awasi Ketat Orang Asing  

 

TALIWANG—Pengawasan orang asing di Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan diperkuat.

 

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam rapat koordinasi pengawasan orang asing di Ruang Sidang I Setda KSB, Selasa pagi (10/04/2018). Acara yang dirangkai dengan pengukuhan Tim pengawasan orang asing (Pora) KSB ini dihadiri Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa, Asisten, Polres Sumbawa Barat dan OPD terkait seperti Kesbangpoldagri KSB.

 

Ditekankan Wabup, KSB adalah daerah dengan tujuan orang asing, mulai dari pekerja karena adanya perusahaan tambang besar yakni PT. AMNT dan perusahaan lainnya. Kemudian KSB sebagai daerah pariwisata juga intens dikunjungi orang asing. Selanjutnya bisa juga melalui ikatan perkawinan dengan warga KSB. Pengawasan terhadap orang asing pun mutlak diperkuat untuk mengantisipasi penyalahgunaan tujuan orang asing. Termasuk mengantisipasi kegiatan yang dilakukan, seperti bisa saja melakukan kegiatan negatif yang tidak sesuai dengan budaya, adat istiadat dan agama masyarakat KSB. ‘’Tim Pora diharapkan bisa bermanfaat sebaik mungkin, bekerja maksimal untuk menjaga daerah ini,” kata Wabup.

 

KSB saat ini, lanjut Wabup memang belum memiliki kantor Imigrasi. Diharapkan kantor Imigrasi membuka kantor perwakilan guna mendekatkan pelayanan keimigrasian dengan masyarakat KSB.

 

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa, Edi Setyadi, S.E., M.M mengatakan, pembentukan Tim Pora merupakan amanah UU nomor 2 Tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing. Tim ini dibentuk untuk memantau lalulintas orang yang masuk dan keluar Indonesia. Tim ini  penting, apalagi Indonesia secara umum dan kabupaten/kota daerah wisata yang tidak luput dari kunjungan orang asing, termasuk sebagai tempat bekerja seperti di KSB ini.

 

 

Edi Setyadi mencontohkan keberhasilan pengawasan orang asing di NTB, seperti diamankannya sejumlah orang asing di kapal pesiar di Kabupaten Lombok Barat yang menyalahi aturan. Kemudian pengungkapan orang asing yang melakukan tindak pidana skiming ATM BRI di sejumlah tempat di Pulau Lombok. Dengan kejadian tersebut, Tim Pora bergerak secara masif dan luas untuk mendapat data real orang asing di KSB.(Bagian Humas & Protokol)

 

-------------------------------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Da’i/Khatib Diminta Sosialisasikan Program Pemerintah

 

 

TALIWANG—Da’i/khatib diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program pemerintah, termasuk menjadikan mental masyarakat berkarakter Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh/IJS.

 

Demikian diungkapkan Bupati, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M saat membuka kegiatan pemberdayaan da’i/khatib masjid desa/kelurahan se-KSB. Kegiatan ini digelar Badan Amil Zakat Nasional/Baznas KSB di Hotel Andi Graha, Selasa pagi (10/04/2018). Bupati mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemberdayaan da’i/khatib sangat penting, bukan hanya dalam upaya membantu Baznas mengajak masyarakat membayar zakat, infak dan sodakoh. Namun juga bisa membantu pemerintah. ‘’Da’i/khatib sangat penting, kita bersinergi bagaimana da’i mengajak masyakat, kemudian nanti Baznas menampung dan menyarutkan zakat, infaq, sodaqoh,” kata Bupati.

 

Sebagai ujung tombak dalam syiar islam, da’i juga bisa menjadi corong pemerintah dalam mensosialisasikan program dan menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. Bagaimana da’i/khatib dalam khutbah atau kegiatannya dimasyarakat mengajak masyakat terutama generasi muda tidak mendekati narkoba. Kemudian isu pengentasan kemiskinan,  yakni mengkampanyekan dan membangun gerakan gotong royong melawan kemiskinan. Bagaimana mendengungkan program pemerintah daerah seperti bantuan bariri UMKM, Nelayan, Petani dan Bariri Ternak. Dimana bantuan  usaha itu tidak gratis, tetapi dengsn mekanisme mengembalikan  ke rekening mereka sendiri.

