BPM-Pemdes Gelar Revitalisasi Posyandu Bagi 201 Kader se-KSB

Pelatihan Revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (BPM-Pemdes) Kabupaten Sumbawa Barat 2014 telah dilaksanakan pada Kamis (04/09) silam. Acara tersebut berlangsung di Lantai III Setda, dari jam 09 WITA-selesai. Acara dibuka oleh laporan Kepala BPM dan Pemdes, Ibrahim, S.Sos, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Daerah, Dr.W Musyafirin, MM.

Dalam laporannya, Kepala BPM dan Pemdes, Ibrahim, S.Sos, menyatakan bahwa kontribusi Posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak sangatlah besar. Hal ini bisa berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan balita. Oleh karena itu, Kantor BPM Pemdes mengadakan pelatihan untuk revitalisasi dalam meningkatkan katerampilan kader Posyandu. Penyaji atau pemateri adalah dari BPM PT, Bappeda, dan Dinas Kesehatan. Selain menyinggung tentang pelatihan tersebut, Ibrahim juga berharap agar insentif kader Posyandu bisa masuk dalam APBD-P. “Harapannya agar insentif kader Posyandu bisa dimasukkan dalam APBD-P”, tukas Ibrahim, S.Sos

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sumbawa Barat, Dr.W. Musyafirin, MM, memberikan sambutan dalam acara tersebut. Menurutnya, terkait isu Posyandu para kader harus memegang prinsip, “Tidak ada pengabdian yang sia-sia sepanjang itu dilaksanakan dengan ikhlas”. Keberadaan Posyandu dan perannya sangat penting karena menentukan IPM Sumbawa Barat sehingga pelayanan harus ditingkatkan. Pertemuan tersebut semata-mata untuk merevitalisasi lembaga dan juga kadernya. Hal ini harus menjadi perhatian Bappeda dan BPM Pemdes agar pada 2015 bisa diperhatikan gedung posyandu. “Gedung posyandu harus bisa diperbaiki, jangan hanya TPS-yang hanya sehari dipakai-bisa sangat mewahnya”, keluh Musyafirin.

Menurut Musyafirin, pengembangan 201 kantor Posyandu menjadi sangat penting agar menarik untuk dikunjungi. Hal ini juga menjadi aspirasi masyarakat agar Posyandu diaktifkan. Agar semua kader Posyandu dapat insentif dapat insentif, bisa dimasukkan dalam APBDP. Hanya saja, dia berpesan agar tenaga PNS atau pegawai tidak tetap Pemda tidak menerima insentif. Hal ini agar tidak terjadi double penerimaan honor. Dia juga menekankan agar kesejahteraan kader pun harus diperhatikan. Kemampuan dasar seperti komunikasi dan koordinasi juga menjadi syarat yang harus dikuasai oleh para kader.

Berdasarkan wawancara dengan Jiswati, SH.,MM, Kepala Bidang Pengembangan Sosial Budaya, BPM-Pemdes, Pelatihan Revitalisasi merupakan agenda tiap tahun Bidang Pengembangan Sosial Budaya. Tujuannya ingin menyemangati kader agar pelaksanaan Posyandu berjalan lancar. “Peserta dari semua Posyandu, 1 wakil tiap Posyandu. Jumlah peserta yang hadir adalah 201 orang, masing-masing perwakilan dari tiap posyandu yang ada di Sumbawa Barat”, ujarnya. Rinciannya adalah Kecamatan Taliwang sebanyak 63 orang, Jereweh 18 orang, Poto Tano 20 orang, Brang Rea 27 orang, Brang Ene 9 orang, Maluk 15 orang, Seteluk 33 orang, dan Sekongkang 16 orang. Total kader Posyandu 1.005 orang se-KSB.[nh]