Hj. Neno Warisman: Didiklah Anak Dengan Penuh Kasih Sayang  

 

 

 

TALIWANG—Ustadzah Hj. Neno Warisman mengajak orang tua di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.

 

Ajakan ini diutarakan Hj. Neno saat memberikan materi di Seminar Parenting dalam Memperingati Hari Ibu ke-89 Tahun 2017 di Central Kediaman Bupati, Jumat pagi (15/12/2017). Seminar ini mengangkat tema tentang ‘’Peran Orang Tua Dalam Membentuk Generasi Cerdas, Spritual dan Finansial Melalui Pendidikan Al-Quran Dalam Mewujudkan Keluarga Berahlak’’.

 

Mantan penyanyi dan bintang film era 90-an ini menegaskan, kunci baik buruknya anak terletak pada pola didik dari kedua orang tuanya. Karenanya, Hj. Neno mengajak agar orang tua di KSB mendidik anak dengan memberikan bacaan atau kisah-kisah para nabi. Dengan demikian, anak-anak akan meneladani sikap para nabi dan akan  mengikuti baginda Rasulullah SAW sebagai role model dalam mendidik anak. “Didiklah anak kita sebagaimana Rasulullah mendidik dengan penuh kasih sayang. Bukan dengan cara kekerasan karena sesungguhnya itu merupakan perbuatan dzalim,” kata neno warisman. 

 

Hj. Neno Warisman juga menceritakan kisah Sultan Al-Fatih. Beliau berharap sosok seperti Al-Fatih bisa tertular pada generasi muda bangsa Indonesia sehingga mampu menangkal kemerosotan moral generasi muda. Menurut penelitian dari Elly Risman sikap marah, bosan, tertekan, takut, dan lelah seorang anak merupakan pintu masuk dari perbuatan buruk anak dan hal ini kerap diabaikan oleh para orang tua.

 

Dikatakan Hj. Neno, di era kecanggihan teknologi saat ini, banyak generasi muda yang telah terjerumus dalam perbuatan tercela seperti tindakan sex pra nikah dan pornografi. Di sini  diharapkan peran ibu dan bapak untuk mengawasi tingkah laku serta lingkungan sang anak. Pengawasan ini penting agar anak-anak tidak salah dalam pergaulan.

 

Ketua Panitia Seminar Ibu Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt yang juga Ketua Tim Penggerak PKK  KSB mengatakan, acara yang dihadiri sekitar 500 orang ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan motivasi bagi orang tua di KSB untuk mendidik anak-anaknya, generasi emas KSB menjadi anak yang sholeh dan cerdas. ‘’Saya berharap dengan kedatangan Bunda Neno di KSB juga bisa mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).” kata Hj. Hanifah.

 

 

Pada Forum Yasinan, Kamis malam/Malam Jum’at (14/12/2017), Hj. Neno Warisman juga berkesempatan memberikan tausiah.(Humas)

Menjaga Kebersihan Tugas Semua Pihak

 

 

TALIWANG—Bertempat kantor Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T mengajak semua masyarakat di KSB mengelola sampah guna menciptakan kebersihan.

Dikatakan Wakil Bupati, Agama Islam sangat memperhatikan soal kebersihan, mulai dari kebersihan diri hingga lingkungan. Wakil Bupati pun mencontohkan, setiap muslim dalam mendirikan sholat harus diawali dengan membersihkan diri atau berwudhu. Kemudian bersih pakaian untuk sholat dan tempat sholat.

Ditegaskan Bupati, masalah kebersihan bukanlah tugas pemerintah daerah semata. Namun semua lapisan masyarakat berkewajiban menjaga kebersihan. Diharpakan melalui sosialisasi pengurangan sampah ini, masyarakat mulai sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. ‘’Kita berharap dimulai di Kelurahan Dalam ini masyarakat Taliwang, masyarakat KSB sadar untuk menjaga kebersihan. Agen PDPGR sebagai corong ujung tombak pemerintah daerah juga mengajak dan menjadi contoh dalam menjaga kebersihan,” kata Wakil Bupati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. H. Hamzah dalam laporannya menyampaikan, sosialiosasi pengurangan sampah ini dilakukan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat. Sebab, permasalah sampah di KSB khususnya di Kota Taliwang semakin meningkat. Jumlah sampah dan perbuatan membuang sampah sembarangan kian tinggi.

Masyarakat juga disadarkan karena Pemerintah Daerah telah membentuk Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah, yakni Perda Nomor 4 Tahun 2015. Perda ini pun memuat sanksi pidana terhadap setiap orang yang melanggaranya. ‘’Kita harapkan masyarakat mulai sadar tidak membuang sampah sembarangan. Percuma kota atau suatu tempat itu indah tapi sampahnya banyak. Ini bukan hanya tanggung jawab Pemda tapi semua pihak,” kata H. Hamzah.

 

Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T menyerahkan peralatan untuk mendukung pengurangan sampah di Kota Taliwang, seperti bak sampah dan lainnya. Dengan penyediaan peralatan ini diharapkan masyarakat dapat membudayakan membuang sampah pada tempatnya.(Humas)

Peringati Maulidun Nabi, Bupati Mengajak Teladani Rasul

 

 

TALIWANG-Dalam peringatan Maulidun (Waktu dan Lahirnya, Red) Nabi Muhammad Kamis (14/12/2017), Bupati mengajak masyarakat KSB mengikuti jejak Rasulullah.

 

Dikatakan Bupati, perayaan Maulidun Nabi Muhammad kali ini merupakan peringatan pertama yang dilaksanakan dengan gotong royong. Seluruh OPD hingga Kecamatan berpartisipasi. Perayaan ini merupakan ikhtiar syiar agama. Dengan moment ini, diharapkan kita sebagai ummat islam dapat lebih mengenal Nabi Muhammad , karena  Nabi Muhammad yang memperkenalkan manusia kepada Allah SAW. Maka sebelum mengenal Allah SAW, haruslah lebih dahulu mengenal Nabi Muhammad ‘’kita kenal beliau, lalu mari kita contohi, teladani apa yang dikerjakan beliau, inilah yang kita lakukan hari ini (peringatan Maulid, Red),” kata Bupati.

 

Dari perspektif pemerintah, Bupati mengatakan terus mencoba meneladani dan mencontohi  Rasulullah. Rasulullah tetap memimpin setiap peperangan, seperti perang badar dan lainnya. Pemimpin harus memberikan teladan yang baik. Seperti halnya Rasulallah yang lansung memimpin peperangan. Ini penting agar pemimpin tidak duduk enak dalam rapat saja namun tidak turun ke medan peperangan (lapangan, Red). ‘’Bagi semua ASN, di mana pun berada, selama memberikan manfaat kepada orang, maka ambil (kerjakan, Red), karena sebaik-baiknya orang adalah yang banyak memberikan manfaat untuk orang lain,” imbuh Bupati.

 

Bupati juga mengungkapkan, saat ini PT. Macmahon tengah membuka perekrutan karyawan sebanyak 819 orang. Dimana, dalam prekrutan ini, dirinyalah yang menjadi ketua. Jika diukur dengan jabatan Bupati, ini tentu tidak sederajat bahkan turun satu tingkat. Namun Bupati menegaskan dirinya dan Wakil Bupati benar-benar beriktiar untuk memajukan KSB dan kemaslahatan masyarakat. Bupati pun mengajak semua pihak untuk melakukan pengawasan. Pasalnya, yang terpenting dari rekrutmen adalah pengawasan. ‘’Jika memang ada proses yang kurang baik, kurang transparansi dan akuntabilitas agar diperbaiki. Masyarakat lokal pun diharapkan banyak masuk menjadi karyawan nantinya,” jelas Bupati.

 

Sementara itu, dalam perayaan Maulidun Nabi ini, yang memberikan tausiah tentang Nabi Muhammad adalah Ketua Majelis Ulama Indoensia (MUI) KSB, KH. Syamsul Ismain, Lc. Dalam tausiahnya, Pendiri Pondok Pesantren Himmatul Ummah Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea ini mengajak masyarakat KSB untuk menjaga dan terus menjalani sunnah Rasulullah, seperti berpuasa setiap hari Senin  yang merupakan bentuk peringatan mingguan kelahiran Nabi. Menjaga silaturrahmi, berinfak dan banyak lagi lainnya.

 

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, Para Asisten, Staf Ahli,Dandim 1607/Sumbawa, Kepala OPD Pemda KSB, Para Camat dan ribuan ASN, karyawan/karyawati Pemda KSB. Perayaan Maulidun Nabi Muhammad ini juga dimeriahkan dengan hiasan male (ornamen bunga kertas dan telur rebus, Red) yang disiapkan seluruh OPD Pemda KSB.(Humas)

 

    

Pemda Sangat Mendukung KSB Menjadi KLA

 

Bupati Amanatkan Pejabat Harus Menguasai Tugas dan Fungsinya

TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menegaskan Pemerintah Daerah sangat mendukung Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dijelaskan Bupati, untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak ada 31 indikator yang harus dipenuhi. Dari 31 indikator tersebut kemudian tergabung dalam enam klaster utama, yakni pertama, kelembagaan. Kedua, hak sipil kebebasan. Ketiga, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Keempat, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Kelima pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan keenam, perlindungan khusus.

Secara umum indikator tersebut telah dipenuhi, bupati pun mencontohkan di KSB telah memiliki Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Kemudian Pemda telah membangun taman dan panggung bermain bagi anak seperti taman Tiangnam. Penyediaan taman baca atau perpusataan keliling. Telah berdirinya PAUD Holistic Integratif, kemudian pemenuhan akta kelahiran di Disdukcapil dan banyak dukungan lainnya yang telah terpenuhi. ‘’Pemda sangat mendukung dan sudah mendukung dengan pemenuhan sejumlah indikator untuk menjadi KLA,” kata Bupati pada kegiatan Sosialisasi KSB menjadi Kabupaten Layak Anak di central/kediaman Bupati, Rabu pagi (13/12/2017).

