Aparatur Diajak Jaga Sholat Lima Waktu  

 

TALIWANG—Dalam peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seluruh aparatur Pemerintah KSB diajak untuk menjaga sholat lima waktu.

Mengangkat tema ‘’Dengan peringatan Isra' Mi'raj kita tingkatkan kualitas sholat berjama'ah, tauhid dan keimanan kita kepada Allah SWT’’, peringatan  Isra’ dan Mi’raj di Masjid Agung Darussalam, Rabu pagi (18/04/2018) dihadiri ratusan aparatur Pemerintah KSB di lingkungan KTC. Hadir juga mantan Wakil Gubernur NTB Ir. H. Badrul Munir, M.M, Mantan Wakil Bupati Sumbawa Barat Mala Rahman. Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua DWP KSB, Ketua Majelis Ulama KSB, KH. Syamsul Ismain, LC, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa, S.I.K, Sekda H. Abdul Azis, S.H., M.H, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB dan tokoh masyarakat.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, hikmah terbesar dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah perintah sholat lima waktu dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW. Pemda telah mewajibkan bagi ASN di komplek KTC melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam. Dua waktu sholat tersebut juga menjadi bagian dari jam kerja aparatur. Pemerintah Daerah memandang ini sangat penting, karena baiknya sholat akan berpengaruh baik perilaku aparatur. ‘’Sholat juga media untuk meminta pertolongan Allah SWT yang diiringi dengan sabar seperti yang dijelaskan Allah SWT di Qur'an Surat Al Baqaroh Ayat 43,” kata Bupati.

Amalan yang paling pertama kali dihisab oleh Allah SWT pada hari perhitungan adalah ibadah Sholat. Jika ibadah seseorang baik, maka akan baik pula amalan lainnya. Namun jika sholatnya buruk, maka buruk pula amalan lainnya. Sholat juga satu dari tiga perniagaan yang tidak akan merugi bila ditunaikan selain membaca Al Qur'an dan menginfakkan sebagian rizki baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Hal tersebut jelaskan Allah SWT dalam Qur'an Surat Fatir Ayat 29.

Bupati mengajak hadirin peringatan Isra’dan Mi’raj untuk mendengarkan hikmat Isra’dan Mi’raj. Kemudian menyampaikan kepada ahli keluarga, sahabat dan tetangga dan tentu untuk diamalkan. Diharapkan, ASN menjadi agen pemerintah untuk mengajak masyarakat memakmurkan masjid dan ibadah yang mendekatkan kepada ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, insyaallah, Allah SWT akan merahmati masyarakat dan daerah KSB.

Sekretaris Majelis Ulama NTB, Dr. TGH. Fahrurrozi yang memberikan tausiah mengaku bangga dengan Pemerintah KSB. Sebab, hanya di KSB yang mewajibkan aparaturnya melaksanakan sholat dzuhur dan ashar berjamaah, bahkan dituangkan dalam Peraturan Bupati. Bupati telah mengajak aparaturnya kepada ketaatan kepada Allah SWT. Sementara kebijakan absensi sidik jari usai dua sholat tersebut tentu mengajak aparaturnya untuk meningkatkan kedisiplinan demi pengabdian kepada agama, bangsa dan negara. ‘’ini menjadi contoh bagi pemimpin di daerah lain di Indonesia,” katanya.

Dr. TGH. Fahrurrozi yang juga akademisi IAIN Mataram menyampaikan hikmah terpenting dari peristiwa isra’ dan mi’raj, yakni menerima perintah sholat lima waktu. Moment peringatan isra’ dan mi’raj merupakan moment meneguhkan hati untuk senantiasa menjaga perintah Allah SWT yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW ini. Maka muslim tidak hanya ditinggikan derajatnya, mendapat keberkahan dan nikmat lainnya di dunia. Namun, yang paling penting, jika menjaga sholat lima waktu adalah mengatarkan kepada kehidupan abadi yang penuh nikmat yakni kehidupan di surga Allah SWT.(Bagian Humas & Protokol)