Untuk membentengi siswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, Sekolah diharapkan mampu memperkuat iman siswanya. Demikian arahan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya sebelum membuka Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang diikuti seluruh Kepala Sekolah SD dan SLTP di KSB. Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) KSB ini dilaksanakan di Aula SMAN 1 Taliwang, Kamis pagi (9/01/20).

Dikatakan Wabup, kasus penyalahgunaan narkoba di KSB semakin banyak melibatkan siswa. Oleh karena itu, peran sekolah sangat penting membentengi siswanya agar terhindar dari narkoba. Tetapi tugas itu bukan tanggung jawab sekolah saja. Peran komite sekolah dan orang tua siswa juga diharapkan. Untuk itu, Sekolah harus bekerjasama dengan komite dan orang tua siwa untuk bersama-sama mengawasi warga sekolah dari narkoba. ‘’Sekolah harus semakin aktif melaksanakan kegiatan keagamaan untuk memperkuat iman siswa agar tidak menyalahgunakan narkoba. Termasuk juga mengaktifkan ekstrakulikuler yang didalamnya diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba,” kata Wabup.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Drs. Mukhlis, M.Si mengatakan, penyalahgunaan narkoba sudah sangat menghawatirkan. Narkoba tidak hanya menyasar warga umum, bahkan guru termasuk siswa pun telah terpapar. Terbukti pada 11 Desember 2019 ada oknum guru yang ditangkap karena diduga menyalahgunakan narkoba. Terbaru adalah penangkapan oknum siswa SMA yang terjadi tadi malam (Rabu malam, Red) yang juga diduga menyalahgunakan narkoba.

Untuk itu, Kepala Sekolah harus bergerak, bersama guru, komite sekolah dan orang tua murid untuk menjaga anak-anak dari narkoba. Laksanakan Surat Edaran Bupati tertanggal 16 Desember 2019 yang berisi lima arahan. Pertama, Kepala Sekolah melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kedua, Kepala Sekolah melibatkan/bersama-sama orang tua murid untuk mengawasi anak-anak dari Narkoba. Ketiga, memanfaatkan kegiatan imtaq dan ekstrakurikuler untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dengan melibatkan Kepolisian dan BNN KSB. Keempat, melaporkan warga sekolah yang terindikasi menyalahgunakan narkoba ke Disdikbud KSB, dan kelima membentuk satuan tugas anti narkoba yang melibatkan guru, siswa dan orang tua siswa.

 Sebagai narasumber dalam sosialiasi yang mengangkat tema ‘’Pencegahan Dini Bahaya Penggunaan Narkoba di Lingkungan Sekolah’’ ini adalah Kepala BNN KSB, AKBP Chepy Ahmad Hidayat, Pejabat Kantor Kementerian Agama KSB, Dinas Kesehatan KSB, dan Penggiat Anti Narkoba dari Gempita.(Rilis 05/Prokopim/I/2020)