Bupati pun meminta kepada Dinas P2KBP3A (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) sebagai ujung tombak pemenuhan KSB sebagai KLA untuk memanfaatkan sarana yang telah ada untuk secara terus dan menyeluruh bekerjasama dengan stakeholders mensukseskan KSB menjadi KLA.

Dalam kesempatan ini, Bupati menguji dua orang Kepala Seksi di bawah Bidang P3A Dinas P2KBP3A untuk menyebutkan klaster dari 31 indikator KLA. Namun dua pejabat tersebut tidak mampu menyebutkan menjabarkan klaster indikator KLA. Bupati juga menanyakan kehadiran Kepala Bidang P3A Dinas P2KBP3A dan satu Kepala Seksi di bawahnya. Dua Kepala Seksi yang berdiri di samping Bupati saat memberikan sambutan itu pun menjawab, Kepala Bidang tengah memberikan sosialisasi di desa. Sementara satu Kepala Seksi sedang melaksanakan tugas dinas di Mataram.

Atas kejadian ini, Bupati pun memerintahkan kepada Sekda Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., untuk menonjobkan Kepala Bidang P3A dan Kepala Seksi yang tidak hadir dalam kegiatan sosialisasi KLA ini. Bupati mengatakan, Kepala Bidang dan Kepala Seksi yang menangani masalah yang disosialisasikan ini justru tidak menghadiri kegiatan yang menjadi urusan di bidang dan seksinya. Kemudian dua Kepala Seksi lagi tidak menguasai tugas dan fungsinya. Padahal selaku pejabat harus mengetahui, peduli dan peka dengan tugas di bidang dan seksinya masing-masing.  ‘’Pak Sekda, yang dua (Kabid P3A dan Kepala Seksi, Red) dinon jobkan sekarang juga, yang dua ini tolong dibina,” pinta Bupati.

Plt. Kepala Dinas P2KBP3A, Muhammad Suharno, S.Sos dalam laporannya mengatakan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan Dinas P2KBP3A untuk mendukung KSB menjadi KLA. Suharno menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan aalah, pertama, sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini. Kedua pendampingan kepada keluarga. Ketiga pendampingan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

 

Kemudian, membangun kerjasama dengan stakeholders yang konsen dengan perempuan dan anak, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Sumbawa Barat, Lembaga Perlindungan Anak dan lainnya. Pemahaman tugas dan fungsi keluarga dalam hal ini peran bapak dan ibu dalam mendidik anak dan berbagai kegiatan lainnya.(Humas)

Bupati Buka Kejuaraan Tinju Amatir Nasional

 

 

TALIWANG—Bertempat di Komplek KTC depan kantor Dinas Lingkungan Hidup, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M membuka Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Gubernur CUP IV Tahun 2017, Sabtu malam (9/12/2017).

Hadir dalam pembukaan kejuaraan ini Perwakilan Pertina Pusat, Henki Silatang. Ketua Umum Pertina NTB Danrem 162/WB, Kol. Inf. H. Farid Kakruf, M.A, Ketua Harian Pertina NTB, H. Maliki. Ketua Kesatuan Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KSB, Zaidul Bahri, S.H, Dandim 1607/Sumbawa Kol. ARM. Sumanto, S.Sos, Kapolres Sumbawa, AKBP Andy Hermawan, S.I.K dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, semoga kejuaraan ini melahirkan atlet tinju untuk masa depan. Khusus untuk Sumbawa Barat, tentu diharapkan kesempatan ini mengasah atlet tinju Sumbawa Barat sehingga akan lahir bibit atlet-atlet berpotensi yang akan mengharumkan nama Sumbawa Barat dikancah nasional. Bupati juga menyampaikan selamat datang di Bumi Pariri Lema Bariri kepada Atlet tinju dari 14 Provinsi, “saya ucapkan selamat bertanding dan junjung tinggi sportifitas bertanding,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan salam Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A kepada masyarakat KSB karena tidak bisa membuka kejuaraan ini. Namun Gubernur akan berusaha hadir pada penutupan kejuaran tinjua amatir nasional ini. ‘’Ini salam pak Gubernur saya saat satu pesawat dua atau tiga hari lalu,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan ini, Bupati juga menyerahkan uang pembinaan kepada empat atlet tinju amatir KSB yang mengikuti pelatihan nasional (platnas) di Jakarta. Dari empat atlet tinju ini, tiga orang petinju merupakan petinju putri. Keempat atlet tinju ini merupakan atlet binaan pusat pelatihan atlet Notorious pimpinan Dugi Cahyono, S.H., M.H., M,Kn.

Ketua Umum Pertina NTB, Kol. Inf. H. Farid Kakruf, M.A mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan rakyat KSB. Dukungan fasilitas, arena dan lainnya dari kegiatan ini sangat luar biasa sehingga dapat terlaksana dengan baik. ‘’Selamat berlomba untuk para atlet, jadilan juara dengan sportif, bertandinglah dengan fair dan yang terbaiklah yang akan menang,” katanya.

 Perakilan Pertina Pusat, Henki Silatang megnatakan, barometer tinju amatir nasional saat ini adalah NTB. Lebih khusus lagi adalah KSB. ini berkat dukungan pemeritah daerah termasuk kerja keras dari pelatih tinju di KSB, yakni bapak Dogi Cahyono yang terus membina atlet tinju di KSB. Ini terbukti dengan keberadaan empat atlet tinju amatir KSB yang mengikuti pelatnas (pelatihan nasional).

Ketua Harian Pertina NTB, H. Maliki megatakan, kejuaraan tinju amatir piala gubernur ini merupakan agenda rutin dua tahunan sekali. Kejuaraan pertama dilaksanakan di Kabupaten Bima, kedua di Kabupaten Sumbawa dan ketiga di Kabupaten Lombok Timur. Untuk kali keempat, kejuaraan ini dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat ini.

Panitia Kejuaraan Tinju Amatir Gubernur CUP IV Tahun 2017 diikuti 200 petinju dari 14 provinsi di Indonesia. Jumlah kelas pertandingan dalam kejuaraan ini pun sebanyak 28 kelas. Selain putra, kelas putri juga semakin menarik kejuaraan ini. Pada pembukaan  Kejuaraan Tinju Amatir Gubernur CUP IV Tahun 2017 ribuan warga KSB memadati lokasi pertandingan.(Humas)

 

 

  

Bupati Harapkan Dukungan MUI

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengharapkan dukungan Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kabupaten Sumbawa Barat dalam mensosialisasikan waktu sholat.

Harapan ini disampaikan Bupati pada acara pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoensia (MUI) KSB periode 2017-2022. Bupati yang memberikan sambutannya sambil meneteskan air mata mengungkapkan pengalamannya saat safari sholat subuh berjamaah setiap hari Sabtu dan Minggu. Dimana, Bupati sering menemukan masyarakat di sejumlah desa tidak mendapatkan informasi waktu sholat yang benar. Sehingga ada yang melaksanakan sholat subuh belumm waktunya bahkan ada yang terlambat. ‘’Saya harap MUI KSB ikut mensosialisasikan waktu sholat yang benar,” kata Bupati, Sabtu (9/12/2017).

Selain itu, Bupati juga menyampaikan keresahannya dan dukungan MUI juga sangat penting menyadarkan masyarakat, yakni masih banyaknya masyarakat KSB yang belum sadar mendirikan sholat. Padahal ibadah sholat bukan sekedar kewajiban. Namun mendirikan sholat merupakan kebutuhan manusia itu sendiri. ‘’Saya mengajak seluruh pengurus MUI KSB utnuk embantu pemerintah dalam mensosialisasikan wajib sholat,” imbuh Bupati.

Bupati juga mengungkapkan program Pemerintah Daerah bekerjasama dengan TP-PKK KSB, yakni program Tuntas Baca Al-Qur’an. Dengan dukungan anggaran Rp. 1 Milyar program TBA menargetkan masyarakat KSB bisa dan mahir membaca Al-Qur’an serta mendorong selalu membaca Al-Qur’an. Program ini tentu akan semakin berhasil jika MUI juga ikut andil dalam mengajarkan Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup ini.

Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoensia (MUI) KSB periode 2017-2022 ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Himmatul Ummah Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T. Asisten Tata Praja, Drs. Mukhlis, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs. Sayarifuddin, M.M, Ketua Tim Penggerak PKK KSB, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Ibu Neni Apriati Fud Syaifuddin, sejumlah kepala OPD dan tokoh masyarakat.

Sekretaris MUI NTB, H. Abdul Rahman Kuling, S.IP mengatakan, beberapa program Pemerintah Daerah KSB harus dijadikan contoh oleh kabupaten/kota  lainnya di NTB. Pemerintah Daerah KSB sangat mendukung dan aktif dalam syiar islam di KSB. ‘’Pengurus MUI KSB harus mendukung dan bekerjasama dengan Pemda dalam mensukseskan program daerah,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua MUI KSB, KH. Syamsul Ismain, Lc mengatakan, program Pemda KSB sangat membanggakan, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga peningkatan nilai spiritual bagi masyarakat dan aparatur. Karenanya, MUI KSB akan terus mendukung Pemda KSB. ‘’Kami akan selalu berada di barisan terdepan selama pgoram yang dilaksanakanpemerintah tidak keluar dari koridor islam, begitu juga sebaliknya, akan memberikan kritikan jika kebijakan pemerintah tidak sesuai syariat islam,” kata KH. Syamsul.(Humas)

Pemerintah Harus Membuka Informasi Asal Jangan ‘’Buka-Bukaan’’

TALIWANG—Keterbukaan informasi publik mutlak dilakukan pemerintah, asalkan jangan sampai ‘’buka-bukaan’’.

 

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, H. Abdul Azis, S.H., M.H. Dalam sambutannya membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KSB, Sekda mengatakan tata kelola pemerintahan di Indonesia telah berubah pasca reformasi. Reformasi merupakan titik diperkenalkannya tata kelola pemerintahan yang baik atau good goverment.

