Selasa (12/05) pagi bertempat di Blok Lang Tenga Lingkungan Menala, Kecamatan Taliwang, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., Bupati KSB didampingi oleh Sekda KSB, Kapolres KSB, Dandim KSB, Asisten II dan Asisten III mengikuti kegiatan video conference bersama Menteri Pertanian RI  dan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional sebagai gerakan percepatan tanam padi dan jagung pada musim tanam ke-2.

Syahrul Yasin Limpo, Mentan RI dalam arahannya kepada para Kepala Daerah menjelaskan bahwa tahun ini Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain dampak Covid-19 yang mendunia, Indonesia juga dihadapkan dengan kekeringan dan kemarau panjang. “BMKG meramalakan secara nasional akan terjadi kekeringan yang sangat besar setelah Bulan Juni. Selain itu, sesudah Covid-19 akan terjadi krisis pangan dunia”, ujar Mentan.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghadapi hal tersebut menurut Mentan RI yakni melakukan percepatan penanaman secara maksimal, mempersipakan lahan-lahan pertanian yang ada sehingga yang sudah panen disiapkan untuk tanam kembali. “Daerah harus mempercepat persiapan segala sarana dan prasarana yang mendukung seperti bibit, pupuk, obat-obatan, dan lain sebagainya”, kata Mentan.

Selain itu, Mentan RI meminta semua pihak dapat bergotong royong dan bekerja sama agar ketersediaan makanan masyarakat lebih baik lagi walaupun dikondisi saat ini. Selain itu, Mentan juga mengharapakan semua Kepala Daerah bahu-membahu agar semua aspek pertanian bisa berjalan dengan baik.

Kepada Mentan RI, Bupati KSB menyampaikan bahwa selain dihadapkan dengan permasalahan Covid-19 dan kekeringan, KSB juga dihadapkan dengan kurangnya tenaga kerja pertanian. Oleh karena itu untuk menaggulangi kelangkaan tenaga kerja, Pemerintah Daerah menyiagakan regu tanam ASN bersama TNI dan Polri. “Saat ini kami bersama regu tanam dari ASN berhasil menanam padi dan menyelesaikan sekitar kurang lebih 11 hektar sawah. Pemerintah dengan ASN, TNI, Kepolisian, dan Dandim bersama-sama memberikan tenaga untuk membantu para petani”, Kata Bupati.

Dalam laporannya, Bupati KSB juga memohon agar Mentan RI dapat membantu KSB  dalam penyediaan mesin poma air dan terkait permasalahan ketersediaan pupuk. “Dalam menghadapi permasalahan kekurangan air, dimohon kiranya Bapak Menteri dapat memberikan bantuan mesin pompa air sekitar 5.5-75 pk yang akan digunakan untuk blok-blok tertentu yang tidak bisa dijangkau. Kemudian, untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk agar kuota-kuota yang sudah berjalan tidak dipangkas”, kata Bupati.(prokopim/rilis/72/V/2020)