Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M meresmikan pembangunan Jembatan Gantung I Brang Rope di Desa Tamekan Kecamatan Taliwang. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati, Selasa pagi (27/08/19). Jembatan yang akan dibangun ini memiliki panjang 42 meter dan lebar 1,8 meter yang menghubungkan Desa Tamekan dan Kelurahan Sampir. Hadir dalam kegiatan Kapolres Sumbawa Barat, Pejabat Pembuat Komitmen Satker Pelaksana Jalan II NTB, sejumlah Kepala OPD, Camat Taliwang, Kepala Desa Tamekan dan masyarakat Desa Tamekan.

Pejabat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram, Ujang Sukmana, S.T., M.T., M.M dalam laporannya menyampaikan, Jembatan Gantung Rope I adalah proyek dari diskresi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) atas usulan bapak Bupati untuk aksesibilitas masyarakat. Tahun 2019 ini, paket jembatan gantung dibangun dua paket di NTB yakni di Desa Tamekan, KSB ini dan satu lagi di Kabupaten Bima. Dua paket ini adalah paket pertama di NTB. Diharapkan kontraktor dapat mengerjakan paket ini sesuai waktunya sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

Bupati dalam sambutannnya mengatakan, pembangunan jembatan Brang Rope I Desa Tamaken adalah berdasarkan aspirasi masyarakat sejak 10 tahun lalu. Sebagai pemimpin kemudian mem-followup ke Menteri PUPR. Jembatan ini termasuk di Kabupaten Bima adalah pilot project. Jika pembangunannya aman dan lancar, maka Pemda akan mengusulkan pembangunan jembatan gantung lainnya dan Kementerian PUPR akan membantu. Tiga jembatan gantung yang nantinya diusulkan adalah untuk di Desa Banjar, Desa Seloto dan Desa Seteluk. ‘’Alhamdulillah untuk jalan poros desa kita sudah hotmix semua, tinggal kita tambah jalan usaha tani. KSB juga mendapat proyek Bendungan Tiu Suntuk senilai Rp. 1,7 triliun. Karenanya, dukungan kondusifitas dari masyarakat sangat diharapkan untuk kelancara pembangunan di daerah,” imbuh Bupati.(Humpro/Rilis 196/VIII/2019)

   

0