Pemda KSB Gelar Silaturrahmi Dengan Wartawan

SILATURRAHMI: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST (tengah) didampingi Asisten I, Drs. Mukhlis, M.Si (kiri) dan Kabag Huma dan Protokol, Ir. Abdul Muis Syafi’i, M.M saat bersilaturrahmi dengan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Sumbawa Barat di ruang sidang I Setda KSB, Rabu pagi (12/04/2017)

 

Wabup Minta Pemberitaan Jujur Sesuai Fakta

TALIWANG-Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat menggelar sillaturrahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa yang bertugas di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu pagi (12/04/2017).

Bertempat di  ruang sidang I Setda KSB, silaturrahmi Pemda KSB dengan wartawan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Setda KSB. Kegiatan ini digelar untuk mempererat hubungan insan media dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan menyamakan persepsi dalam menyampaikan informasi demi pembangunan di tanah Pariri Lema Bariri.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST hadir mewakili Pemda KSB. Orang nomor dua di KSB ini didampingi oleh Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si dan Kabag Humas dan Protokol Setda KSB, Ir. Abdul Muis Syafi’i, M.M. sementara wartawan yang hadir dalam silaturrahmi ini sebanyak 14 orang yang berasal dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik termasuk online.

Kabag Humas dan Protokol Setda KSB, Ir. Abdul Muis Syafi’i, M.M dalam laporannya menyampaikan, asbabunnuzul atau munculnya kegiatan ini adalah adanya sebagain wartawan yang mempertanyakan kapan mereka di mediasi bertemu dalam satu acara dengan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati dan jajarannya. Selain itu, kegiatan ini untuk menyampaian persepsi antara Humas Setda NTB dengan wartawan dalam upaya penyebarluasan informasi yang efektif, seimbang dan membangun kepada publik untuk KSB.

Selain  itu, lanjut mantan Camat Maluk ini, silaturrahmi ini bertujuan bagaimana terbangunnya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan media. Kemudian bagaimana mewujudkan pemerintahan Sumbawa Barat yang transparan, akuntabilitas dan profesional. Selanjutnya untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan informasi dan dokumentasi.

Wakil Bupati Sumbawa Barat yang membuka kegiatan ini mengatakan, silaturrahmi Pemerintah KSB dengan media ini adalah langkah baik. Silaturrahmi ini merupakan langkah awal membangun kerjasama antara media dan pemerintah daerah dalam berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakat. ‘’Mari kita ukir sejarah untuk KSB, saya ukur sejarah dengan tugas saya sebagai Wakil Bupati mengayomi masyarakat. Teman-teman wartawan dengan tugasnya menjadi pengawas dan menyajikan pemberitaan tentu untuk pembangunan daerah dan masyarakat juga,” kata Fud Syaifuddin.  

Media, lanjut Fud sapaan akrab Wakil Bupati adalah salah satu pilar demokrasi. Diharapkan dalam peberitaan media harus mengedepankan kode etik jurnalistik termasuk kode etik sebagai jurnalis. Berita yang disuguhkan harus sesuai fakta yang sebenarnya. ‘’Jangan buat opini, buat berita yang jujur sesuai fakta. Saya tidak butuh pembelaan, sanjungan rekan wartawan kalau salah ya salah, kalau benar ya benar. Kritik silahkan, dan tidak boleh ada otokritik, itu untuk mengoreksi kami, SKPD mengoreksi sendiri termasuk masyarakat juga mengoreksi  dirinya sendiri,” imbuh pria yang pernah menjadi wartawan salah satu media nasional dan juga media kampus ini.

Wakil Bupati juga mengungkapakan, tugas kehumasan cukup berat. Sementara Kabag Humas dan Protokol adalah orang baru dan tidak memiliki latar belakang kehumasan. Namun diharapkan bisa mengikuti ritme dalam pekerjaan kehumasan dan protokol serta membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan para wartawan dan perusahaan media. ‘’Insyaallah ke depan kita akan lebih perhatikan wartawan, kita upayakan adanya media center, wertawan bisa studi banding dan lainnya ini untuk membangun kebersamaan kita dan juga bersama-sama membangun daerah,” ujarnya. 

Dalam kesempatan ini sejumlah wartawan memberikan masukan dan saran. Salah satunya para wartawan menginginkan adanya informasi yang cepat dari Bagian Humas dan Protokol agar wartawan bisa meliput kegiata Bupati, Wakil Bupati termasuk kegiatan Organisasi Perangat Daerah (OPD). Selain itu, agar narasumber di OPD tidak hanya kepala dinas, tetapi Kepala Bidang. ‘’Kami kesulitan akhir-akhir ini, diatur hanya Kadis yang boleh jadi narasumber, sementara belum tentu kami bisa bertemu dan menghubungi Kadis. Kalau sekedar program Kepala Bidang cukplah, kecuali kasus ya silahkan Kadis,” kata salah satu wartawan.(tim)