 

Lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi payung akan keterbukaan informasi publik. Aturan ini mengatur kewajiban dan hak badan publik dalam mengelola dan mendokumentasi informsi. Kemudian memberikan hak kepada publik dalam memperoleh informasi, yang tentu harus diikuti dengan tanggangjawab yang ada. ‘’Alhamdulilillah Kabupaten Sumbawa Barat sangat terbuka, bahkan UU KIP telah diturunkan ke dalam Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang KIP,” kata Sekda, Selasa (5/12/2017).

 

Selaku Atasan PPID Kabupaten Sumbawa Barat, Sekda meminta kepada jajaran PPID Utama hingga PPID Pembantu yang ada di setiap OPD hingga Kecamatan untuk terbuka. Mengelola informasi dan mendokumentasi dengan baik. Melayani publik saat memohon informasi sesuai standar yang ada agar Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terhindar dari sengketa informasi. ‘’Kita harus terbuka, akuntabilitas terlaksana diawali dari keterbukaan, asalkan jangan buka-bukaan karena ada juga informasi yang dikecualikan untuk disampaikan. Ikuti kegiatan ini dengan baik sehingga membuka cakrawala pengetahuan kita dalam mengelola informasi,” jelas Sekda.

 

Kassubag Humas pada Bagian Humas & Protokol Setda KSB, Aufa Rahman, S.H dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari workshop PPID KSB adalah untuk meningkatkan pemahaman dan profesionalisme PPID KSB dalam mengelola dan mendokumentasi informasi. Kemudian untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar pengelola layanan informasi dan dokumentasi lingkup Pemda KSB.

 

Peserta workshop ini adalah sekretaris OPD, Kepala Bagian lingkup Setda KSB dan Camat se-KSB. Sementara narasumber adalah Wakil Ketua dan Komisioner Komisi Informasi Provinsi NTB.

 

 

Dalam workshop ini, peserta menerima materi tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Keberfungsiaan PPID dari Komisioner KI NTB Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi, Hendriadi, S.E. Hendriadi menjelaskan tentang konsep keterbukaan informasi, yang disebut badan publik, tata cara pengelolaan dan pendokumentasian informasi hingga tata cara permohonan informasi. Sementara Wakil Ketua KI NTB, Najamudin, S.Sos memaparkan tentang sengketa informasi. Ia juga mengungkapkan, KSB belum memiliki sengketa informasi yang masuk ke KI NTB. Hal ini juga mebuktikan jika keterbukaan informasi di KSB berjalan dengan baik.(Humas)

Masyarakat KSB Harus Jaga Kebersamaan dan Lawan Hoax

 

 

 

TALIWANG—Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat harus terus menjaga kebersamaan di tengah keberagamaan serta melawan berita palsu atau Hoax.

 

Demikian dikatakan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M pada acara Pagelaran Seni Budaya Kebangsaan. Kegiatan ini digelar Anggota Komisi I DPR RI, Syafruddin, ST dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Tema kegiatan yang menampilkan artis  dari D’Academy di Alun Alun Kota Taliwang, Minggu malam (26/11/2017). Tema kegiatan adalah ‘’Memperkuat Persatuan dan Memperteguh Ke-Bhinnekaan’’. Dalam acara ini, Bupati, Anggota DPR RI, Pejabat Kemenkominfo, Ketua DPRD KSB dan pejabat Pemda KSB memberikan santunan untuk yatim piatu.

 

Dikatakan Bupati, masyarakat KSB terdiri dari berbagai suku atau etnis, mulai dari Bima, Sasak, Jawa, Bali, NTT dan etnis lainnya, tetapi kebersamaan terbangun dan terjalin erat di tengah perbedaan. Keamanan dan kenyamanan di KSB terbangun karena masyarakat memahami akan perbedaan dengan bersama-sama merajut kebersamaan. KSB pun menjadi kabupaten atau daerah Zero Konflik Horizontal di Provinsi NTB.

 

Perbedaan harus diakui akan tetap ada. Namun yang paling penting adalah bagaimana mengelola perbedaan dengan baik sehingga menjadi spirit dan modal besar mengisi pembangunan. Selama 17 tahun terakhir, masyarakat KSB telah membuktikan, yakni terjalinnya persatuan sehingga tidak ada konlik apapun terlebih konflik antar etnis di KSB. ‘’Kita jaga, kita kelola perbedaan menjadi modal pembangunan kita di KSB dan lawan berita bohong, berita palsu atau hoax yang bisa memecah belah kita,” kata Bupati.

 

Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Anggota Komisi I DPR RI asal NTB, Syafruddin, S.T yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Terima kasih juga disampaikan karena selama ini beliau banyak membantu pejabat KSB memfasilitasi bertemu dengan pejabat di Kementerian termasuk ke Kementerian Kominfo.

 

Anggota Komisi I DPR RI, Syafruddin, S.T mengatakan, kegiatan Pertunjukan Seni dan  Budaya Wawasan Kebangasaan ini dilaksanakan untuk menghibur rakyat. Acara bersama Kementrian Kominfo ini juga untuk memperkuat persatuan Kesatuan bangsa dalam memperteguh Ke-Bhinnekaan. ‘’Saya dan Kemenkominfo sengaja hadir di tengah rakyat, agar bagaimana anggota DPR RI tidak hanya tampil di televisi atau berbicara di tempat tertentu, tetapi yang paling penting adalah berada di tengah rakyatnya,” kata Syafruddin.

 

Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi, Ditjen IKP, Drs. Selematta Sembiring, M.Si mengatakan, acara ini merupakan acara hiburan bagi masyarakat KSB. Kementerian Kominfo pun menghadirkan sejumlah artis dari D’Academy dan artis lokal.

 

Dikatakan Selematta Sembiring, saat ini masyarakat berada di tengah era digital. Masyarakat pun tidak asing lagi dengan ponsel pintar bahkan hampir semua memilikinya. Namun, penggunaan ponsel pintar dengan berbagai fitur media sosial di dalamnya harus bijak. Jika tidak, maka akan menimbulkan petaka bagi diri sendiri bahkan bagi bangsa dan negara. ‘’Melalui HP, orang bisa membuat atau menyebarkan informasi, berita palsu atau hoax yang kemudian membuat perpecahan di antara kita,” katanya.

 

Karena, masyarakat KSB diharapkan terus menjaga persatuan, menjaga keamaan yang sudah terbina baik. Salah satu caranya dengan tidak membuat atau menyebar berita hoax melalui media sosial. Dengan demikan, kebersamaan, keamanan dan kenyamanan akan terus terjaga dan perdamaian akan terus hidup di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). ‘’Jangan percaya berita Hoax, cirinya atau indikatornya Heboh, Omong Kosong, Aneh dan X adalah Mr/Mrs. X atau misteri,” jelasnya.(Humas)

 

 

Bupati Buka Gotong Royong Padat Karya

 

 

TALIWANG—Berlokasi di Desa Lalar Liang,  Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M meresmikan kegiatan gotong royong padat karya infrastruktur, Jumat (25/11/2017).

 

Hadir juga dalam kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi KSB ini, Asisten I dan Asisten III Setda KSB dan sejumlah Kepala OPD. Kegiatan gotong royong padat karya infrastruktur ini dilaksanakan secara serentak di dua desa yaitu Desa Lalar Liang Kecamatan Taliwang dan Desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Disnakertrans KSB dengan Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja Lembang, Bandung, Jawa Barat.

 

Pada tahun 2017, kegiatan gotong royong padat karya infrastruktur ada 2 paket. Jumlah anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 154.500.000 per paketnya. Dana tersebut dipergunakan untuk upah pekerja, beli material atau bahan, peralatan kerja, honor panitia, dan belanja lain. Terkait lokasi, dipilihnya Desa Lalar Liang dan Seteluk Tengah sebagai lokasi padat karya infrastruktur, karena sulitnya akses persawahan bagi para petani. Selama ini untuk kegiatan para petani baik hasil pertanian, kebun, hasil hutan termasuk konvensi kebun jati, juga panen jatinya serta bambu diangkut dari gunung menggunakan kuda atau dipikul.

 

Kegiatan padat karya ini telah dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 20 Orang, dimana didalam kelompok tersebut terdapat 1 orang tukang dan 18 anggota. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 12 hari. Para pekerja diberi upah harian, untuk upah ketua sebesar Rp. 70 ribu, tukang Rp. 75 ribu, upah anggota Rp. 65 ribu. Besaran upah ini mengacu pada pedoman dari  Balai Besar Lembang, Bandung. Dalam kegiatan ini tidak ada pembebasan lahan sama sekali. Bahkan masyarakat Lalar Liang dengan suka rela menyerahkan sebagian lahannya dan membuat pernyataan di atas materai.

 

Bupati dalam sambutannya mengatakan,  gotong royong diatur dalam Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang PDGPR, bahwa ada 3 pola gotong royong, yakni gotong royong mandiri, gotong royong stimulan dan gotong royong pola padat karya. Bupatipun mengapresiasi kegiatan gotong royong pola padat karya ini. “Mungkin kalau saya tidak datang, saya tidak bisa lihat situasi seperti ini. Saya bangga atas partisipasinya yang luar biasa. Pak kades mudah-mudahan ini terus dibina, semangatnya ini harus betul-betul dikawal dan terus dirajut,”. kata bupati.

 

 

Bupati pun menjanjikan, setelah kegiatan gotong royong selama 12 hari ini, maka akan langsung melakukan pengerasan jalan. Jalan pertanian ini sangat dibutuhkan untuk membantu mobilitas masyarakat mengolah sawah, kebuh dan mendistribusikan hasil tanah, kebun dan lainya.(Humas)

Kejagung Uji Kelayakan KSB Miliki Kejari, Bupati: Kejari Harus Ada

  

TALIWANG—Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan uji kelayakan terhadap Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mendirikan Kejaksaan Negeri (Kajari).

Tim Kejagung yang berjumlah tiga orang dipimpin oleh Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Otla) Biro Perencanaan, Eko Siwi. Kepala kejaksaan negeri Sumbawa, Paryono, S.H., M.H yang mendampingi tim Kejagung mengatakan, kedatangan Kabag Otla ke KSB untuk melihat kesiapan, keseriusan KSB untuk pembentukan Kejari.