 

Selanjutnya ada bantuan untuk kesehatan, disabilitas dan lanjut usia. Kemudian bagaiaman da’i/khatib membangun kepedulian atau kebersamaan di tengah-tengah masyarakat. Yang penting juga da’i/khatib berperan membangun mental masyarakat memiliki karakter ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh/IJS. Ada warga yang sejatinya mampu tapi karena tidak memiliki karaktrt IJS kemudian mengaku miskin. ‘’Tolong bantu kami, agar masyarakat KSB berkarakter IJS. Bangun silaturrahmi dengan masyarakat, karena melalui masjid-masjid masyarakat akan lebih mendengar,” imbuh Bupati.

 

Ketua panitia Ir. Hamdi Serbini dalam laporannya menyampaikan, kegiatan yang diikuti 65  da’i/khatib masjid desa/kelurahan se KSB ini berupa sosialisasi, tatap muka dan pembekalan da'i/khatib untuk menyatukan persepsi melaksanakan dakwah islamiyah tentang zakat, infaq dan sodaqoh. Mengajak masyarakat untuk aktif membayar zakat, gemar berinfak dan bersodaqoh.(Bagian Humas & Protokol)

---------------------------------------------------------

Koleksi Foto Kegiatan : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

 

 

 

 

Bupati Buka Jambore Penyuluh Perikanan se-NTB

 

TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka secara resmi Jambore Penyuluh Perikanan di Desa Labuhan Kertasari, Senin pagi (9/04/2018).

Sebelum membuka jambore, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T dan pejabat lainnya terlebih dahulu meresmikan monumen Jambore Penyuluh Perikanan se-NTB. Monumen ini berada di bibir pantai depan Depo Rumput Laut Desa Kertasari. Selanjutnya Bupati melaksanakan panen rumput laut yang didampingi Wakil Bupati, Kepala Dinas Kelautan dan Perikana NTB, Sekda KSB, Sekjen Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia/Ipkani melakukan panen rumput laut. Kepala Balai Penyuluh Perikanan Lombok, Kepala Balai Karantina Ikan Mataram,

Laporan Ketua Panitia Jambore Penyuluh Perikanan, Salim Pujianto, A.Pi menyampaikan, jambore penyuluh perikanan ini merupakan jambore pertama, bukan hanya pertama di Provinsi NTB, namun juga pertama di Indonrsia. Jambore ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi sesama penyuluh. Hadir di jambore ini 106 PNS penyuluh perikanan. kemudian 100  orang non PNS penyuluh perikanan bantu. ‘’Di jambore ini, penyuluh juga ingin bertemu Bupati KSB, apalagi alumni SPP Pertanian Mataram,” katanya.

Ketua Umum DPP IPKANI yang dibacakan Sekjen IPKANI, Ahmad Subari, S.St.P.i Penyuluh Perikanan merupakan ujung tombak pembangunan bidang kelautan dan perikanan. Kini, setelah diambil alih Kementerian Kelautan dan Perikanan, penyuluh perikanan sangat diperhatikan. Kementerian memberikan tunjangan kinerja yang tinggi bagi para penyuluh.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi dalam sambutannya mengatakan, jambore ini merupakan ajang tukar informasi, tukar pengalaman dan sekaligus ajang konsolidasi. Terlebih  tahun 2017-2018 telah terjadi perubahan yang cukup mendasar dalam tatanan pemerintahan khususnya terkait penyuluh. Bahwa sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, penyuluh telah diambil alih pemerintah pusat. Namun penempatannya masih di setiap kabupaten/kota.

Penyuluh diharapkan untuk terus melakukan pendapingan dan pembinaan kepada masyarakat dan kelompok perikanan. Terlebih penyuluh kini dibawah kendali Lembaga Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka inovasi-inovasi harus diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan efektifitas masyarakat perikanan. ‘’Bina terus organisasi, bina administrasi dan bina kelompok usaha, targetkan kelompok usaha menjadi badan hukum, dekatkan mereka dengan industri permodalan terutama perbankan, karena usaha perikanan adalah usaha yang bisa dilaksanakan skala kecil namun bersifat padat karya sehingga bisa mengentaskan kemiskinan,” kata Ir. L. Hamdi.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, penyerapan modal usaha, bukan  saja bidang perikanan, namun hampir seluruh bidang usaha  memang kurang. Terlebih modal usaha yang disediakan pemerintah di perbankan diperuntukkan bagi usaha perorangan dan bukan untuk kelompok.

