Di acara Safari Ramadhan Pemerintah KSB di Kecamatan Brang Rea, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengingatkan warga akan bahaya merkuri. Selain membahayakan lingkungan, merkuri juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. ‘’ketika lingkungan sudah terpapar merkuri akibat gelondong, maka akan sangat berbahaya,” kata Bupati  di Masjid Al-Hidayah, Desa Lamuntet, Kecamatan Brang Rea, Senin malam (13/05/19).

Bupati pun mengharapkan agar warga Brang Rea menghentikan aktivitas gelondong (peleburan dan pemurnian tradisional batuan mengandung emas). Lingkungan akan rusak, terutama sepanjang aliran sungai Brang Rea. Padahal banyak warga mencari ikan di sepanjang aliran tersebut. Warga harus menumbuhkan kesadaran bahwa gelondong dengan penggunaan merkuri sangat berbahaya dan sangat merugikan warga sendiri.

Selain mengajak masyarakat untuk berhenti melakukan kegiatan gelondong, Bupati juga mengajak masyarakat melaksanakan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, mulai dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pengelolaan sampah rumah tangga. Selain menjaga lingkungan, masyarakat khususnya orang tua diminta oleh Bupati untuk menjaga anak-anaknya dari pergaulan bebas. Sebab, anak-anak sangat rentan menjadi korban pelecehan seksual atau terlibat pergaulan bebas. ‘’Saya meminta Pemerintah Desa juga memanfaatkan dan memberdayakan Kader Posyandu untuk terus mensukseskan program Pemerintah khususnya di bidang kesehatan,” imbuh Bupati.

Di Safari Ramadahan ke enam ini, Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan untuk masyarakat Kecamatan Brang Rea. Bantuan yang diberikan berupa bahan pokok, sound system, bantuan keuangan masjid, dana Pariri Lansia, dan bantuan lainnya.

Sementara itu Camat Brang Rea, A. Rahim, S.Pd dalam laporannya menyampaikan sejumlah permasalahan warganya. Di antaranya adalah harapan masyarakat yang menginginkan adanya bis sekolah yang beroperasi di Kecamatan Brang Rea, tambahan mesin pemanen padi, sosialisasi asuransi petani padi dan penguatan tanggul pruak haji adam. Hal tersebut pun direspon oleh Bupati. Bupati meminta Dinas terkait untuk mengakomodir masukan dan harapan dari warga Kecamatan Brang Rea tersebut.(Humas & Protokol/Rilis/117/2019)

0