Sebagai pertimbangan, Kajari mengungkapkan, Kejari KSB sangat dibutuhkan, sebab rentang kendali Kejari Sumbawa begitu tinggi. Kemudian luas wilayah dan jarak antara Kabupaten Sumbawa dan KSB sebagai wilayah hukum Kejari Sumbawa begitu jauh. Jika ada kegiatan resmi di Sumbawa dan juga bersamaan di KSB, maka Kajari hanya menghadiri salah satu. Padahal pertemuan-pertemuan sangat penting yang sayang jika diwakilkan seperti pertemuan Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah), TP4D dan lainnya. ‘’Kami juga di KSB ada rapat Forkopimda rutin setiap bulan setelah upacara syukur setiap tanggal 20,” kata Paryono di ruang rapat utama Gedung Graha Fitrah, Kamis siang (23/11/2017).

Di sisi penanganan perkara, perkara dari KSB tidak jauh berbeda dengan di Kabupaten Sumbawa. Paryono mengungkapkan, kasus pidana umum dari KSB pada tahun 2016 yang sampai ke penuntutan sebanyak 160 kasus. Sementara tahun 2017 ini sudah masuk ke penuntutan sebanyak 115 perkara dari 182 kasus yang telah di sidik. Kasus pidsus tahun 2016 sebanyak 2 kasus dan tahun 2017 baru 1 kasus. Penyelamatan keuangan negara tahun 2015 senilai Rp. 326 juta, tahun 2016 senilai Rp. 289 juta dan tahun 2017 senilai Rp. 111 juta.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana) Biro Perencanaan Kejagung, Eko Siwi mengatakan, kedatangannya ke KSB sebagai tindak lanjut atas surat yang dikirim Bupati Sumbawa Barat tertanggal 20 Oktober 2017. Kedatanganya bersama tim ini untuk melakukan uji kelayakan pendirian Kejari di KSB. Data yang dikumpulkan nantinya akan dikaji dan diserahkan ke pimpinan untuk selanjutnya diusulkan ke Presiden. ‘’Pendirian Kejari harus melalui Kepres (Keputusan Presiden), jadi prosesnya panjang,” ungkap Eko Siwi.

Asisten II Pemda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si mengatakan, Pemda KSB sangat mendukung dan menunggu berdirinya Kejari KSB. Dukungan dan keseriusan ini dibuktikan dengan telah dihibahkannya lahan di Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang seluas 8.901 m2. Tahun 2018 melalui APBD  murni, Pemda pun siap membangun bangunan kantornya dengan anggaran senilai Rp. 6 Milyar. ‘’Untuk operasional sementara, kami siap memberikan pinjaman kantor termasuk kendaraan operasional. Semakin banyak yang hadir di KSB, semakin banyak yang berpartisipasi, semkain kuat barisan kami di KSB, kira-kira seperti itu spiritnya,” kata Dr. Amry.

Plt. Kepala Dinas PUPRPP KSB, Amar Nurmansyah, S.T., M.Si mengatakan, gedung kantor akan dibangun di lahan seluas 2.000 m2. Sementar fasilitas lainnya, seperti rumah dinas, fasilitas ibadah dan olahraga akan dianggarkan di APBD Perubahan 2018 yang juga nilainya sekitar Rp. 6 Miliyar. Sehingga total anggaran untuk pembangunan Kejari KSB dan fasilitas pendukungnya senilai Rp. 12 Milyar. Diharapkan pada tanggal 20 November tahun 2018, Kejari KSB sudah diresmikan dan digunakan yang merupakan kado Hari Lahir ke-15 KSB.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengatakan, kebutuhan operasional sementara seperti gedung dan kendaraan akan dipenuhi, menunggu bangunan Kejari tuntas. ‘’Kita tidak bisa menolak, harus karena Kejari KSB harus ada,” kata Bupati.

Bupati mengharapkan, seperti pembangunan Makodim dimana gambar bangunan disediakan oleh TNI, maka Kejagung juga sebaiknya segera mengirim gambar bangunan Kejari. Terkait harga satuan, karena ada perbedaan perhitungan APBN dan APBD, maka akan disesuaikan dengan harga satuan di APBD. Ini bagian dari upaya untuk mempercepat berdirinya Kejari KSB, karena implikasinya nanti akan diikuti berdirinya Pengadilan Negeri dan Lapas (lembaga pemasyarakatan).

Usai pertemuan di Gedung Graha Firah, Bupati yang didampingi para asisen, perwira penghubung Kodim Sumbawa dan tim dari Kejagung dan Kejari Sumbawa meninjau lahan sebagai lokasi rencana pembangunan Kejari KSB. Dimana, lahan untuk pembangunan Kejari KSB ini berada persis di sebelah selatan Kantor DPRD KSB. Nantinya Kejari KSB akan berhadapan dengan Kantor Kanwilmenag, BPS dan KPU serta disamping kananya adalah kantor Badan Nasional Narkotika Kabupaten Sumbawa Barat.(Humas)

 

 

 

Pengembangan Bandara Sekongkang Tiga Alternatif

 

 

TALIWANG—Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan Studi Rencana induk bandar udara/Bandara (RIB) guna pengembangan Bandar Sekongkang.

 

Untuk melakukan studi RIB ini, Pemerintah KSB menunjuk PT. Amethys Utama sebagai konsultan. Dalam acara pemaparan antara dan pra akhir RIB dari PT. Amethys Utama ini, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T mengatakan, pembangunan bandara ini menjadi hal yang sangat rumit. Jika dibanding pembangunan infrastruktur lain di bidang ke-PU-an (Pekerjaan Umum). Kemudian penanganan fakir miskin, kementerian terkait sangat mendukung.

 

Namun, pembangunan Bandara Sekongkang ini masih banyak kendala. Meski Pemerintah Daerah meminta dukungan ke Kementerian Perhubungan sekalipun. Kerjasama dengan pihak swasta pun banyak yang urung berjalan. ‘’Saya minta sama pak Malik, studi dilakukan sesuai dengan yang dilihat, beri kami alternatif pengembangan bandara ini. Jika memang tidak bisa dikembangkan, katakan tidak bisa, agar semua clear, agar tidak dilanjutkan atau kita pindahkan karena ini membutuhkan anggaran yang sangat besar,” kata Wakil Bupati di Aula Kantor Dinas Perhubungan, Kamis pagi (23/11/2017).

 

Kepala Dinas Perhubungan KSB, Ir. H. Muslimin, M.Si mengatakan, Bandara Sekongkang memiliki panjang runway 750 meter dengan lebar 22 meter. Kondisi runway ini mampu melayani pesawat yang memiliki seat (tempat duduk). Namun kendala beroperasionalnya bandara ini karena adanya bukit di sebelah timur dan faktor lainnya. ‘’Untuk itu masterplan/RIB harus dilaksanakan guna menemukan langkah atau alternatif apa untuk pengembangan/pengoperasionalan Bandara Sekongkang,” kata Ir. Muslimin.

 

Malik dari PT. Amethys Utama memaparkan, RIB merupakan payung hukum pengembangan bandara. Namun dari kajian di lapangan, Bandar Sekongkang belum memiliki fasilitas penunjang. Kondisi exsisting (yang ada) Bandara saat ini hanya runway dan bangunan terminal. Fasilitas yang harus dipenuhi dan ideal ada di bandara adalah pelayanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), menara navigasi dan komunikasi, keperawatan dan lainnya. ‘’Di sebelah timur bandara (Jalan, Red) kami menemukan tiang listrik, tentu ini harus dihilangkan karena sekitaran bandara bebas dari bangunan, tower, tiang-tiang dan yang menggangu sistem penerbangan,” kata Malik.

 

Terkait prakiraan potensi penumpang, Malik mengutarakan potensi penumpang datang dari karyawan PT. AMNT sebanyak 3.184 orang, pegawai negeri 332 orang, TNI-Polri 111 orang, Pengusaha non PT. AMNT 338 orang dan lainnya. Potensi penumpang optmis di tahun 2018 sebanyak 15.143 orang dan tahun 2033 sebanyak 19.723 orang. Sementara pergerakan pesawat setiap hari sebanyak 4 kali penerbangan dan penerbangan dalam satu tahun sebanyak 624 penerbangan dengan rute terjauh diasumsikan Denpasar, Bali.

 

Malik pun mengungkapkan tiga alternatif pengembangan Bandara Sekongkang. Alternatif pertama, mengoptimalisasikan bandara  yang saat ini ada, dengan memenuhi fasilitas penunjang sesuai aturan kebandaraan dengan sokongan anggaran Rp. 56 Milyar. ‘’Nilai itu nilai maksimal dengan fasilitas pendukung yang lengkap, tapi tidak mesti lengkap sehingga anggarannya tidak sampai nilai itu,” jelasnya.

 

Alternatif kedua adalah memperpanjang runway dengan dua pilihan mekanisme, pertama memangkas bukti yang ada di timur ujung bandara. Kedua menguruk laut di sebelah barat bandara sehingga panjang runway mencapai 1,3 sampai 1,4 km dengan estimasi anggaran Rp. 230 Milyar. Sehingga ke depan, bandara ini siap melayani jenis pesawat yang lebih besar. Namun operasional tetap satu arah karena angin di Bandara ini didominasi satu arah saja.

 

 

Alternatif ketiga adalah mengubah arah runway (saat ini barat-timur, Red) menjadi melintang selatan-utara. Arah selatan-utara ini dipilih karena angin mendominasi arah ini dan mendukung sistem penerbangan. Namun, lagi-lagi opstacle (hambatannya) penerbangan hanya satu arah. ‘’Kami berdialog dengan teman-teman maskapai, bagi mereka yang terpenting adalah penumpang, ini artinya optimaliasi existing bandara saat ini lebih baik. Jika kemudian nantinya banyak penumpang dan mencapai demand yang tinggi maka alternatif lainnya bisa dilaksanakan,” jelas Malik.(Humas)

KSB Kabupaten Pertama Setujui Bank NTB Jadi Bank Syariah

 

 

TALIWANG— Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kabupaten pertama yang menyetujui konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

 

Hal ini diungkapkan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sosialisasi konversi kegiatan usaha PT. Bank NTB menjadi PT. Bank NTB Syariah di Hotel Grand Royal, Rabu pagi (22/11/2017). Dikatakan Bupati, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota berkomitmen mengkonversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Namun komitmen itu lahir melalui proses rapat sebanyak tiga kali. Hal tersebut terjadi karena konsekuensi jika PT. Bank NTB menjadi bank syariah, maka pemerintah daerah tidak lagi menerima deviden.