Diungkapkan Bupati, di KSB Pemerintah KSB mengintervensi permodalan usaha masyarakat dengan kerjasama yang baik dengan perbankan. Pemerintah menempatkan modal usaha untuk masyarakat di bank untuk di salurkan. Bantuan untuk petani ditangani Bank NTB. Bariri Nelayan ditempatkan di Bank BRI. Modal usaha UMKM ditempatkan di Bank Mandiri. Sementara bantuan bersifat sosial kesehatan, yakni BPJS Kesehatan, bantuan Lansia dan Disabilitas ditempatkan di Bank BNI.

Bupati pun mengharapkan Penyuluh Perikanan untuk produktif dan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak. Khusus di KSB, kerjasama dengan kepala desa, agen PDPGR. Namun yang paling penting adalah, bagaimana Penyuluh juga bisa mendorong pembangunan mental manusia, yakni mental yang ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

Dalam kegiatan pembukaan jambore Penyuluh Perikanan ini, dilaksanakan pengukuhan pengurus DPD IPKANI Provinsi NTB oleh Ketua  Harian DPP IPKANI. Pengukuhan dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan DPP IPKANI Nomor:011/SJDPP/SK-DPD/IV/2018 tanggal 13 Februari 2018 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan DPP IPKANI Provinsi NTB Masa Bakti Tahun 2015-2019.(Bagian Humas & Protokol)

 

----------------------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

 

Buka MTQ Korpri, Bupati Minta ASN Jadi Motivator Mengaji 

 

 

TALIWANG—Di pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an/MTQ ke-IV Korpri KSB, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M meminta anggota Korpri menjadi motivator gemar membaca Al-Qur’an bagi masyarakat.

 

Dikatakan Bupati, agar ASN, Angota Korpri KSB menjadi motivator atau agen bagi masyarakat untuk gemar membaca Al Qur’an. Anggota Korpri juga bisa membentuk kelompok-kelompok mengaji di tengah masyarakat. Kelompok yang rutin bahkan setiap satu bulan bisa mengkhatam Al-Qur’an. ‘’Untuk MTQ, bagi para peserta, bukan soal menang kalah, tetapi ini adalah syiar, mengajak ASN dan masyarakat meningkatkan iman dan ketakwaan, mendirikan sholat, membaca kitab Allah dan menginfakkan sebagian rizki baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan,” kata Bupati mengutif surat Fatir ayat 29 di Masjid Agung Darussalam, Selasa pagi (10/04/2018).

 

Di sisi lain, Bupati juga meminta agar Korpri siap menjawab tiga tantangan yang bisa melanda anggota Korpri termasuk di tengah masyarkat. Pertama, masalah perceraian Anggota Korpri. Dimana, banyak Anggota Korpri mengajukan perceraian terutama kaum wanita. Kedua, masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Anggota Korpri sebagai panutan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Ketiga, agar meningkatkan kepedulian antar sesama, membangun kebersamaan di tengah perbedaan.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, H. Abdul Azis, S.H., M.H selaku Ketua Panitia MTQ ke-4 Korpri tingkat KSB Tahun 2018 dalam laporannya menyampaikan, pembinaan anggota Korpri dilaksanakan melalui dua jalur. Jalur pertama adalah jalur kedinasan melalui BKD. Sementara jalur kedua, adalah jalur non kedinasan melalui Korpri. Pembinaan anggota melalui jalur Korpri yang rutin dilaksanakan adalah seperti Porseni, Santunan anggota Korpri termasuk MTQ Korpri.

