Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mewujudkan keterbukaan informasi dan sebagai salah satu sarana yang dibuka untuk menjaring aspirasi, menerima masukan dan keluhan dari masyarakat kembali di gelar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Program yasinan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat kali ini digelar bersama dengan agen Gotong Royong yang lulus seleksi beberapa waktu yang lalu.

Sebelum memulai kegiatan, Bupati memberikan apresiasi kepada salah satu siswa asal dari KSB yang masuk menjadi Anggota Paskibraka tingkat Nasional atas nama Mery Agustina dengan menyerahkan secara simbolis uang pembinaan sebesar Rp. 20.000.000,- kemudian dilanjutkan dengan penyerahan uang pembinaan kepada dua orang anggota paskibraka tingkat kabupaten masing-masing sebesar Rp. 5.000.000,- yang diserahkan secara simbolis oleh kapolres KSB dan dandim 1628/SB.

Kegiatan Forum Yasinan (Pelayanan Setera Ingklusif Andalan) pertama ini berlangsung pada hari Kamis 26/08/2021, diawali dengan shalat Magrib berjamaah selanjutnya pembacaan surat yasin dan shalat Isya Berjamaah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara pembinaan Bupati Sumbawa Barat kepada agen Gotong-Royong.

Dalam arahannya Bupati Sumbawa Barat DR.Ir.H.W.Musyafirin.,MM menekankan tiga hal kepada para Agen Gotong Royong. Pertama para Agen Gotong royong harus menerapkan pola hubungan horizontal dalam menjalankan tugasnya. “Jangan lagi menggunakan pola vertikal atau dari atas kebawah, geser dia ke pola hubungan Horizontal yaitu hubungan sosial antara masyarakat. Contoh prakteknya adalah ketika kita ingin mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, jangan kita katakan dengan kalimat perintah tapi katakan dengan bahasa minta tolong, mohon dibantu atau bahasa lainnya yang tetap menjaga harkat dan martabat orang lain”. kata bupati.

Yang kedua Bupati menekankan agar para agen tidak boleh memiliki prilaku ekslusif. “Prilaku ekslusif tidak akan ada tempat di tengah masyarakat. Geser prilaku eksklusif menjadi inklusif, sama rata sama rasa”. tegas bupati. Itulah sebabnya kegiatan Yasinan dilaksanakan untuk menghilangkan kesan bahwa Pemerintah itu eksklusif, kita sebagai pelayan masyarakat harus bersifat inklusif artinya mengutamakan kesetaraan. Yang ketiga para agen tidak boleh memiliki perilaku individual. Rubah prilaku individual menjadi perilaku hidup bersosialisasi dengan masyarakat.ajak masyarakat untuk berkomunikasi dan menebarkan kebaikan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menekankan tujuan dilakukannya pembinaan adalah agar para agen memiliki persepsi yang sama tentang kedudukan, tugas dan fungsi agen-agen gotong royong sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 3 tahun 2016 tentang program daerah pemberdayaan gotong royong.

Para agen nantinya akan bersinergi dengan seluruh masyarakat dengan menggunakan Posyandu sebagai markas pusat masing-masing Peliuk (Blok wilayah. red). Terdapat 228 posyandu yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumbawa Barat dan masing-masing posyandu akan menjadi markas 1 peliuk, sehingga akan ada 228 peliuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Posyandu tersebut agar dapat digunakan sebagai pusat diskusi karena posyandu adalah kantor peliuk. Semua stakeholder diajak untuk berdiskusi dan menjadi teman kerja. Semua perangkat seperti babinsa, babinkamtibmas, kader sanitarian adalah rekan kerja. Setiap Posyandu nantinya akan diisi oleh tiga kader yaitu kader pembangunan, kader pemberdayaan, dan kader pelayanan. Seluruh posyandu nantinya akan kita rehab, agar menjadi kantor yang layak digunakan”. kata bupati. 

Diakhir penyampaiannyam Bupati menegaskan bahwa 700 orang yang telah lulus menjadi menjadi agen gotong royong, harus bisa menebarkan kebaikan demi mengawal Kabupaten Sumbawa Barat BAIK, menuju negeri yang baldatun toyibatun warabbunghafur. “Beri peluang agar orang lain mendapat kebaikan dari diri kita, maka Insya Allah hal-hal baik akan datang kepada kita”. tutup bupati mengakhiri arahannya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa Barat, Sekretaris Daerah, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Staf Ahli, Kepala Badan Pusat Statistik KSB dan Kepala Kantor Agama KSB. (Prokopim/Rilis96/VIII/2021)