Pangdam IX Udayana Berikan Ceramah Kebangsaan di KSB

 

 

TALIWANG Panglima daerah militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc memberikan ceramah kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Ceramah kebangsaan Pangdam IX Udayana ini digelar di depan Kantor Bupati Sumbawa Barat, Gedung Graha Fitrah, Rabu siang (9/8/2017). Hadir dalam kegiatan silaturrahim dan kunjungan kerja Pangdam ini, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, Danrem 162/WB, Kol. Inf. Farid Ma’ruf, M.A, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Ketua DPRD KSB M. Nasir, S.T., M.M, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Neni Apriati Fud Syaifuddin, Ketua Dharma Wanita KSB, aparatur pemerintah Sumbawa Barat, akademisi, guru, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, agen PDPGR, dan mahasiswa.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya sebelum ceramah Pangdam IX Udayana mengungkapkan, Pemerintah dan seluruh rakyat KSB berterimakasih atas silaturrahmi dan kunjungan kerja Pangdam IX Udayana ke KSB. Silaturrahmi dan kunjungan kerja yang diisi juga dengan ceramah kebangsaan ini sangat penting, untuk memupuk rasa dan jiwa kebangsaan rakyat Sumbawa Barat untuk cinta terhadap Negara Indonesia, karena jangan sampai ada institusi, kelompok masyarakat yang memiliki ideologi selain pancasila.

 

Menurutnya, ceramah kebangsaan ini untuk menangkal dan mencegah pemikiran anti Pancasila. Upaya ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang merupakan harga mati bagi rakyat. ‘’Saya mengajak kita semua, ceramah kebangasaan yang kita dengar ini kita amalkan dan sebarluaskan di tengah masyarakat kita,” kata Bupati.

 

Bupati juga mengungkapkan kebersamaan TNI, Polri dan rakyat KSB. Dimana, baju loreng (TNI) dan baju cokelat (Polri), pemerintah daerah dan rakyat bersatu padu di bawah naungan program PDPGR (Perogram Pemberdayaan Gotong Royong). Bupati mencontohkan, 100 hari pertama masa kepemimpinannya, bersama TNI, Polri, Agen PDPGR, Pemerintah KSB telah berhasil menuntaskan jambanisasi rakyat KSB. ‘’Di sini kami bersatu, baju loreng, cokelat dan rakyat boncengan motor, tidak seperti di daerah lain. Kami telah menancapkan gerakan gotong royong di KSB ini,” jelasnya.

 

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc mengatakan tersanjung atas penyambutan Pemerintah Daerah dan rakyat KSB. Terlebih lagi, TNI, Polri dan rakyat bersatu di KSB dalam menjaga keamanan dan menjalankan program pemerintah daerah. ‘’Gotong royong di KSB luar biasa, saya bangga TNI, Polri, rakyat di sini boncengan, semoga gerakan ini tertular ke seluruh Indonesia, Saya perintahkan jajaran dan anggota saya di KSB bahkan di tiga provinsi (Bali, NTB, NTT) untuk mendukung program pemerintah daerah karena panglima tertinggi saya di tiga provinsi ini adalah gubernur, begitu pula di kabupaten, panglima tertinggi adalah Bupati/Walikota,” katanya.

 

Dalam ceramah kebangsaannya, Pangdam mengungkapkan kondisi dan situasi negara Indonesia saat ini. Dimana, saat ini Indonesia terlihat aman-aman saja. Namun jika dianalogikan dengan lampu lalu lintas, ada yang merah, kuning dan hijau, maka kondisi Indonesia saat ini ada pada lampu kuning. ‘’Ini soal data, ada beberapa hal yang menyebabkannya dan ini kita harus lawan bersama, yakni masalah ISIS (Iraq Syiria Islam State), terorisme, intoleransi atau anti pancasila, Komunis dan narkoba,” ungkap jebolan AKABRI tahun 1985 ini.

 

Lebih jauh dijelaskan Pangdam, anggota ISIS sudah ada di Indonesia. Bahkan di salah satu daerah di Indonesia jumlahnya ribuah orang. ISIS yang ada di timur tengah mendoktrin anggotanya di luar timur tengah termasuk di Indonesia untuk menunjukkan eksistensi. Cara mereka menunjukkan eksistensi di Indonesia adalah dengan gerakan bom bunuh diri, melawan aparat dan merebut senjatanya. Gerakan seperti itu sudah banyak terjadi. Terbaru adalah anggota Brimob yang dianiaya dan diambil senjatanya saat bertugas di salah satu hotel berbintang di Bali. ‘’ISIS targetnya orang islam, yang non ISIS di suruh masuk yang menolak disebut kafir. Sementara teroris, dampaknya pada non muslim,” jelasnya.

 

Soal anti pancasila atau intoleransi adalah gerakan untuk melemahkan pancasila yang mempersatukan bangsa Indonesia. Lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia adalah karya Founding Fathers (tokoh kemerdekaan Indonesia) yang hingga 72 tahun telah teruji bertahan menyatukan bangsa Indonesia.  Namun oleh bangsa asing, mencoba mengoyak dengan gerakan intoleransi mengadu domba atas nama agama, suku, ras dan lainnya. Karenanya Pancasila harus tetap dipegang teguh karena Pancasila kepribadian bangsa yang luhur.

 

Komunis, lanjut Pangdam, dulu pola orang komunis di Indonesia dengan melakukan pembunuhan yang keji. Sehingga orang yang takut mengikuti aliran komunis yang sampai saat ini Indonesia menyatakan organisasi ini organisasi terlarang. Saat ini metode yang dilakukan generasi komunis atau komunis gaya baru dengan menggelar rapat raya, kegiatan berkumpul, masuk ke organisasi-organisasi, membuat media buku dan lainnya untuk menyebarluaskan bahkan menjadi anak PKI itu adalah bangga.

 

Terkait Narkoba, Kodam IX Udayan menyatakan perang besar terhadap narkoba. Panglima TNI menegaskan dua sikap TNI terhadap anggota dan keluarga TNI yang terlibat narkoba yakni pecat dan binasakan. Narkoba sangat berbahaya dan merugiakan generasi bangsa. Bahkan saat ini narkoba menyerang anak anak di tingkat Sekolah Dasar. Karenanya, masalah narkoba jangan dianggap masalah kecil. 

 

Kesemua masalah bangsa dan negara ini kata Pangdam harus dilawan, diperangi dengan kemasan empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara atau empat pilar negara Indonesia, yakni,  pancasila, UUD 1945,  NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Teropong dan lihat Indonesia dengan empat konsensus negara ini bukan dengan kehendak dan pemikiran sendiri.  Jika tidak dengan empat  konsensus itu maka persatuan dan kesatuan bangsa sangat mudah hancur. Empat pilar negara itu adalah pupuk kebersaan kita sebagai bangsa dan rakyat Indonesia,” jelasnya.

 

‘’Kesimpulan dari apa yang saya sampaikan adalah, Indonesia kelihatan aman tapi sebenarnya dalam kondisi "lampu kuning". ISIS dan teroris ada di sekitar kita, di Indonesia. Para orang tua harus memperhatikan dan menjaga anak.  Pandang Indonesia dengan empat konsensus negara atau empat pilar kebangsaan untuk menjaga harmonisasi bangsa, lawan narkoba,” tandasnya. (humas)