 

‘’Saya ngomong dirapat, KSB tidak membutuhkan deviden, yang penting bagaimana Bank NTB menjadi syariah untuk mewadahi muamalah masyarakat sesuai syariah,” kata Bupati.

 

Dijelaskan Bupati, Praktek Bank NTB saat ini adalah konvesional dan jelas ada unsur riba. Dalam Al-Qur’an (Surat Al Baqarah Ayat 275, Red) Allah SWT tegas mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli. Maka sudah jelaslah dasar hukum agar kegiatan usaha Bank NTB harus ke sistem Syariah. Dimana didalamnya mengatur tentang pembiayaan, bagi hasil dan sebagainya sesuai tuntutan syariah. ‘’Sistem syariah memiliki prinsip berkeadilan, prinsip kebersamaan dan lainnya. Ini sangat bagus dan harus disosialisasikan, saya tidak ingin saat bank ini menjadi bank syariah tapi warga KSB ternyata tidak paham sistem syariah,” imbuh Bupati.

 

Jika menjadi Bank Syariah, maka Sumber Daya Manusia juga harus mumpuni. Namun yang paling penting adalah, memiliki sumber daya yang berintegritas, yang IJS (Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh, Red). Terlebih, Bank NTB akan menjadi Bank NTB Syariah natinya. Bupati juga berpesan agar pelayanan pelanggan benar-benar optimal atau memperhatikan prinsip pelayanan. Jangan sampai membeda-bedakan status, jangan karena plat merah kemudian mengabaikan masyarakat biasa.

 

Untuk memaksimalkan sosialisasi konversi PT. Bank NTB ini, Bupati meminta kepada alim ulama dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mengimbau masjid-masjid di Kabupaten Sumbawa Barat pada Jum’at minggu ini agar materi khutbah mengangkat tema konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

 

Dewan Komisaris PT. Bank NTB, Prof. Dr. H. Mansyur Afifi, M.Si dalam sambutannya mengatakan, saat ini PT. Bank NTB memiliki aset sekitar Rp. 9 Triliun. Sementara nilai kredit yang tersalur kepada masyarakat senilai Rp. 5 Triliun, nilai itu setara dengan jumlah APBD Provinsi NTB. Namun jika menengok usaha bank syariah, dari data 10 tahun terakhir, pertumbuhan bank syariah sejak tahun 2006-2016 sebesar 39 persen setiap tahunnya. Sementara bank konvesional hanya 14 persen.

 

Di NTB pertumbuhan bank syariah selama 10 tahun terakhir sebesar 37 persen setiap tahunnya. Pembiayaan sebesar 40 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 23 persen. ‘’Ini menjadi dasar kenapa Bank NTB harus dikonversi, karena sesuai perhitungan perbankan dan data empirik  di lapangan, kegiatan usaha syariah sangat menguntungkan,” terang Prof. Mansyur.(Humas)

 

 

 

 

Menpan RB Meminta Humas se-Indonesia Tangkal Hoax

 

 

PALEMBANGMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur mengajak Humas seluruh Indonesia menangkal berita bohong alias Hoax.

 

Permintaan Menpan-RB disuarakan pada pembukaan kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK 2017). Kegiatan yang mempertemukan Humas dan pejabat pengelola informasi dan komunikasi (PPID)  Lembaga Negara, Instansi Pemerintah dan seluruh Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia ini digelar di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/11/2017). Dia berharap seluruh Humas dan PPID berinovasi guna menangkal hoax.

 

"Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita hoax juga semakin beragam. Untuk itu, pemerintah tidak boleh kalah dan harus mampu mengatasi persoalan ini melalui inovasi penyampaian informasi Humas Pemerintah," kata Asman Abnur.

 

Asman meminta, Humas dan seluruh elemen harus berperan aktif menangkal hoax yang sudah menjamur dan meresahkan masyarakat. Sehingga, setiap informasi yang disampaikan harus dapat dipastikan kebenarannya ketika sampai ke masyarakat.  Terlebih lagi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 ataupun saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 mendatang, berita hoax bisa jadi akan sangat banyak bermunculan. ‘’Semua berita hoax dapat ditangkal jika Humas memberikan informasi dan sampai pada masyarakat. Jadi Humas harus memiliki respon yang cepat, dan pastikan informasi harus sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Menpan-RB pun merasa optimis seluruh elemen bisa bersatu melawan hoax. Menpan-RB sendiri juga akan melakukan perbaikan sistem rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menegaskan tidak boleh lagi ada kolusi atau titipan-titipan dari pejabat. Pengunaan Teknologi Informasi pun telah membawa tranparansi rekrutmen ASN dan membangun persaingan antara peserta secara sehat. Ke depan, seluruh urusan kepegawaian, penganggaran atau urusan pemerintahan dilaksanakan dengan sistem online melalui aplikasi e-goverment.

 

Menpan-RB juga meminta agar warga tidak menyiarkan berita-berita hoax, karena dapat merugikan warga lainnya. Kemudian pemerintah daerah dalam menyampaikan kebijakan agar disampaikan langsung melalui Humas dengan media informasi pemerintah secara resmi. ‘’Humas pemerintah harus mampu mengkomunikasikan dan mendesiminasikan hasil dan capaian kinerja pemerintah melalui berbagai media. Insan Humas harus terus melakukan terobosan untuk mengkomunikasikan keberhasilan dan kinerja instansinya,” imbuh Asman Abnur.

 

Dirjen Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Humas pemerintah harus responsif terhadap perkembangan informasi yang ada. Menyebar informasi kebijakan pemerintah atau mensosialiasikan kepada masyarakat. Kemudian melakukan kontra informasi apabila ada data atau infomrasi yang tidak benar beredar di masyarakat. Dengan demikian, embrio hoax dapat ditekan.(Humas)

 

 

600 Pelari Ikuti Sumbawa Barat Maraton 2017 Nasional 10 K

 

 

TALIWANG—Sebanyak 600 pelari baik nasional, regional NTB maupun lokal mengikuti Sumbawa Barat Maraton 2017 Nasional 10 K.

 

Lomba lari dalam rangka memeriahkan hari lahir ke-14 KSB ini dilepas Ketua KONI KSB Zaidul Bahri, S.H dan Ketua PASI KSB, Drs. H. Tamsil, Minggu sore (19/11/2017). Gerbang Komplek Kemutar Telu Center (KTC) menjadi Garis start dan finish lomba Sumbawa Barat Maraton Nasional 10 K ini.

 

Ada empat kelas dari Sumbawa Barat Maraton 2017 Nasional 10 K ini, yakni kelas nasional putra, kelas lokal NTB putri, kelas lokal KSB putra dan kelas lokal KSB putri. Total hadiah dari lomba lari ini senilai Rp. 100 juta.

 

Ketua Panitia Sumbawa Barat Maraton 2017 melaporkan, jumlah peserta yamg mengikuti Sumbawa Barat Maraton 2017 Nasional 10 K ini sebanyak 600 orang. Jumlah ini lebih dari yang diprediksikan panitia, yakni hanya 300 peserta. Banyaknya peserta yang mengikuti kejuaraan ini membuktikan olahraga atletik di kelas 10 K banyak peminatnya.
Melihat animo peserta yang tinggi ini, panitia berencana akan menyelenggarakan kembali lomba lari 10 km tingkat nasional pada tahun 2019.

 

Ketua KONI KSB, Zainul, S.H. Dalam sambutannya sebelum melepas para pelari mengatakan, tahun 2019 akan membuat lomba lari di KSB lebih spektakuler dengan hadiah yang lebih luar biasa juga. Lomba akan dilaksanakam 2019 karena pada tahun 2018 Pemerintah Provinsi mengadakan pekan olahraga provinsi. "Selamat brlomba, junjung tinggi sportivitas. Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim Sumbawa Barat Maraton 2017 10 km dibuka," ucap Zaidul.

Berikut Pemenang Sumbawa Barat Maraton 2017 Nasional 10 K:

 

Kelas Nasional, Juara Pertama diaraih Tri Sutrisno asal Provinsi Jawa Barat, berhak mendapat piagam dan uang tunai Rp. 15 juta. Juara kedua Imama Mahdi asal Kabupaten Bima Provinsi NTB dengan hadiah piagam dan uang tunai Rp. 10 juta. Juara ketiga Suwandi asal Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB.

 

Kelas Lokal NTB Putri, Juara pertama diaraih Sunarti asal Bima, juara dua Muslimah asal Bima. Juara ketiga Nurrahma Aulia asal Kab. Dompu, juara empat iswatun asal Dompu dan Faradla asal Bima.

 

Kelas Lokal KSB Putra, juara pertama diraih Faris asal Seteluk. Juara kedua Hamdan Wadi dari Labuhan Lalar. Juara tiga Aprianto asal Kelanir, juara keempat Raiz Arham asal Telaga Bertong dan Indra Gunawan sebagai juara kelima asal Seloto.

 

Sementara Kelas Putri KSB, juara pertama Sinta Agustin dari Taliwang, juara dua Mikatul asal Brang Ene. Juara ketiga, Agrarti asal Tebo, Juara keempat Megawati siswi SMKN 1 Taliwang dan juara kelima Julianingsih siswi SMAN 1 Poto Tano.(Humas)

 

 

       

 

 

 

      

 

 

Genap Berusia 14 Tahun, Berbagai Keberhasilan Terwujud di Tanah Pariri Lema Bariri

 

 

 

Sejumlah Kerjasama, Bantuan Hingga Penghargaan Jadi Hadiah Harlah ke-14 KSB

 

TALIWANG—Senin (20/11/2017), Kabupaten Sumbawa Barat genap berusia 14 tahun. Berbagai pembangunan daerah dan ikhtiar mensejahterakan rakyat pun telah berhasil dicapai.

