Bupati Berikan Penghargaan Sekolah Intens Tanamkan Imtaq dan Pendidikan Karakter

 

 

TALIWANG—Intens menanamkan pendidikan iman dan taqwa (imtaq) dan pendidikan berkarakter, smbilan sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan penghargaan dari Dewan Pendidikan KSB.

 

Penghargaan diberikan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M di Forum Yasinan, di kediaman Bupati, Kamis malam (8/03/2018). Sembilan sekolah yang menerima penghargaan ini adalah, SDN 1 Sekongkang, SDN Senayan Kecamatan Poto Tano, SDN 2 Menemeng Kecamatan Brang Ene, SDN 2 Sateluk, SDN 1 Taliwang, SMPN 1 Brang Rea, SMPN 1 Maluk, SMPN 1 Jereweh dan SMAN 1 Taliwang.

 

Indikator pemberian penghargaan kepada sekolah ini ada dua, yakni aktif dan intens memberikan pendidikan Imtaq dan pendidikan karakter kepada siswa. Dewan Pendidikan KSB telah melakukan survei dan evaluasi sehingga menetapkan sembilan sekolah untuk mendapatkan penghargaan. Diharapkan, sekolah lain juga semakin aktif dan intens memberikan dua pendidikan yang bisa merubah karakter generasi KSB. Dua pendidikan tersebut sangat penting dan strategis bagi masa depan generasi muda, masa depan masyarakat dan masyarakat depan daerah.

 

Bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menyampaikan, pendidikan karakter yang diberikan kepada siswa sangat penting dan akan berpengaruh baik terhadap mental generasi muda. Apalagi ditambah dengan penanaman pendidikan Imtaq. Diharapkan mental dan sikap generasi KSB yang akan datang menjadi lebih baik.

 

Bupati pun mencontohkan penanaman tiga karakter sejak dini di Korea Selatan. Sejak merdeka dari jajahan Jepang pada 15 Agustus 1945 atau dua hari lebih dahulu dari kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Korsel saat itu menanamkan gerakan saemaul undong yang berisi tiga karakter/mental, yakni mental disiplin, mental jujur dan mental sungguh-sungguh. Di KSB pun, tiga mental yang tidak jauh berbeda dengan saemaul undong  yang dihajatkan merubah karakter masyarakat telah ditanamkan, yakni ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

 

Dalam program unggulan PDPGR, tolak ukur keberhasilan bukan  pada seberapa banyak dan besar pembangunan yang dilaksanakan. Namun yang penting adalah lahirnya karakter/mental gotong royong, mental ikhlas, mental jujur dan mental sungguh-sungguh pada masyarakat. ‘’Pembangunan fiaik sangat mudah. Akan tetapi membangun mental sangat sulit. Mudah-mudahan ini memotivasi kita,’’ kata Bupati.

 

Termasuk upaya mengajak ASN untuk sholat berjamaah di masjid. Upaya tersebut tidak lain untuk membangun mental IJS. Apalagi sholat berjamaah didalamnya ada nilai kebersamaan, nilai ketaatan, nilai kedisiplinan dan nilai penting lainnya. Namun jika panggilan Allah SWT saja diabaikan, maka tentu panggilan manusia, panggilan Bupati pun akan diabaikan. ‘’Forum Yasinan juga diharapkan merubah karakter kita, karena didalamnya ada nilai kebersamaan, nilai kepedulian, nilai gotong royong, nilai-nilai yang baik untuk kita laksanakan bersama,” imbuh Bupati.(Humas)