Bupati Sebut Peran MUI Bagi Pemerintah dan Umat Sangat Penting

 

 

TALIWANG-Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin menyebut peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat penting dalam membantu pemerintah dan melayani umat.

 

Hal ini diungkapkan Bupati saat membuka secara resmi musyawarah daerah (Musda) II MUI Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2017. Musda ini dilaksanakan di Ruang Sidang II Gedung Graha Praja Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu pagi (12/08/2017). Hadir dalam agenda lima tahunan ini Ketua MUI Provinsi NTB, Prof. Syaiful Muslim, MA, Kepala Kantor Kementerian Agama KSB, Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si, sejumlah kepala SKPD.

 

Dikatakan Bupati, ada tiga tantangan penting dimana MUI harus menjembatani masalah ini. Pertama, sebut Bupati, adanya pihak yang membenturkan masalah agama dengan masalah bernegara. Kedua, banyak orang terutama mahasiswa yang cerdas. Namun sedikit keluar dari ajaran agama Islam. Bahkan ajaran agama banyak yang dirasionalkan. ‘’Pak Gubernur saat kunjungan ke KSB pernah cerita, ketika ceramah di UGM, ITB dan universitas lainnya, banyak sekali pemuda/mahasiswa yang cerdas tetapi mereka lebih mengedepankan rasionalitas,” kata Bupati.

 

Tantangan ketiga adalah adanya perbedaan agama, perbedaan aliran. Tentu ketiga masalah ini dibutuhkan orang yang memiliki latar belakang ilmu yang baik dalam menjawabnya. ‘’MUI harus hadir, menjembatani dan membantu pemerintah menghadapi pertanyaan dan permasalahan ini, karena ilmu kami terbatas masalah agama. Tentu MUI sangat penting dan banyak berperan membantu pemerintah dan umat,” jelasnya.

 

Bupati juga menyinggung, Musda MUI bukan untuk sekedar cari pemimpin MUI. Namun untuk mengevaluasi kinerja tahunan. Sejauh ini, bersama KH. Syamsul Ismain, LC MUI berjalan baik dengan pemerintah daerah. Sudah seirama dan sangat banyak membantu. Jika pun yang sudah baik dilanjutkan maka akan lebih baik lagi.

 

 

Ketua MUI KSB, KH. Syamsul Ismain,  LC dalam laporannya mengatakan, Musda II MUI KSB ini semestinya dilaksanakan bulan April. Karena kepemimpinannya dilaksanakan sejak April 2012 lalu. Namun, karena banyak agenda yang bertabrakan, seperti MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten, akhirnya Musda di undur sampai Agustus ini. ‘’Siapapun yang terpilih mengurus MUI KSB periode berikutnya, semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik dibanding pengurus sebelumnya. Dalam kesempatan ini saya juga mengundurkan diri sebagai Ketua MUI KSB,” katanya.

 

KH. Syamsul juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang membantu MUI KSB moril maupun materil. Membangun daerah baik fisik dan mental spiritual.  Kinerja Bupati pun akan disuport MUI dalam membangun KSB kedepan.  ‘’Tegaknya suatu daerah karena empat hal, yakni ilmunya ulama, keadilan pemimpin,  dermawannya orang-orang kaya dan doanya fakir miskin.  Saya lihat di KSB sudah bersinergi mari kita rawat dan jaga.  Mari dukung program Pemda KSB dengan program PDPGR-nya dengan semangat IJS.  Kita harus sami’na wa ato’na,  kita dengar dan laksanakan,” imbuhnya.

 

Ketua MUI Provonsi NTB Prof. Syaiful Muslim, MA,  menyatakan bahwa musda merupakan wadah tertinggi dalam organisasi dalam memilih pemimpin. Bukan mencongkel tapi mengevaluasi kerja lima tahunan. Jika kepengurusannya bagus, maka dilanjutkan.  Sementar jika  kurang baik, maka disuruh mundur. ‘’Di Musda ini, bisa saja Ketua MUI KSB menyatakan mundur, tetapi jika pak Bupati dan teman semua di sini melihat kinerja Ketua MUI bagus, bukan tidak mungkin dilanjutkan,” katanya.

 

Dijelaskan Prof, Syaiful Muslim, umat islam akhir-akhir ini dihadapkan dan dibenturkan dengan umat islam sendiri. Masalah yang diharapkan adalah masalah politik dan organisasi. Seakan akan umat islam ingin macam-macam di negara ini. Padahal umat muslim adalah umat yang konsisten menjaga NKRI. Apalagi negara terlahir dari konsensus pendiri negara, mereka salah satunya adalah ulama yang kemudian merumuskan sila pertama dalam pancasila. Kita tidak perlu diajak mengatakan Saya Indonesia saya Pancasila, karena umat islam yang membuat itu dan kita tetap menjaga Pancasila dan NKRI,” jelasnya.

 

Dikatakannya, sebagai wadah para alim, MUI juga ambil bagian membantu tugas pemerintah yang tidak bisa ditangani pemerintah sendiri.  Ada masyarakat bertanya,  MUI menjawab. MUI di tengah  tidak ekstrim kiri atau kanan. MUI rumah bersama umat islam dan organisasi. Organisasi islam pun tidak bisa jalan sendiri tapi di bawah koordinasi MUI. ‘’Kita juga jalan bersama instansi lain melawan musuh bangsa terutama yang mulai menggerogoti generasi muda yakni narkoba, jadi peran MUI sangat penting di tengah umat,” imbuhnya.(Humas)