 

Dalam memperingati hari lahir ke-14 KSB tahun 2017, upacara dilaksanakan di lapangan Graha Fitrah. Upacara ini pun terasa lebih berkesan. Pasalnya, sejumlah pejabat hadir, mulai dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, S.E, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D. Kemudian Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, hingga Ketua Dewan Bisnis BIMP-EAGA Brunai Darussalam, Yusra Kesteria Yusuf dan pejabat dari Provinsi NTB, Bupati/Walikota, Mantan Wakil Gubernur, Mantan Bupati KSB.

 

Sebelum upacara dilaksanakan, Pemda KSB melaksanakan penandatanganan sejumlah Memorial of Understanding (MoU) dan kerjasama. Pertama, kerjasama kemitraan Pemerintah Daerah melalui perusahaan daerah dengan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Sejorong Mataiyang Brang Rea. Kerjasama ini terkait pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam (pembangunan agro eduwisata) pada hutan produksi di wilayah unit V KPHP Sejorong.

 

Kedua, perjanjian kerjasama kemitraan antara Pemda KSB bersama PT. Lembu Nusantara Jaya Wijaya. Kerjasama ini terkait pemanfaatan jasa lingkungan agro eduwisata) pada hutan produksi di wilayah unit V KPHP Sejorong. Ketiga, perjanjan kerjasama PT. Goldfinch Mitra Sejati (PT. GMS) KSB dengan Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council (BD-DEBC). Perjanjian ini tentang pembangunan industri pengolahan beras, pengolahan jagung dan penyediaan sarana dan prasarana operasional penangkapan ikan di KSB.

 

Di hari lahir ke-14 ini, KSB juga menerima berbagai bantuan, mulai dari bantuan PT. Daerah Maju Bersaing (PT. DMB) untuk mendukung program ‘’Hatinya’’ (halaman asri teratur indah dan nyaman) PKK KSB senilai Rp. 750 juta. Bantuan ini akan didistribusikan ke-64 desa/kelurahan di KSB masing-masing senilai Rp. 10 juta, delapan kecamatan masing-masing Rp. 10 juta dan Pemda KSB senilai Rp. 30 juta.

 

Bantuan APBD Provinsi NTB untuk pembangunan jalan dari simpang KTC-Telaga Bertong, yang akan dinamakan Jalan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid senilai Rp. 50 milyar. Bantuan dari PT. AMNT untuk pgoram PDPGR senilai Rp. 5 milyar. Dukungan anggaran Kementerian PUPRPP untuk Sumbawa Barat, yakni: pembangunan Bendungan Bintang Bano dan jaringan irigasi seluas 6.000 ha. Revitalisasi Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang. Pembangunan jembatan dan jalan dari Pelabuhan Lalar menuju PLTU Kertasari sepanjang 9,85 Km dan normalisasi/penguatan tebing sungai Brang Rea.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengungkapkan, di usia yang ke-14, Pemerintah KSB telah berusaha mewujudkan harapan para pendiri dan masyarakat KSB melalui berbagai inovasi program/kegiatan pembangunan. Dalam kurun waktu 1 tahun 9 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati telah bersatu dan bahu membahu bersama DPRD KSB, stakeholders dan masyarakat dalam merealisasikan visi pembangunan, yakni ‘’terwujudnya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan menuju kabupaten sumbawa barat sejahtera berlandaskan gotong royong’’.

 

Untuk mengimplementasikan visi pembangunan daerah, Pemerintah KSB menetapkan Pemberdayaan Gotong Royong sebagai program unggulan, melalui Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Dalam perjalanannya, tata nilai dan semangat gotong royong telah berhasil menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dan stakeholder yang difasilitasi oleh agen pemberdayaan PDPGR, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah.

 

Pemerintah KSB melaksanakan ‘’Forum Yasinan’’ setiap malam Jum’at, sebagai instrumen utama dari PDPGR. Melalui forum ini, pemerintah daerah dan stakeholder bertemu dengan masyarakat KSB untuk mendengarkan aspirasi, memberikan solusi dan melahirkan berbagai inovasi daerah dalam upaya mensejahterakan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri.

 

Pelaksanaan PDPGR telah memberikan manfaat dalam pembinaan mental spiritual dan kultural masyarakat KSB. jika pada tahun 2007, KSB telah dinyatakan tuntas Buta Huruf Latin oleh Wakil Presiden Bapak H. M. Yusuf Kall, maka pada tahun 2017, Pemda KSB bersama Tim Penggerak PKK, agen PDPGR dan trainner telah berhasil menyelesaikan kegiatan Tuntas Baca Al-Qur’an untuk 1.988 warga KSB.


Diungkapkan Bupati, ikhtiar pemenuhan hak-hak dasar masyarakat KSB menjadi masyarakat sejahtera berlandaskan gotong royong telah menampakkan hasil dan manfaat bagi masyarakat.
Pada Bidang Sosial, kegiatan Kartu Pariri Lansia dan Kartu Pariri Disabilitas telah memberikan perlindungan kepada 3.668 lansia 746 penyandang disabilitas, dengan  menerima santunan sebesar Rp. 250 ribu perbulan. Kegiatan Kartu Pariri Kesehatan, telah menanggung 48.050 warga kurang mampu menjadi peserta BPJS Kesehatan.

 

Pada Bidang Ekonomi, Pemda telah menggulirkan kegiatan Kartu Bariri bekerjasama dengan perbankan di KSB dengan hasil, Kartu Bariri UMKM, yang telah menguatkan permodalan kerja 4.368 pelaku usaha dan menciptakan wirausahawan baru. Kartu Bariri Nelayan, telah mengadakan sampan nelayan dan peralatan tangkap sebanyak 683 unit. Menjadikan Desa Kertasari sebagai  sentra budidaya rumput laut di KSB. Kartu Bariri Tani, telah menguatkan modal usaha, pemberian sarana produksi dan peralatan-mesin untuk 6.887 petani. Kartu Bariri Ternak, mendistribusikan 808 ekor sapi, 20 ekor kerbau, 25 ekor kuda dan 299 ekor kambing kepada para pternak.

 

Di Bidang Perumahan dan Permukiman, Pemda bersama masyarakat melalui PDPGR tahun 2016-2017 telah melaksanakan pembangunan baru rumah layak huni dan rehab rumah tidak layak huni untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 3.017 unit. Program bedah rumah akan terus dilaksanakan untuk mewujudkan kabupaten sumbawa barat terbebas dari rumah tidak layak huni pada tahun 2020. Pembangunan jamban secara gotong royong tahun 2016 sebanyak 6.164 unit, merupakan agenda 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati, telah menjadikan KSB satu-satunya kabupaten di Indonesia di luar pulau Jawa sebagai kabupaten open defecation free (ODF) atau tuntas buang air besar sembarangan (Tubabas).

 

Di bidang infrastruktur, bersama tni, pemerintah daerah sedang membangun markas distrik komando militer (makodim) kabupaten sumbawa barat. Bersama polri membangun gedung pelayanan masyarakat (yanmas) polres sumbawa barat. Pembangunan jalan di KSB tahun 2017 bertambah sebanyak 46,48 persen, sehingga jalan dengan kondisi mantap di KSB menjadi 338,69 kilometer. Pembangunan Bendungan Bintang Bano, bendungan multi fungsi yang sedang dibangun di era kepemimpinan presiden Bapak Ir. JOKO WIDODO dengan biaya APBN lebih dari Rp. 1,5 triliun, progresnya saat ini telah mencapai 40 persen.

 

Pemulihan ekosistem Taman Wisata Alam Lebo Taliwang, pada tahap awal dilakukanpembangunan jalan lingkar Lebo Taliwang, tahun 2017 ini telah terbangun sepanjang 350 meter dari rencana 18,20 km, dengan biaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan pembangunannya berlanjut hingg tuntas tahun 2019 dengan total biaya APBN sekitar Rp. 450 milyar. Pembangunan jaringan irigasi sepanjang 11.629 meter, terus ditingkatkan guna memaksimalkan kontribusi sektor pertanian dalam mensukseskan Provinsi NTB pendukung ketahanan pangan nasional.

 

Pada Bidang Pariwisata, berbagai event digelar, seperti ‘’Mantar Paragliding Xc Open 2017’’ yang diikuti puluhan pilot dari 14 negara di spot paragliding berkelas dunia di Desa Mantar. Kejuaraan ‘’surfing Sumbawa Barat Pro 2017’’. Menggelar festival taliwang 2017 yang laksanakan dengan gotong royong bersama rakyat yang berlangsung meriah dan mampu menarik wisatawan mancanegara. Bersama  investor asal Swedia, kerjasama juga dibangun untuk menjadikan gugusan Gili Balu atau Delapan Gili menjadi kawasan ecotourism berkelas dunia.

 

Pada Bidang Perhubungan, Bandara Sekongkang sedang diperjuangkan untuk bisa beroperasi. Dermaga Labuhan Lalar akan segera beroperasi sebagai pelabuhan barang dan penumpang. Untuk itu, Pemda KSB menjalin kerjasama dengan pimpinan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT), sehingga keberadaan kedua infrastruktur tersebut dapat segera bermanfaat dalam meningkatkan konektivitas, antar wilayah mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan investasi serta pariwisata.

 

Dua hadiah di Harlah ke-14 KSB datang dari Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Pemda KSB telah meaksimalkan penerapan standar pelayananminimal (SPM) Penddiikan Dasar dengan capaian SPM tahun 2017 lebih dari 75 persen, merupakan capaian SPM tertinggi di Indonesia, dan hari ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Pada hari ini juga, di Kota Tangerang Provinsi Banten, Pemda KSB menerima ‘’Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017’’, yang diberikan kepada Bunda PAUD KSB atas kepeduliannya yang tinggi dalam gerakan nasional PAUD berkualitas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

 

Pada Bidang Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Asy-Syifa’ KSB telah memiliki layanan hemodialisa atau cuci darah, dan merupakan layanan hemodialisa satu-satunya di pulau sumbawa. Rumah sakit asy-syifa’ kabupaten sumbawa barat juga telah mendapat akreditasi. Puskesmas se-kabupaten sumbawa barat telah terakreditasi, mulai dari tingkat madya hingga paripurna, dan ternyata Puskesmas Poto Tano merupakan satu-satunya puskesmas di Indonesia Bagian Timur yang memperoleh akreditasi Paripurna. KSB telah memiliki kampung keluarga berencana yang dicanangkan oleh Kepala BKKBN RI pada mei 2017.

