Selain menyaring aspirasi, saran, kritik skaligus memberikan solusi dalam forum Jumpa Bang Zul dan Siti Rohmi yang dilaksanakan di KSB, Gubernur NTB, Dr. Zulkiflimansyah, M.Sc juga melaksanakan safari kerja di KSB. Dalam safarinya, Gubernur menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan masjid dan pura. Gubernur juga melakukan kunjungan ke Embung Lang Desa di Kecamatan Jereweh.

Penyerahan bantuan dana pembangunan masjid diawali di Masjid Jami’ Al-Ikhlas, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Bukan hanya bantuan dari Pemerintah Provinsi. Anggota DPR RI, Syafruddin, S.T juga memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid tersebut. Usai pemberian bantuan, Gubernur dan rombongan meninjau Embung Lang Desa di Kecamatan Jereweh. Kemudian dilanjutkan sholat Jum’at di Masjid Besar Al-Ihsan Desa Beru, Kecamatan Jereweh. Usai sholat Jum’at, Gubernur memberikan bantuan pembanguan masjid tersebut.

Pemberian dana pembangunan masjid juga dilaksanakan di Seteluk. Usai berdialog dengan warga sekitar satu jam lamanya, Gubernur dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja untuk bersilaturrahmi dengan warga Hindu di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano. Selain mendengar keluh kesah warga, Gubernur juga memberi bantuan pembangunan pura kepada Parisade Desa Adat Kertabuana, Dusun Samarekat, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano. Bupati juga turut memberikan sumbangan yang diikuti juga anggota DPR RI, Syafruddin, S.T.

Salain itu, pemuda Desa Kokarlian dipersilahkan untuk kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) miliknya dan akan digratiskan, baik biaya kuliah maupun asramanya. ‘’Ini hadiah untuk pemuda di Kokarlian, silahkan kuliah di UTS, beasiswa sampai selesai termasuk ditanggung asrama, agar jangan kuliah jauh-jauh ke Bali,” kata Gubernur.

 

Di setiap tempat yang dikunjungi Gubernur termasuk arena Jumpa Bang Zul dan Siti Rohmi di KTC, Gubernur mengingatkan masyarakat KSB untuk menyambut pemilihan umum sebagai pesta demokrasi dengan penuh riang. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa. Jangan sampai perbedaan pilihan presiden, beda pilihan anggota legislatif merusak ukhuwah persaudaraan. Termasuk juga menjaga persaudaraan meski berbeda agama, warna kulit, suku dan lainnya. Hal senada diutarakan Bupati, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M. jangan sampai karena perbedaan pilihan masyarakat tidak saling sapa. Bupati mempersilahkan memilih siapapun yang diinginkan warga.(Humas & Protokol/Rilis 54/III/2019)

      

0