Di Ponpes Khilafatul Muslimin, Gubernur Imbau Jaga Perbedaan

 

 

 

Gubernur dan Bupati Serahkan Bantuan untuk Ponpes UI

TALIWANG—Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah di bawah naungan Khilafatul Muslimin di Lingkungan Parjuk, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Jumat siang (7/7/2017).

Silaturrahmi Gubernur NTB beserta pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan Bupati, Wakil Bupati serta pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ini disambut ratusan jamaah Khilafatul Muslimin KSB. Amir Daulah Khilafatul Muslimin Indonesia Bagian Timur sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah (UI), Ustadz Zulkifli Rahman menyambut baik kunjungan dan silaturrahmi Gubernur NTB ini. Namun dirinya meminta maaf, karena jamaah yang hadir menyambut Gubernur dan  jajarannya, Bupati KSB, Wakil Bupati dan jajarannya tidak maksimal karena masih dalam masa libur sekolah.

Dijelaskan Ustadz Zulkifli Rahman, Ponpes Ukhuwah Islamiyyah terdiri dari tiga unit jenjang pendidikan, mulai dari Diniyah (SD), Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA). Ponpes ini pun misinya adalah mencetak generasi untuk mengabdikan diri bagi kepentingan Din atau agama, bukan mencetak generasi untuk menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta. 
para santri dari tingkat Diniyah hingga Aliyah ditempa untuk menghafal Al Qur’an. Mereka pun nantinya bisa melanjutkan ke tingkat universitas yang dirintis Khilafatul Muslimin yang berada di Kabupaten Sumbawa. Mereka baru bisa di wisuda jika telah mampu menghafal 30 Jus Al Qur’an. ‘’Alhamdulillah sudah ada yang yang hafal 30 jus dan setelah mereka diwisuda mereka akan menjadi Da'i, berdakwah untuk kepentingan agama,” ungkapnya. 

Ustadz Zulkifli Rahman juga berterimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah KSB untuk pembangunan Ponpes Ukhuwah Islamiyyah. Dirinya mengaku sempat mempertanyakan pemberian bantuan ini. Pasalnya, Khilafatul Muslimin tidak pernah meminta, mengajukan proposal permohonan bantuan dana untuk Ponpes yang dirintisnya. Karena kondisi Ponpes Ukhuwah Islamiyyah dalam keadaan sehat dan tidak perlu disuntik dana.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengatakan, alhamdulillah safari sholat subuh tetap dijalankan untuk bertemu dengan masyarakat. Dirinya tetap mengabarkan tentang perbedaan. Mengajak mengelola perbedaan karena perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Tidak ada yang menarik tanpa perbedaan, tidak ada yang harmonis tanpa perbedaan. “Satu-satunya jembatan mengelola perebedaan adalah saling pengertian,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan, dirinya terus mensosialisasikan kepada masyarakat Sumbawa Barat untuk menjalankan firman Allah. Jika pun tidak bisa seluruhnya, maka cukup tiga perintah Allah yang bisa dijalankan dalam kehidupan, yakni yang difirmankan Allah dalam Surat Fatir ayat 29, membaca Al Qur’an, Mendirikan Sholat dan menafkahkan rizki yang diberikan Allah baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, maka itulah perniagaan yang tidak akan merugi. Jika ayat 29 ini dijalankan, maka Allah akan memberikan bonus yakni yang firmankan dalam ayat 30, Allah akan menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah karunia-Nya.

Soal bantuan untuk Ponpes Ukhuwah Islamiyyah senilai Rp. 250 juta dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati mejelaskan, bantuan untuk Ponpes memang program dirinya bersama Wakil Bupati. Sejumlah Ponpes lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat pun mendapatkan bantuan pemerintah daerah. Bantuan ini semata-mata untuk mendukung Ponpes yang telah berkontribusi mencetak generasi-generasi masa depan Kabupaten Sumbawa Barat.

 

 

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A mengatakan kunjungannya bersama Sekda NTB dan sejumlah pejabat Pemprov. NTB ini merupakan silaturrahmi. Silaturrahmi sangat penting sebagai wadah menjaga persatuan dan kebersamaan. Jangan sampai karena kurangnya silatrurrahmi, ukhuwah islamiyyah, daerah dan negara kita hancur. Gubernur mencontohkan seperti hancurnya peradaban islam di timur tengah seperti tanah wali Allah, tanah para ulama yakni Iraq, Syam atau Syiria dan Afganistan. ‘’Manusia ditempatkan di bumi, skup negara, provinsi, kabupaten/kota untuk menjalankan amanah, untuk menjalankan amanah maka perlu kekuatan bersama,” katanya.

Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A yang menuntaskan program Doktoral bidang Tafsir Qur’an di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini mengajak agar jangan paling bertakwa, merasa paling baik. Karena Allah lebih mengetahui keimanan dan ketakwaan manusia. Perbedaan adalah fitrah. Setiap perbedaan yang ada di lingkungan dan negara kita dijaga bersama agar negara kita aman dan tenteram. Masyarakat bisa menjalankan sholat berjamaah dan ibadah lainnya. ‘’Kalau ada yang kurang baik, yang jelek beritahu Bupati, beritahu saya kita bisa mengelola perbedaan dengan duduk bersama dengan cara yang santun,” imbuh Gubernur.

 

Gubernur juga berterimakasih kepada Ustadz Zulkifli dan jajarannya yang telah mengelola Ponpes UI. Mendidik dan mencetak generasi Al Qur’an. ‘’Suntikan bukan untuk orang sakit saja, ada suntikan untuk orang sehat, suntikan vitamin,” singgung gubernur ketika akan memberikan bantuan dana untuk Ponpes Ukhuwah Islamiyyah.(humas)