Puskesmas Jereweh Jalani Akreditasi FKTP

TALIWANG-Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jereweh menjalani Akreditasi (survei dan penilaian) Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Setelah Puskesmas Kecamatan Taliwang menjalani akreditasi dan berhasil meraih status akreditasi utama pada 2016 lalu, kini Puskesmas Jereweh mendapat giliran untuk diakreditasi. Puskesmas Jereweh akan dinilai oleh tiga orang Surveyor Komisi Akreditasi FKTP. Akrditasi FKTP bagi Puskesmas Jereweh ini akan berlangsung sejak tanggal 16 sampai 20 April mendatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, H. Tuwuh, S.AP dalam laporannya mengatakan, Puskesmas Jereweh sejak 2014 melakukan persiapan untuk diakreditasi. Sejatinya puskesmas ini akan diakreditasi tahun 2016 lalu, namun terjadi penundaan.

‘’Alhamdulillah tahun lalu Puskesmas Taliwang sudah mendapat Akreditasi Tingkat Utama dan satu-satunya di Pulau Sumbawa. Tahun ini kita  targetkan lima puskesmas yang akan diakreditasi,” Kata Tuwuh dihadapan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST, Ketua DPRD KSB, M. Nasir, Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., MH, Asisten III Setda Sumbawa Barat Drs. Burhanuddin, MM. Kemudian Direktur RSUD Sumbawa Barat Asy-Syfa dan para pejabat Dikes KSB yang hadir dalam acara pertemuan pra survey yang digelar di kantor Dikes KSB, Minggu malam (16/04/2017)

Dukungan anggaran, lanjut H. Tuwuh dari Bupati, Wakil Bupati, pimpinan DPRD, Sekda dan pejabat Pemda KSB tidak diragukan pada sektor kesehatan. Kehadiran Wakil Bupati, Ketua DPRD KSB, Sekda dan lainnya menjadi bukti jika komitmen Pemda sangat kuat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. ‘’Insyaallah kami juga akan bekerja dengan maksimal. Bekerja di awal waktu dan selesai dalam waktu dengan semangat Ikhlas, Jujur dan Sungguh-sungguh di tambah senyum, salam, sapa, sopan dan santun,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dalam sambutannya mengatakan, dirinya meyakini Puskesmas Jereweh dengan seluruh aparaturnya telah siap menjalani akreditasi bahkan sudah satu tahun yang lalu. Momen akreditasi penting untuk berbagi pengalaman. Diharapkan aparatur Puskesmas Jereweh tidak diam. Jika ada yang tidak diketahui maka lebih baik ditanyakan kepada tim surveyor. ‘’Kalau tidak lulus akreditasi maka bisa diulang tahun depan. Tapi yang lebih penting dari itu adalah pelayanan yang optimal untuk masyarakat,” kata Wakil Bupati.

Ia menekankan agar slogan Ikhlas, Jujur dan Sunggung-sungguh benar-benar diaplikasikan dalam melayani masyarakat. Tentunya agar aparatur Puskesmas Jereweh benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. ‘’Kita harus kerja secara IJS, jangan yang jelek dibilang baik dan yang baik dibilang jelek. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Ketua Tim Surveyor FKTP, Paulina Christianti, M. Kes dalam sambutannya menyampaikan, survei yang dilakukan dua surveyor yakni, Dr. Dewa Ketut Oka, M.Kes dan I Made Suadnya, M.Kes berlangsung tiga hari hingga tanggal 20 April mendatang. Penilaian dilaksanakan terhadap pelayanan Puskesmas baik yang ada dalam Puskesmas Jereweh itu sendiri dan pelayanan di masyarakat. ‘’Jadi yang dinilai adalah pelayanan dalam gedung dan luar gedung Puskesmas, baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, serta rangkaian seluruh proses adminstrasi yang diselenggarakan Puskesmas,” katanya.

Perempuan asal Jawa Timur ini menyebutkan, ada tiga tujuan dari akreditasi, diantaranya pertama meningkatakan mutu pelayanan dan kesehatan pasian. Kedua meningkatkan perlindungan bagi Sumber Daya Manusia kesehatan, masyarakat, lingkungan dan puskesmas serta FKTP lainnya. ‘’Di dalam akreditasi Puskesmas ada 3 komponen yang dinilai, yaitu Administrasi dan Manajemen (Admen), Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan jumlahEelemen Penilaian (EP) sebanyak 776,”.(tim)