Silaturrahmi ke KSB, Gubernur Jadi Khatib Sholat Jumat

 

TALIWANG-Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A melaksanakan kunjungan kerja dan silaturrahmi ke kabupaten/kota di NTB, Jumat 7 Juli 2017 giliran Sumbawa Barat yang disinggahi gubernur didampingi istrinya, Hj. Erica Zainul Majdi, saudara perempuannya Hj. Dr. Rohmi Djalilah, Sekda NTB, Dr. Rosiadi Sayuti, Ph.D dan sejumlah pejabat dan kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Gubenur dan rombongan tiba di kediaman Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin sekitar pukul 11.00 Wita. Setelah disambut Bupati beserta isteri, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T beserta isteri, Pimpinan DPRD KSB, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumbawa Barat, Sekda Sumbawa Barat Abdul Azis, S.H., M.H dan pejabat serta kepala SKPD lingkup Pemerintah KSB, gubernur dan rombongan beristirahat sejanak.

Gubernur kemudian menuju Masjid Agung Darussalam di komplek perkantoran Pemerintah KSB di Kemutar Telu Center (KTC). Gubernur menjadi khatib dalam sholat jum’at di masjid kebanggan masyarakat Sumbawa Barat yang bisa menampung jamaah sampai 15 ribu orang ini. Sementara yang bertindak sebagai imam sholat jumat adalah H. Rusdi A. Karim.

Dalam khutbahnya, Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A mengajak masyarakat Sumbawa Barat menjalankan empat amalan dalam bulan syawal atau bulan peningkatan dan bulan-bulan berikutnya setelah menjalankan bulan ramadhan. Pertama adalah, meningkatkan/menguatkan tauhid/keyakinan/keimanan kepada Alla SWT. Keimanan paling utama dan penting pada manusia. Bahkan sepertiga alquran terangkum dalam satu surat yang memiliki empat ayat yang singkat, yakni suratul ikhlas. Surat ini adalah intisari tauhid kepada Allah. Ulama menyampaikan, kehidupan muslim tauhidnya harus ditempatkan paling centrum. Murnikan tauhid kita kokohkan keimanan kepada Allah SWT,” katanya.

Kedua, melipatgandakan amal saleh. Amal saleh adalah penghantar  keimanan seorang muslim kepada Allah. Tidak sempurna iman seseorang tanpa diiringi amal. Namun tidak sempurna pula hanya amal semata tanpa adanya iman. Ketiga, menyingkirkan kesalahan-kesalahan dan selalu bertaubat kepada Allah. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi yang tarik menarik, pertama  ketakwaan seperti melangkah ke tempat yang baik, mengucapkan yang baik dan lainnya. Kedua, potensi kemaksiatan, berat melangkah untuk beribdah, melihat yang buruk, mengucapkan hal yang buruk dan lainnya.

Tidak ada orang yang luput dari dua potensi ini. Hanya nabi yang dimaksumkan oleh Allah. Maka jika seeorang terlanjur berbuat keburukan, maka segera bertaubat kepada Allah yang maha pengampun. ‘’Dalam sebuah Hadits Kudsi, Nabi bersabda, Wahai anak cucu Adam kalau kamu datang kepada-Ku dengan dosa yang luasnya langit dan bumi, maka aku akan memberikan ampunan seluas langit dan bumi pula,” kutip Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A.

Keempat. Menunaikan tugas dan misi manusia untuk memakmurkan bumi. Manusia sangat lemah, memiliki banyak keterbatasan. Karena, dibanding hewan lainnya, masih banyak banyak hewan yang mampu kemampuan di luar manusia, seperti hewan yang mampu mendengar suara dengan frekuensi rendah dan lainnya. Namun oleh Allah, manusia diberikan amanah/risalah untuk memakmurkan bumi. ‘’Manusia diciptakan dari tanah, maka asal usulnya kita harus makmurkan. Pada konteks berbangsa dan bernegara, maka kita berbangsa dan bernegara yang baik karena itu bagian menjalankan risalah Allah,” imbuhnya.

 

Usai melaksanakan sholat Jum’at Gubernur NTB, Sekda NTB dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB, Bupati Sumbawa Barat, Wakil Bupati, FKPD, Sekda KSB, Pejabat lingkup Pemerintah KSB dan Kepala SKPD bersama ASN Sumbawa Barat dan masyarakat menikmati santap siang berupa nasi bungkus. Gubernur yang disediakan nasi dan lauk khusus lebih memilih nasi bungkus seharga Rp 6 ribu yang biasa dinikmati Bupati, Wakil Bupati dan pejabat Lingkup Pemerintah KSB, ASN dan Masyarakat KSB usai sholat Dzuhur berjamaah di masjid Agung Darussalam setiap hari Senin hingga Kamis termasuk usai sholat Jumat.(humas)