 

Dalam penyelenggaraan MTQ ke-4 Korpri tingkat KSB tahun 2018 ini, ada tiga cabang lomba yang dilaksanakan, yakni Tartil dengan peserta sebanyak 37 orang. Kemudian cabang Tilawah dengan peserta sembilan orang dan cabang Tahfiz dengan jumlah peserta tiga orang. MTQ ini diharapkan mampu memantapkan anggota Korpri sebagai perekat persatuan bangsa, meningkatkan profesionalisme dan kinerja terutama dalam pelayanan publik. ‘’Selain ajang silaturrahmi, MTQ ini juga mampu membangun jiwa ASN yang sportif, ASN yang netral, demokratis untuk membangun jiwa korps dan mensejahterakan anggota,” kata Sekda.(Bagian Humas & Protokol)

 ------------------------------------------------------

Koleksi Foto Kegiatan: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

 

 

Agen PDPGR Mulai Terapkan Absen Sidik Jari

 

 

TALIWANG-Forum Yasinan Pemerintah KSB, Jum'at malam (5/04/2018) menjadi moment dimulainya penerapan absen sidik jari bagi Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong/PDPGR KSB. 

 

Absen masuk khusus bagi Agen PDPGR di central kediaman Bupati tempat Forum Yasinan ini dimulai pukul 18.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. Sementara absen pulang dimulai pukul 22.00 sampai pukul 24.00 Wita. ‘’Absen sidik jari ini menguji keistiqomahan para agen PDPGR untuk hadir di Forum Yasinan dan pembuktian IJS. Sebenarnya saya sudah percaya Agen PDPGR sudah IJS, tapi ini karena usulan dan telah menjadi mekanisme,” kata Bupati dalam arahannya.

 

Bupati meminta Agen selalu hadir di tengah masyarakat, peka mengggerakkan partisipasi masyarakat. Jika ada warga yang tidak terpenuhi hak-hak dasar hidupnya termasuk masalah keamanan dan ketertiban di KSB, maka jangan salahkan Kepala Desa, jangan salahkan Camat sampai Bupati, tetapi yang salah adalah Agen. Jika ada warga yang menempati rumah tidak layak huni, maka itu kesalahan Agen. Jika ada warga yang tidak bisa makan karena lapar, maka itu salah Agen. Jika ada warga menggunakan narkoba, maka itu salah Agen.

 

Karenanya Agen harus aktif di tengah masyarakat. Mengontrol kehidupan setiap rumah tangga di lingkungan wilayah kerjanya di setiap Desa/Kelurahan. Segera koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa atau pihak Desa/Kelurahan jika ada temuan. Jangan Agen jalan sendiri. Agen harus bersinergi dengan Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat. ‘’Semakin mampu kita gerakkan partisipasi masyarakat, di situlah tolak ukur keberhasilan kita,” jelas Bupati

 

Kepada Kepala OPD, Bupati meminta agar Kepala OPD mengingatkan seluruh aparaturnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa melanggar aturan. Jangan ada aparatur meminta imbalan. Begitu pula Agen, layani masyarakat dengan sepenuhnya.

 

Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T menambahkan, baik buruk, maju dan mundurnya KSB ada di tangan seluruh elemen masyakat KSB. Karenanya, sinergitas harus terus dibangun untuk bersama-sama membangun KSB ke depan yang semakin maju.

 

 

Pada Forum Yasinan malam jumat 5 april lalu, hadir 20 santri TPQ Nurul Jannah Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, ke 20 santri yang didampingi seorang gurunya ini tampil menunjukkan kemampuannya menjelaskan ilmu islam menggunakan bahasa Sumbawa. Mereka menyampaikan pengajian menggunakan bahasa khas Sumbawa layaknya generasi Sumbawa tempo dulu. Para santri menjelaskan rukun sholat, rukun islam, rukun iman, rukun ihsan dan di tutup dengan do'a.(Bagian Humas & Protokol)

 

 

----------------------------------------------------------------------------------

 

Koleksi Foto : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Agen PDPGR Diminta Jaga Terus Kekompakan

 

 

TALIWANG—Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong/PDPGR diminta terus menjaga kekompakan.

Hal ini diungkapkan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M saat membuka bimbingan teknis peningkatan kapasitas Agen PDPGR se-KSB di Aula Setda KSB, Rabu siang (5/04/2018). Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dandim 1607/Sumbawa, Kajari Sumbawa, Kabag Ops Polres Sumbawa Barat, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala OPD dan Kepala Bagian lingkup Setda KSB.

