Bertempat di ballroom Tambora Hotel Grand Royal Taliwang, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST., memberikan arahan kepada seluruh pemerhati budaya KSB (11/4/2019). Dalam sambutannya pada acara “Sosialisasi Pola dan Kelola Pelestarian Cagar Budaya Daerah”, Wakil Bupati Sumbawa mengimbau kepada masyarakat, khususnya pelajar KSB untuk mempelajari, memahami, serta mendalami cagar budaya, karena ini sangat penting untuk mempelajari sejarah dan peninggalan Purbakala. Wabup mengapresiasi kinerja kepala dinas pariwisata yang berhasil mengadakan acara ini, yang mana baru pertama kali sepanjang sejarah KSB ini berdiri. “selama 15 tahun KSB berdiri, baru kali ini kegiatan semacam ini dilaksanakan. ini merupakan kemajuan kinerja kepala dinas pariwisata” jelasnya. Berbicara tentang potensi peninggalan purbakala, Wabup menilai makam Datu Seran merupakan peninggalan yang berpotensi besar untuk dicagar, karena merupakan sejarah awal mula terbentuknya daerah Sumbawa barat. Diakhir sambutannya wabup menyatakan kesiapan KSB bekerjasama dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) untuk mengembangkan cagar budaya di KSB, dan berharap tidak berhenti sampai disini serta benar-benar menjalankan cagar budaya di daerah ini.

       

dalam acara yang sama, Kepala BPCB Drs. Wayan Mulyarsih memberikan arahan tentang tahapan yang harus dilakukan apabila menemukan benda purbakala sehingga dijadikan cagar budaya. bukan hanya di daaerah, namun saat ini cagar budaya sangat diperhatikan oleh pemerintah pusat, terbukti ketika pembangunan infrastruktur dimanapun, selalu di butuhkan pertimbangan dari tim cagar budaya, agar tidak merusak peninggalan sejarah. Wayan juga mengharapkan perhatian dan kerjasama dari Pemerintah Daerah, untuk membentuk tim cagar budaya khusus di wilayah ini agar bertanggung jawab atas pengelolaan, pelestarian, dan hukum cagar budaya di kabupaten sumbawa barat.(Humas & Protokol/Rilis 87/IV/2019)

0