Bupati: Pemuda Harus ‘’Berkuku Tajam’’

SEKOLAH POLITIK PEMUDA: Dari kiri Ketua DPRD KSB, M. Nasir, ST, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Anggota DPR RI, Dr. Zulkiflimansyah, M.Sc dan Sekda KSB, Abdul Azis, S.H., M.H saat akan membuka sekolah politik pemuda yang digelar KNPI KSB di Ball Room Hotel Grand Royal, Rabu pagi (17/05/2017)

 

Pemuda diharapkan tidak hanya memiliki jiwa yang enerjik atau tenaga yang kuat. Namun yang tepenting, pemuda harus memiliki wawasan yang luas dengan didukung menguasai data dan fakta. ‘’Ada falosofi penting yang harus dipegang, yakni jangan mencakar sebelum berkuku,” kata Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya membuka sekolah politik pemuda yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa Barat di Ball Room Hotel Grand Royal, Rabu pagi (17/05/2017).

 

Sebagai pemateri dalam sekolah politik pemuda ini adalah politisi senior yang juga menjadi kepala daerah, yakni Walikota Mataram, H. Akhyar Abduh. Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaeli FT dan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan. Kemudian mantan Bupati KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, M.M. Termasuk anggota DPR RI yang merupakan putra Sumbawa, NTB, Dr. Zulkiflimansyah, M.Sc. Hadir pula dalam pembukaan sekolah politik ini sejumlah kepala organisasi perangkat daerah KSB, pimpinan partai di KSB dan pemuda partai, organisasi kepemudaan dan organisasi mahasiswa di KSB.

 

Bupati menyampaikan, politik merupakan seni untuk mencapai kekuasaan yang semata-mata untuk kepentingan umum. Politik bukanlah sarana untuk mencapai kepentingan pribadi atau kelompok. Bukan pula untuk mencapai tujuan tertentu dengan mengatasnamakan kepentingan umum seperti yang dilakukan sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). ‘’Kalau kata filsuf Arab, Ibnu Aqil, politik itu bagaimana memperjuangkan kemaslahatan ummat,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, perpolitikan adalah wahana yang dibuat berbeda. Ada partai politik yang berbeda, pemilihan yang berbeda, mulai dari pemilihan kades, kepala daerah sampai pemilu ditingkat nasional. Namun tujuan yang ingin dicapai dari itu adalah untuk kepentingan umum. Ia juga menyinggung, menjelang pemilukada atau pemilihan umum ada kader yang loncat pagar, dari partai satu ke partai yang lain, dari yang merah ke yang putih dan dari putih ke merah, ia adalah hal yang biasa dalam politik dan itulah seni dari berpolitik. ‘’Yang penting kalau permainan politik sudah selesai maka kita menjembatani untuk bersatu perbedaan itu sehingga perbedaan yang sebelumnya kuat akan menjadi tawar demi kepentingan umum,” imbuhnya.

 

Bupati juga menyampaikan akan menyiapkan lahan untuk pembangunan youth center (pusat kepemudaan) KSB. Lahan itu berada di bundaran jalan baru yang akan dibangun menghubungkan simpang empat bundaran Hotel Grand Royal sampai ke Telaga Bertong. ‘’Nanti di jalan baru itu ada bundara di tengahnya, di salah satu pojok bundaran nanti kita siapkan lahan untuk pusat kepemudaan dan olahraga KSBm,” beber Bupati.

 

Ketua KNPI KSB, Trisman, S.T.M dalam sambutannya menyampaikan, sekolah politik pemuda ini digelar KNPI ini murni melihat keaktifan pemuda, terutama pemuda partai. Dimana, beberapa pemuda partai sering berkumpul dan berdiskusi di beberapa tempat di Kota Taliwang. KNPI melihat keaktifan pemuda partai ini pun sebagai modal regenerasi kader partai ke depan di KSB.

 

Trisman mengungkapkan, temuan KNPI tahun 2015 sampai 2016, jika dari 124.274 penduduk KSB, 22,9 persen diantaranya adalah pemuda. Dari angka itu, 17,2 persen diantaranya adalah pemuda angkatan kerja mulai 15-40 tahun dan memiliki pekerjaan. Sektor terbesar tempat pemuda bekerja adalah sosial dan jasa kemasyarakatan. Sementara 5,7 persen lainnya menganggur. ‘’Ini bukan hanya pekerjaan bagi pemerintah tetapi juga KNPI dan mudah-mudahan kedepan bisa diturunkan sampai di bawah 3 persen,” katanya.

 

Trisman juga mengungkapkan ada tiga kekurangan yang terdapat di KSB. Ia menyebutkan, pertama, pembangunan karakter yang belum merata. Kedua, kurang mandiri dan ketiga, kurangnya aksi atau kerjasama denan semua pihak atau stakeholders. Ia juga menambahkan, kekurangan di KSB untuk kepemudaan dan diharapkan dukungan pemerintah adalah sarana kepemudaan dan keolahragaan. Ia mencontohkan, Kota Mataram yang telah memiliki sarana kepemudaan terintegrasi dengan sarana olahraga. ‘’Kami juga ingin katakan, jika selama ini banyak pihak kegitan yang digelar KNPI terlaksana karena dukungan APBD KSB, tetapi kedepan KNPI akan mandiri. Dan ketua KNPI kedepan siap-siap harus mandiri agar tidak terpaku dengan anggaran dari APBD,” jelasnya.

 

 

Dalam sekolah politik pemuda yang bertema pemuda partai, kaderisasi dan pengabdian ini, sebagai pemateri pertama adalah anggota DPR RI asal Sumbawa, NTB, Dr. Zulkiflimansyah, SE., M.Sc. Kemudian dilanjutkan oleh mantan Bupati Sumbawa Barat, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, M.M. Serta tiga kepala daerah dari Pulau Lombok, yakni Walikota Mataram, H. Akhyar Abduh. Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaeli FT dan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan.(tim)