Dikatakan Bupati, kekompakan Agen PDPGR harus terus dibangun dan dijaga. Jika ditempat lain mengatakan tidak mungkin, maka di KSB harus mungkin. ‘’Saya berharap Agen PDPGR pertahankan kekompakan ini. Jika kekompakan ini terus dibangun, maka Dandim pun akan takut,” canda Bupati.

Ditegaskan Bupati, tugas membangun KSB bukan hanya membangun fisik seperti jamban, rumah dan lainnya. Namun yang paling penting adalah membangun sikap, mental atau karakter rakyat KSB, yakni bermental Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. ‘’Kita libatkan semua pihak, pejabat, aparatur sipil negara, masyarakat, tokoh masyarakat tokoh agama, ulama untuk mendapatkan karakter rakyat KSB yang ikhlas, berkarakter jujur dan berkarakter sungguh sungguh. Kampanyekan sampai ke anak-anak,” imbuh Bupati.

Bupati juga berharap kepada pemangku kepentingan, mulai dari kepala desa/lurah, camat, Babbinsa dan Bhambinkamtibmas untuk memanfaatkan Agen PDPGR. Jangan sampai kepala dinas ketika melaksanakan suatu kegiatan yang sebenarnya membutuhkan Agen PDPGR, malah kemudian memandang sebelah mata. Semua harus bersinergi, Agen PDPGR bukanlah pesaing. ‘’Saya berharap manfaatkan Agen PDPGR. Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Kepala Desa/Lurah akan sangat terbantu jika agen PDPGR bisa dimanfaatkan dengan baik. Contohi Kecamatan Maluk, Camat, Kepala Desa dan Agen PDPGR sinergitasnya sangat baik. Kecamatan, Desa lain silahkan studi banding ke Maluk,” ungkap Bupati.

Ke depan, Agen PDPGR harus lebih membuka mata dan telinga di tengah masyarakat. Bukan berarti Agen  menjadi intel. Namun karena tanggung jawab memenuhi hak rakyat, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban KSB. Apapun yang ditemukan, masalah narkoba, masalah asusila dan lainnya segera laporkan ke Kepolisian. Agen harus mengontrol warga di wilayah kerjanya. Jika ada Agen tidak mengetahui warganya yang kelaparan, yang sakit dan belum diobati, juga warga yang belum mendapatkan hak-hak dasar  lainnya, maka yang berdosa Agen PDPGR. Jika diketahui dan sudah dilaporkanke Bupati, tetapi bupati tidak menindaklanjuti, maka itu adalah dosa Bupati. Kepekaan harus ditanamkan sehingga benar-benar ditunggu masyarakat. 

Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya menyampaikan,  keberhasilan pembangunan di KSB dengan melibatkan Agen PDPGR telah tampak. Tahun 2016 misalnya, telah merehab rumah tidak layak huni sebanyak 1.024 unit, membangun jamban hingga KSB menjadi kabupaten satu-satunya di luar pulau jawa yang ODF/Open Defecation Free. Di tahun 2017, menyalurkan dan bantuan Bariri Tani kepada 6.855 penerima. Bariri Ternak kepada 1.420 penerima. Bariri nelayan disalurkan kepada 1.276 nelayang tangkap, 120 nelayan budidaya dan 150 pengelola hasil. Merehab 1.391 rumah. ‘’Insya Allah tahun 2018 akan dilanjutkan. Kendala-kendala akan terus dibenahi seperti kurangnya kapasitas, karenanya Bimtek ini diberikan,” jelasnya.

Ke depan, Agen PDPGR juga akan dievaluasi tingkat kehadirannya di setiap malam Jum’at pada Forum Yasinan. Mekanismenya adalah dengan absensi sidik jari. Hari ini, Agen PDPGR melakukan perekaman. Konsekuensinya adalah, jika Agen PDPGR tidak hadir pada Forum Yasinan, maka insentifnya dipotong dan dimasukkanke kas daerah. Para Agen PDPGR pun dengan semangat berteriak menyatakan siap melaksanakan mekanisme ini.(Bagian Humas dan Protokol)

------------------------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/photos/a.1435648520067865.1073741827.1435645503401500/1842369856062394/?type=3&theater

 

Masyarakat Diimbau Waspadai Investasi Bodong

 

TALIWANG—Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat harus mewaspadai dengan praktik investasi bodong.

