KSB Kabupaten Pertama Setujui Bank NTB Jadi Bank Syariah

 

 

TALIWANG— Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kabupaten pertama yang menyetujui konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

 

Hal ini diungkapkan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sosialisasi konversi kegiatan usaha PT. Bank NTB menjadi PT. Bank NTB Syariah di Hotel Grand Royal, Rabu pagi (22/11/2017). Dikatakan Bupati, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota berkomitmen mengkonversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Namun komitmen itu lahir melalui proses rapat sebanyak tiga kali. Hal tersebut terjadi karena konsekuensi jika PT. Bank NTB menjadi bank syariah, maka pemerintah daerah tidak lagi menerima deviden.

 

‘’Saya ngomong dirapat, KSB tidak membutuhkan deviden, yang penting bagaimana Bank NTB menjadi syariah untuk mewadahi muamalah masyarakat sesuai syariah,” kata Bupati.

 

Dijelaskan Bupati, Praktek Bank NTB saat ini adalah konvesional dan jelas ada unsur riba. Dalam Al-Qur’an (Surat Al Baqarah Ayat 275, Red) Allah SWT tegas mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli. Maka sudah jelaslah dasar hukum agar kegiatan usaha Bank NTB harus ke sistem Syariah. Dimana didalamnya mengatur tentang pembiayaan, bagi hasil dan sebagainya sesuai tuntutan syariah. ‘’Sistem syariah memiliki prinsip berkeadilan, prinsip kebersamaan dan lainnya. Ini sangat bagus dan harus disosialisasikan, saya tidak ingin saat bank ini menjadi bank syariah tapi warga KSB ternyata tidak paham sistem syariah,” imbuh Bupati.

 

Jika menjadi Bank Syariah, maka Sumber Daya Manusia juga harus mumpuni. Namun yang paling penting adalah, memiliki sumber daya yang berintegritas, yang IJS (Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh, Red). Terlebih, Bank NTB akan menjadi Bank NTB Syariah natinya. Bupati juga berpesan agar pelayanan pelanggan benar-benar optimal atau memperhatikan prinsip pelayanan. Jangan sampai membeda-bedakan status, jangan karena plat merah kemudian mengabaikan masyarakat biasa.

 

Untuk memaksimalkan sosialisasi konversi PT. Bank NTB ini, Bupati meminta kepada alim ulama dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mengimbau masjid-masjid di Kabupaten Sumbawa Barat pada Jum’at minggu ini agar materi khutbah mengangkat tema konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

 

Dewan Komisaris PT. Bank NTB, Prof. Dr. H. Mansyur Afifi, M.Si dalam sambutannya mengatakan, saat ini PT. Bank NTB memiliki aset sekitar Rp. 9 Triliun. Sementara nilai kredit yang tersalur kepada masyarakat senilai Rp. 5 Triliun, nilai itu setara dengan jumlah APBD Provinsi NTB. Namun jika menengok usaha bank syariah, dari data 10 tahun terakhir, pertumbuhan bank syariah sejak tahun 2006-2016 sebesar 39 persen setiap tahunnya. Sementara bank konvesional hanya 14 persen.

 

Di NTB pertumbuhan bank syariah selama 10 tahun terakhir sebesar 37 persen setiap tahunnya. Pembiayaan sebesar 40 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 23 persen. ‘’Ini menjadi dasar kenapa Bank NTB harus dikonversi, karena sesuai perhitungan perbankan dan data empirik  di lapangan, kegiatan usaha syariah sangat menguntungkan,” terang Prof. Mansyur.(Humas)