Bupati Rotasi 28 Pejabat

 

 

TALIWANG--Sebanyak 28 pejabat jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terdiri dari pimpinan tinggi pratama dan pengawas dirotasi Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M.

 

Penyegaran mesin birokrasi dalam mensukseskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati ini dilaksanakan di Gedung Graha Fitrah, Jumat siang (6/10/2017). Mutasi ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Ketua DPRD KSB, M. Nasir, S.T., M.T, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., M.H, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, staf ahli dan kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Ketua TP PKK KSB, Ibu Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Ibu Neni Apriati dan Ketua Dharma Wanita KSB.

 

Pelantikan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Kemudian pembacaan Surat Keputusan Bupati Nomor: 207/821.2/BKD/2017 tertanggal 6 Oktober 2017 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan KSB.  Dilanjutkan pembacaan naskah pelantikan 28 pejabat yang dilantik diikuti pengambilan sumbah jabatan yang dilaksanakan oleh Bupati.

 

Penandatanganan serah terima jabatan dilakukan secara simbolis oleh dr. Syaifuddin sebagai Kepala Dinas Sosial yang baru dan meninggalkan jabatan Kepala Bappeda & Litbang menggantikan Manawari, S.Sos yang menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan. Secara simbolis juga, dr. Syaifuddin juga menandatangani pakta integritas yang disaksikan Bupati dan Wakil Bupati. Pakta integritas ini berisi antara lain, untuk tidak melakukan  praktek KKN dan Pungli, bekerja sungguh-sungguh, bekeja profesional, akuntabel dan inovatif.

 

KLIK> DAFTAR 28 PEJABAT YANG DIROTASI

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, rotasi ini tidak lain adalah upaya penyegaran roda birokrasi dan pengisian jabatan yang kosong. Selain itu, alasan kesehatan beberapa pejabat juga menjadi indikatornya. Dimana ada beberapa pejabat yang secara kesehatan tidak memungkinan untuk tetap diposisi yang banyak bersentuhan dengan pelayanan dan masyarakat. ‘’Akan tetapi pejabat yang dirotasi ini memiliki kesempatan untuk mengikuti lelang jabatan, karena masih banyak jabatan-jabatan yang masih lowong,” kata Bupati.

 

Bupati juga meminta kepada seluruh pejabat jajaran Pemda KSB untuk mendirikan sholat dzuhur dan ashar berjamaah. Dua waktu sholat ini merupakan bagian dari jam kerja di Pemda KSB. Selain itu, juga mengajak jajarannya untuk bersama-sama melaksanakan dua waktu sholat tersebut (dzuhur dan ashar). ‘’Mulai hari Senin minggu depan, absen siang dilaksanakan secara manual setelah sholat dzuhur di Masjid Agung, termasasuk absen pulang dilaksanakan manual setelah sholat ashar. Ini semata-mata untuk meningkatkan kedisiplinan memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat sebagai ikhtiar membangun KSB dan mensejahterakan rakyat KSB,” Jelas Bupati.(Humas & Protokol)