Demikian ditegaskan Kepala Bagian Pengawasan Setingkat Kepala Deputi OJK Provinsi NTB, Ibu Aprillah H.S dalam sambutannya pada Sosialisasi OJK dan Edukasi keuangan bagi pelaku UMKM se-KSB di Hotel Grand Royal, Rabu pagi (5/04/2018). ‘’Jangan sampai pelaku UMKM dan masyarakat di KSB terjerumus dengan investasi bodong dan jasa keuangan bodong lainnya,” kata Ibu Aprillah H.S.

Karenanya lanjut Aprillah, OJK mengadakan sosialisasi tentang OJK dan edukasi jasa keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan OJK di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dimana, dalam sosialisasi ini, OJK mensosialisasikan dasar hukum OJK yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. Jika Bank Indonesia memiliki tugas mengatur dan mengawasi perbankan. Maka masyarakat harus mengetahui, posisi OJK adalah untuk mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan, bukan saja bank tetapi perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan.

Aprillah H.S mengungkapkan, tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat di Provinsi NTB akan industri jasa keuangan sangat rendah. Posisi literasi masyarakat NTB di urutan ke-33 dari 34 provinsi. Sementara tingkat literasi atau perikatan msyarakat di NTB dengan industri jasa keuangan sangat tinggi. Tentu hal ini sangat beresiko. Sebab masyarakat atau UMKM banyak tidak mengetahui hak dan kewajibannya dari perikatan yang dilakukan. ‘’Kami juga siap diundang masyarakat, UMKM kesulitan mendapatkan modal dari bank, kamisiap edukasi, silahkan surati kami, kami siap di mana saja,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya membuka sosialisasi OJK dan edukasi keuangan bagi UMKM ini. Beberapa waktu lalu memang ada investasi bodong yang beroperasi di KSB. hal tersebut dijadikan pelajaran dan dengan sosialisasi dan edukasi keuangan dari OJK ini, diharapkan masyarakat KSB tidak lagi terjerumus investasi bodong.

Diungkapkan Bupati, di KSB Pemerintah KSB memberi tugas kepada Bank. Pemerintah menempatkan uang bantuan untuk masyarakat di bank untuk di salurkan. Bantuan untuk petani ditangani Bank NTB. Bariri Nelayan ditempatkan di Bank BRI. UMKM ditempatkan di Bank Mandiri dan Bank BNI kebagian menangani dana BPJS Kesehatan, bantuan Pariri Lansia dan Disabilitas. ‘’Mekanismenya penerima bantuan Bariri harus menyetor ke rekeningnya sendiri sebanyak 10 persen dari besarnya bantuan. Setelah setoran angsuran mencapai 150% dari nilai bantuan maka uang tersebut bisa diambil oleh penerima bantuan. Ini bukan produk bank, tetapi ikhtiar pemerintah KSB untuk memberdayakan masyarakat,” jelas Bupati.

 

Bupati juga mengungkapkan, dalam rapat dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, Presiden meminta agar Pemerintah Daerah membuka kesempatan pertumbuhan dan pengembangan UMKM di daerah. Bupati pun mengatakan, di KSB UMKM bukan saja diberi kesempatan. Namun juga diberikan modal usaha. ‘’Sering saya ceritakan, mari kita ikuti semangat Korea Selatan, dengan gerakan Saemaul Undong ada tiga karakter yang ditanam selam 43 tahun kepada rakyat, yakni karakter disiplin, jujur dan ulet ditambah semangat yang ditanamkan, bahwa Jepang boleh menang tetapi Korea Selatan tidak boleh kalah. Mental ini sangat penting sehingga Korea Selatan sekarang maju dan mengalahkan Jepang yang pernah menjajahnya,” contoh Bupati.(Bagian Humas & Protokol).

--------------------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto Kegiatan : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Bupati Bacakan Buku Dongeng di PAUD Pariri HI

 

TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membacakan buku dongeng untuk anak-anak di Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD Pariri Holistic Integratif/HI, Rabu pagi (5/04/2018).

