Memeriahkan HUT ke-13, GOW KSB Gelar Khitanan Massal

LIHAT: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dan istrinya yang juga Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KSB, Neny Fud Syaifuddin melihat anak yang dikhitan pada kegiatan Khitanan Massal yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT GOW KSB ke-13 di kediamannya di Pendopo Bupati Sumbawa Barat, Kamis pagi (13/04/2017)

 

 

TALIWANG-Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-13, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar khitanan massal.

Khitanan atau sunatan massal yang mengangkat tema ‘’Wujudkan Kepedulian Sosial Terhadap Lingkungan yang digelar di Pendopo Bupati Sumbawa Barat yang didiami Wakil Bupati ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST. Kemudian sesepuh GOW yang juga Ketua PKK KSB, Hj. Hanifa W.Musyafirin, S.Pt. Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Danramil Taliwang, Ketua Bhayangkari Sumbawa Barat, Ketua Persit, Ketua Kartika Chandra, Ketua Poswara DPRD KSB dan organisasi wanita lainnya. 

Sunatan massal ini diawali dengan laporan panitia yang disampaikan Hj.  Wilda Tunruyun. Dalam laporannya disampaikan,  khitanan massal ini merupakan  rangkaian kegiatan dalam rangka HUT GOW KSB yang ke 13. sunatan massal ini diikuti oleh 60 anak yang bersal dari seluruh kecamatan di KSBDana kegiatan in berasal dari bantuan sosial (bansos) Pemerintah Daerah KSB. ‘’GOW menyampaikan terimakasih khusunya dari Bidang Lingkungan Hidup dan kesejahteraan masyarakat atas dukungan Pemda, Dinas Kesehatan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan kami ini,” Ucap Hj. Wilda, Rabu pagi (13/04/2017).

Ketua Umum GOW KSB,  Neny Apriati Fud Syaifuddin dalam sambutannya menyampaikan,  khitanan massal ini merupakan bentuk kegiatan sosial menyambut HUT GOW KSB ke-13 dan hari Kartini ke-138. Kegiatan lain yang diselenggarakan adalah gotong royong, lomba pengelolaan sampah atau barang tak terpakai menjadi barang yang berguna dan bernilai.

Dalam rangkaian kegiatan HUT GOW KSB ke-13 ini kata Neni, GOW bekerjasama dengan organisasi wanita Muhammadiyah Aisyah, Kartika Chandra, Persit, HTI (Hisbuttahrir Indonesia), Bhayangkari, Poswara dan organisasi wanita lainnya. ‘’Kami mengucapkan banyak terimakasih. Semoga sinergisitas, persatuan dan kesatuan kita terus terjalin dengan baik untuk berbuat bagi daerah dan masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Neni Fud Syaifuddin.

lanjut ibu dua orang anak ini, khitanan massal yang digelar GOW KSB adalah sebagai wujud menjalankan perintah Allah. Dimana berkhitan secara medis memiliki banyak manfaat, seperti mengajarkan hidup sehat dan bersih.  Khitan merupakan proses mengeluarkan na’jis pada setiap muslim dan muslimat sejak kecilSelain itu kegiatan ini dan kegiatan lainnya yang digelar GOW KSB merupakan ikhtiar bersama untuk daerah dan masyarakat. ‘’Ini sesuai pantun Bapak Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST, Lamin No Dita Sai Po Lamin No Yo Pian Po (kalau bukan kita siapa lagi kalau tidak sekarang kapan lagi)Semoga anak-anak kita juga menjadi generasi mas KSB yang menentukan KSB di masa mendatang,” ujarnya

Wakil Bupati Sumbawa Barat,  Fud Syaifuddin,  ST yang membuka kegiatan khitanan massal ini mengatakan, seluruh elemen di KSB bekerja dan terus berbenah,  organisasi wanita,  pemerintah daerah, organisasi masyarakat harus terus berikan yang terbaik untuk daerah dan masyarakat. Sunatan massal ini sangat bermafaat dan harus terus dilakukan.  ‘’Sunatan massal kini bukan sekedar kebutuhan tapi menjadi tren untuk membangun kebersamaan.  Sekarang sudah jarang membangun kebersamaan alhmdulillah dengan khitanan massal ini kita membangun kebersamaan,” kata Fud Syaifuddin

Lanjut mantan anggota DPRD KSB ini, khitan adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat. Berkhitan diperintahkan Allah pertama kali kepada Nabi Ibrahim untuk mengkhitan anak-anaknya. Allah juga memerintahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW tentang berkhitan untuk mencontoh Nabi Ibrahim. Berkhitan juga wujud kecintaan kepada Allah, selain menjalankan perintahnya juga para orang tua akan semakin sayang dan memperhatikan anaknya ketika dikhitan. ‘’Selain itu berkhitan mengajarkan makna pengorbanan dan kerja keras, karena berkhitan adalah rela berkorban hingga mengeluarkan darah,” jelasnya.

Fud Syaifuddin menyampaikan, tidak ada kesuksesan instan yang didapatkan setiap orang melainkan melalui kerja keras. Orang yang sukses itu orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain.  Berkontribusi untuk masyarakat, daerah dan negara sesuai bidangnya. ‘’Kita berharap diumurnya yang ke-13 ini, GOW KSB terus bermanfaat untuk masyarakat dan daerah. Dengan perempuan kuat pasti Kabupaten Sumbawa Barat menjadi hebat,” tutup Pak Fud, sapaan akrab Wakil Bupati KSB.(tim)