PBRT The KSB'S Model

Pembangunan berbasis RT (Rukun Tetangga) adalah pembangunan yang meletakkan wilayah (locus) pembangunan di tingkat lingkungan sebagai basis utama pembangunan. Masyarakat RT yang merupakan unit komunitas terkecil (grass root) sebagai basis, sekaligus pelaku utama pembangunan dalam mencapai kesejahteraan sosial masyarakat

Apa sajakah Program Pembangunan Berbasis Rumah Tangga (PBRT)

  1. Sistem Informasi Orang Susah (SIOS), berupa pendataan warga di lingkungan RT, pemetaan dan pendataan warga miskin, penyediaan informasi dan data warga miskin dan lainnya.
  2. Pemberdayaan masyarakat antara lain meliputi: pemberdayaan ekonomi, seperti program banuan usaha bagi warga miskin, pemberdayaan politik seperti peningkatan kesadaran dan swadaya politik warga, pemberdayaan sosial budaya, seperti pengembangan potensi kearifan lokal dan lainnya.
  3. Peningkatan  partisipasi (peran serta) masyarakat antara lain melalui; pelaksanaan dan pengembangan musyawarah Rencana Pembangunan RT (Musrenbang RT), pendampingan warga, pelatihan-pelatihan, dan lainnya.
  4. Penongkatan pelayanan dasar seperti bidang kesehatan yakni juru pantau masyarakat, kebersihan lingkungan dan pendidikan, seperti bantuan pendidikan bagi warga miskin dan lainnya.

Secara umum tujuan dari PBRT adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat, tujuan lainnya adalah;

1.       Meningkatkan dan memperluas peran serta masyarakat dalam proses pembangunan

2.       Mendorong pembangunan dan penganggaran lebih terarah pada rakyat miskin

3.      Meningkatkan ketersediaan data, informasi dan pelayanan pembangunan hingga tingkat paling bawah (RT)

4.       Mendorong keterlibatan seluruh pelaku pamangku kepentingan (stakeholders) pembangunan

5.       Mendorong efisiensi dan efektifitas penganggaran daerah, dan

6.       Mempercepat pertumbuhan (akselerasi) pembangunan.

Beberapa tahapan proses pelaksanaan proses pembangunan berbasis RT di tingkat RT

1. Sosialisasi

Sebagai tahap awal dari pelaksanaan program PBRT, pengurus RT harus terlebih dahulu memahami tentang prosedur pelaksanaannya danntujuan dari dilaksanakannya PBRT

2.  Pemetaan sosial (menyusun gambaran umum keadaan warga dilingkungan RT)

Pemetaan sosial adalah kegiatan yang bertujuan untuk: memperoleh gambaran tentang keadaan setiap warga, memahami nilai-nilai, sikap dan sejarah perkembangan warga setempat, serta memahami para aktor (warga) yang ada di lingkungan itu

3.  Mengidentifikasi masalah dan harapan warga

Menggali informai dan mencatat berbagai macam permalsahan yang terjadi dilingkungan warga, mendiskusikan bersama warga untuk menemukan akar masalah dari masalah.

Dalam meningkatkan partisipasi semua warga, telah dilakukan penguatan kelembagaan melalui penambahan jumlah lembaga RT, yaitu sebanyak 612 RT pada tahun 2006, meningkat menjadi 622 RT pada tahun 2007 dan pada tahun ini telah meningkat menjadi 695 RT

Prestasi yang telah di raih

1.  Penghargaan GLG dari GTZ

2.  MDG’S dari Yayasan Inovasi Pembangunan Daerah (YIPD)

 

The KSB’S Models

Adalah model pembangunan yang menjadi pokok kajian Disertasi KH Zulkifli Muhadli (Bupati Sumbawa Barat) dalam mengambil gelar Doktornya di Universitas Merdeka Malang dengan predikat memuaskan (cumlaude). Konsep ini kemudian dijadikan sebagai model dengan nama KSB’S model untuk kemudian dapat diterapkan oleh daerah lain dimana saja