Pembacaan buku cerita/dongen untuk anak-anak PAUD oleh Bupati ini, dalam rangka menyambut Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku yang ditetapkan setiap tanggal 5 April. Anak-anak PAUD Pariri HI pun dengan seksama mendengarkan cerita yang dibacakan oleh Bupati. Cerita yang dibacakan Bupati adalah tentang seekor kucing bernama Kubi yang menjatuhkan gelas hingga terpecah. Bersama majikannya bersama Solehah, kucing itu pun membersihkan pecahan gelas agar tidak membahayakan penghuni rumah.

Didampingi Kepala Sekolah PAUD Pariri HI, Ibu Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt, Kepala Dinas Dikpora, Drs. Tajuddin, M.Si dan jajarannya, Bupati pun mencoba ingatan anak-anak. Bupati mencoba menanyakan siapa nama kucing dan majikannya dalam cerita yang dibacakannya, dengan semangat anak-anak pun bisa menjawabnya. ‘’Ayo anak-anakku kita rajin membaca supaya pintar. Suruh juga ibu atau bapaknya di rumah untuk membacakan buku untuk anak-anak ya,” kata Bupati mengajak anak-anak.

Selain membacakan buku cerita untuk anak-anak, Bupati yang disambut dengan pengalungan bunga kertas dari siswa ini juga mendegar kemampun anak-anak PAUD Pariri HI, mulai dari yang tampil untuk bernyanyi, hafalan Pancasila, bercerita hingga membaca puisi.(Bagian Humas & Protokol)

 

 Koleksi Foto: https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/photos/a.1435648520067865.1073741827.1435645503401500/1842393932726653/?type=3&theater

 

Bupati Lepas Pelari 320K Tambora Challenge

Poto Tano - Bupati Sumbawa Barat melepas secara resmi peserta lari 320K Tambora Challenge di depan Kantor puskesmas Poto Tano. (Rabu, 4 April 2018).

 

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M melepas secara resmi peserta lari 320K Tambora Challege di depan kantor puskesmas Poto Tano (Rabu 4 April 2018). Para peserta tambora challenge dilepas oleh Bupati pukul 15.00 wita di depan puskesmas kecamatan Poto Tano bersama lebih dari seribu orang peserta Poto Tano Run 2018 yang akan berlari sampai tugu perbatasan Kabupaten Sumbawa Barat dengan Kabupaten Sumbawa. Peserta tambora chalenge sendiri akan berlari sepanjang 320 K dan finish di Doro Ncanga Tambora.

Kegiatan Tambora Chllenge merupakan salah satu rangkaian dari festival Tambora Menyapa Dunia yang puncaknya akan dilaksanakan di Desa Doro Ncanga Kabupaten Dompu. Walaupun hujan mengguyur dengan deras, 50 orang peserta Tambora Challenge tetap bersemangat untuk berkompetisi, berlari menuju Doro Ncangan Tambora.

 

Di lokasi acara tersedia stand aneka kuliner lokal KSB yang disediakan oleh dinas pariwisata, Bupati menyempatkan diri untuk mencicipi palopo dan susu kuda liar khas Sumbawa Barat yang dikenal dengan berbagai Khasiatnya untuk kesehatan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa Barat, Bapak Fud Syaifuddin, S.T., Sekretaris Daerah Kabupaten sumbawa Barat Bapak H. Abdul Azis, S.H.,M.H., Kepala dinas Pariwisata Provinsi NTB Bapak H. Lalu Mohammad Faozal dan Para kepala OPD lingkup KSB. (Bagian Humas & Protokol)

 

 

---------------------------------------------------------------------

Koleksi Foto : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/

Bupati Buka TMMD ke-101 di Desa Ai Kangkung

 SERAHKAN: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menyerahkan satu sak semen dan satu unit sekop dalam upacara pembukaan. Penyerahan alat kontak ini pertanda dimulainya kegiatan TMMD ke-101 di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Rabu pagi (4/04/2018).

 

 

TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka secara resmi kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa/TMMD ke-101 Tahun 2018 di  Lapangan Desa Ai Kangkung, Rabu pagi (4/03/2018).

 

Pembukaan TMMD yang akan dilaksanakan di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang wilayah Kodim 1607/Sumbawa ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati usai upacara pembukaan. Dalam upacara, Bupati bertindak sebagai inspektur upacara. Bupati melaksanakan pemeriksaan pasukan hingga menyerahkan sarana kegiatan secara simbolis kepada satu orang anggota TNI dan anggota Satlinmas berupa satu sak semen dan satu unit sekop.

