“Kami senang dengan rencana pembangunan bandara di Kiantar, kami sudah merencanakan untuk membangun 8 resort yang dilengkapi fasilitas pertemuan di Gili Kalong. Kami merasa inilah saat yang tepat untuk memulai. Langkah ini kami ambil karena adanya kepastian pembangunan bandara di Kiantar-KSB, terima kasih.” Testimoni diatas merupakan pernyataan yang disampaikan oleh Nicolas Adler sesaat setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Penjabat Sekretaris Daerah di Ruang Rapat Sekretariat Daerah pada 24 Mei 2021 lalu.

Dalam rapat, investor asal Swedia tersebut menyatakan bahwa, baru mendengar adanya informasi pembangunan bandara saja, sudah membuat mereka mempercepat investasi di Pulau Kalong Kecamatan Poto Tano.

Nicolas menyampaikan komitmennya untuk segera mengembangkan kawasan Gili kalong. “Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19 Manajemen telah melakukan hal-hal yang perlu untuk memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan terutama dalam pengurusan izin.” Kata Nicolas.
Nicolas juga menjelaskan bahwa dirinya bersama manajemen perusahaan akan segera mulai melakukan pembangunan pada triwulan 3 tahun 2021.

Tonton: Video testimoni presdir PT. GKL

Konsep pembangunan yang akan diterapkan adalah pariwisata yang ramah lingkungan. Banyak fasilitas yang akan dibangun nantinya seperti Hotel, Restoran dan fasilitas kesehatan yang semua sumber energinya menggunakan energi yang terbarukan seperti panel surya terapung dan bio gas.

Secara khusus dalam pemaparannya Nicolas menyatakan bahwa salah satu hal yang memacu semangat perusahaan untuk segera merealisasikan investasinya adalah adanya rencana pembangunan bandara di desa kiantar yang tentunya nanti akan mempermudah mobilitas para investor dan para wisatawan dari dan ke KSB.

Nicolas Adler adalah salah satu dari sembilan investor yang sebelumnya tergabung dalam sebuah perusahaan yang bernama PT. Eco Regions Indonesia. Perkembangan usaha patungan ini cukup lambat sehingga Nicolas memutuskan untuk keluar dari PT. Eco Regions Indonesia dan turun langsung untuk melakukan pengembangan dan mengelola Pulau Kalong dibawah perusahaan yang Bernama PT. Gili Kalong Lestari.

(Prokopim/rilis61/V/2021)