Pemda dan Kades se-Kecamatan Poto Tano Musyawarahkan Batas Desa

 

TALIWANG— Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kepala Desa se-Kecamatan Poto tano duduk bersama membahas batas desa.

Musyawarah ini dilaksanakan di ruang kerja dan dipimpin langsung Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Rabu sore (20/12/2017). Hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Setda KSB, Drs. Mukhlis, M.Si, Kepala DPMD, Drs. Mulyadi, Kepala Bagian Pemerintan Setda KSB, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda & Litbang serta kepala desa se-Kecamatan Poto Tano termasuk Kepala Desa Labuhan Kertasari.

Wakil Bupati mengatakan, penetapan batas desa sangat  penting agar batas desa akurat. Hal ini berkaitan dengan perkembangan desa ke depan. Sebab dengan dana desa dan alokasi dana desa yang sangat tinggi, akan memberikan kesempatan bagi desa mengeksplorasi, mengeksploitasi, berinovasi dan berkreasi dalam mengembangkan wilayah desanya untuk kepentingan masyarakat. ‘’Otonomi sebenarnya ada di desa, tidak seperti masa orde baru, kini desa dengan dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah bisa membuat program untuk membangun desanya,” kata Wakil Bupati.

Menurut Bupati, desa akan maju jika pemerintah desa mau mempromosikan  desanya termasuk masalah wilayah desanya. Wakil Bupati mengharapkan, agar desa memiliki atribut. Dicontohkannya, seperti bendera atau lambang pataka desa. Kemudian ada ulang tahun desa. Hal tersebut bisa menjadi kebanggaan masyarakatya termasuk Pemerintah Daerah. Sebelum kecamatan lain  kecamatan Poto Tano pun bisa menjadi pioner melaksanakan hal tersebut.

Dalam dengar pendapat bersama kepala desa ini, Wakil Bupati membacakan hasil rapat tim penaganan batas desa se-Kecamatan Poto Tano tertanggal 19 Desember 2012, yakni mengenai batas Desa Poto Tano dengan Desa Tambak Sari, Desa Tambak Sari dengan Desa Senanya dan Desa Tuananga dengan Desa Labuhan Kertasari.

Namun Kades Poto Tano menolak dan merasa keberatan akan hasil rapat, 2000 pisah dari senayan tahun 2003 lahir perda dan jelas batas batasnya. Keberatan dengan penetapa  saat ini. Batas dati Kokar Tapir Blok A masuk seluruhnya ke Desa Poto tano dan Blok B sebagian. Kepala Desa Senayan, Simpang telanang yang dimasukkan ke Desa Tambak Sari sampai Spakek seharusnya masuk ke Desa Senayan.

Sementar Desa Labuhan Kertasari dan Desa Tuananga membahas pembagian batas. Dimana Desa Labuhan Kertasari mendapatkan wilayah tegalan, kebun dan kepulauan. Sementara Desa Tuananga mendapatkan bagian pegunungan. Namun tim akan melakukan pembagian faktual di lapangan, Kamis (22/12/2017).

Wakil Bupati pun menutup dengar pendapat ini dengan menegaskan, hasil rapat tim adalah bersifat sementara. Keputusan nantinya akan diambil dirinya bersama Bupati. Namun keputusan nantinya merupakan keputusan untuk rakyat, bukan untuk membela atau memihak satu desa. Inilah gunanya duduk bersama/musyawarah ini, untuk mendapatkan masukan dan saran. ‘’Semua ini untuk rakyat, rakyat yang kita bela, ini demi kepentingan rakyat kita semua,” tandas Wakil Bupati. (Humas)