Kehadiran Smelter (industri peleburan dan pemurnian hasil tambang) milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan berdampak besar. Bukan saja bagi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), namun juga bagi NTB. Selain akan melahirkan kawasan industri di KSB dan umumnya di NTB. Smelter PT. AMNT yang akan masuk tahap konstruksi tahun 2020 mendatang juga akan melahirkan kiblat ekonomi baru bagi NTB. Sektor pariwisata merupakan primadona bagi NTB yang membuat kiblat ekonomi ada di Pulau Lombok, namun saat ini sedang lesu. ‘’Tetapi jika nanti ada smelter, maka  kiblat ekonomi NTB akan pindah ke KSB,” kata Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M pada acara safari ramadhan di Masjid Babussalam, Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, Selasa malam (14/05/19).

Untuk mewujudkan industri smelter dan turunannya di Maluk, maka dukungan kebersamaan warga menjaga kondusifitas daerah sangat diperlukan. Kondusifitas akan mendukung iklim investasi di daerah. Smelter bukanlah industri eksploitasi. Namun industri pemurnian hasil tambang. Eksploitasi di batu hijau nantinya akan berhenti, namun akan ada industri yang muncul yakni industri smelter yang progresnya sangat baik. Berbagai perusahaan terutama Freeport di Papua nantinya akan mengolah hasil tambangnya di KSB. ‘’Saya minta ayo sama sama kita beri pemahaman kepada masyarakat agar menerima kehadiran smelter, membebaskan lahannya. Tidak mungkin kita akan sejahtera dijangka panjang tanpa industri smelter mari bersama-sama kita dukung,” Imbuh Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat Sekongkang untuk mensukseskan Sanitasi Total Berbasi Masyarakat (STBM). Sebagai daerah pariwisata, kebersihan dan kesehatan lingkungan sangat dibutuhkan. Ada lima pilar dalam STBM, 1. Bebas buang air besa atau open defecation free/ODF. 2. Cuci tangan pakai sabun. 3. Pengelolaan air minum-makan rumah tangga atau minum air bersih. 4. Pengelolaan limbah cair rumah tangga, dan 5. Pengelolaan sampah rumah tangga. Pilar pertama KSB sudah mewujudkannya. Empat pilar lainnya menjadi pekerjaan masyarakat KSB. Jika berhasil, maka perhatian Pemerintah Pusat akan tinggi untuk KSB, termasuk Unicef dan Bank Dunia. Bahkan tahun ini KSB mendapat hibah peningkatan kualitas septik tank dari Kementerian PUPR senilai Rp. 28 miliar.

Camat Sekongkang, Syarifuddin, S.Pd dalam laporannya menyampaikan kondusifitas wilayahnya yang terjaga baik sampai ramadhan ini. Camat juga menyampaikan berbagai pembangunan infrastruktur yang didambakan masyarakat, seperti pembangunan embung Talonang dan lainnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati, Sekda KSB, Kapolres KSB, Manajemen PT. AMNT dan jajaran pejabat Pemerintah KSB ini, Bupati menyerahkan Paket sembako untuk lansia dari TP-PKK KSB, enam masjid dana pembangunan, bantuan active speaker untuk masjid se Kecamatan Sekongkang, bantuan alat pemipil jagung, bantuan dana pertanian, bantuan sembako untuk lansia, bantuan kawasan rumah pangan lestari dan paket sembako murah untuk 124 kepala keluarga. TP-PKK KSB juga menyerahkan paket bahan pokok untuk warga lansia yang diserahkan Ketua TP-PKK KSB, Hj. Hanipah W Musyafirin, S.Pt didampingi Ketua GOW KSB Neny Apriati Fud Syaifuddin.(Humas & Protokol/Rilis 119/V/2019)

   

0