 

Komandan satuan tugas/Dansatgas TMMD ke-101 Tahun 2018 selaku Komandan distrik militer/Dandim 1607/Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos dalam laporan singkatnya dalam upacara pembukaan menyampaikan, TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari, dimulai tanggal 4 April 2018 sampai dengan tanggal 3 Mei 2018.

 

Kegiatan yang dilaksanakan melalui TMMD adalah, kegiatan fisik berupa pembuatan jalan usaha tani panjang 4.000 m dan lebar 6 meter. Pembuatan pagar Pura sepanjang 126 m, rehab Musholla ukuran 10,5 x 10,5 m, pemasangan talut irigasi sepanjang 800 m. Pembangunan pos kamling sebanyak empat buah, pembuatan duiker sebanyak 3 buah. Pembuatan MCK ukuran 3x2 m sebanyak 4 buah dan pembuatan tempat wudhu Musholla ukuran 2x4 m.

 

Sementara sasaran non fisik dengan melaksanakan kegiatan, penyuluhan bidang agama, Penyuluhan Kamtibmas dan Narkoba, Pertanian dan Perkebunan. Penyuluhan Bidang pendidikan, Bidang hukum, Bidang Lingkungan Hidup, Keluarga Berencana, Bidang Kesehatan dan Bidang Peternakan.

 

TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa pentingnya dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan dalam pembangunan, pembangunan yang dilaksanakan di setiap desa di seluruh penjuru tanah air Indonesia termasuk di KSB. TMMD bukan hanya program lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah. lebih dari itu, TMMD menyatukan TNI dengan rakyat, memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, memperkokoh bahwa ‘’bersama rakyat TNI kuat’’.

 

Sebanyak 150 atau 1 satuan setingkat kompi anggota TNI, ditambah unsur Pemerintah KSB, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Agama dan unsur lainnya bersama masyarakat desa Ai Kangkung terlibat dalam TMMD dengan pagu anggaran RP. 1.750.000.000,- dari Pemda KSB dan Rp. 180.675.000,- dari TNI ini.

 

Pemerintah ksb mengharapkan, indikator keberhasilan kegiatan TMMD tidak hanya terbangunnya infrastruktur semata. Namun yang terpenting adalah sasaran non fisik, yakni membantu pemerintah dalam upaya pemberian pencerahan ideologi kepada masyarakat guna mencegah tumbuh dan berkembangnya paham radikal di KSB. Selanjutnya TMMD mampu melestarikan dan meningkatkan budaya gotong royong di tengah masyarakat, serta mampu membangun budaya gotong royong dan membentuk mental rakyat, agar rakyat memiliki mental ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

 

Usai upacara pembukaan, Bupati yang didampingi Ketua TP-PKK KSB, Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt, Kasi Teritorial Korem 162/WB, Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa Barat, para Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB, Manajeman PT. AMNT dan tamu lainnya melakukan peninjauan jalan usaha tani yang akan dibangun pelaksana TMMD. Di lokasi jalan usaha tani tidak jauh dari Pura Desa Ai Kangkung, Bupati dan Istri serta pejabat lainnya menyempatkan berfoto bersama dengan landscape ladang jagung, pantai dan samudra Hindia. Peninjauan dilanjutkan ke Mushalla Al-Mursalat di Dusun Ai Betak yang direhab.(Bagian Humas & Protokol)

 

POSE BERSAMA: Bupati didampingi istri, Dandim 1607/Sumbawa dan istri, Kapolres Sumbawa Barat, Ibu Kepala Desa Ai Kangkung berpose bersama saat peninjauan pembuatan jalan usaha tani kegiatan TMMD ke-101 berlatar ladang, pantai dan Samudera Hindia,  Rabu pagi (4/04/2018).

 

TINJAU: Usai upacara pembukaan TMMD di Lapangan Desa Ai Kangkung dan peninajauan pembangunan jalan usaha tani, Bupati didampingi istri dan pejabat lainnya meninjau Mushalla Al Mursalat yang direhab pada kegiatan TMMD ke-101, Rabu pagi (4/04/2018).

Koleksi Foto : https://www.facebook.com/HumasProtokolSumbawaBarat/