TALIWANG—Sebanyak 238 Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dimutasi, Jum’at siang (11/01/2019).

Pelantikan dan pengambilan sumpah 238 Pejabat Pengawas dan Fungsional dipimpin langsung Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M di Aula Gedung Graha Praja Setda KSB. Hadir juga Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, Sekda KSB, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Ketua TP-PKK KSB, Ketua GOW KSB, Ketua Dharma Wanita Persatuan KSB dan Kepala OPD Pemerintah KSB.

Bupati dalam sambutannya setelah melantik dan mengambil sumpah para pejabat mengatakan, mutasi ini merupakan mutasi susulan setelah sebelumnya dilaksanakan akhir tahun 2018. Dimana, saat itu yang dimutasi adalah Pejabat Tinggi Pratama dan Administratur. Mutasi dilaksanakan semata-mata untuk memformulasikan dan mengakselerasi mesin birokrasi.

Diungkapkan Bupati, 70 persen lebih pejabat yang dilantik hari ini merupakan pejabat yang diusulkan oleh OPD. Baperjakat pun melaksanakan usulan OPD tersebut. Berbeda dengan mutasi-mutasi yang lalu. Usulan OPD banyak yang tidak dilaksanakan Baperjakat karena rata-rata memperebutkan orang. Untuk 174 Pejabat Struktural ini, 30 diantaranya bukan permintaan OPD. Akan tetapi diberikan jabatan karena sudah memenuhi syarat menduduki jabatan. Sementara dua orang lainnya dibebaskan dari jabatannya.

Bupati menekankan, pemerintahan ada karena ada masyarakat. Jabatan ada karena ada yang harus dilayani. Pelayanan publik memiliki badan yang menilainya, yakni Ombudsman. ASN digaji dengan uang  rakyat untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada  rakyat. Sekarang Para pejabat yang penting adalah mempelajari Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dengan baik. Sebab itu pedoman untuk bekerja. ‘’Bapak-bapak dan ibu-ibu merupakan ujung tombak OPD. Diharapkan dapat  berkreasi dan berinovasi agar Tupoksi dijalankan seefektif dan setepat mungkin,” kata Bupati.

Bupati juga mengingatkan, tahun 2019 adalah tahun politik. Jangan sampai melakukan perbuatan tercela, diantaranya terlibat politik praktis. Jangan sampai karir saudara-saudara berakhir di penjara karena terlibat politik praktis. Kedua, jaga rumah tangga dengan baik. Terutama yang muda atau generasi milenial. Kecanggihan teknologi bisa merusak keharmonisan keluarga. Kemampuan menerima dan mengelola teknologi informasi harus diarahkan ke hal yang baik untuk pengembangan diri. ‘’Saya percaya dengan kerja bersama IJS (Ikhlas, Jujur, Sungguh-sungguh), apa yang menjadi tujuan kita, dan tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik,” imbuh Bupati.(Bagian Humas & Protokol/Rilis/06/Humpro/I/2019)

Ringkasan Pelantikan 11 Januari 2019

0