Masyarakat KSB Harus Jaga Kebersamaan dan Lawan Hoax

 

 

 

TALIWANG—Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat harus terus menjaga kebersamaan di tengah keberagamaan serta melawan berita palsu atau Hoax.

 

Demikian dikatakan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M pada acara Pagelaran Seni Budaya Kebangsaan. Kegiatan ini digelar Anggota Komisi I DPR RI, Syafruddin, ST dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Tema kegiatan yang menampilkan artis  dari D’Academy di Alun Alun Kota Taliwang, Minggu malam (26/11/2017). Tema kegiatan adalah ‘’Memperkuat Persatuan dan Memperteguh Ke-Bhinnekaan’’. Dalam acara ini, Bupati, Anggota DPR RI, Pejabat Kemenkominfo, Ketua DPRD KSB dan pejabat Pemda KSB memberikan santunan untuk yatim piatu.

 

Dikatakan Bupati, masyarakat KSB terdiri dari berbagai suku atau etnis, mulai dari Bima, Sasak, Jawa, Bali, NTT dan etnis lainnya, tetapi kebersamaan terbangun dan terjalin erat di tengah perbedaan. Keamanan dan kenyamanan di KSB terbangun karena masyarakat memahami akan perbedaan dengan bersama-sama merajut kebersamaan. KSB pun menjadi kabupaten atau daerah Zero Konflik Horizontal di Provinsi NTB.

 

Perbedaan harus diakui akan tetap ada. Namun yang paling penting adalah bagaimana mengelola perbedaan dengan baik sehingga menjadi spirit dan modal besar mengisi pembangunan. Selama 17 tahun terakhir, masyarakat KSB telah membuktikan, yakni terjalinnya persatuan sehingga tidak ada konlik apapun terlebih konflik antar etnis di KSB. ‘’Kita jaga, kita kelola perbedaan menjadi modal pembangunan kita di KSB dan lawan berita bohong, berita palsu atau hoax yang bisa memecah belah kita,” kata Bupati.

 

Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Anggota Komisi I DPR RI asal NTB, Syafruddin, S.T yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Terima kasih juga disampaikan karena selama ini beliau banyak membantu pejabat KSB memfasilitasi bertemu dengan pejabat di Kementerian termasuk ke Kementerian Kominfo.

 

Anggota Komisi I DPR RI, Syafruddin, S.T mengatakan, kegiatan Pertunjukan Seni dan  Budaya Wawasan Kebangasaan ini dilaksanakan untuk menghibur rakyat. Acara bersama Kementrian Kominfo ini juga untuk memperkuat persatuan Kesatuan bangsa dalam memperteguh Ke-Bhinnekaan. ‘’Saya dan Kemenkominfo sengaja hadir di tengah rakyat, agar bagaimana anggota DPR RI tidak hanya tampil di televisi atau berbicara di tempat tertentu, tetapi yang paling penting adalah berada di tengah rakyatnya,” kata Syafruddin.

 

Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi, Ditjen IKP, Drs. Selematta Sembiring, M.Si mengatakan, acara ini merupakan acara hiburan bagi masyarakat KSB. Kementerian Kominfo pun menghadirkan sejumlah artis dari D’Academy dan artis lokal.

 

Dikatakan Selematta Sembiring, saat ini masyarakat berada di tengah era digital. Masyarakat pun tidak asing lagi dengan ponsel pintar bahkan hampir semua memilikinya. Namun, penggunaan ponsel pintar dengan berbagai fitur media sosial di dalamnya harus bijak. Jika tidak, maka akan menimbulkan petaka bagi diri sendiri bahkan bagi bangsa dan negara. ‘’Melalui HP, orang bisa membuat atau menyebarkan informasi, berita palsu atau hoax yang kemudian membuat perpecahan di antara kita,” katanya.

 

Karena, masyarakat KSB diharapkan terus menjaga persatuan, menjaga keamaan yang sudah terbina baik. Salah satu caranya dengan tidak membuat atau menyebar berita hoax melalui media sosial. Dengan demikan, kebersamaan, keamanan dan kenyamanan akan terus terjaga dan perdamaian akan terus hidup di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). ‘’Jangan percaya berita Hoax, cirinya atau indikatornya Heboh, Omong Kosong, Aneh dan X adalah Mr/Mrs. X atau misteri,” jelasnya.(Humas)