Bupati Lepas Ekspor Perdana Rumput Laut KSB

 

 

TALIWANG—Rumput laut Kabupaten Sumbawa Barat/KSB menembus pasar ekspor. Rabu pagi (8/03/2017), Bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M melepas ekspor perdana rumput laut KSB.

 

Panen dan ekspor perdana rumput laut ini dilaksanakan di lapangan Dusun Sagena, Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano. Rumput laut yang dipanen dan dieskpor ini merupakan hasil budidaya rumput laut kelompok petani di Desa Kiantar, Desa Kokarlian dan Desa Kertasari. Kelompok budidaya rumput laut ini merupakan kelompok binaan Community Development/Comdev PT. Amman Mineral Nusa Tenggara/PT. AMNNT dan PT. Coastalindo. Bukan saja pembinaan kepada 45 Kepala Keluarga/225 orang petani binaan. Comdev PT. AMNT dan PT. Coastalindo juga telah bekerjasama dengan perusahaan eksportir, yakni PT. Adi Tirta dalam membangun jaringan pemasaran. Dimana, rumput laut KSB, oleh PT. Adi Tirta diekspor ke negara Cina.

 

Ekspor perdana rumput laut ini ditandai dengan pemotongan pita di depan mobil truk. Mobil kemudian diberangkatkan mengangkut tujuh ton rumput laut kering. Hadir Sekda Sumbawa Barat, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Ketua TP PKK KSB Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt, Kepala Bagian Setda KSB, Camat Poto tano dan Camat Seteluk. General Manager Operasional PT. AMNT dan jajaran, manajemen PT. Coastalindo, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Kiantar, para petani rumput laut Desa Kiantar, Kokarlian dan Desa Kertasari.

 LEPAS: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M (kanan batik) berjabat tangan dengan manajemen PT. AMNT melepas ekspor perdana rumput laut, di Dusun Sagena Desa Kiantar, Poto Tano, Rabu (8/03/2018)

 

Manager Comdev PT. AMNT Bapak Bambang dalam laporannya menyampaikan, ada empat tantangan bisnis yang ingin dipecahkan Comdev PT. AMNT, pertama tantangan bisnis yang ingin dikembangkan untuk sekala kebutuhan KSB dan bagaimana memasarkan produk dari KSB keluar KSB. Tantangan ini dijawab dengan, pertama mengupayakan pemenuhan kebutuhan pangan  di KSB sehingga tidak lagi menyuplai dari luar KSB.  kedua, pengembangan bisnis yang menghasilkan produk di KSB tetapi pasarnya ke luar KSB bahkan menembus pasar ekspor.

Tantangan kedua adalah, konsep bisnis difokuskan kepada kelompok binaan Comdev, dengan konsep bisnis plan, bukan memberikan uang tunai. Peningkatan bisnis harus terencana dengan baik melalui berbagai kajian, termasuk kajian SWOT/ kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)  Tantangan yang ketiga, bagaimana mensosialisasikan  dan mendiskusikan dengan kelompok binaan untuk mengelola bisnis. Tantangan keempat adalah, pelaksanaan dari bisnis plan yang ada dengan tidak memberikan bantuan modal uang tunai, tetapi pendampingan dan peralatan produksi.

 

Total luas tanam budidaya rumput laut binaan PT. AMNT dan PT. Coastalindo adalah 150 ha. Selam enam bulan, telah menghasilan 70 ton rumput laut basah. Setelah dikeringkan menjadi 7 ton dan rumput laut kering inilah yang akan diekspor. Sistem tanam yang digunakan adalah sistem keramba, bukan sistem patok dasar atau long line. Sistem keramba telah berhasil dilaksanakan di Sulawesi Selatan dengan pendamping ahli dari PT. Coastalindo. Hasil sistem ini, dari 1 kg bibit yang ditanam, akan dipanen rumput laut sebanyak 5 kg, sementara sistem lain hanya 3 kg saja.

 

Selain  bisnis berkelanjutan budidaya rumput laut, bisnis lain yang dibina Comdev  PT. AMNT adalah produksi gula aren di Desa Tongo. Minyak goreng berbahan kelapa, minyak khas Jereweh, peternakan ayam petelur di Desa Tongo dan  di Desa Air Suning, peternakan kambing dan sapi dengan sistem kandang atau tidak menggunakan sistem LAR atau melepas di padang rumput/kebun. Selanjutnya budidaya lebah madu dan budidaya ikan kerapu. Program lain yang akan dikembangkan adalah perkebunan kopi. ‘’Kami berharap pengembangan ini bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membina dan mengembangkan usaha masyarakat seperti budidaya rumput laut hingga bisa diekspor seperti ini,” kata Bambang. 

 

General Manajer Operasional PT. AMNT, H. Djarot dalam sambutannya menyampaikan, Comdev PT. AMNT yang ada saat ini adalah ahli dan telah berpengalaman mengembangkan bisnis. Untuk rumput laut, Comdev PT. AMNT bekerjasama dengan tenaga ahli pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia, yakni dari PT. Coastalindo. Sistem keramba pun telah berhasil dikembangkan PT. Coastalindo. Sistem patok dasar dan long line ditinggalkan karena memiliki banyak kelemahan. Budidaya di Sagena ini, dalam 1 are penanaman akan dipanen dalam jangka waktu 45 hari dan bisa menghasilkan Rp. 6 juta sampai Rp. 7 juta. ‘’Mudah-mudahan Sagena menjadi ikon rumput laut di KSB bahkan Indonesia karena lahannya luas dan sangat cocok untuk rumput laut dibanding di Kertasari,” katanya.

 

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi pendampingan dan pembinaan Comdev PT. AMNT dan PT. Coastalindo hingga menembus pasar ekspor ini. Terobosan-terobosan, paradigma bisnis berkelanjutan yang dilakukan PT. AMNT, tentu harus diadopsi Kepala OPD, seperti Dinas Pertanian sehingga kebutuhan pangan tidak bergantung dari Lombok atau Bima. Dinas Kelautan dan Perikanan agar mengembangkan budidaya ikan kerapu dan lainnya. ''Kita berharap ini bukan ekspor perdana seperti yang dulu pertama kali yang gagal, kemudian ini kedua kali, tapi ini perdana yang baru dan terus berlanjut seterusnya," kat Bupati.

 

Bupati juga menambahkan, agar jajaran Pemerintah KSB dan rakyat KSB menanamkan dalam hati dan mengimplementasikan dalam perbuatan semangat Ikhlas, Jujur, Sungguh-Sungguh. Semangat IJS tidak jauh berbeda dengan gerakan Saemaul Undong di Korea Selatan, yakni bermental Disiplin, Jujur dan Sungguh-Sungguh. Gerakan Saemaul Undong telah merubah Korea Selatan yang merdeka dua hari lebih dahulu dari Indonesia, yakni tanggal 15 Agustus 1945 dari negara miskin menjadi negara maju. ‘’Jangan terbuai dengan kalimat daerah kita potensial, itu paradigma lama. Tapi kita harus melihat wilayah kita kecil sehingga kita bersemangat mengelola sumber daya yang ada,” imbuh Bupati.(Humas)

 

 TINJAU: Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin dan istri, Hj. Hanifah Musyafirin, S.PT meninjau dan mendengarkan penjelasan Manager Comdev PT. AMNT tentang produk kelompok usaha hasil binaan Comdev PT. AMNT.