Strategi Kepengawasan Care and Share Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Pengawas sekolah merupakan tenaga pendidikan profesional yang di beri tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan pendidikan di sekolah baik di bidang akademik maupun manajerial. Konsekuensinya, pengawas dituntut untuk memahami dan menguasai enam kompetensi, yaitu

kepribadian, sosial, supervisi akademik, supervisi manajerial, evaluasi pendidikan, serta penelitian dan pengembangan.

Penguasaan kompetensi oleh pengawas sekolah akan berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan. Salah satu contohnya adalah kemampuan pengawas dalam membangun hubungan yang baik, dan bisa mensinergikan potensi sumberdaya manusia yang ada, terutama guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Namun, ada beberapa permasalahan yang umumnya sering ditemui di lapangan, antara lain belum terbangun potensi secara sinergis antara guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Penguasaan kompetensi pengawas oleh pengawas sekolah belum optimal, frekuensi kunjungan ke sekolah-sekolah yang menjadi sekolah binaan masih kurang.

Dari beberapa permasalahan tersebut, perlu adanya strategi kepengawasan yang baik dan optimal serta mudah diterapkan. Strategi yang digunakan adalah care and share, sebagai salah satu strategi dalam membangun sinergi pelayanan pendidikan di sekolah, yaitu adanya potensi tritunggal antara guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam menerapkan strategi Care and Share, antara lain pengawas sekolah harus memenuhi dan meningkatkan kompetensi kepengawasannya, menjalin komunikasi yang efektif dan berstrategi dengan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya, mengembangkan sikap peduli dan berbagi pengalaman dengan pihak sekolah dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di sekolah, serta membangun jaringan komunikasi yang baik dengan stakeholder pendidikan lainnya.

Ada beberapa alasan pemilihan strategi tersebut sebagai pemecahan masalah. Pertama, perlunya pemahaman yang mendalam tentang visi dan misi pengawas sekolah. Kedua, meningkatkan kompetensi melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memelihara,  meningkatkan dan memperluas pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam melaksanakan tugas.  Nurul Laila, pengawas SMA berprestasi tingkat nasional tahun 2013 menceritakan pengalamannya, bahwa untuk bisa berprestasi sebagai pengawas sekolah , pengawas harus memahami tupoksinya sebagai pengawas, memahami landasan filosofis dalam melaksanakan tugas, serta memenuhi 6 kompetensi sebagai pengawas sekolah, sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah, mutu pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Nurul Laila dalam melaksanakan tugas kepengawasannya selalu membuat buku pedoman pengawas sekolah, membuat Rencana Kepengawasan Akademik (RKA), Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM), menyiapkan materi, instrument, mencermati data, merumuskan hasil kepengawasan, menyusun laporan dan menindaklanjuti hasil pengawasan. Ketiga, menciptakan perilaku atau aura positif yang dapat mempengaruhi seseorang dengan kepedulian dan berbagi pengalaman (care and share) dan tidak bermaksud menggurui. Sesungguhnya guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya adalah orang-orang yang sudah dewasa, sehingga perlu pendekatan andragogi dalam membina dan melatih untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. Keempat, sikap batin dan semangat pribadi menjadi motivasi internal dalam melaksanakan tugas, berpikir positif, bersyukur, jujur, tanggung jawab, pantang menyerah serta meyakini dan menyenangi profesi sebagai pengawas harus menjadi komitmen pribadi.Hasil yang akan dicapai dari strategi care and  share.  Pertama, dapat membangun komunikasi yang efektif dalam melaksanakan tugas kepengawasan dengan sekolah yang menjadi bianaannya. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan terlihat berkurangnya rasa enggan para guru dan kepala sekolah serta tenaga kependidikan laninya untuk bertemu atau berkonsultasi dengan pengawas, seringnya pengawas diminta kehadirannya di sekolah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan baik terhadap guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. Kedua, meningkatnya keberhasilan sekolah yang memberikan pelayanan bermutu, sehingga siswa dan sekolah lebih dapat berprestasi.  Ketiga, meningkatnya kepercayaan dari atasan yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga pengawas sekolah selalu dilibatkan dalam berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Keempat, meningkatnya kepercayaan instansi lain, pengawas sekolah sering dilibatkan untuk menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan yang relevan dengan tupoksi pengawas.

Inilah sekilas penjabaran strategi kepengawasan care and share. Harapannya, agar dapat bermanfaat dan dapat diterapkan oleh pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas kepengawasannya dengan baik. Peduli dan berbagi (care and share) merupakan strategi yang cukup efektif dalam melaksanakan tugas kepengawasan. Hal yang paling penting adalah pengawas sekolah harus terus meningkatkan kompetensinya agar memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk mendukung pelaksanaan tugasnya.[]

Oleh: Surya Jaya
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Konsentrasi Kepengawasan Sekolah