Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat menyelenggarakan pelatihan tata kelola destinasi wisata pada hari kamis/23/juli/2020 bertempat di Hanipati resto. Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku dan pengelola destinasi wisata, Organisasi Perangkat Daerah, dan perwakilan dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram.

Dalam kesempatan menyampaikan laporan, Kepala Dinas Disparpora Kabupaten Sumbawa Barat Ir. IGB Sumbawanto menerangkan bahwa, kegiatan pelatihan ini adalah ketiga kalinya dilaksanakan oleh Dinas Disparpora. Banyak usulan yang masuk dari desa-desa kepada dinas untuk pelaksanaan program pengembangan pariwisata. “Banyak usulan yang masuk, tetapi tentu harus dilaksanakan secara bertahap dan sesuai dengan prioritas. Saat ini yang berjalan yaitu pelatihan pemandu paralayang, pengelola homestay, pelatihan pengelola destinasi wisata, cindramata, dan beberapa kegiatan lainnya. Pelaksanakan pelatihan yang diikuti oleh 43 orang ini harapannya ini akan menjadi asset desa untuk selanjutnya SDM dari hasil pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa” ungkap Sumbawanto.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa minggu yang lalu telah dilaksanakan pelatihan pilot paralayang, yang output dari pelatihan tersebut semua peserta telah mendapatkan sertifikat pilot 1 (satu). Desa dapat memanfaatkan keberadaan para pilot untuk mengembangkan olahraga paralayang menjadi salah satu keunggulan pariwisata.

Dalam sambutannya Bupati Sumbawa Barat memberi apresiasi yang tinggi kepada semua peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut. Bupati menekankan bahwa yang terpenting adalah kemauan, mampu bersinergi dengan semua pihak, dan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, kemudian bisa mendorong masyarakat untuk melahirkan produk di Desanya walupun kecil tapi mempunyai daya ungkit. “Salah satu potensi yang ada yang berkaitan dengan keindahan, kebersihan, didalam masyarakat adalah pengembangan tanaman hortikultura dirumah-rumah warga, setiap keluarga dibina oleh dinas terkait bekerjasama dengan PKK, Insya Allah hal tersebut dapat memberikan dampak terhadap keindahan dan kenyamanan lingkungan” ungkap Bupati.

Bupati juga menyambut ide dari Kepala Dinas Disparpora yang menjadikan bukit-bukit di KSB sebagai salah satu ikon pariwisata. Bupati menyetujui dan menegaskan bahwa ikon Sumbawa Barat yaitu KSB “Kabupaten Seribu Bukit”. Diakhir sambutan, Bupati mengajak semua pihak agar berkomitmen, membangun partisipasi, membangun sinergi semua sumberdaya, dan yang terpenting adalah kemauan. “InsyAllah semua program yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata akan kita dukung,” pungkas Bupati.(Prokopim/Rilis103/VII/2020)