 

Berbagai kerjasama juga telah dijalin oleh Pemda KSB dalam upaya peningkatan kualitas SDM sebagai roadmap  reformasi birokrasi KSB 2017-2019.  Pemerintah KSB bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa  dalam  bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), dan membentuk TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan). Bersama Polres Sumbawa Barat dalam rangka peningkatan sdm khususnya putra daerah agar siap masuk menjadi anggota Polri. Kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung terkait implementasi smart city dan e-goverment. Selanjutnya kerjasama hibah air bersih dan pengelolaan air limbah dengan pemerintah pusat dan Australian Agency for International Development (AUSAID). Sementara itu, kerjasama pemerintah KSB dengan dunia usaha dan investor di Bidang Ekonomi, telah, sedang dan akan terus berlangsung dengan langkah danupaya yang semakin disempurnakan.

 

Kerja keras dengan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh (IJS), menghantarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KSB berada pada posisi pertama di antara delapan kabupaten di Provinsi NTB, dan menjadi posisi ketiga setelah Kota Mataram dan Kota Bima,  yakni pada angka 68,38 point. Selain itu, Pemerintah KSB juga telah melaksanakan verifikasi dan validasi data fakir miskin dan tidak mampu berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dengan menggunakan 16 indikator kemiskinan. Hasilnya diketahui jumlah warga ‘’tergolong miskin’’ di KSB tahun 2017 sebanyak 4.483 jiwa atau 1.586 rumah tangga atau 3,27 persen dari jumlah penduduk.

 

Hasil verifikasi dan validasi tersebut ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sumbawa Barat dan telah dideklrasikan tanggal 13 November 2017, didukung dengan penandatanganan spandung sepanjang 100 m oleh warga yang menyatakan diri siap berpartisipasi dalam menuntaskan kemiskinan di KSB. Hasil ini telah dilaporkan kepada Menteri Sosial RI, dan KSB dinyatakan sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

 

Kabupaten sumbawa barat juga mendapatkan prestasi dan apresiasi dari pemerintah maupun pihak lain atas keberhasilan yang ada, yakni:

-       Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) atas keberhasilan memformalkan tata nilai gotong royong ke dalam peraturan daerah (Perda) dan suskses tuntas pembangunan jamban untuk rumahtangga miskin.

-       Penghargaan dari Komisi Informsi Provinsi NTB sebagai badan publik terbaik kedua di Provinsi NTB dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada tahun 2016.

-       Penghargaan juara ketiga nasional dalam lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2017. Penghargaan ini semakin mengukuhkan kabupaten sumbawa barat sebagai ‘’bumi gotong royong’’

-       Penghargaan dari bapak gubernur ntb kepada pemerintah kabupaten sumbawa barat sebagai kabupaten terbaik dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan.

-       Opini wajar tanpa pengecualian (wtp) dari bpk ri perwakilan ntb atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2016 dan merupakan raihan wtp ketiga kalinya secara berturut-turut.

-       Atelet-atlet tinju KSB meraih gelar juara umum dalam kejuaran nasional di Pangkal Pinang Kepulauan Riau, dengan memperoleh enam medali emas.

 

Rakyat dan pemerintah kabupaten sumbawa barat mengucapkan selamat datang di Bumi Pariri Lema Bariri, seraya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena selama dua tahun terakhir ini telah memberikan bantuan pembiayaan untuk kegiatan pembangunan proyek strategis nasional, seperti: pembangunanBendungan Bintang Bano dan jaringannya; Rehablitasi Taman Wisata Alam Danau Taliwang’Pembangunan Jalan dan Jembatan dari pelabuhan Lalar sampai PLTU di Desa Labuhan Kertasari; Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk Kecamatan Brang Ene; Normalisasi sungai dan perkuatan tebing sungai Brang Rea dan Infrastruktur lainnya.

 

Pemerintah dan masyarakat KSB juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur NTB yang telah bersedia membantu pembiayaan untuk pembangunan jalan jalur dua simpang KTC-Telaga Bertong, dan mohon izin kepada Bapak Gubernur untuk memberikan nama jalan tersebut dengan nama TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pahlawan Nasional dari Provinsi NTB. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD KSB, TNI, Polri, Kejaksaan, instansi vertikal, Lurah, Kepala Desa, Perbankan, BUMN, BUMD, seluruh dunia usaha/koorporasi yang ada di KSB, serta yangkami banggakan agen PDPGR, Bhabinkamtibmas, Babinsa yang telah menggerakkan semangat gotong royong di tengah masyarakat dan telah membangun sinergitas dalam melaksanakan pendataan dan deklarasi pengentasan kemiskinan dari tingkat desa/kelurahan sampai kabupaten,” kata Bupati.

 

Kepada semua pihak yang dengan susah payah menyiapkan acara peringatan harlah ke-14 KSB tahun ini. Juga kepada warga KSB yang dengan penuh semangat dan suka cita menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan harlah ke-14 KSB. semoga semua ikhtiar dan pengabdian kita bersama membangun ‘’Bumi Pariri Lema Bariri’’ mendapat perlindungan dan limpahan rahmat, serta ridho dari Allah SWT. Aamiin. ‘’Pariri Lema Bariri, bukan cuma basa-basi, ayo segera beri arti dengan karya dan bhakti secara ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh, dirgahayu KSB! Dirgahayu Sumbawa Barat!,” tandas Bupati.

 

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, S.E dalam sambutannya mengatakan, pemekaran daerah adalah langkah baik, ini dibuktikan dengan keberhasilan KSB. Pertumbuhan KSB sebagai daerah baru mendapatkan keberhasilan dengan IPM peringkat pertama di antara delapan kabupaten di Provinsi NTB. DPR RI pun siap dan mendukung pembentukan daerah otonom baru, termasuk pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. ‘’Kami di atas siap membantu ‘’begerik’’ (menggoyang). Dirgahayu Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D mengatakan, Kementerian PUPR mendukung pembangunan di KSB. Pembangunan Bendungan Bintang Bano diusahakan tuntas akhir tahun 2019. Kunjungan ke KSB ini pun akan dilaporkan ke Bapak Presiden dan mudah-mudahan Bendungan Bintang Bano dapat diresmikan pada ulang tahun ke-15 KSB tahun 2019 mendatang. ‘’Selamat hari lahir ke-14 KSB, dirgahayu Kabupaten Sumbawa Barat,” kata Muhammad Basuki.

 

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung yang membacakan sambutan Menteri Sosial, Dra. Indar Parawansa menyampaikan, upaya bahu membahu menurunkan angka kemiskinan terus dilakukan di Indonesia. Untuk di KSb, Kemensos mengalokasikan beras sejahtera senilai Rp. 11 miliar atau untuk 10.086 orang pada 2017. Program beras sejahtera tahun 2018 akan ditransformasi/reformasi dari subsidi barang menjadi subsidi orang yakni menjadi program bantuan sosial ranstra. Bedanya jika pada beras sejahtera, masyarakat harus menebus Rp. 1.600/kg. Namun pada bansos ranstra tidak perlu menembus atau gratis.

 

Penerima PKH di KSB tahun 2017 sebanyak empat ribu lebih jiwa dengan anggaran senilai Rp. 8 milyar. Pada tahun 2018 akan ditingkatkan menjadi menjadi 1.800 penerima, bukan berarti orang miskin di KSB meningkat. Namun ini sebagai perhatian pemerintah kepada masyarakat. Di bawah pemerintah Bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T kemiskinan di KSB akan cepat menurun. Apalagi didukung pembangunan perumahan dan permukiman atau infrastruktur yang baik.

 

Kemensos kedepan akan merekrut pendamping PKH, PKSK dan Tagana pendamping masyarakat miskin atau peliuk. Program Bupati dalam pembangunan dengan meningkatkan gotong royong atau partisipasi semua pihak akan dijadikan contoh kepada daerah-daerah lain untuk mengikuti inovasi tersebut. ‘’Kami apresiasi respon cepat Pemda yang telah memverifikasi dan memvalidasi dan dilanjutkan mendeklarasikan pengentasan kemiskinan di KSB mulai dari tingkat Desa hingga Kabupaten. Dirgahayu KSB, semoga masyarkaat KSB semakin tentram, sejahtera dan bahagia,” kata Andi ZA Dulung.

Puncak peringatan Harlah ke-14 KSB ini pun ditutup dengan parade budaya dari berbagai suku nusantara yang ada di KSB. Diantaranya, suku Jawa dengan menampilkan kesenian Reog Ponorogo. Etnis Bali menampilkan gamelan dan tarian khas Bali. Etnis NTT menampilkan tarian perang NTT. Etnis Mbojo (Bima-Dompu) menampilkan kesenian adu kepala dan kesenian khas Kabupaten Sumbawa Barat serta kesenian daerah lainnya.(Humas)

 

 

Kerjasama PT. Goldfinch Mitra Sejati (PT. GMS) KSB dengan Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council (BD-DEBC). Perjanjian ini tentang pembangunan industri pengolahan beras, pengolahan jaguh dan penyediaan sarana dan prasarana operasional penangkaan ikan di KSB.

      

Bupati didampingi istri tercinta yang juga Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W. Musyafirin, S.Pt menerima dana CSR dari PT. Daerah Maju Bersaing (PT. DMB) untuk mendukung program ‘’Hatinya’’ (halaman asri teratur indah dan nyaman) PKK KSB senilai Rp. 750 juta.  

     

Bupati didampingi Wakil Bupati menerima bantuan APBD Provinsi NTB untuk pembangunan jalan jalur dua simpang KTC-Telaga Bertong, yang akan dinamakan Jalan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid senilai Rp. 50 milyar. 

