Melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah ibadah. Demikian diungkapkan Bupati Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya pada pembukaan Evaluasi dan Lomba Implementasi lima pilar STBM di KSB Tahun 2019. Kegiatan dihadiri anggota Forkopimda KSB, Kepala OPD, ASN Pendamping Rehab-Rekon dan STBM, Agen PDGPR dan masyarakat tesebut dilaksanakan di Aula Gedung Graha Praja Setda KSB, Selasa pagi (5/11/19).

Dijelaskan Bupati, melaksanakan lima pilar STBM disebut ibadah karena ibadah merupakan kegiatan rutin yang dilandasi dengan keyakinan. Karena STBM adalah sebuah rutinitas, mulai dari buang air besar pada jamban, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum-makan rumah tangga, pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. dengan melaksanakannya maka masyarakat berkontribusi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Hasilnya, akan menekan timbulnya penyaki berbasi lingkungan, seperti kolera, diare dan lainnya.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si dalam laporannya menyampaikan, sanitasi atau kebersihan dan kesehatan adalah kebutuhan. STBM menjadi program Daerah yang dilaunching 17 Februari 2019. Dasar hukumnya Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2019. Organ dari tingkat Kabupaten hingga tingkat peliuk telah terbentuk, mengajak masyarakat bersama-sama berikhtiar mengimplementasikannya. Dari hasil evaluasi, pilar pertama STBM yakni Buang Air Besar, KSB sudah 97 persen dan ditetapkan sebagai Kabupaten ODF. Cuci tangan pakai sabun 80,63 persen. Pengelolaan air minum-makan rumah tangga 93,80 persen. Pengelolaan sampah rumah tangga 69,62 persen dan pengelolaan limbah cair rumah tangga 64,46 persen. Tahun 2020 kita targetkan KSB menjadi kabupaten STBM pertama di tingkat nasional. Tahun 2021 STBM KSB mendunia.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan lomba  implementasi STBM yang diikuti 10 peliuk. 10 tim peliuk tersebut adalah Peliuk Mekar Permai Desa Tebo, Kecamatan Poto Tano. Peliuk Jaro Desa Seteluk Tengah, dan Peliuk Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Peliul Mekar Sari Desa Bangkat Monteh dan Peliuk Moteng Atas Desa Moteng Kecamatan Brang Rea. Peliuk Buin Banyu Desa Mura Kecamatan Mura. Peliuk Selayar, Kelurahan Dalam dan Peliuk Gembira Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang. Peliuk Tatar Desa Benete Kecamatan Maluk, Peluk Kemang Kuning Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkan. Nantinya Juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai Rp. 50 juta. Juara kedua Rp. 30 juta dan juara ketiga Rp. 15. Ditambah bonus dari Bupati masing-masing senilai Rp. 5 juta untuk para pemenang.(Rilis 245/Humpro/XI/2019)

0