Dokter spesialis yang akan melayani masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy–Syifa’ Sumbawa Barat akan bertambah. Hal ini terwujud setelah Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menandatangani memorandum of understanding/MoU atau Nota Kesepahaman dengan Rektor Universitas Udayana (Unud) Bali, Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S (K). MoU yang ditandatangani Bupati dan Rektor Unud adalah tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Asy–Syifa’. Kegiatan dilaksanakan di ruang kejra Rektor Unud di Bukit Jimbaran, Bali, Kamis (9/05/19).

Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah KSB melalui RSUD Asy–Syifa’ Sumbawa Barat dengan pihak Unud selanjutnya ditandatangani oleh Direktur RSUD Asy–Syifa’ dr. Carlof dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unud, Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B. Sp. OT (K). Jalinan kerjasama RSUD Asy–Syifa’ dengan Fakultas Kedokteran Unud adalah pengembangan layanan RSUD Asy–Syifa’ yakni penugasan tenaga Chief Residen atau dokter Spesialis Bedah, Penyakit Dalam, Kandungan, dan Mata dari Fakultas Kedokteran Unud untuk ditugaskan di RSUD Asy- Syifa’ tahun anggaran 2019.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan MoU bersama Unud  sangat penting sebagai langkah Pemerintah KSB untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di KSB khususnya pada bidang kesehatan. Kerjasama dengan Unud dalam hal ini Fakultas Kedeokteran akan membantu ketersediaan dokter spesialis yang akan melayani masyarakat KSB di RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.

Bupati mengharapkan, Unud tetap komit mengirimkan tenaga Chief Residen (Spesialis Bedah, Penyakit Dalam, Kandungan, dan Mata) ke RSUD Asy–Syifa’ Sumbawa Barat sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan dan mendekatkan pelayanan dokter spesialis di KSB. Kemudian, memberikan kesempatan kepada dokter umum di KSB untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis di Universitas Udayana, dan memprioritaskan putra–putri terbaik KSB untuk dapat diterima menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran Unud.(Humas & Protokol/Rilis/114/V/2019)

 

 

0