 

 

Menteri PUPR RI, Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D.  menyerahkan dukungan Anggaran Kementerian PUPRPP untuk Sumbawa Barat, yakni: pembangunan bendungan Bintang Bano dan jaringan irigasi dengan luas 6.000 ha. Revitalisasi Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang. Pembangunan jembatan dan jalan dari Pelabuhan Lalar menuju PLTU Kertasari sepanjang 9,85 Km dan normalisasi/perkuatan tebing sungai Brang Rea.

Kerjasama kemitraan Pemerintah Daerah melalui Perusahaan Daerah dengan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Sejorong Mataiyang Brang Rea. Kerjasama ini terkait pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam (pembangunan agro eduwisata) pada hutan produksi di wilayah unit V KPHP Sejorong.

    

Bantuan dari PT. AMNT untuk pgoram PDPGR senilai Rp. 5 milyar. 

 

 

 

 

 

 

 

Sekretaris Kemenko Kemaritiman Mengunjungi Tiga Dermaga di KSB

TINJAU: Seskemenko Bidang Kemaritiman, Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto (tengah) mendengar penjelasan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M (dua dari kanan) terkait rencana perluasan Dermaga Labuhan Lalar, Sabtu siang (18/11/2017)

 

TALIWANG—Sekretaris Kementerian Koordinator  Bidang Kemaritiman, Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto mengunjungi tiga dermaga yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

 

Seskemenko Kemaritiman Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto diajak meninjau tiga dermaga di KSB bersama Bupati, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M. dermaga pertama yang dikunjungi adalah dermaga Benete di Kecamatan Maluk. Turut mendampingi pula, Asisten II Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan KSB, Ir. H. Muslimin, M.Si dan Kabag Humas Protokol KSB, Ir. Abdul Muis, M.M.

 

Dermaga kedua yang dikunjungi Bupati, Seskemenko Kemaritiman dan rombongan adalah Dermaga Labuhan Lalar di Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang. Di sini, Bupati menyampaikan bahwa dermaga ini dibangun untuk memperlancar distribusi barang masuk maupun keluar KSB. Tujuannya, komoditi pertanian, perikanan dan perkebunan dan lainnya dari KSB bisa lebih cepat keluar. Kemudian barang yang masuk ke KSB harganya bisa lebih terjangkau. Sebab saat ini, bayak kebutuhan masyarakat KSB yang harganya masih tinggi, karena tidak langsung masuk ke KSB, melainkan singgah di daerah lain seperti di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa.

 

Dermaga ini nantinya akan diperluas lagi. Namun, Pemerintah Daerah masih memproses AMDAL (analisisi mengenai dampak lingkungan). Pengurugan laut akan dilakukan sehingga dermaga ini benar-benar siap, termasuk untuk pendaratan jeti pengangkut batu bara sebagai bahan bakar PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Kertasari. Bupati mengharapkan pusat mendorong beropreasinya dermaga ini. Apalagi dermaga Labuhan Lalar telah masuk dalam sistranas (sistem transprtasi nasional). ‘’Kalau kajian dari Provinsi sudah mengizinkan, tinggal AMDAL kami tunggu untuk mengurug sebagian laut di sisi dermaga ini,” kata Bupati.

 

Apalagi, lanjut Bupati, pangeran negara Brunai Darussalam akan berinvestasi di KSB dalam sektor perikanan, pengolahan beras dan jagung. Dimana, mereka akan menempatkan 10 unit kapal penangkap ikan di KSB. ‘’Ada 100 kapal kebagian Indonesia, 10 diantaranya di KSB. Kami pun menyiapkan dermaga ini (Labuhan Lalar) sebagai tempat kapal nantinya. Kalo memang mau dikelola pusat, kami siap menyerahkan aset ini, yang penting bisa dioperasionalkan yang tentu ini untuk masyarakat juga nantinya,” jelas Bupati.

 

Peninjauan dilanjutkan ke dermaga milik PT. Bumi Pasir Mandiri  di Desa Kertasari Kecamatan Taliwang. Bupati mengharapkan dermaga ini juga bisa mendapatkan izin operasi dari pusat untuk mempermudah dan menyingkat jarak tempuh distribusi bahan bakar PLTU Sektor Tambora. Sebab, jarak dermaga ini tidak jauh dari PLTU Sektor Tambora.

 

Seskemenko Kemaritiman Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto saat di Dermaga Labuhan Lalar, menelepon jajaran deputinya yang sebenarnya mendampinginya datang ke KSB. Ia meminta agar memfasilitasi Pemda KSB untuk duduk bersama kementerian terkait membahas upaya percepatan pengoperasionalannya.

Agus Purwoto menjelaskan, selain sebagai koordinator, tugas kementerian koordinator adalah sebagai akselerator. Hal-hal yang terbelenggu di kementerian teknis tentu harus dilepas. ‘’Tapi kita lihat fisibility studinya, lihat AMDAL, apalagi itu masih berproses dan butuh waktu. Regulasi pengelolaan juga harus siap, jangan sampai pemerintah daerah terbelenggu dan terjebak masalah hukum di kemudian hari,” terangnya.

 

Menurut Agus Purwoto, KSB memang memiliki potensi yang luar biasa. Resources (sumber daya) sangat kaya. Termasuk potensi sektor pariwisata yang dimiliki kabupaten ini sangat baik dan harus dikembangkan maksimal. ‘’Saya menyaksikan (KSB, Red) luar biasa. Ini butuh kesiapan sumber daya manusia tidak hanya knowledge, tapi juga manajemen. Kalau tidak, maka kita jadi budak di negeri sendiri.” imbuhnya.(Humas)

 

 

Masyarakat KSB Harus Bangun Spirit Sulaiman

 

 

TALIWANG—Untuk memeriahkan hari lahir Kabupaten Sumbawa Barat/KSB ke-14 tahun 2017, Pemerintah Daerah mendatangkan Ustadz KH. Yusuf Mansyur. Dalam tabligh akbar di Alun-Alun Kota Taliwang, Ustadz Yusuf Mansur mengajak masyarakat KSB membangun spirit Sulaiman.

 

Di hadapan ribuan masyarakat KSB yang hadir dalam Tabligh Akbar ini, Ustadz Yusuf Mansyur menceritakan spirit Nabi Sulaiman AS. Dimana, ketika Nabi Sulaiman terpuruk, ditinggal meninggal Nabi Daud AS, tidak tinggal di dalam istana, kerajaannya runtuh, tidak dalam keadaan kaya dan kemewahan lainnya. Nabi Sulaiman AS pun menginstropeksi diri jika ada yang salah pada dirinya.

 

Nabi Sulaiman pun lalu mendatangi penguasa langit dan bumi yakni Allah SWT. Ia kemudian meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. ‘’Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesunggunya Engkaulah Yang Maha Pemberi,” kata Yusuf Mansyur menguktif doa Nabi Sulaiman yang terdapat dalam Qur’an Surat Shaad Ayat 35.

 

Yusuf Mansyur pun kemudian mengajak masyarakat KSB membangun spirit Sulaiman ini. Ia kemudian menuturkan berbagai pengalaman dirinya. Sejarah kehidupannya yang sangat susah, lalu dengan izin Allah SWT, dirinya menemukan spirit Sulaiman ini. Spirit atau doa Nabi Sulaiman ini kemudian ia praktikkan. Allah yang Maha Kaya, Maha Memberi pun selalu mengabulkan do’anya. ‘’Saya dulu tukang jual es keliing di terminal, kagak laku-laku. Akhirnya saya menemukan spirit sulaiman, saya minta sama Allah, untuk mengangkat derajat saya setinggi-tingginya dan tidak mau hidup susah lagi. Alhamdulillah, dengan izin Allah kesampaian,” kata Yusuf Mansyur.

 

Banyak lagi sejarah hidup Ustad Yusuf Mansyur yang diceritakan. Termasuk keinginannya ingin menjadi imam sholat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Kemudian menceritakan kisah-kisah sahabat dan orang lain yang ditinggikan derajatnya oleh Allah karena spirit Sulaiman ini. ‘’Jajal, ayo bangun spirit Sulaiman AS. Minta ke Allah jangan nanggung-nanggung. Jangan doakan anak bisa kuliah ke IPB, UI, UGM, Cordova atau Universitas Mataram. Doakan anak-anak ibu bapak warga Taliwang biar anaknya bisa jadi rektor di UI, UGM, IPM, rektornya Unram, doakan,” imbuhnya.

 

‘’Jangan doakan anak kita jadi kapolsek jadi kapolres, doakan jadi Kapolda, ada yang jadi Kapolri, ada yang jadi Panglima TNI, ada yang jadi Menteri, bila perlu namanya Muhammad Kapolda NTB, jangan nanggung dan terus, jangan berhenti, terus kejar,” tambah Yusuf Mansyur.

 

Menurutnya, mental meminta menunggu pemberian orang amatlah tidak baik. Jangankan perbuatan seperti itu, meminta atau berdoa kepada Allah yang sedikit saja sangat merugi. Mengapa? Karena Allah Maha Kaya, Maha Memberi, jika orang tua meminta sedikit maka yang diberi oleh Allah sedikit juga. Karenanya, meminta kepada Allah tidak boleh tanggung-tanggung mintalah yang tinggi yang mungkin menurut manusia tidak mungkin. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin di sisi Allah. ‘’Apalagi mental mau dapat bantuan dari pemerintah, ngaku miskin, terus bantuan sampan atau lainnya di jual, gak boleh itu. Kita punya Allah, minta sama Allah semua minta sama Allah, Allah akan kasi, yang penting yakin, yakin, yakin,” jelas Yusuf Mansyur.

 

 

Tausiah yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansyur pun menyentuh hati warga yang mendengar. Tausiah yang dibarengi dengan cerita-cerita lucu ala Ustadz Yusuf Mansyur pun membuat warga terhibur mendengarnya. Tidak sedikit pula warga tersadar jika kalau meminta itu hanya kepada Allah saja dan meminta jangan sedikit.(Humas)