Sebanyak 30-an pemuda asal Desa Tongo dan Desa Sekongkang, Kecamatan Sekongkang hearing dengan Bupati Sumbawa Barat. Dengar pendapat dengan para pemuda yang mengatasnamakan pemuda lingkar tambang (Jereweh, Maluk & Sekongkang) tersebut membahas tentang isu penerimaan tenaga kerja pada rekruitmen tenaga kerja PT. Sanati yang akan dipekerjakan di PT. Pontil Indonesia di area tambang Batu Hijau milik PT. AMNT, yang seleksi administrasinya dipusatkan di Disnakertrans KSB. Para pemuda pun diterima Bupati Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M didampingi Kepala Bidang Latihan Produktifitas dan Penempatan Tenaga Kerja (Lattaspenta) Disnakertrans KSB, Fitra Jaya. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat utama Gedung Graha Fitrah, Jumat sore (25/10/19).

Bupati menjelaskan, rekruitmen satu pintu di Disnakertrans KSB hanya pada tahapan seleksi administrasi. Itu untuk memastikan yang melamar jelas orangnya dan berkas-berkas administrasi yang dilampirkan sesuai dengan ketentuan. Untuk penentuan kelulusan, bisa mengikuti interview atau tidak, dan seterusnya, pihak user atau perusahaanlah yang menentukan, karena hal tersebut bukan kewenangan Pemda. Lebih tepatnya pengaduan tersebut bisa ditujukan ke pengawas ketenagakerjaan Pemerintah Provinsi NTB. Sebab, urusan pengawasan dan perlindungan ketenagakerjaan ada di Pemprov. NTB bukan Kabupaten. Bupati menambahkan, Pemda KSB akan mendorong Pemprov untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (pergub) terkait prioritas pemuda lingkar tambang. Pergub tersebut harus detail menentukan angka pemuda lingkar tambang yang diprioritas diterima di perusahaan-perusahaan tambang di KSB.

Kabid Lattaspenta Disnakertrans KSB, Fitra Jaya menambahkan, dari 141 yang mendaftar untuk masuk PT. Senati, pemuda Kecamatan Sekongkang yang lulus administrasi dan mengikuti tahapan interview sebanyak sembilan orang. Satu unskill dan delapan lainnya skill. Terkait yang tidak lulus administrasi, itu karena syarat yang ditentukan ada yang tidak terpenuhi, dan hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan oleh tim seleksi administrasi. Hearing yang berlangsung sampai adzan magrib tersebut berjalan aman di bawah penjagaan Kepolisian dan anggota Satpol PP KSB.(Rilis 240/Humpro/X/2019)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0